NovelToon NovelToon
Satriaji Needs A Friend

Satriaji Needs A Friend

Status: tamat
Genre:Teen / Fantasi / Supernatural / Isekai / Light Novel / Tamat
Popularitas:17.3k
Nilai: 5
Nama Author: Fadly Abdul f

Di Indonesia mendadak muncul sebuah gerbang yang ternyata di dalamnya terdapat banyak monster khayalan orang-orang, namun kini mereka melihat dengan mata kepalanya sendiri. Dan seorang remaja bernama Satriaji menjadi salah satu seorang yang mendapatkan kekuatan untuk melawan para monster yang ada, di sisi lain ia mendapatkan kenyataan yang pahit tentang sahabat masa kecilnya yang sudah dianggapnya seperti kakak kandung.. apa itu ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadly Abdul f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17 : Beruang Air..

Satriaji mengigit jari. Dia terlihat cemas bersamaan khawatir pada mereka bertiga, mau Vlad, Artha, ataupun gadis di hadapannya tengah dirawat oleh tim medis dengan bantuan sihir para elf karena baru kali ini ada elf yang mengeluarkan seluruh energi sihirnya untuk dua sihir. Bermaksud ingin melawan tekanan angin malah berbalik.

"Energi Hidupnya malah terserap balik, bukannya tak ada manusia yang bisa melakukannya ?" Kepala desa menatap tajam wajah putrinya. Serentak begitu mendengar perkataan itu, wajah Satriaji mengatakan tidak percaya dan tangannya gemetaran takut akan kehilangan seorang kakak.

Suara helikopter menyusul rasa takutnya. Vlad turun bersama yang lain, namun luka ditubuh mereka tidak main. Banyak murid yang meninggal. Ternyata di sudut kota yang lain mereka menyambut hangat bahkan panas semua orang, dengan lemparan sihir bola api sehingga menewaskan banyak orang sekaligus karena persiapan yang kurang.

"Cih! Mereka tak bisa diajak negosiasi!" Bentak ketua regu yang hampir semua anak buahnya meninggal. Satriaji terdiam, ia menarik pedang Artha dari sarungnya menatap bilah merah kehitaman dan pada ujungnya terdapat titik putih. Sangat cocok untuk penampilannya itu tetapi sekali lagi Satriaji sudah yakin mengapa hal semacam itu bisa terjadi.

"Ketua, sebutkan identitas asli kak Artha yang sebenarnya.."

"Satriaji apa yang kau katakan ? Apa dia sudah.. pulang ke tempat asalnya ?"

"..!" Pukulan telak. Kalimat itu memukul langsung Satriaji, ia terdiam sejenak kemudian bertanya maksud dari kalimatnya barusan. Keduanya pun pergi masuk ke dalam salah satu bangunan. Tempat yang seharusnya banyaknya disimpan dokumen tentang murid yang dikirim kemari, mereka mencari dokumen tentang Artha saat pertama kali masuk.

Mencari pada tumpukan kertas, akhirnya setelah mencari dalam beberapa menit menemukan hanya satu lembar kertas soal identitasnya. Dilihat dari sudut pandang Satriaji, ia melihatnya biasa dengan berkas murid lain dan tak ada yang aneh terkecuali pada guru beserta yang punya kekuasaan bisa melihatnya jelas.

Karena tertulis "dilarang" dia tidak bisa memberitahu Satriaji tentang berkas ini, pada akhirnya berbohong mengenai seluruh info dalam surat dan mencurigai kalau benar adanya Artha memang bukan manusia dari bumi. Meskipun perawakannya manusia. Tapi dia sangat berbeda, serupa seperti kadal raksasa wujud aslinya itu.

Selama berjam-jam, semua tim medis dalam kesibukan menyembuhkan serta merawat mereka yang terluka parah. Sedangkan Satriaji hanya diam menunggu kepulangan Artha yang tidak pasti, meskipun ia tahu yang sebenarnya walaupun itu hanya tebakan yang tidak jelas.

