NovelToon NovelToon
Seatap Dengan Mantan

Seatap Dengan Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:49.3k
Nilai: 5
Nama Author: Riria Raffasya Alfharizqi

Pada masa putih abu-abu. Jeviza menjalin cinta dengan Keandra, tetapi baru 1 tahun pacaran, hubungan keduanya harus berakhir karena sebuah kesalah pahaman. Lalu keduanya dipertemukan lagi setelah 2 tahun berpisah, lebih gilanya, Jevi dan Kean berada di satu rumah. Seatap dengan mantan itu lah yang terjadi setelah perpisahan.



Mantan tapi masih cemburu, cinta tapi gengsi menjadi bumbu kehidupan keduanya setelah berada di satu rumah yang sama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riria Raffasya Alfharizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pindah Kota

"Kak, kopernya adek udah dimasuki ke bagasi semua?" Mami Ayumi berteriak keras di depan pintu.

Jova-kakak Jeviza yang baru saja menutup bagasi mobil memberi satu jempolnya. "Aman mi."

"Dek, cepet ih, papi juga kemana sih? Heran berdua lama banget kalau mau pergi," omel mami Ayumi sembari membentangkan kipas kebanggaannya.

"Sabar mi, ini papi lagi nyari sabuk nggak ada yang ketemu."

Mendengar ucapan suaminya sontak membuat mami Ayumi mendelik tajam, menatap kesal ke arah suaminya. "Papi gimana sih? Udah mami siapin yang baru masih aja nyari yang lama, yang sering papi pakai udah mami buang, udah pada ngelupas itu kulitnya."

"Mi, kok dibuang sih? Papi kan masih-"

"Mi, pi, ayo." Jova yang sudah duduk di kursi kemudi menatap kedua orang tuanya. Lalu ke arah gadis cantik yang sedang berlari kecil di belakang mereka.

"Nah tuh dia anaknya. Dek, buruan! Nungguin lo bikin mami sama papi ngamuk," teriak Jova membuat kedua orang tua mereka saling melirik sebelum akhirnya terkekeh, sadar kalau sedari tadi diperhatikan oleh anak sulung mereka.

"Sabar napa kak, keliatan banget mau ngusir guenya."

"Eh, mulut kamu ya dek, ayo cepetan, perjalanan jauh lho ini."

2 tahun telah berlalu, dan kini Jeviza berniat meneruskan pendidikannya di salah satu kota yang cukup populer di Indonesia, niatnya jelas bukan hanya itu, tetapi Jeviza ingin menghapus masa lalu dan memulai hidup baru setelah 2 tahun menggalau karena kandasnya cinta dengan sang mantan.

Setelah sekitar 10 jam lebih menempuh perjalanan Jakarta-Jogja menggunakan kendaraan roda empat, keluarga Jeviza sampai di sebuah perumahan yang terletak di kota jogja.

Jevi langsung berhambur ke pelukan Puspa, kakak sepupunya yang sudah menikah dan menetap di kota kelahiran sang suami.

"Gara-gara ni anak ni, nggak mau dia pakai pesawat, ngeyel mau pakai mobil," adum mami Ayumi.

Puspa tersenyum seraya menggeleng, tangannya mengelus lembut punggung adik sepupunya itu.

"Nggak apa-apa tan, mulai sekarang Jevi biar aku yang urus," ujar Puspa seketika membuat Jevi mengurai pelukan keduanya, menatap tidak suka Puspa.

"Apa? Kamu kalau tinggal di sini harus nurut sama aku," galak Puspa membuat mereka yang berada di sana terkekeh, kecuali Jovi yang sudah duduk bersandar di sofa dengan mata tertutup, bayangkan saja ia menyetir seharian hari ini, meski sempat beberapa kali istirahat di rest area, tetap saja tubuhnya terasa remuk sekali.

"Besok kalau mau pulang pakai pesawat dek, nggak usah ngeyel dan bikin orang lain repot gini," ujarnya dengan mata terpejam.

"Tuh, dengerin dek, kasian kakak kamu capek gini, lagian kamu usil banget sih, segala nggak boleh gantian sama papi," omel mami Ayumi yang sudah mulai meneguk teh hangat buatan Puspa tadi.

"Lo nyetir nggak gantian sama om Radit Jo?" tanya Puspa hanya mendapat gelengan kepala dari Jova.

