Sebuah pernikahan yang begitu megah, suatu hal yang selama ini diimpikan oleh Devina, tiba-tiba dihancur begitu saja oleh seseorang yang selama ini sangat dia benci.
Bukan hanya pernikahannya, tapi perusahaan keluarganya pun mengalami kehancuran.
"Aku sanggup membuat perusahaan ayahmu kembali berjalan, tapi dengan satu syarat, kamu harus menikah denganku!"
Itulah yang diucapkan oleh Abian Pratama, seorang CEO dingin dan kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Jantung Devina berdebar kencang saat Abian menggendongnya. Begitu tiba di dalam kamar, Abian langsung menghempas tubuh Devina ke atas ranjang.
"Tidak! Ini tidak boleh terjadi!" teriak hati Devina.
Tapi dia tidak mungkin mengingkari janjinya untuk menyerahkan dirinya sendiri kepada pria itu. Dia telah kalah dalam taruhan itu.
Abian menindih tubuhnya, langsung menyambar bibirnya dengan kasar. Melumat bibirnya dengan penuh naf-su.
Dengan nafas memburu, Abian melepaskan ciumannya. Dia menagih janji pada Devina. "Mana janjimu? Kamu bilang akan menyerahkan dirimu dengan sesuka hati? Tapi dari tadi kamu diam saja."
Devina mengigit bibir bawahnya. Dia bukan seorang wanita yang suka melanggar janji, karena itu dia dengan terpaksa harus menepati janji itu.
"Ten-tentu, aku akan melakukannya," ucap Devina dengan terbata-bata.
Dia segera membalikan posisi, sehingga dia terduduk di perut Abian. Tatapan matanya sangat menggoda, membuat Abian terpaku.
"Ini adalah pertama dan terakhir kita melakukannya. Setelah ini, kita harus melupakannya," ucap Devina dengan tegas.
Tanpa menunggu persetujuan dari Abian, dia mencium bibir pria itu, meskipun sedikit canggung, karena dia seorang pemula.
Abian langsung membalas ciuman Devina, hingga terdengar suaranya cecapan memenuhi kamar. Mereka saling melu-mat dengan begitu liar.
Meskipun sangat terpaksa, Devina tetap harus melakukannya. Tangannya gemetar saat mulai meraba kemeja putih yang dikenakan Abian, perlahan dia membuka kancingnya satu persatu.
Namun, dia dibuat takjub saat melihat betapa gagahnya tubuh Abian, dengan otot-otot yang melekat pada perutnya.
Devina segera memalingkan wajahnya, dia tidak boleh terpesona pada pria itu.
Lalu, Devina menciumi dada Abian, membuat jakun pria itu naik turun. Hasratnya semakin membara.
Ciuman Devina naik ke leher pria itu, dia sengaja meninggalkan tanda merah disana, agar membuat Abian malu.
Kemudian, tangan Devina bergerak turun, menyusuri perut pria itu hingga sampai ke pinggangnya, berniat membuka celana yang dikenakan Abian. Namun, wajahnya seketika memerah, dia tidak bisa melakukannya.
Dia menjadi gugup. Tak sanggup untuk melihatnya, membuatnya kehilangan nyali untuk melanjutkan.
"Kenapa berhenti?" tanya Abian dengan nada menggoda.
Devina mencoba mencari alasan. "A-aku... aku..."
Abian langsung membalikan badannya, sehingga Devina kembali berada di bawah kungkungannya.
Abian meraup bibir Devina dengan beringas, membuat Devina sangat kewalahan, dia tidak bisa mengimbangi ciuman pria itu.
"Mmh..."
Suara erangan tertahan lolos dari mulut Devina. Pria itu benar-benar memabukkan.
Abian perlahan mengangkat wajahnya, menatap wajah Devina yang memerah dengan nafasnya yang tersengal-sengal.
Dia pun tersenyum smirk, penuh kemenangan. Jemarinya menyusuri rahang Devina, lalu berhenti di dagunya, mengangkatnya sedikit agar menatap matanya.
"Kamu bilang akan menyerahkan dirimu sepenuhnya, Devina," bisik Abian dengan suara berat. "Kalau begitu biarkan aku yang menaklukkanmu."
Devina menelan ludah dengan susah payah, berusaha membalas tatapan tajam itu. "Aku... aku tidak akan pernah takluk padamu. Aku..."
Devina berhenti bicara saat bibir Abian menyapu lembut telinga Devina, membuat bulu kuduk gadis itu meremang.
Sebelum Devina sempat memprotes, Abian kembali menciumnya. Begitu dalam. Tangannya yang besar mulai bergerak turun, menyusuri lekuk pinggang Devina, meremas dengan lembut pinggul gadis itu.
"Ahhh..." rintih Devina tak kuasa menahan sensasi itu. Pertahanan yang dia bangun perlahan runtuh seketika. Ciuman yang Abian lakukan mampu membuatnya terhipnotis, seolah berhasil memancing gairahnya sebagai seorang wanita.
Saat tubuh mereka menyatu, Devina awalnya kesakitan. Tapi setelah itu, dia mulai menikmatinya.
Abian begitu gagah menggempur tubuhnya.
Tenanggg masih bisa lain kali /Sob//Facepalm/..?
Yang sabar othor😅😅😅😅...
Sudah eling yaaaa /Sob/.....
otw...novel baru...🌹🌹🌹🌹
Semangat bang Dire
Ditunggu cerita terbaru nya
Krena ada yg baruuu, cusss ah meluncurr kesana 🚴🚴
thank's thor....
meluncur ke cerita baru....
gak pernah gagal bikin alur yang mengharu biru❤
terimakasih banyak sudah bertahan d'mari🤗
luv Kamu banyak³😘😍🥰