NovelToon NovelToon
Pewaris Makam Para Raja

Pewaris Makam Para Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Di dunia di mana status ditentukan oleh kekuatan roh bela diri, Lin Xiao dianggap sebagai sampah tak berguna karena hanya memiliki roh berupa sebuah makam kuno yang hancur.

Dikhianati oleh klannya sendiri, dirundung habis-habisan oleh sepupunya, dan secara terbuka dihina oleh tunangannya yang sombong, Lin Xiao mencapai titik terendah.

Namun, di saat kematian mendekat, rahasia makam itu bangkit. Alih-alih sebuah sampah, makam itu ternyata adalah Makam Para Raja, gudang tersembunyi yang menyimpan sisa-sisa jiwa, ingatan, dan teknik tak terkalahkan dari ratusan kaisar dan raja bela diri kuno yang pernah mendominasi dunia.

Didorong oleh dendam membara, Lin Xiao berlatih secara diam-diam menggunakan warisan terlarang tersebut.

Dari pemuda yang diremehkan, dia tumbuh menjadi sosok dingin yang kejam terhadap musuh, siap menghadapi seluruh klan dan sekte demi melindungi ayahnya yang lemah, serta mendaki puncak kekuatan bela diri sebagai Pewaris Makam Para Raja yang sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Ting.

Suara Kaisar Pedang Haus Darah bergema di dalam kepalanya.

'Jangan membuang-buang waktu, serap darah monster itu sekarang juga.'

'Meskipun kualitasnya rendah, setiap tetes darah di hutan ini adalah bahan bakar untuk kultivasimu.' perintah sang kaisar.

Lin Xiao mengangguk setuju.

Dia berjongkok di samping bangkai Macan Tutul Bayangan itu dan menempelkan telapak tangan kirinya ke luka di leher monster.

Lin Xiao memutar Teknik Penguasa Darah di dalam tubuhnya.

Seketika itu juga, darah segar dari bangkai monster itu tersedot masuk ke dalam telapak tangan Lin Xiao.

Wush.

Energi hangat langsung mengalir ke dalam meridian Lin Xiao, memperkuat tulang dan ototnya secara perlahan.

Hanya dalam waktu sepuluh tarikan napas, bangkai macan itu mengering seperti mumi.

Lin Xiao berdiri dan merasakan tenaga di tubuhnya bertambah sedikit.

'Cara kultivasi ini benar-benar mengerikan sekaligus sangat efisien.' batinnya takjub.

Dia kembali melanjutkan perjalanannya semakin dalam ke area Hutan Kabut Berdarah.

Tugasnya adalah mencari Rumput Tulang Besi, tanaman obat yang biasanya tumbuh di dekat sarang monster kuat.

Selama dua jam berikutnya, Lin Xiao terus bergerak membelah hutan.

Dia bertemu dengan beberapa monster tingkat rendah lainnya seperti Ular Sisik Hijau dan Babi Hutan Bercula.

Semuanya berakhir mati dalam satu atau dua serangan pedang Lin Xiao.

Darah mereka habis diserap oleh Lin Xiao untuk mematangkan pondasi kultivasinya di tingkat kedua.

Namun, saat Lin Xiao sedang membersihkan darah dari pedangnya setelah membunuh seekor babi hutan, perasaannya tiba-tiba menjadi tidak enak.

Rambut-rambut halus di tengkuknya berdiri.

Lin Xiao menyipitkan matanya dan menatap sekeliling hutan yang tertutup kabut tebal.

Bukan insting dari Kaisar Pedang Haus Darah yang memperingatkannya, melainkan insting bertahannya sendiri yang telah tajam.

'Ada yang mengawasiku sejak aku membunuh macan tutul tadi.' batin Lin Xiao.

'Niat membunuh mereka sangat jelas, meski mereka berusaha menyembunyikannya di balik bau amis hutan.'

Srak. Srak.

Suara langkah kaki yang sangat pelan dan teratur terdengar dari tiga arah yang berbeda.

Mereka sedang bergerak mengepung Lin Xiao dari arah depan, kiri, dan kanan.

Lin Xiao tetap berdiri diam di tempatnya, berpura-pura tidak menyadari kehadiran mereka.

Dia mengencangkan genggamannya pada gagang pedang besi di tangan kanannya.

Wush. Wush. Wush.