Puspa menutup mulutnya tidak percaya, lalu menatap Jevi yang sudah nyengir di sebelahnya.

"Sadis banget buset," komentar Puspa.

Malam ini keluarga Jeviza menginap di rumah Puspa dan suaminya, sebenarnya Jova sempat ingin menginap di hotel terdekat, tetapi berhubung kamar di rumah itu ada 4, jadi kedua orang tua Jeviza juga kakak laki-lakinya itu bisa menginap.

Setelah obrolan yang cukup panjang bersama dengan Puspa dan Arlo suaminya, kedua orang tua Jeviza dan Jova pamit untuk beristirahat, sementara Jeviza masih berkeliaran di rumah itu, melihat ke sekeliling rumah kakak sepupunya.

"Kak, kamarnya banyak banget? Emang sering ada tamu ya di sini?" tanya Jevi menoleh pasa Puspa yang kebetulan juga akan naik ke atas.

"Ada, kamu tu tamunya."

"Ih, apa sih kak, syibal," kesal Jevi membuat Puspa terkekeh.

"Kamu tidur di kamar atas ya dek, depan kamar yang tadi dipakai Jova," beritahu Puspa.

Jevi mengangguk, lalu berbalik menatap Puspa yang masih mengikutinya dari belakang.

"Ngapain? Gue mau istirahat, kak Puspa mau tidur bareng gue? Nggak kasian sama kak Arlo?"

"Ck, PD banget kamu, kakak mau nutup pintu balkon tau," ujar Puspa melewati Jeviza yang sudah berdiri di depan kamarnya.

Tatapan mata Jevi beralih pada pintu kamar di depannya. Kamar yang malam ini ditempati oleh kakaknya untuk beristirahat, entah kenapa hanya dengan menatap kamar itu, perasaan Jevi terasa aneh, ada sesuatu yang sulit untuk Jevi mengerti.

"Gue kenapa sih? Jatuh cinta sama pintu kamar?" gumamnya membalikan badan dan masuk ke dalam kamarnya.

Pagi menjelang siang. Kedua orang tua Jevi dan kak Jova pamit untuk kembali ke Jakarta, sebenarnya jika tidak ada urusan pekerjaan yang mendesak masih sangat ingin berlama-lama di jogja, menikmati suasana jogja yang selalu membuat rindu, atau paling tidak pergi ke pusat kotanya, malioboro. Akan tetapi pak Radit yang berprofesi sebagai dokter jelas tidak memiliki banyak waktu, pasien di rumah sakit sudah menunggu.

"Kamu jaga diri baik-baik ya dek, inget nurut kata kak Puspa," peringat mami Ayumi.

Jevi mengangguk, menatap maminya sebentar sebelum akhirnya memeluk tubuh wanita itu.

"Iya mami, beres."

Puspa mencebik, ia sangat tahu tabiat adik sepupunya ini kalau jauh dari kedua orang tuanya.

"Kalau bandel biar aku suruh ngekos aja tan."

"Yes, itu yang gue mau kak."

"Enggak, sekali nggak, ya enggak dek, nurut deh, tinggal di sini dulu, kalau kamu udah gedean dikit nggak papa kalau mau ngekos, tapi untuk sekarang mami sama papi dan kak Jo nggak izini," tegas mami Ayumi.

Jevi tidak protes, ia mengangguk setuju.

"Titip Jeviza ya Pus, Ar." Papi Radit menepuk pundak Arlo.

"Siap om, Jevi biar jadi tanggung jawab kita sekarang."

Papi Radit tersenyum hangat, lalu kini gantian Jova yang mendekati Jeviza.

Jova berbisik pelan di telinga Jeviza yang membuat Jevi kesal seketika.

"Semoga lo betah ya di sini, inget, nggak usah pacaran dulu, kuliah yang bener buar nggak nangis-nangis lagi."

"Stop ya kak, jangam bahas yang nggak penting."

Jova mengangguk, memeluk Jeviza dengan sayang.

"Gue bakal kangen lo, baik-baik lo di sini, jangan sering ngrepoti kak Puspa sama kak Arlo."

"Kak, titip Jevi ya? Kita balik dulu."

"Hati-hati ya Jo, kalau udah sampai kabarin," ujar Puspa menatap kepergian keluarga Jeviza yang kini mulai melajukan mobilnya menjauh.