"Kak Satriaji, makanlah sedikit.. pasti kak Artha pulang!" Vlad menyodorkan sepiring makan siang padanya. Tidak berpikir untuk lapar. Dia menolaknya begitu saja, tak lama kemudian seseorang datang turun dari mobil jelas sekali siapa yang repot-repot datang ke dunia ini sampai pemimpin datang.

Mendapatkan kabar bila bicara saja tidak. Mereka bermaksud untuk mundur, namun itu takkan menyelesaikan masalah dan membiarkan mereka menjadi pembantu pemasok energi sihir tanpa imbalan apapun sangat merugikan. Apalagi, negara lain juga berkeinginan untuk tidak menganggap dan meluluh lantakkan semuanya.

"Di mana si Artha ?" Tanya pria itu. Sontak Satriaji kaget bergegas pergi menemuinya.

"Maaf.. apa anda mengenalnya ? Sebenarnya..!"

"Benar dia telah pergi ya ? Hmm.. perjanjiannya memang begitu.." lirihnya pelan. Suara memang hampir tak terdengar, tapi Satriaji mendengarnya lantas bertanya apa maksud dari perkataannya barusan sampai rasa penasaran Satriaji memuncak ingin mengetahui segalanya.

"Kau mungkin akan bertemu dengannya lagi kalau menjalankan tugas yang akan kami berikan."

"Tugas ?"

"Ya, justru lebih baik menutup gerbang ini dan tidak punya hubungan lagi.. tugas kalian akan berat, yakni menjadi penduduk pada salah satu negara di dunia ini lalu seterusnya.." pria ini pergi menemui mereka yang terluka.

Vlad tengah menyeruput secangkir kopi sambil menatap kakak kelasnya dari kejauhan, durasinya menatap cukup lama untuk menghabiskan kopi itu bila tidak melamun memikirkan Satriaji. Orang yang terlalu sayang pada kakaknya, bahkan menganggapnya sebagai yang paling berharga.

***

Seminggu berlalu,

mereka yang lulus mendapatkan senjata yang disebut Fytal termasuk Satriaji mendapat dua senjata karena dari sekian banyaknya murid dirinya yang paling kuat. Mendapatkan pistol serta senapan jarak jauh. Dan pedang yang diberikan Artha padanya masih ada padanya, dirinya enggan untuk memberikannya pada orang lain.

Tugas untuk menjadi penduduk di negara diterima Satriaji, tidak semua orang mengikutinya karena tugas ini bersifat opsional atau pilihan bukan keharusan. Namun, wajib bagi mereka untuk memburu monster yang menyelinap masuk ke bumi lewat gerbang atau hal lainnya.

Vlad pun ikut dengan Satriaji. Mereka ditugaskan untuk mencari informasi di negara yang bersama Sord, negara ini menjunjung tinggi ilmu berpedang maka cocok untuk Vlad dan tidak terlalu bagus untuk Satriaji sebagai pengguna senjata api.

"Tapi bagaimana kalau kami ketahuan ?" Tanya seseorang sebelum pergi.

"Tenang saja, kami sudah mendapatkan izin dari pemerintah mereka untuk menjadikan kalian sebagai pemburu monster terkecuali negara yang menganggap kita sebagai musuh dan memanfaatkan kita saja."

"Jadi,.. kami tak boleh datang ke negara yang menentang kita ?" Satriaji bertanya. Pemimpin mereka mengangguk sembari menghembuskan napas panjang, mereka semua yang memilih tugas ini hanya beberapa orang saja yang memiliki nilai di atas rata-rata. Kemudian mereka diberikan penjelasan tentang peringkat.

Di setiap kota akan terdapat bangunan yang dibuat untuk membereskan monster yang dianggap menganggu serta mengancam, tidak termasuk iblis yang bisa bicara atau berinteraksi. Pada beberapa kasus, ada berbagai macam iblis yang hilang kendali tidak punya akal sehat menyerang siapapun tanpa terkecuali sekalipun itu sejenis atau sebangsanya.

