NovelToon NovelToon
Logika Diatas Cinta

Logika Diatas Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Seeula

Nadine Lavena membatalkan pernikahannya tiga minggu sebelum hari H setelah membongkar perselingkuhan tunangannya, Heyden Ames, di depan diskusi formal dua keluarga besar. Pengkhianatan itu membangkitkan trauma masa kecil saat dibuang ibu kandungnya, membuat Nadine skeptis pada cinta dan hanya memercayai uang.
Seminggu kemudian, di sebuah restoran industrial, Nadine menyaksikan Kyle Ernest pewaris bisnis sedingin es disiram air oleh teman kencan butanya akibat klausul pernikahan kontrak yang teramat kaku. Senyum sinis Nadine memicu harga diri Kyle yang angkuh hingga melayangkan tantangan gila: pernikahan kontrak tiga tahun dengan gaji 100 juta per bulan dan denda pembatalan 30 miliar.
Nadine menerima tantangan itu demi uang, murni sebagai mitra kerja. Namun, Kyle tidak menduga bahwa di balik sikap acuh tak acuh Nadine, wanita itu menyimpan kecerdikan tajam untuk menghadapi badai fitnah dari Kinara Inka, masa lalu Kyle yang licik yang tiba-tiba kembali untuk merebut segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seeula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5.1: Genggaman Tangan Palsu dan Pria Es yang Menolak Melihat Realita

​Aroma pekat dari wewangian aromaterapi kemenyan Arab bercampur dengan wangi kayu gaharu yang teramat mahal langsung menyeruak ke udara, sesaat setelah pintu gerbang besi tempa raksasa kediaman utama keluarga besar Ernest dibuka oleh dua orang penjaga berseragam lengkap. Rumah utama itu berdiri dengan sangat megah di kawasan perumahan paling elit di ibu kota. Gaya arsitektur klasik Eropa abad pertengahan begitu kental, lengkap dengan pilar-pilar beton putih raksasa yang menjulang tinggi, memancarkan atmosfer kekuasaan, kekayaan absolut, dan tradisi keluarga yang sangat mengikat. Udara malam yang dingin di luar perlahan terkikis oleh kehangatan cahaya dari lampu kristal gantung raksasa yang berpijar keemasan di dalam lobi utama rumah.

​Nadine Lavena melangkah turun dari kabin mobil sedan mewah hitam milik Kyle dengan gerakan yang sangat anggun dan tenang. Malam ini, ia mengenakan sebuah gaun malam panjang berbahan kain beludru premium berwarna hijau zamrud. Potongan model sabrina pada gaun itu mengekspos garis tulang selangkangnya yang indah dan warna kulitnya yang putih bersih secara sempurna. Rambut hitamnya ditata dengan gaya sanggul modern yang rapi, menyisakan beberapa helai rambut halus yang sengaja dibiarkan jatuh membingkai paras uniknya. Ia memancarkan aura keanggunan alami seorang wanita kelas atas yang sangat berwibawa.

​Di sampingnya, Kyle Ernest berdiri dengan tegak. Setelan jas hitam formal custom-tailored berlapis sutra tipis di bagian kerah membungkus proporsi tubuh maskulinnya dengan sempurna, membuatnya tampak seperti seorang pangeran dari dinasti berdarah dingin yang siap mengintimidasi siapa saja.

​Sebelum mereka melangkah melewati pintu kayu jati kembar ruang makan utama, Kyle menghentikan langkah kakinya sesaat. Pria itu menekuk siku lengan kirinya perlahan, memberikan sebuah isyarat tanpa suara yang sangat jelas kepada Nadine. Sepasang mata tajamnya yang sedingin es menatap wajah Nadine secara intens dari jarak dekat.

​"Ingat dengan baik kesepakatan kita di dalam pasal kelima kontrak, Nona Nadine. Mulai dari detik ini hingga kita keluar dari gerbang rumah ini nanti, kita adalah sepasang suami istri baru yang sedang dilanda mabuk asmara dan saling mencintai satu sama lain tanpa syarat."

