Niat datang menghadiri acara pernikahan,dirinya harus berakhir menjadi Pengantin pengganti mempelai pria.Yang dimana Pria itu sangatlah dingin dan takdir membuat dirinya menjadi seorang istrinya.
Apakah semua berakhir dengan bahagia atau perpisahan mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5
"Jangan takut begitu,dia tak akan berani memarahi mu,sayang." Leo mencoba menyakinkan hati Karina.
"Apa tidak kita tunda saja,aku belum siap." jawab Karina yang terlihat begitu tegang.
"Tidak ada alasan untuk menunda,kamu harus menemui Papa sekarang." Perintah Leo yang hanya bisa mengikuti perintah dari Leo.
Leo segera berdiri dan menarik tirai kamar lebar-lebar, hingga sinar matahari pun langsung memenuhi ruangan yang membuat Karina refleks untuk bangun.
"Aku tunggu Lima belas menit,kamu harus siap." Perintah Leo yang akhirnya Karina bergegas mandi di pagi itu.
Akhirnya Karina turun ke lantai bawah dengan perasaan gugup, iya lebih memilih memakai dress sederhana selutut dengan rambut yang diikat.
Begitu sampai di ruang meja makan, kakinya langsung terhenti melihat sosok seorang pria yang nampak begitu asing.
"Aku gugup"Karina sudah tak bisa menahan rasa gugupnya.
"Kemari lah."Leo langsung menggenggam tangan Karina dan langsung menuju meja makan.
"Duduk."Leo langsung menarik kursi di sebelahnya, Karina duduk di samping Leo. Suasana di meja makan begitu sangat tegang.
"Jadi ini istrimu?"tanya seorang pria tua yang duduk di meja paling ujung.
"Iya."jawab Leo dengan tegas.
Tatapan pria itu beralih ke arah Karina, Karina sesekali menelan ludahnya seperti rasa gugup yang menyelimuti dalam dirinya.
"Karina."pria itu memanggil namanya, yang langsung membuat Karina semakin gugup.
"Apa kamu mencintai Leo?"sontak saja Karina tersedak air minumnya.
"Uhuk!"
Leo langsung mengusap punggung Karina pelan-pelan,"pelan-pelan." Ucap Leo dengan nada perhatian kepada Karina.
"Kenapa papa bertanya seperti itu?"
"Papa hanya memastikan saja, Apa kalian benar-benar serius atau sekedar bermain-main."jawab Tuan Alexander yang secara langsung mengawasi mereka berdua.
"Leo benar-benar serius dengan Karina Pa." Leo langsung menjawabnya.
"Baguslah,jadi tidak ada drama lagi yang sedang kamu lakukan di belakang Papa."ucap Tuan Alexander kepada putranya.
"Saya Alexander Javier."secara langsung Tuan Alexander memperkenalkan dirinya kepada Karina.
Karina langsung Menundukkan kepala,"Senang bertemu dengan Anda,Tuan."
"Jangan panggil tuan, Panggil Papa."Tuan Alexander langsung mengingatkan Karina.
"I-iya Pa." Jawab Karina dengan sedikit gugup.
Mereka pun sarapan pagi bersama,dan Karina merasa jika kehadirannya sangat diterima terutama dengan mertuanya.
Setelah sarapan selesai, Karina pergi berjalan menuju taman di samping Mansion.
"Berhasil kabur?"sebuah pertanyaan dari seseorang yang dari tadi berdiri di belakang Karina.
Karina menulis ke belakang dan melihat secara langsung kehadiran Leo yang sudah berdiri tepat di belakangnya.
"Aku tidak kabur, hanya ingin menenangkan diri."jawab Karina dengan santai.
"Sepertinya Papa menyukaimu, dilihat Papa tidak terlalu bicara dan tak membahas permasalahan tentang kita,sayang."kata Leo yang tahu betul sifatnya.
"Entahlah." Jawab Karina yang diliputi rasa tegang.
"Aku yakin jika Papa akan mendukung hubungan kita."jawab Leo yang yakin Karina bisa menaklukkan hati papanya.
Leo pergi meninggalkan Karina,yang saat itu Leo ingin berbicara dengan Papanya.Kini posisi Karina sendirian di tempat itu.Sudah tiga puluh menit Karina duduk santai ditempat itu,hingga akhirnya dia kembali masuk kedalam kamarnya.Saat hendak berjalan mendekati tempat tidur,tidak sengaja Karina melihat secarik kertas.