Mobil semakin menjauh dan tidak terlihat lagi. Jeviza menurunkan bahunya dengan helaan napas yang dalam, entah kenapa tiba-tiba hatinya terasa sesak, sepi dan merasa aneh setelah kepergian keluarganya.

"Nggak usah sedih, muka lo nggak cocok Je."

Jeviza menoleh pada Puspa, lalu tersenyum simpul.

"Emang, muka cantik gue cocoknya nangkring di majalah wanita, kecantikan dan keanggunan yang maha dahsyat ini. Ya enggak kak Ar?"

Arlo yang tiba-tiba dilempari pertanyaan seperti itu terkekeh pelan, lalu mengangguk tipis.

"Iyain aja deh, biar seneng," balas Arlo seketika membuat Jevi menatap kesal.

"Kok gitu? Terpaksa banget kesannya."

Puspa dan Arlo tertawa melihat wajah kesal Jevi yang mulai masuk ke dalam rumah. Lalu menggeleng pelan.

"Lo cantik dek, tapi sayang masih gagal move on," ujar Puspa seketika membuat Arlo menoleh pada istrinya.

"Dia baru putus?" tanya Arlo tampak mulai tertarik dengan yang dibahas istrinya.

Puspa menoleh, lalu menggeleng. "Udah 2 tahun yang lalu, tapi sampai sekarang denger-denger dari Jova masih jomblo tuh anak, berati belum move on kan?"

"Maybe first love Jevi, jadi sulit dilupakan," ujar Arlo membuat Puspa dan dirinya tertawa.

Cinta anak muda yang terkadang dianggap main-main atau masih cinta monyet, nyatanya ada yang bertahan sampai bertahun-tahun meski sudah tidak lagi bersama, salah satunya Jeviza yang mengalaminya.

1
Nurs_tars
gercep kean
Herman Lim
biar pun jauh tau aja jevi lagi kena Masalah ke u mah sweet bgt sih sampe dah siapin org buat jaga jevi terus
Herman Lim
jahat bgt sih ke bgs u beli cemilan yg byk taruh di rmh biar cew u ga gamon nanti
Riria Raffasya Alfharizqi: ngga tau aja dia lagi jealuos kaaa
total 1 replies
Nurs_tars
kirain bakpiax mo dimakan eh ternyata
Riria Raffasya Alfharizqi: hahaha ngga bakal sudi ka dia
total 1 replies
Rini Muharni
Kirain Bakpia nya mau di masukkin ke tong sampah.. 😄
Riria Raffasya Alfharizqi: tidak sejahat itu yaaaa hee
total 1 replies
Lestary Tri
ma*pus kalean. 🤣🤣
Riria Raffasya Alfharizqi: ngga jadi mampus haha
total 1 replies
Mymy Zizan
kok kamu julid kean
Riria Raffasya Alfharizqi: julid bgt plisss
total 1 replies
dwi alfiah
parah kean ih
Riria Raffasya Alfharizqi: julid diaaa
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Riria Raffasya Alfharizqi: uda ya kaaa
total 1 replies
Nikita
ih Kean nakal ya, sini aku peluk dulu..eh
Riria Raffasya Alfharizqi: heh, kamu yaaaaa
total 1 replies
Aam Siti
selalu suka SMA ceritanya KA riri
Kya ada tariknya gitu 🤭🤭
semoga episode nya pnjng
Riria Raffasya Alfharizqi: aduuu makasssiii kakaaaa
total 1 replies
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  
hehh jee ahh parah lu🤣
Riria Raffasya Alfharizqi: posisi mereka si kaaa
total 1 replies
Lestary Tri
cie elah ke . bisa wae lo .
Lestary Tri
je kalau lo gak mau buatt aku aja .
Rini Muharni
Ayo UP llg, Thor..
Riria Raffasya Alfharizqi: uda kakaaa
total 1 replies
It's me💓💓
k riria jumat berkah y😂
Riria Raffasya Alfharizqi: uda ya kaaa
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
nanggung bangett ihh pengin deh mereka kepergok kak pus🤣
Riria Raffasya Alfharizqi: sabar kak, nanti lama2 juga kalau kebiasaan pasti kegep
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Riria Raffasya Alfharizqi: uda ya kaaa
total 1 replies
dwi alfiah
nah lo
Riria Raffasya Alfharizqi: hahaha
total 1 replies
Nita Nita
hahahahhaaa ketau ga nih kira2😄😄😄
Riria Raffasya Alfharizqi: masi aman kaaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!