Tiga buah anak panah melesat menembus kabut berdarah dalam waktu yang bersamaan.

Ketiga anak panah itu mengarah langsung ke kepala, jantung, dan kaki Lin Xiao.

Itu adalah serangan mematikan yang dirancang untuk membunuh tanpa ampun.

Trang. Trang. Trang.

Lin Xiao mengayunkan pedangnya dengan kecepatan luar biasa.

Tiga anak panah itu berhasil dipangkas jatuh ke tanah sebelum sempat menyentuh kulitnya.

"Siapa disana? Keluar!" teriak Lin Xiao dengan suara sedingin es.

Terdengar suara tepuk tangan pelan dari balik pepohonan di arah depan.

Seorang pria bertubuh kekar dengan bekas luka melintang di wajahnya melangkah keluar dari kabut.

Pria itu mengenakan baju zirah kulit dan memegang sebuah kapak besar berlumuran darah kering.

Di lengan kanannya, terdapat tato bergambar kepala serigala hitam yang menyeringai.

Empat pria lain yang berpakaian serupa muncul dari sisi kiri dan kanan, memotong semua jalan keluar Lin Xiao.

Mereka memegang pedang melengkung dan busur panah dengan tatapan mata layaknya predator.

"Refleks yang sangat bagus untuk seorang pemuda cacat." ucap pria berwajah luka itu sambil menyeringai lebar.

"Pantas saja klien kami berani membayar sepuluh ribu koin perak hanya untuk kepalamu."

Lin Xiao menatap lambang serigala hitam di lengan pria itu.

'Tentara bayaran Serigala Hitam.' batin Lin Xiao mengenali kelompok kriminal tersebut.

Kelompok ini terkenal karena tidak pernah gagal dalam menjalankan misi pembunuhan, dan mereka sangat kejam.

Mereka tidak memiliki markas tetap dan sering beroperasi di pinggiran Hutan Kabut Berdarah.

"Siapa yang mengirim kalian?" tanya Lin Xiao dengan nada datar tanpa menunjukkan sedikit pun rasa takut.

"Orang yang akan mati tidak perlu tahu nama klien kami." jawab pria berwajah luka itu sambil mengangkat kapak besarnya.

"Kau hanya perlu tahu bahwa aku, Ketua Serigala Hitam, yang akan mengantarmu ke neraka hari ini."

Pria itu mengedipkan sebelah matanya sebagai kode kepada anak buahnya.

"Bunuh dia, dan potong kepalanya untuk kita bawa pulang sebagai bukti."

Wush.

Dua orang tentara bayaran di sisi kiri dan kanan langsung melesat maju menerjang Lin Xiao secara bersamaan.

Kultivasi mereka berada di tahap Pembentukan Dasar tingkat pertama.

Pedang melengkung di tangan mereka terayun mengarah ke pinggang dan leher Lin Xiao.

Serangan itu sangat terkoordinasi dan penuh dengan pengalaman membunuh.

Namun Lin Xiao tidak mundur apalagi panik.

Bibirnya melengkung membentuk senyum kejam yang membuat darah para pembunuh itu tanpa sadar menjadi dingin.

'Kalian datang di waktu yang sangat tepat.' batin Lin Xiao.

'Aku memang sedang mencari kelinci percobaan untuk menguji kekuatanku.'

Sring.

Aura merah darah meledak dari tubuh Lin Xiao, menekan hawa membunuh para tentara bayaran itu dalam sekejap.

Pertarungan hidup dan mati yang sesungguhnya baru saja dimulai.

1
Reed
Wah /Hunger/
Reed
Akhirnya update /Drool/
Reed
Lanjutkan Kak /Smile/
Reed
Wah /Hunger/
Reed
Kok belum up Kak /Whimper/
Jujun Adnin
lanjut
Cecilia
gagal jdi yg pertama
Yui: hentikan kak/Curse//Curse/
total 1 replies
Kak Seto Kangen Band
Ckckck... gak sabar nunggu adegan insect.
Yui: ini cerita biasa doang sensei/Facepalm/
total 1 replies
@Han Boshalvaya ୧⍤⃝🍌
Blep
@Han Boshalvaya ୧⍤⃝🍌 : Its Canon Event
total 4 replies
Reed
Sasuga /Determined//Determined//Determined/
Yui: apa yang kalian lakukan kak/Curse//Curse/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!