Sebuah pernikahan yang begitu megah, suatu hal yang selama ini diimpikan oleh Devina, tiba-tiba dihancur begitu saja oleh seseorang yang selama ini sangat dia benci.
Bukan hanya pernikahannya, tapi perusahaan keluarganya pun mengalami kehancuran.
"Aku sanggup membuat perusahaan ayahmu kembali berjalan, tapi dengan satu syarat, kamu harus menikah denganku!"
Itulah yang diucapkan oleh Abian Pratama, seorang CEO dingin dan kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Keesokan harinya, Devina berusaha keras agar dia bisa melupakan tentang kejadian pada malam hari itu. Sebuah malam panas yang telah dia lakukan bersama dengan Abian.
Karena itu, dia mencoba menyibukkan dirinya dengan tumpukan pekerjaan. Dia sangat berharap kesibukannya mampu menghapus semua ingatannya tentang kejadian malam itu. Apalagi saat membayangkan dirinya yang mendesah, sangat membuatnya kesal pada dirinya sendiri.
Saat ini, Devina akan melakukan survei lapangan ke salah satu cabang perusahaan yang terletak di kawasan perbatasan kota.
Tok...
Tok...
Tok
Tiba-tiba, terdengar suara ketukan pintu.
"Masuk," ucap Devina singkat sambil membereskan berkas-berkas penting ke dalam tas kerjanya.
Eliano melangkah masuk sambil tersenyum. "Devina, aku dengar kau akan melakukan kunjungan perbatasan?"
Devina mengangkat wajahnya sebentar, menatap pria itu dengan datar. "Iya, benar. Aku ada urusan survei penting disana."
Mata Eliano berbinar penuh harap. "Kalau begitu, biarkan aku menemanimu. Perjalanan kesana cukup jauh."
Namun, Devina benar-benar harus menjaga batasan dengan Eliano. Dia tidak ingin orang lain salah paham.
Dia pun menolak dengan tegas. "Gak usah, El. Ada seseorang yang akan menemani aku."
"Siapa?" tanya Eliano dengan cepat, alisnya terangkat.
"Lola," jawab Devina. "Aku akan berangkat bersama Lola saja. Dia kan asisten aku."
Eliano hanya bisa menghela nafas dengan kesal. Padahal dia ingin sekali memiliki kesempatan untuk berduaan dengan Devina.
Tapi dia merasa sedikit tenang, yang penting jangan dengan Abian. Dia tidak akan membiarkan hubungan mereka semakin dekat.
...****************...
Devina segera berangkat ditemani oleh Lola. Mereka melihat sebuah hamparan tanah yang sangat luas, cocok untuk dijadikan tempat wisata.
"Tempatnya cukup strategis. Aku rasa sangat cocok untuk dijadikan tempat wisata," gumamnya Devina.
Lola mengangguk. "Aku setuju."
Namun, langit yang cerah itu tiba-tiba berubah kelabu. Tak lama kemudian hujan turun dengan sangat deras, hingga membuat tubuh mereka basah kuyup.
Mereka berdua menjadi panik.
"Ya ampun. Hujan!"
Mereka berdua pun segera berlari mencari tempat untuk berteduh. Karena jarak mereka dengan mobil sangat jauh.
...****************...
Malam itu, Abian baru pulang kerja. Dia duduk di ruang tengah. Dia pun menghela nafas dalam-dalam, karena sejujurnya dia tidak bisa melupakan kejadian malam panas yang dia lakukan dengan Devina. Tubuh wanita itu sangat candu.
Abian memperhatikan ke sekeliling mansion, malam ini dia tidak melihat Devina.
"Kemana dia?"
Abian pun segera memanggilnya. "Devina, aku ingin minum!"
Padahal dia bisa membawa sendiri, tapi dia pura-pura menyuruh Devina, agar bisa melihatnya.
"Devina!" teriaknya lagi.
Abian beberapa kali memanggil nama Sang istri. Hatinya mulai merasa gelisah.
"Kenapa dia tidak menyahut juga?"
Dia pun segera berjalan menuju kamarnya Devina, ingin memastikan apakah wanita itu ada di kamarnya.
"Devina!" panggil Abian sambil membuka pintu.
Abian langsung membeku saat melihat keadaan Devina.
Wanita itu terbaring lemah di atas ranjang, tubuhnya menggigil di bawah selimut tebal. Wajahnya begitu pucat, karena demam yang cukup tinggi.
"Devina! Kamu kenapa?" seru Abian, dia segera berlari, mendekati ranjang.
Tangannya menyentuh kening Devina. Dia sangat terkejut saat merasakan tubuh Devina panas sekali.
"Kamu demam, Devina!" gumam Abian dengan nada cemas.
Wajahnya yang biasanya dingin kini terlihat begitu lembut. Dia tidak pernah merasa sepanik ini sebelumnya, bahkan saat menghadapi masalah bisnis terberat sekalipun.
bagusss pak Robert😍
takut nya jantung nya kambuh🥺
bener gak si dugaan ku hehehe
Devina kn udh cintong sm Abian...
mimpiiiiii x ah Devina blik lg kekamu Eliano 😡
aku yg baca jdi dag dig dug serrr hahaha
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
maling teriak maling😝
telur rebus, telur ceplok, telur dadar,orak arik telur,dan telur crispy hahahaha
telur gulung gk ada Devina,?🤣
hahahaha
ternyata menghasilkan anak toh anaknya si Eliano
anak bpk/ibu sama² jahat nya 😠😡😠😡
ternyata Niken udah miningoyyyy turut bahagia UPS hahahaha
ada jg loe yg di singkirkan Eliano si laki² jahat.