​Nadine menatap lengan kekar berbalut kain jas mahal itu selama satu detik. Dengan seulas senyuman anggun yang terlihat sangat tulus dan terlatih dengan sempurna di depan cermin, wanita itu menyelipkan jemari tangannya yang lentik, melingkari lengan Kyle dengan tingkat kedekatan fisik yang pas tidak terlalu intim hingga melanggar batas kenyamanannya, namun cukup dekat untuk meyakinkan siapa pun yang melihat bahwa mereka adalah pasangan yang serasi.

​"Anda tidak perlu meragukan kualitas profesionalitas kerja saya, Tuan Ernest yang terhormat. Mari kita masuk dan berikan pertunjukan sandiwara terbaik yang sepadan dengan nilai seratus juta rupiah yang saya terima setiap bulan."

​Pintu ganda ruang makan utama dibuka lebar oleh dua orang pelayan senior yang membungkuk takzim. Di ujung sebuah meja makan panjang yang terbuat dari kayu jati utuh berukir, telah duduk sepasang suami istri paruh baya yang memiliki gurat wajah yang sangat tegas, kaku, dan dipenuhi aura wibawa yang mengikat. Mereka adalah penguasa tertinggi silsilah keluarga, Tuan dan Nyonya Ernest. Atmosfer di dalam ruangan mewah yang awalnya sunyi senyap itu mendadak berubah menjadi sedikit tegang dan dipenuhi tekanan mental saat suara ketukan langkah kaki Kyle dan Nadine menggema di atas lantai marmer Italia yang mengilat.

​"Kyle. Jadi ini wanita asing yang membuatmu nekat mendaftarkan pernikahan secara diam-diam di KUA tanpa meminta persetujuan formal dari kami terlebih dahulu?"

​Nyonya Ernest membuka suara setelah mereka berdua berdiri di dekat meja. Nada suaranya terdengar sangat tenang namun dingin. Sepasang matanya yang dilapisi riasan mahal meneliti penampilan fisik Nadine dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan pandangan menilai yang teramat kritis.

​Kyle tidak langsung menjawab pertanyaan ibunya. Dengan gestur tubuh yang terlihat sangat jantan, penuh perhatian, dan protektif, pria itu menarikkan kursi makan berlapis beludru untuk Nadine, memastikan istrinya duduk dengan nyaman sebelum ia sendiri mengambil posisi duduk di kursi tepat di sebelah Nadine. Tangannya dengan santai mendarat di atas sandaran punggung kursi milik Nadine, menciptakan sebuah ilusi visual di depan mata orang tuanya bahwa ia sangat menjaga wanita di sebelahnya.

​"Nama lengkapnya adalah Nadine Lavena, Mama. Kami sudah mendaftarkan pernikahan kami secara sah di mata hukum negara tiga hari yang lalu. Kurasa keputusan cepat ini jauh lebih efisien dan baik untuk ketenangan hidupku, daripada aku harus terus membuang-membang waktu berhargaku untuk menghadiri puluhan kencan buta konyol yang selalu Mama jadwalkan setiap minggu."

​Tuan Ernest yang sejak tadi diam mendadak berdeham berat, melipat kedua tangannya di atas meja makan. Atmosfer intimidasi yang menguar dari tubuh pria tua penguasa bisnis itu terasa sangat menekan ego siapa saja yang berada di dekatnya. "Kami melakukan semua tekanan itu hanya karena kami menginginkan garis keturunan dan masa depan yang terbaik untuk nama besar keluarga Ernest, Kyle. Dan kami sama sekali tidak mengetahui apa pun mengenai latar belakang keluarga atau silsilah wanita yang sekarang duduk di sebelahmu ini."

