NovelToon NovelToon
Balas Dendam Putri Terbuang

Balas Dendam Putri Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:18.5k
Nilai: 5
Nama Author: Marwiyah Ningsih

seorang wanita yang hidup di zaman kerajaan,di usir oleh keluarga ibu dan ayahnya,dia bahkan terpaksa jadi seorang pengemis di jalanan.
bahkan tunangannya yang dia percayai mengkhianati nya.hidup sengsara membuat wanita itu putus asa,di harapan terkahir nya dia pergi kerumah ibu kandungnya,tapi justru ibunya mengusir nya dan lebih menyayangi putri dari suami kedua nya.
wanita itu begitu terpukul,dia teringat ayahnya yang di asingkan di perbatasan,hanya karna kejahatan yang di lakukan oleh ibunya.
putus asa,wanita itu memilih mengakhiri hidupnya,tapi tiba-tiba dia malah hidup kembali dan mendapatkan sistem yang membantu nya.
dari di remehkan dan di hina,menjadi wanita terkaya di seluruh negeri,namanya terkenal dimana-mana,bahkan sang kaisar yang berkuasa tunduk padanya.
bagaimana kah kelanjutan kisah selanjutnya ?
yuk mampir di cerita aku yah,, terimakasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marwiyah Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

perasaan

Dua bulan telah berlalu sejak kejadian di istana.

Kaisar menghukum Putri Elina dengan hukuman pengasingan di biara utara karena berani menjebak Hana,wanita yang tidak kenal ampun. Sejak saat itu, nama Hana tidak lagi disebut dengan nada meremehkan. Hanya bisik-bisik takut.bahkan para pejabat juga sudah mendengar putri Elina menjebak Hana, tapi mereka tidak berani membicarakan nya.

Dan Selama dua bulan itu, Hana tidak pernah meninggalkan kediamannya. Setiap sore ia duduk di halaman belakang, di bawah pohon maple yang sudah gundul karena musim dingin. Ia tidak membaca. Tidak berbicara. Ia hanya merenung.

Yang ia tunggu hanya satu orang. Ayahnya. Bima yang ada di perbatasan.

Bima kini berada di perbatasan utara. Sudah dua bulan mereka tidak bertemu, seharusnya bima akan kembali setelah makanan dan obat-obatan dikirim ke perbatasan,tapi karna ayahnya betah disana,Hana tidak bisa memaksa ayahnya untuk pulang.

Sore itu, salju tipis turun. Hana duduk sendirian di bangku batu. Tangan dinginnya menggenggam cangkir teh yang sudah lama dingin.

Tiba-tiba langkah kaki terdengar tergesa.

Leon, pengawal pribadinya, muncul dari balik gerbang dengan wajah panik. Napasnya terengah. Wajahnya pucat.

“Nona!” serunya. Ia berlari sampai hampir tersandung. “Ada surat dari perbatasan. Ini surat darurat dari Tuan Bima.”

Hana sontak berdiri. Tubuhnya menegang. “Berikan.”

Leon menyodorkan gulungan kertas bersegel lilin merah dengan lambang tombak patah. Tangan Hana gemetar saat menerimanya. Ia membukanya cepat dan membaca.

Isi surat itu singkat, tapi membuat darahnya dingin.

`Hana. Perbatasan diserang. Musuh menyerang dengan racun udara. Banyak prajurit yang sudah tewas, dan obat-obatan juga makanan sudah habis. Ayah membutuhkan bantuanmu.`

Hana mengangkat wajahnya. Matanya menghitam.

“Leon, cepat siapkan kuda. Hari ini juga kita berangkat ke perbatasan. Perbatasan diserang musuh. Aku tidak ingin Ayahku terluka. Cepat!” Perintahnya dengan suara yang lebih keras dari biasanya.

Leon terkejut. Ia buru-buru mengangguk. “Baik, Nona!” Lalu ia berlari secepatnya ke kandang kuda.

Hana mengepalkan tangannya erat. Kukunya menancap di telapak tangan.

“Ayah, tunggu aku. Aku akan segera datang. Aku tidak akan membiarkan siapa pun yang berani menyakiti Ayah,” ucapnya dengan suara bergetar karena marah dan cemas.

**_

Di Istana Sanata, ruang kerja pribadi Kaisar mendadak riuh.

Kaisar duduk di belakang meja kayu jati, bersama Putra Mahkota Alexander. Mereka sedang membahas pengiriman logistik ketika pintu ruangan dibanting terbuka dengan keras.