[Aku urusan mendadak di kantor pusat,mungkin nanti aku pulang telat]
Karina menghela nafas setelah membaca pesan dari secarik kertas yang ada di meja samping tempat tidur.
Karina lebih memilih untuk istirahat didalam kamarnya sembari menunggu sesuatu, tiba-tiba saja terdengar suara ketukan dari arah pintu.
"Tok...tok...tok..."
" Masuk."
Tiba-tiba munculah Bibi Ria yang datang membawa minuman hangat untuk dirinya.
"Terimakasih." Ucap Karina dengan senyuman.
"Iya Nyonya." Jawab Bibi Ria yang masih bertahan di tempat ia berdiri, sontak saja membuat Karina penasaran.
"Apa ada sesuatu?" Tanya Karina pada Bibi Ria yang tidak beranjak pergi dari tempatnya.
"Tidak ada apa-apa Nyonya,tapi saya merasa tuan Leo akhir-akhir terlihat begitu berbeda."
"Maksud Bibi apa?" tanya Balik Karina yang sedari tadi penasaran.
"Sebelum tuan mengenal Nyonya,Tuan jarang sekali untuk pulang." Jawab Bibi Ria yang tahu betul sifat tuannya.
"Jarang pulang bagaimana?" Tanya lagi Karina yang masih tak memahami apa yang dikatakan oleh Bibi Ria.
"Dulu tuan lebih sering tidur di kantor,sejak ada kehadiran Nyonya disini tuan semakin menunjukkan perubahan.Yang dimana tuan sering pulang dan makan dirumah."
"Bibi yakin ?"tanya Karina yang masih belum percaya.
"Saya yakin Nyonya, untuk apa saya bohong." Jawab Bibi Ria yang menjelaskan semuanya pada Nyonyanya.
Karina terdiam mencoba berpikiran sesuatu yang baru dia sadari,"Apa mungkin pria itu benar-benar sudah berubah." Batin Karina yang masih mencerna apa yang dikatakan oleh Bibi Ria.
Sedangkan di lokasi Leo saat ini,dia baru saja menyelesaikan rapat mendadak diperusahaan.Tak terasa pekerjaan semuanya sudah ia selesaikan dan berakhir Leo kembali masuk ke dalam mobilnya.
"Kita kembali ke Mansion." Perintah Leo pada asistennya.
"Baik tuan." Akhirnya perjalanan berlanjut pulang menemui istrinya yang sudah menunggu kehadirannya.
Beberapa menit kemudian
Leo sudah sampai di Mansion, ia langsung masuk ke dalam kamar. Leo melihat posisi Karina sedang duduk di sofa di dekat jendela kamar.
"Sayang Aku sudah pulang."mendengar ucapan itu, Karina hanya menatap dengan tatapan datar.
Leo duduk di samping Karina,"Ada masalah?"tanya Leo yang melihat ekspresi Karina hanya terdiam.
"Tidak ada apa-apa."jawab Karina yang hendak akan berdiri dari tempat duduk. Leo tiba-tiba saja menari tangan Karina, tubuh Karina langsung oleng hingga jatuh terduduk di pangkuan Leo.
Karina langsung terkejut dan tangan Leo menahan pinggang Karina dengan erat.
"Lepaskan!"Karina mulai panik dengan ulah Leo.
"Aku tidak mau melepaskannya."Leo masih bertahan untuk memeluknya.
Mereka berdua saling bertatapan, dan mulai lagi Leo menunjukkan sedikit senyuman ke arah Karina.
"Kau sangat cantik."ucapan itu langsung membuat wajah Karina memerah, rasa malu karena ucapan itu.
Leo menyelipkan rambut Karina ke belakang telinganya dengan jemari tangannya.
"Aku sudah tidak bisa menahannya lagi."perkataan itu langsung membuat Karina terdiam dan mencoba berpikir tentang apa yang beliau katakan.
Posisi Leo semakin mendekati wajah Karina,membuat wajahnya ia palingkan kearah samping. Alex perlahan menarik kedua tangan Karina.
"Aku tidak akan memaksamu."ucap Leo yang langsung membuat Karina terdiam.
"Aku ini pria normal, wajar jika aku tertarik dengan istriku sendiri."Leo masih membalasnya dengan senyuman.
"Aku akan menunggumu, sampai kamu memang sudah siap."jawaban itu terdengar begitu tenang dan meyakini jika Leo akan selalu memegang apa janjinya.
apa dia Casanova huekkkk kasihan kau dapat suami posesif