NovelToon NovelToon
ISTRI PEMBUAT ONAR SANG MAFIA KEJAM

ISTRI PEMBUAT ONAR SANG MAFIA KEJAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia / Action
Popularitas:676.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Jeremy Aslan, kepala mafia paling ditakuti, mengira menikahi Claire, putri wakil presiden akan memberikan keuntungan besar pada bisnis senjata yang sedang dia jalankan. Ternyata, yang ia dapatkan adalah ... menghadapi perempuan paling bikin sakit kepala sepanjang dia hidup.

Alih-alih fokus dengan bisnis dunia gelapnya, ia malah fokus dengan segala tingkah laku random Claire seperti, diam-diam menciptakan bom dan meledakkan kantor polisi hanya karena ia punya dendam dengan polisi, merusak rumah pribadi politisi yang dia anggap sering merendahkan ayahnya, dan bekerja di perusahaan Farmasi hanya untuk membuktikan mantan pacarnya adalah gay.

Bagi Jeremy, mengendalikan ratusan anak buah bersenjata jauh lebih mudah daripada menghadapi satu istrinya yang nakal dan sama sekali tidak mengenal kata takut. Jeremy hampir menyerah pada semua kenakalan perempuan itu, sampai Claire tiba-tiba di culik, saat itulah dunia Jeremy hancur. Karena akhirnya ia menyadari, Claire adalah dunianya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Burung gede

"Air putih."

Jeremy menjawab singkat tanpa menoleh, pandangannya masih terfokus pada wajah Claire yang terlelap tenang. Dia sudah merasa haus karena menghadapi si bawel di sebelahnya ini.

Pramugari muda itu mengangguk patuh, namun senyumnya yang semanis gula tak pernah luntur dari bibirnya. Ia berjalan perlahan ke sisi bar, sengaja melambatkan gerakannya seolah ingin menarik perhatian sang majikan. Begitu kembali membawa gelas berisi air bening, ia melangkah mendekat, lalu tiba-tiba kakinya tergelincir sedikit, sengaja atau tidak, hanya dia yang tahu. Gelas itu pun terlepas dari genggamannya.

"Ya ampun! Maaf, tuan!" serunya kaget, lalu secepat kilat meraih kain lap yang tergantung di pinggangnya dan langsung membungkuk hendak mengelap bagian celana Jeremy yang terkena tumpahan air dingin itu, tepat di bagian yang menonjol itu.

Namun sebelum kain itu sempat menyentuh kain celana, sebuah tangan kecil dan cepat lebih dulu menghalangi. Claire yang tadinya terlelap pulas tiba-tiba terbangun seolah punya insting tersendiri, matanya melotot tajam dan langsung menangkis tangan pramugari itu. Bahkan tanpa berpikir panjang, kedua telapak tangannya langsung menekan kuat bagian basah itu, menutupinya rapat-rapat seolah menjaga harta karun miliknya.

"Mau ngapain?!" bentak Claire dengan suara lantang yang memecah keheningan kabin. Matanya melotot tajam menatap pramugari itu dengan pandangan curiga dan marah, membuat wanita itu terkejut dan mundur tergesa-gesa.

Jeremy sendiri langsung menegang kaku di tempatnya. Wajahnya berubah merah padam, bukan karena marah, tapi karena campuran rasa malu luar biasa dan sensasi aneh yang menjalar ke seluruh tubuhnya saat kedua tangan lembut Claire menekan bagian paling sensitif itu. Jantungnya berdegup kencang tak teratur, napasnya terasa tercekat, dan ia harus menggertakkan gigi keras-keras untuk menahan reaksi tubuhnya yang tiba-tiba bereaksi.

"Claire... lepas..." bisik Jeremy parau, suaranya terdengar berat dan bergetar, berusaha menahan rasa aneh yang tak di undang sekaligus rasa malu yang meluap.

Tapi Claire tidak dengar atau memang tidak mau mendengar. Tangannya masih tetap menekan, malah semakin erat seolah takkan membiarkan tangan orang lain menyentuh apa yang sudah dianggap miliknya. Ia tetap menatap pramugari itu dengan tatapan menusuk.

"Jangan kira aku nggak lihat ya. Dasar pramugari ganjen. Cewek kayak kamu itu di dunia ini ada banyak banget. Pura-pura tersandung, pura-pura jatuh, terus mau mengelap burung gede milik suami aku! Heh, mak lampir bin sundal, dengar baik-baik ya! Yang ini, yang ini, semuanya dari kepala sampai ujung kaki, terutama yang ini..."

Claire menunjuk seluruh anggota tubuh Jeremy mulai dari kepala, sampai kaki dan akhirnya berhenti lagi di benda pamungkas milik sang suami yang masih dia tekan dengan sebelah tangannya,

"Semuanya milik aku, istrinya! Istri! Dasar perempuan ganjen, kayak gak ada cowok lain aja." Kali ini kedua tangan Claire kembali menekan kuat bagian itu.

Ya ampun. Jeremy benar-benar kewalahan karena istri mungilnya ini. Padahal tadi dia sudah siap-siap membuat si pramugari itu ketakutan dan tobat karena hendak menggodanya terang-terangan, tapi istrinya malah terbangun.

"Claire,"

"Kenapa, kamu seneng di godain pramugari!" Giliran dia yang kena semprot. Jeremy melotot kesal.

"Aku bukan laki-laki seperti itu." katanya pelan namun tegas.

Claire mendengus. Ia kembali menatap ke si pramugari yang masih menunduk ketakutan.

"Kamu di pecat. Pergi sekarang juga. Turun dari pesawat ini." katanya ketus.

Si pramugari kaget. Ia menatap Jeremy, bukan Claire.