Pelakunya adalah Kasim Istana, orang kepercayaan Kaisar. Wajahnya pucat. Keringat dingin membasahi pelipisnya.

“Apa yang kau lakukan? Apa kau sudah melupakan sopan santun mu, hah?” bentak Kaisar sambil memegangi dadanya. Ia menatap Kasim dengan tajam.

Alexander ikut berdiri. Ia ingin memarahi, tapi melihat wajah Kasim yang panik, ia menahan diri. “Ada apa? Kenapa kau terlihat panik?” tanyanya.

Kasim langsung berlutut. Suaranya bergetar. “Yang Mulia Kaisar, Yang Mulia Putra Mahkota. Saya baru saja mendapat kabar. Perbatasan utara diserang musuh. Saat ini banyak prajurit yang tewas dan terluka parah. Dan saya juga baru mendengar bahwa Nona Hana dan pengawalnya telah pergi menuju perbatasan dengan menunggang kuda.”

Deggggggg...

Kaisar dan Alexander serentak terbelalak. Mereka berdiri bersamaan. Jantung mereka berdebar kencang.

“Apa katamu? Hana pergi ke perbatasan bersama pengawalnya?” Alexander mengambil pedang di atas meja ayahnya. “Ayahanda, aku harus ke perbatasan. Aku ingin menyusul Hana. Aku ingin membantu prajurit dan juga Jenderal Dominic.”

Kaisar sontak menampar meja. “Apa kau sudah gila, Pangeran? Jika kau ke perbatasan, itu sama saja mengantar dirimu ke kematian. Keadaan di sana sangat kacau. Ayahanda tidak akan mempertaruhkan nyawamu. Jika kau terluka atau tewas di sana, siapa yang akan menduduki takhta ini selanjutnya?”

Ia menarik napas panjang. “Dan untuk Hana, kau tidak perlu khawatir. Aku sangat mengenal Nona Hana. Dia wanita yang sangat hebat. Aku sama sekali tidak meragukan kemampuannya. Jadi sebaiknya kau tidak pergi. Lebih baik kau pikirkan cara mengirimkan pasokan makanan dan obat-obatan ke sana.”

Alexander ingin membantah, tapi melihat tatapan Kaisar yang bengis, ia mengurungkan niatnya. Dengan wajah gelisah, ia pergi meninggalkan ruang pribadi ayahnya.

Setelah kepergian Alexander, Kaisar menatap Kasim dengan serius. “Pergilah. Kabari Jenderal Perang dan para pejabat lainnya. Beritahu mereka bahwa perbatasan sedang diserang. Aku ingin mereka menyumbang untuk pasokan makanan dan obat-obatan. Jika mereka menolak, katakan pada mereka itu sama saja menghina Kaisar. Dan Kaisar siap menghukum mati seluruh tujuh keturunannya.”

“Baik, Yang Mulia. Saya akan segera menyampaikan kabar itu dan membawa beberapa pengawal ke kediaman para pejabat.”

Setelah Kasim pergi, Kaisar duduk kembali. Ia mengusap wajahnya dengan frustasi. Namun saat mengingat kehebatan Hana, ia sedikit lega.

“Aku harap Nona Hana baik-baik saja. Dan semoga semua prajurit serta Jenderal Dominic tidak ada yang tewas. Jika Nona Hana berhasil melawan musuh, aku akan memberikan hadiah besar untuknya dan untuk ayahnya,” gumamnya pelan.

_**

Sementara itu, Hana dan Leon tidak berhenti menunggang kuda.

Mereka hanya berhenti ketika kuda perlu minum. Hana memacu kudanya secepat angin. Bahkan Leon yang berada di belakangnya kesulitan mengejar.

Perjalanan ke perbatasan membutuhkan tiga hari. Hana tidak membuang waktu sedetik pun untuk beristirahat.

Di hari ketiga, mereka tiba.

Pemandangan di perbatasan membuat dada Hana sesak.

Lapangan luas itu penuh debu dan darah. Mayat berserakan. Prajurit menjerit kesakitan. Bau darah, asap, dan racun menyengat hidung.

Di ujung lapangan, Menteri Wira dan Bima berdiri bersandar di tumpukan kayu. Zirah mereka berlumuran darah. Luka sayatan pedang terlihat di lengan dan dada mereka.

“Tuan Bima, apa Anda baik-baik saja? Bertahanlah. Saya akan memerintahkan pengawal untuk mengantar Anda kembali ke kerajaan Sanata” ucap Menteri Wira dengan suara panik dan gemetar. Ia takut. Ia tahu siapa Hana. