NovelToon NovelToon
Ikhlasku Melepasmu, Mas!

Ikhlasku Melepasmu, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Suami Tak Berguna
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Mayya_zha

Suaminya hilang dari perantauan membuat Yara bertekad menyusulnya ke kota.

Alangkah terkejutnya Yara, saat bertemu seorang pria yang sangat mirip dengan suaminya. Hanya penampilan yang berbeda. Afkar, Suaminya menjelma menjadi pria berwibawa dan dampingi beberapa bodyguard di sekelilingnya.

Hal yang tak luput dari pandangan Yara adalah rangkulan mesra Afkar pada seorang wanita cantik di sisinya.

"Mas Afkar," panggil Yara lirih karena pria yang mirip dengan Afkar mengacuhkannya. Padahal tatapan mereka sempat bertatapan.

"Apa kamu kenal dengan Mas Afkar? Suamiku!" Ucap wanita anggun yang ada dalam rangkulan Afkar.

"Dia, Afkar Chairi, suamiku juga!"

"Tapi aku tidak mengenalmu." Afkar berbicara tegas dengan tatapan membenci pada Yara. "

Yara begitu syok mendengarnya.
Apa yang terjadi pada suaminya?

Kenapa dia tidak mengenali Yara, wanita desa yang begitu dicintai oleh pria itu?

Bagaimana nasib pernikahan Yara setelah ini?

Ikuti kisah me

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayya_zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengkhiatan

"Astaghfirullahalazim," pekik Yara saat adonan terakhir yang ia buat jatuh begitu saja membuat tepung itu berhamburan mengotori lantai dapurnya.

"Ada apa, Mbak?" Tanya Riris, gadis muda yang biasa membantu Yara membuat kue. Riris lekas berjongkok membantu Yara yang sedang membersihkan tepung yang tumpah. "Biar Riris aja yang rapihin."

"Maaf, merepotkanmu, Ris!" Ucap Yara.

"Tidak repot ko, cuman beresin ini aja!" Ujar Riris.

Yara lekas duduk di bangku plastik yang ada di dekatnya sambil memegangi dadanya yang terasa sesak.

"Mba Yara, sakit?" Tanya Riris setelah semua tepung bersih dari lantai. Gadis itu memandangi wajah Yara yang terlihat gelisah.

Yara menggelengkan kepalanya pelan. "Ngga, Ris. Hanya saja perasaan mba gak enak banget, kepikiran Mas Afkar."

"Bukannya Mas Afkar sedang dalam perjalanan pulang ke sini, mba?"

Yara mengangguk pelan. "Semoga mas Afkar selamat sampai sini."

"Aamiin," jawab Riris.

Dari dalam rumah sekrang gadis kecil berlari ke arah dapur sambil berteriak.

"Bunda," panggil Dhiya dengan suara cemprengnya berlari mendekati Yara.

"Dhiya, jangan lari-lari di dalam rumah. Gak baik, Nak!" Tegur Yara.

"Nda, dede mau pake ini baju ini!" Dhiya menunjukan gaun yang ia bawa pada Yara.

"Mau pake ini, mau ke mana?" Yara membelai lembut rambut Dhiya yang dikuncir dua.

"Ke Eyang uti! Ayah 'kan mau pulang ke cana, Ya 'kan, Nda?"

Yara tersenyum mendengar celotehan Dhiya. Tadi pagi ketika Afkar memberitahunya akan pulang, Yara juga memberitahu kabar yang sama pada Dhiya. Putrinya terlihat senang bahkan sangat bersemangat. Kebetulan sudah seminggu ini mereka belum berkunjung ke rumah orang tua Afkar. Sebab Yara banyak pesanan kue kering saat itu.

"Dhiya senang dengar ayah mau pulang?" Tanya Yara pada Dhiya yang saat ini ada di pangkuannya.

"Senang banget, dede udah kangen sama ayah!" cetus Dhiya sambil bermanja dalam pelukan Yara. Gadis kecil itu sudah mulai berbicara lancar dan jelas meskipun dengan nada sedikit manja.

Yara pun memeluk erat anak gadisnya. "Bunda juga kangen sama ayah, Nak!" Balas Yara pelan.

Riris hanya bisa tersenyum melihat interaksi dari Yara dan Dhiya.