​Nadine Lavena dapat merasakan dengan sangat jelas tatapan meremehkan dan penolakan terselip yang diarahkan oleh kedua orang tua Kyle kepadanya. Namun, alih-alih merasa takut, menciut, atau salah tingkah seperti wanita pada umumnya, sifat dasar Nadine yang keras kepala, tegas, dan pantang diremehkan justru bangkit sepenuhnya di dalam dadanya. Ia mempertahankan senyuman anggunnya yang menawan, mendongak dengan tenang, lalu menatap langsung ke arah sepasang mata kedua orang tua Kyle dengan binar mata yang cerdas dan penuh percaya diri.

​"Selamat malam, Om, Tante. Saya sangat memahami bahwa berita pernikahan mendadak kami ini pasti memberikan kejutan yang besar bagi keluarga. Namun, getaran perasaan cinta di antara kami berdua benar-benar tidak bisa menunggu alokasi waktu lebih lama lagi untuk disahkan. Saya mencintai Kyle apa adanya sebagai seorang pria, bukan karena posisi kekuasaannya yang besar di Ernest Group."

​{Tuntutan harga diri yang sangat mulus. Tentu saja aku sangat mencintai nilai saldo rekening tabungannya dan kompensasi uang kontraknya, bukan sosok pria es yang menyebalkan ini. Akting sandiwaraku malam ini benar-benar sangat sempurna dan patut mendapatkan penghargaan.}

​Kyle yang duduk di sampingnya dan mendengar kalimat manis yang keluar dari bibir Nadine sempat melirik wanita itu dari sudut matanya selama satu detik. Ada kilat rasa geli bercampur kekaguman samar yang tertangkap di dalam kornea matanya yang biasanya selalu mati rasa sedingin es. Pria itu kemudian mengulurkan tangan kanannya di atas meja makan, meraih jemari tangan Nadine, lalu menggenggamnya dengan sangat erat di depan mata kedua orang tuanya sebuah sentuhan fisik pertama mereka di depan publik yang terasa hangat secara tidak terduga, mengirimkan getaran aneh yang asing ke dalam dada masing-masing.

​"Nadine adalah seorang wanita yang sangat mandiri dan memiliki prinsip hidup yang tegas, Papa. Dia sama sekali tidak seperti wanita-wanita oportunis lain di luar sana yang selalu mencoba mendekatiku hanya untuk mencari panggung publik atau mengincar harta keluarga kita."

​Kyle menekankan nada suaranya pada kalimat terakhir, sebuah sindiran halus yang sengaja ia arahkan untuk membungkam keraguan ibunya. Suasana di sekitar meja makan panjang itu kembali hening selama beberapa saat ketika para pelayan menyajikan hidangan pembuka berupa sup jamur truffle yang harum hangat.

​Nyonya Ernest menghela napas panjang, bersandar pada kursi makannya dengan raut wajah yang tampaknya mulai sedikit melunak setelah melihat pembawaan Nadine yang sangat anggun, tenang, berwibawa, dan tidak menunjukkan tanda-tanda wanita berandalan yang murahan. "Baiklah. Karena semuanya sudah terjadi dan pernikahan kalian sudah sah secara hukum, kami tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk membatalkannya. Kami hanya berharap kalian berdua bisa segera memberikan kami seorang cucu secepatnya. Ibu sudah sangat bosan mendengar rumah besar ini selalu sunyi tanpa suara anak kecil."

​Mendengar kata 'cucu' yang keluar dari mulut ibu mertua kontraknya, Nadine hampir saja tersedak oleh air es yang baru saja ia dekatkan ke bibirnya. Ia langsung mengalihkan pandangannya ke arah Kyle dengan binar mata yang memancarkan tuntutan penjelasan yang mendesak, sementara Kyle Ernest hanya menanggapi kepanikan tersembunyi dari istri kontraknya itu dengan seulas senyuman smirk licik yang sangat tipis di sudut bibirnya.

​{Memberikan seorang cucu? Gila! Di dalam kontrak hitam di atas putih kami bahkan tertulis dengan sangat jelas di pasal kedua bahwa kami dilarang keras untuk tidur di dalam satu ranjang yang sama! Pria es yang licik ini benar-benar sudah menjebakku masuk terlalu dalam ke dalam sarang singa keluarga Ernest.}

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!