NovelToon NovelToon
MY MAFIA HUSBAND

MY MAFIA HUSBAND

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Pengantin Pengganti
Popularitas:788k
Nilai: 5
Nama Author: zarin.violetta

Ophelia Martin datang menggantikan kakak tirinya untuk menikahi seorang mafia, Bleiz Russo, karena hutang ayah tirinya.

Dia siap menghadapi monster yang dia pikir tua dan bengis itu.

Tapi ketika Ophelia memasuki kastil gelap dan dingin milik Bleiz Russo—dia tidak menemukan kakek-kakek keriput bertato dan tatapan menjijikkan itu.

Yang dia temui justru pria berusia tiga puluh tahunan dengan wajah mempesona, mata elang sedingin es, dan tubuh tegap yang terbalut jas berwarna gelap setara dengan auranya.

Pria itu ternyata menyodorkan kontrak sederhana, bukan sebuah pernikahan normal yang mungkin hanya akan berjalan sementara.

Ophelia hanya disuruh hamil darah dagingnya, dan itu membuat hutang ayah tirinya lunas. Tidak perlu ada cinta. Tidak perlu ada tuntutan. Bleiz hanya perlu wadah untuk pewarisnya.

Bleiz menyentuhnya seperti barang berharga, tapi menatapnya seperti debu tak berarti. Ophelia pernah menyaksikan sendiri bagaimana tangan kuat itu dengan tenang mematahkan tulang pengkhianatnya. Dia pikir dia akan mati ketakutan.

Tapi ternyata setiap kali jarak mereka hanya beberapa sentimeter, justru detak jantungnyalah yang paling berisik?

Ophelia harus mengingat satu aturan. Jangan pernah jatuh cinta pada iblis yang hanya menginginkan rahimmu.

Namun bagaimana caranya bertahan, ketika iblis itu mulai membelai perutnya yang mulai berisi, dengan tatapan yang untuk sekilas terlihat seperti ... ketakutan akan kehilangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menceritakan Pada Chloe

Lift berhenti di lantai lima. Ophelia berjalan menyusuri lorong sampai ke pintu nomor 57. Dia mengambil napas dalam-dalam, lalu mengetuk pintu.

Pintu terbuka, dan Miranda, ibunya, muncul di hadapannya. Wanita paruh baya itu masih cantik tapi matanya menunjukkan kejutan ketika melihat Ophelia.

"Ophelia?" ucap Miranda, suaranya tidak percaya. "Kau ... kau di sini?"

"Halo, Mom," kata Ophelia dengan senyum tipis.

Miranda terdiam beberapa saat. Kemudian dia menghela napas dan memeluknya erat. “Maafkan aku. Maaf.”

“Ya, aku sudah memaafkanmu,” balas Ophelia.

Miranda membuka pintu lebih lebar. "Masuklah."

Ophelia masuk ke dalam apartemen yang nyaman itu. “Apartemen ini …”

“Ya, suamimu yang membelikannya. Sampaikan terima kasihku untuknya,” kata Miranda setengah menunduk, karena malu. “Apakah dia …”

Lalu Ophelia menatap ibunya. “Dia … pria yang baik. Jangan khawatir. Aku baik-baik saja di sana.”

Miranda mengangguk. "Kau datang sendirian?" tanya Miranda, duduk di sofa dengan sedikit canggung meskipun bicara dengan putrinya sendiri.

"Aku ditemani pengawal," jawab Ophelia, duduk di hadapannya. "Suamiku mengirim mereka."

Miranda menghela napasnya. "Apakah benar dia baik? Dia … mafia.”

Ophelia tersenyum tipis. "Aku tahu ini sulit untuk dipahami, Mom. Bahkan aku belum seratus persen mencerna semua yang terjadi padaku. Tapi dia bukan pria jahat, setidaknya dia baik padaku. Dia ..."

"Bukan pria jahat?" potong Chloe dengan nada sinis yang tiba-tiba keluar dari kamar. "Dia adalah seorang mafia, Pheli! Aku mendengar desas-desus tentangnya. Apa kau tahu betapa berbahayanya pria itu? Dia bahkan hampir membunuh ayahku."

Ophelia menahan napas. "Aku tahu itu. Tapi aku tak melihatnya menyakitiku. Dia … baik padaku. Dan pada kalian juga, kan? Apartemen ini dia berikan pada kalian agar—“

“Dia menukarnya denganmu! Aku masih tak terima itu. Kau bukan barang, Phelia. Kami juga menerima ini karea terpaksa karena dia selalu mengawasi gerak gerik kami,” potong Chloe lagi dan duduk di seberang Ophelia. “Kalau ada celah, kaburlah darinya. Aku bisa membantumu. Kita susun rencana matang dan aku akan—“

Ophelia menghela napasnya. “Kontrakku seumur hidup dengannya, Chloe. Aku sudah menikah dengan dia. Aku tak bisa lepas darinya.”

Chloe dan Miranda terbelalak. “Apa??” Chloe terkejut.

“Aku sudah menerima ini semua. Ini takdirku dan dia akan bersikap baik padaku jika aku menurut. Aku bisa menangani ini. Percayalah. Aku hanya ingin melihat kalian baik-baik saja.”

Chloe menghela napas panjang. “Maafkan ayahku, Phelia. Seandainya pria bodoh itu tidak berhutang dan tidak suka berjudi, mungkin ini tak akan terjadi. Maafkan aku juga karena lari waktu itu. Seharusnya aku tak membiarkanmu pulang.”