Rumah sakit

Tuan Rio Wirawan-- Pria yang mempunyai perawakan gagah dan berwibawa meski usianya sudah berumur. Tuan Rio langsung menutup rapat penting di perusahaannya saat mendapat telepon dari Syafa, putrinya yang sedang berada di rumah sakit. Tuan Rio pun langsung pergi meninggalkan rekan bisnis yang masih duduk di meja rapat. Ia menyerahkan semuanya pada asistennya. Bagi Tuan Rio, Syafa lebih penting buatnya setelah sesorang yang amat ia cintai pergi meninggalkannya.

“Papa,” panggil Syafa yang langsung berdiri dari duduknya, ketika melihat kedatangan papanya. Syafa langsung menghambur dalam pelukan Tuan Rio. Tangisnya pun pecah disertai rasa takut dan kecemasan.

“Dia terluka parah, Pah! Aku sudah menabraknya! Aku gak mau dia mati! Aku gak mau di penjara! Aku gak sengaja, Pah!” Syafa berbicara dengan nada gemetar. Ia masih memeluk tubuh Tuan Rio. Syafa terus menumpahkan tangis dan takutnya dalam pelukan Tuan Rio.

“Gak akan ada yang berani memasukkanmu ke dalam penjara, Sayang!” Balas Tuan Rio menenangkan anaknya yang masih ketakutan. Terlihat jelas wajah ketakutannya setelah kejadian tabrakan itu.

Setelah merasa Syafa cukup tenang, Tuan Rio mengajaknya duduk dan meminta Syafa menceritakan apa yang terjadi padanya. Tak biasanya anaknya itu ceroboh dalam berkendara. Syafa orang yang sangat berhati-hati dalam melakukan apa pun.

Syafa yang sudah tenang menceritakan semuanya. Kenapa ia bisa ceroboh seperti itu. Pengkhianatan kekasih yang berselingkuh di apartemennya. Hingga membuat emosinya memuncak, kesedihan dan kekecewaan yang membuat Syafa tidak bisa mengendalikan diri. Ia membawa mobil dengan kecepatan tinggi hingga terjadilah kecelakaan tersebut.

Flashback On

Apartemen Permata Indah.

Awal rencana Syafa ingin memberi kejutan kepada sang kekasih karena beberapa bulan ini ia sibuk di luar negeri. Tapi ia malah balik dikejutkan oleh kekasihnya. Langkahnya terhenti saat Syafa mendengar suara ******* yang terdengar jelas di kamar Itu. Seperti biasa Syafa langsung masuk karena ia hapal betul kode apartemen itu. Apartemen itu adalah milik Syafa yang ia berikan kepada kekasihnya- Ryan. Syafa termasuk wanita yang royal kepada lelaki. Apalagi kalau sudah cinta, apapaun akan ia beri.

Sifat itulah yang menjadi bumerang utnuk nya sendiri. Ia sering dipermainkan oleh pria yang dekat dengannya.

Syafa diam memaku di depan pintu. Ia tidak berani masuk. Syafa tidak siap menghadapi kenyataan yang terjadi, bahwa orang yang ia cintai selama ini berselingkuh di belakangnya. Dan saat ini ada di dalam kamar sedang memadu kasih dengan wanita lain.

Tak lama pintu itu terbuka, sesosok pria hanya berbalut celana boxer dengan keringat yang masih melekat di badannya keluar dari dalam kamar itu sambil memegangi sebuah gelas. Sepertinya pria tersebut akan mengambil minum di dapur.

Kedua mata itu saling menatap kaget. Mereka saling diam tak berbicara dan bergerak.

“Sayang!” panggil Ryan gugup dan salah tingkah.

Syafa yang masih mematung melihat pemandangan di depan mata yang cukup membuat hatinya tercabik. Apalagi saat melihat ke dalam kamar. Punggung polos dari seorang wanita terlihat jelas oleh Syafa.

Tak beda dengan Ryan. Pria itu juga tidak menyangka akan mendapat kejutan sore itu. Kedatangan Syafa ke apartemennya itu membuat dia terkejut. Ryan-- Kekasih Syafa tidak menyangka hari ini, Syafa kembali ke Indonesia. Semalam setelah berkomunikasi, Ryan tidak mendapat kabar apa pun mengenai kepulangan Syafa. Meski sudah lama tak bertemu, tapi komunikasi mereka berjalan baik sampai saat ini. Sehingga Syafa tak menduga akan seperti ini jadinya.

