Berawal Dari sebuah kutukan. dari Hana yang mengutuk habis Tokoh kedua wanita bernama Elsa. Elsa (20thn) seorang gadis yang di jadikan jaminan hutang oleh orang tuanya. Elsa yang di dalam cerita di katakan terpaksa menikah menjadi istri kedua juragan Tama. pria tua. tak terima...pada akhirnya memilih berselingkuh pada bawahan Tama yang bernama Ardana. Nasib malang menimpa hana, gadis itu di tarik masuk oleh takdir, masuk kedalam buku Novel _The Jurag's Wife_ dan menjadi Tokoh Wanita yang sudah dia maki habis-habisan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tasya Chuky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Halaman 10
Tama perlahan membuka pintu depan mobil, melangkah keluar, lalu bergerak membuka pintu kursi belakang. Dengan gerakan yang sangat hati-hati, lengan kekar pria itu menyusup ke bawah tubuh Elsa, mengangkat raga mungil yang masih terlelap itu ke dalam dekapan hangatnya.
Sambil menggendong Elsa, Tama melangkah mantap memasuki rumah besar yang sudah sunyi, lalu terus berjalan menuju kamar utama. Sebenarnya, itu adalah kamar pribadi Tama sendiri. Namun, karena status mereka yang merupakan pengantin baru, Tama memilih mengalah dan membiarkan kamar utama itu dipakai oleh Elsa. Bagi pria itu, perkara tempat tidur adalah hal mudah; ada banyak kamar kosong lain yang tak kalah mewah di dalam rumah besarnya ini.
Dengan penuh kehati-hatian, Tama membaringkan tubuh Elsa di atas ranjang jati berukuran besar. Dia menunduk, lalu dengan telaten melepaskan sepasang sepatu heels tahu yang masih terpasang di kaki Elsa, meletakkannya di lantai. Setelah memastikan posisi tidur istrinya nyaman, dia menarik selimut tebal dan membungkus tubuh Elsa hingga sebatas dada.
"Anak nakal... Besok-besok kalau kamu berulah lagi, akan aku kurung kamu di dalam rumah," bisik Tama lirih, menatap lekat wajah tidur Elsa yang tampak polos sebelum akhirnya dia berbalik.
Pria itu melangkah ke kamar mandi di sudut ruangan untuk membersihkan diri. Setelah mengguyur tubuhnya dan merasa kembali segar, Tama keluar dengan santai. Sambil bersiul pelan, dia melangkah membelah koridor menuju kamar Andini.
Klek.
Pintu kamar terbuka perlahan. Di dalam remang cahaya lampu tidur, Tama melihat punggung Andini yang meringkuk membelakanginya. Rupanya, istri pertamanya itu sudah tertidur pulas.
Tama mendekat tanpa suara, lalu ikut naik ke atas ranjang yang sama. Dia memosisikan tubuhnya di samping Andini, lalu berbisik lirih tepat di ceruk telinga wanita itu.
"Sayang..." panggil Tama dengan suara rendah yang serak. "Ayo... Katanya tadi mau kasih hadiah kejutan untuk Mas?"
"Ehhhmm... Tapi aku capek banget, Mas..." jawab Andini bergumam lirih dengan mata yang sama sekali enggan terbuka.
Tama terkekeh tipis, tidak berniat menyerah begitu saja. "Kalau begitu, biar Mas saja yang bergerak, ya? Kamu diam dan tidur saja," tawar Tama, nadanya mulai dipenuhi gairah pria dewasa.
"Terserah kamu... Aku capek sekali," sahut Andini pasrah, kembali terbuai dalam kantuknya.
Tama mengangguk puas. Jemarinya dengan cekatan mulai menanggalkan satu per satu pakaian yang melekat di tubuh istrinya, hingga perlahan memperlihatkan keindahan tubuh polos milik Andini di bawah temaram lampu.
Sorot mata Tama mendadak berubah penuh nafsu saat pandangannya tertuju pada dua gundukan kenyal milik Andini. Namun, tepat di saat dia hendak memulai, sekelebat bayangan tentang lekuk tubuh Elsa dalam balutan kebaya ketat biru yang menggoda tadi sore mendadak melintas begitu saja di dalam pikirannya. Kilasan punggung mulus Elsa yang ditatap pria lain di pesta tadi kembali membakar benaknya.
'Sial... Kenapa aku malah membayangkan menyetubuhi bocah bandel itu saat dia masih memakai kebayanya?' batin Tama lirih, merutuki pikirannya sendiri yang tiba-tiba terbagi.
Tama menggelengkan kepala cepat, mencoba mengusir bayangan Elsa dari kepalanya. Dia lantas memantapkan fokusnya kembali pada Andini, melanjutkan aktivitas malamnya dengan telaten memainkan setiap jengkal tubuh istri pertamanya itu.
Tak butuh waktu lama, desahan-desahan samar yang sensual mulai lolos dari bibir Andini yang setengah sadar, membuat Juragan Tama tersenyum puas dan menenggelamkan dirinya dalam gairah malam Jumat bersama sang istri utama.