“Tidak, Chloe. Itu sudah berlalu. Kau tak salah apa pun. Aku hanya minta tolong padamu untuk menjaga ibuku. Kau mau, kan?”

Chloe mengangguk. “Tentu saja. Aku akan menjaganya dengan baik. Kau jangan khawatir. Kau yakin baik-baik saja, Phelia?”

“Ya, aku baik-baik saja,” jawab Ophelia.

Miranda tersenyum dan matanya berkaca-kaca. “Aku akan membuatkan makanan kesukaanmu. Tunggu di sini. Mengobrollah dengan Chloe.”

Ophelia mengangguk dan Miranda beranjak berdiri menuju ke dapur.

Dan kini hanya ada Ophelia dan Chloe di ruang tamu. Chloe mendekat dan memegang tanyan Ophelia.

“Kau yakin baik-baik saja?” tanya Chloe berbisik. Dia berpikir mungkin Ophelia tak ingin mengatakan sebenarnya tadi karena tak ingin terdengar Miranda.

Ophelia mengangguk. “Aku baik-baik saja. Sungguh.”

Chloe mengernyit dan menatap ekspresi wajah Ophelia dengan penuh perhatian. “Apakah kau … hmm … kau sudah seperti itu dengannya?” bisik Chloe. “Kau tak jijik pada pria besar bertato ular itu? Aku tak bisa membayangkan kau bercinta dengannya.”

Ophelia membelalakkan matanya. “Kau pikir aku menikah dengan Salvatore?”

“Ah jadi pria besar itu namanya Salvatore?” Chloe mendadak bingung. “Kalau bukan dia, kau menikah dengan siapa? Kau dijual lagi ke pria lain?” Chloe membelalak lagi.

“Bukan seperti itu, Chloe. Salvatore hanyalah bawahan Bleiz. Dan Bleiz Russo-lah suamiku. Bukan Salvatore.”

“Bleiz Russo? Apakah dia se-mengerikan Salvatore? Atau …”

“Dia berbeda. Dia …” Ophelia menelan salivanya. “Dia …”

“Dia apa? Dia hot seperti Maximo sang mafia di film itu?” Chloe melanjutkan kata-kata Ophelia. Ekspresinya penasaran.

Ophelia menghela napasnya. “Ya, dia sangat … ya begitulah … tapi aku … aku … belum siap bercinta dengannya,” bisik Ophelia agar tak terdengar ibunya.

“Apa?” Chloe melebarkan matanya, lalu dia mengernyit. “Apakah kau tak tahu caranya? Atau—“

Ophelia menutup mulut Chloe. “Bisakah kau tak bicara terlalu keras? Ibuku bisa mendengarnya.”

Lalu Chloe beranjak berdiri dan menarik tangan Ophelia. “Kita bicara di kamarku saja.”

JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN

1
Farda monukliafari
ditunggu upnya yaa kak zarin🥰
Yunita Akmalia
kenapa sedikit banget Thor, boleh tambah up lagi, katanya harus to the point
Lina Cuang
berdua jalan kepantai lagi nanti ketahuan ev salah paham lagi
Lina Cuang
lanjut kak
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
Ayna Adam
lanjut kak Zarin
HR_junior
aneh acara privat tp kok si Helena bisa datang mng siapa yg ngundang ya..aneh banget kan..Leon mng km hak tau kalo kakk km suka bikin drama apa ya..apa cuma Noah yg tau di antara lean evren ya.makame gak ada perteman yg bener antara perempuan n laki2.dah pisah ya gak Isa dong cipika cipiki dll .lean lean mantanmu bilangin itu
maret
q yg baca aja ikut cemburu.. ih...
jauhin aja tuh lean biar pusing sendiri...
isni afif
😘😘😻😻🫣😘😘😻
isni afif
lanjut kak....
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍👍👍👍💪💪💪💪
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍😍👍👍👍👍💪💪💪💪
Nonie Hlm
aduuuhhh kenapa ngomong cm B2 aja ....bawa sekalian Evre kenalin...ntar si Helena ngereog atau tantrum atau yg lebih parah pura² sedih nangis sesegukan minta di peluk lg .... ambyar bisa loe gak bakal dipercaya lagi ma Ev...jgn cari penyakit Lean 😅🫣
happy oktavia
biarin aja Ev... kamu liat aja si Leander gmn ngadepin helena.. kamu hrs percaya diri
happy oktavia
emang Helena diundang di acara itu? engga kan?? iiihh
happy oktavia
nyari2 Lean buat apa???
Dewi
Sorry tumben ceritamu agak belibet biasanya satset thor but lanjut terimakasih
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
Shee_👚
nah kayanya helena punya rasa sma lean, bukan hanya sekedar rasanya nyaman tapi emang cinta
Farda monukliafari
ciri" ratu drama dan rumit deh nih mantan lead yg katane ndak mau sesuatu yg rumit hihi
kita pantau gimana sikap lead ke helen.
menurut aku jika kalau cwo lagi mendekati cwe incaran ( udah jadian masih sembunyi" ) tetep aja si cwo harus jaga perasaan cwe yg di dekatin dan harus tegas sama yg katanya temen baik itu gimanapun ( mau sampai cwe lain nangis atau gimana ).
because dr ini bisa tau, type cwo apakah sii lead ini wkwk
Farda monukliafari: betul nih kak, kita pantau drama yg bakal mantan lead lakukan dan sikap leadnya hihi
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!