"Satu peringatan lagi.." ujar pemimpin. Dia menghela napas, memberikan sebuah peringatan tentang para manusia yang berbeda jauh dengan mereka yang berdiri di hadapannya saat ini. Pandangan seluruh manusia di dunia ini sempit, menganggap mereka paling maju dan menganggap remeh dunia bumi padahal sebaliknya.

Binatang-binatang di sini memiliki sayap, serta keunikan tersendiri berbeda dengan di bumi. Karena di tempat asal atau bumi tak ada energi sihir, jadi para hewan tak membiasakan diri atau berkembang mengikuti lingkungan. Contohnya saja mahkluk yang Satriaji hadapi membiasakan diri dengan lingkungan yang melebihi kemampuan hidupnya bila tak berevolusi, takkan bisa bertahan hidup.

"Harimau api ?... Oh ya benar, ada hewan lain juga yang berbahaya, tapi... Mengapa api ?!" Kata Satriaji dalam hati. Hewan lain masih bisa dipikirkan. Tetapi yang dihadapi Satriaji selama ini, semuanya tidak memilki kemampuan yang masuk akal serta tak ada hubungannya dengan lingkungan.

"Seperti mimpi saja.. aneh sekali.."

"Ya benar.. hahh.."

"Beruang air! Hanya untuk mendapatkan ikan, mereka menguasai sihir air woi!" Teriak seseorang seraya berjalan. Vlad dan Satriaji mendengarkan ocehan mereka, padahal keduanya sudah melihat bahkan menghadapi hal yang tidak kalah hebat sekaligus aneh, dengan apa yang dihadapkan alam pada mereka semua.

1
Diambil Oleh Anggur
aaa thanks Thor ma bonus nya makin sayang author deh
margo and me
Semangat Thor! Jiwa membaraku masih semangat baca semua update-anmu! Mau berapa ratus aku tungguin!
Surya Putra
plot awal cerita seperti pada umumnya kenapa tiba-tiba ada gerbang yang di dalamnya ada monster.

tapi, yang aku tahu disini sepertinya monster di dalam gerbang tidak bersalah kan? mungkin hanya zombie yang menyerang saja

yang mulai menyerang duluan juga manusia dari bumi, apakah ada kesalahan dalam mengartikan TULISAN DI PINTU itu?
Surya Putra
Hah? salah nulis ya thor kok Sarah sih wkwk Harunya darah
....: ngokey 🗿👌
total 3 replies
Surya Putra
ehh, gw kira darahnya bakal kembali ke tubuh.

lalu, kata "Sebaiknya jangan terlalu memikirkan mengapa aku tak mau satu kelompok denganmu"

apakah ia akan meminum darah dari hewan yang ia buru?
Surya Putra: minum darah bukan kanibalisme, maybe wkwk
total 2 replies
SquigglyMunchkin
cerita ini lebih lucu dibanding yg lain
adalahdarling
Jaga kesehatan selalu ya thor.. aku kebawa perasaan banget nih huhuhu
moonstrucktraveller
Thor aku ini manggil author lho bukan Thor temennya Kapten Amerika, jadi dimohon segera untuk up bab selanjutnya!
SongbirdGarden
Kak author semangat!! jangan lupa istirahat dan liat yang seger-seger biar ga pusing nulis next bab!
WillofWashington
Ceritanya ngeri sedaaaapppp like like like lanjut
skyeandstaghorn
Thor, ceritamu bikin moodku seperti pelangi wkwkw
Zahra Fitria
tu ada nama Fauzan ama satriaji kok kaya ada yng aneh y ?🤔
....: oh maaf, awalnya aku mau pake nama Fauzan tapi diubah jadi Satriaji.. eps ini belum di edit 😌
total 1 replies
....
Luangkan waktunya untuk like, komentar + masukan cerita ini ke daftar bacaan anda :)
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!