"Tuan, maaf. Saya tidak akan mengulanginya lagi. Tolong jangan pecat saya."

"Heh pramu, yang mecat kamu itu aku, kok mohon-mohonnya ke suami aku. Tatap aku sekarang!"

Jeremy menghembuskan nafas panjang. Telinganya sakit karena Claire, tapi matanya hanya fokus ke tangan Claire yang masih menekan belalainya.

Pramugari itu menatap Claire, tidak bisa berbuat apa-apa.

"Nyonya, ma-maaf. Jangan pecat saya.."

"Nggak ada, nggak ada. Aku bukan orang baik. Lagian kamu keliatan nggak tulus gitu. Kamu dipecat, keluar dari sini sekarang juga."

"T-tapi, pe-pesawatnya sudah lepas landas nyonya... Saya gak bisa turun ..."

"Ya udah lompat, ribet amat."

Wanita itu kaget dan makin ketakutan. Ia menatap Jeremy lagi memohon ampun. Tapi pria itu sama sekali tidak menatapnya balik. Sejak masuk tadi pria itu memang tidak menatap balik dirinya. Wajahnya datar, tanpa ekspresi.

"Ryan,"

Jeremy menyebut nama anak buahnya dengan suara datar tapi cukup kuat. Cukup untuk membuat pria bernama Ryan yang berdiri di bagian belakang maju.

"Iya bos?"

"Buang wanita itu keluar." perintahnya dengan suara rendah namun tak terbantahkan.

Sang pramugari kaget bukan main. Ia langsung berlutut ketakutan di bawah kaki Jeremy, sambil menangis memohon-mohon ampun.

"Jangan buang saya tuan! Jangan! Saya minta ampun. Tolong, saya masih mau hidup. Saya janji setelah ini tidak akan menampakkan diri dihadapan tuan dan nyonya lagi." pintanya dengan suara bergetar. Tapi Jeremy sama sekali tidak menatapnya, tak ada rasa kasihan juga.

Justru Claire-lah yang merasa tidak tega. Ia mendekatkan wajahnya berbisik di telinga Jeremy.

"Kasian anak orang, masa di lempar begitu. Tadi aku cuma nakut-nakutin aja kok."

Ujung bibir Jeremy terangkat, tersenyum miring. Dia juga tahu itu. Namun dia tidak merespon apa pun.

"Singkirkan tanganmu dari sana," bisiknya tak kalah pelan. Matanya menunjuk ke bawah. Claire mengikuti arah pandang pria itu dan tersenyum lebar.

"Oh, sorry. Hampir khilaf. Kan tadi cuma mau lindungin harta karun aku. Nanti kalo di ambil orang gimana?" katanya tanpa malu. Toh sudah pernah dia pegang dan mainin juga semalam, ngapain malu?

Ryan yang berada di dekat mereka menahan senyum. Ini pertama kalinya dia melihat bos-nya kewalahan karena seorang perempuan. Dibanding Dami, menurutnya bos-nya lebih cocok dengan yang ini. Agak gila, tidak tahu malu, dan berhasil membuat sang bos tak bisa berkata-kata. Laki-laki seperti Jeremy, butuh perempuan yang tidak membosankan seperti si anak wakil presiden.

"MISTER JEM! INI MASIH BASAH, AYO CEPAT GANTI CELANA, KEBURU LOYO BURUNGNYA AKU KARENA MASUK AIR!"

Seru Claire tiba-tiba dengan suara keras. Ryan hampir tertawa keras tapi dia tahan. Jeremy menatap pria itu kesal setengah mati.

"Kau, bawa wanita itu pergi dari sini, cepat. Jangan sampai aku melihatnya lagi."

Ryan segera bergerak menarik si pramugari pergi dari sana sambil menahan tawanya. Tak lama setelah itu, Jeremy berdiri pergi ke kamar khusus yang ada di pesawat itu.

"Sayang, tunggu aku!"

Claire ikut berdiri hendak mengikuti Jeremy, tapi pria itu mendadak berhenti hingga membuat Claire menubruk tubuhnya yang kekar seperti batu.

1
wahyu widayati
aduhhhh jgn sampai ketahuan....ayo mister jem tolongin istrimu....# thank you othor udah double up....🤗
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 somplak
ririen handayani
ya jelas lah... kn emas murni coy🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 sablengnya itu yg gk kuati
Santi Sukmawati
next
NUR..8537
good job kak mae👍 makasih unt up..jya🙏😘
NUR..8537
sabar ya mister Jeremy🤭tuh istri..mu msh blum puas main..nya😂😂
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩 𝘮𝘳 𝘫𝘦𝘮 𝘪𝘴𝘵𝘳𝘪𝘮𝘶 𝘣𝘶𝘵𝘶𝘩 𝘣𝘢𝘯𝘵𝘶𝘢𝘯🤭
Riska Baelah
baru x ini ad orng ngaku serakah🤣😄🤣😄😄🤭🤭🤭 claeir2 ad2 aj tingkah bahasa mu yg buat ngakak🤣😄🤣😄😄👍👍👍
mister jem ayo dtng, kaya ny claeir cs dlm bhaya/Frown//Frown//Frown//Frown//Frown//Frown//Frown/
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
......bunga
semangat thor ❤️
......bunga
mantap 🔥🔥🔥
Atik Marwati
lebih sadis dari talia
Atik Marwati
kapok...
Rita
jeremy ayo peka balik Claire butuh kamu
Rita
🔥🔥🔥🔥🔥betul👍👍👍👍
Rita
pinjem alat doraemon senter pengecil😁
Bagus Rahmad
gila,,gila bisa ngamuk Jeremy kalau istrinya kenapa2
Hanima
oo 😡😡
rose🦋
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!