“Siapa, Beb? cepetan dong ambil minumnya, haus banget, nih!” Suara wanita dari dalam kamar menyadarkan lamunan mereka berdua.

Tanpa bicara, Syafa berbalik meninggalkan Ryan dengan sejuta kekecewaan dan amarah yang ia pendam. Tanpa bertanya Syafa sadar kalau dirinya sudah dikhianati.

“Shitt!” Ryan menaruh gelas yang ia pegang di atas meja tepat di samping pintu kamar miliknya. Pria itu melihat kepergian Syafa dan berusaha mengejarnya. Ia tidak sadar kalau tubuhnya dalam keadaan polos, Ryan hanya memakai boxer saja. Ryan segera kembali ke kamar dan mengambil kaus yang tergeletak di lantai.

Laura, selingkuhan Ryan heran melihat tingkah Ryan yang terburu-buru.

“Beb, mana airnya?”

“Diam... Sebaiknya cepat pakai bajumu! Lalu pergi dari sini, SEKARANG!” bentak Ryan.

“Loh, kenapa, Beb? Kita baru satu kali main, loh! Ada apa sih?” protes Laura.

Ryan tak memedulikan ucapan Laura. Ia lebihmemilih mengejar Syafa. Dengan kesal Laura menuruti Ryan. Wanita itu memunguti pakaiannya yang berserakan lalu berteriak memanggil Ryan.

"Ryan, tunggu! Kamu harus menjelaskan ini padaku!" Laura kembali berteriak dari dalam kamar itu. Wanita itu segera memakai pakaiannya. Ia akan mengejar Ryan yang pergi setelah membentak dirinya.

.

.

.

.

.

.

1
Anonim
Assalamualaikum Author, gak ada lanjutannya kah?
Apii kayangan
kapan yara bahagia & tenang hidupnya br sj sedikit bahagia krn lepas beban masa lalu lgsg d tinggal papanya lah blm 1 tarikan nafas sdh di siapkan sakit jantung lg
Apii kayangan
jdnya kasian afkar dia yg korban sesungguhnya d tabarka identitas d hilangkan lupa ingatan di paksa nikah dgn ancaman pula dgn likaliku yg d jalani meski dia berbuat salah tp korban dr awal si afkar tp kok jd safa yh kyk tersakiti bgt yaa
Naufal hanifah
Luar biasa
Tira Aneri
ga ada lanjutan nich..
WaTea Sp
alhamdulillah...afkar dah berubah seperti dulu setia, baik dll
WaTea Sp
waduh....to the point minta buru2
WaTea Sp
wkkkkkkwkkkk......
WaTea Sp
Luar biasa
See Yuli
gk ada lanjutannya
Andi Fitri
👍👍👍
Indra Yanto
Luar biasa
Azka Wibowo
next kak
Azka Wibowo
ceritanya bagus cuma kadang lama upnya next pokoknya love bnget
Jar Waty
lanjut kak
Siti Zaid
Author ..lama up nya..tak sabar nak tahu lanjutan critanya....
Mayya_zha: terima kasih do'anya kak siti Zaid. maafkan ya. InsyaAllah author akan lanjutkan kok. kemarin baru pulang dari RS. eh malah berganti sama Author tumbang lagi efek kecapean jaga anak di rumah sakit . sehat sehat ya buat semuanya termasuk dirimu. 😘😘
total 3 replies
Umi Tum
ditunggu up-nya lagi kak .....lanjuut 🤗😍👍
Mayya_zha: terima kasih 🥰🥰
total 3 replies
Umi Tum
lanjuut
Sunarmi Narmi
Untung Yara ngak di didik papanya...jdi ngak egois kaya syawa...kalian akan merasa kehilangan saat Yara akan makin mandiri
Sunarmi Narmi
Yara kenapa ngak tinggal di kontrakan yg dulu saja....ngenes nasibmu...ini ulah Author nya Yara..timpuklah pake sendalmu..aku mendukungmu 💪💪💪💪💪💪💪💆💆❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!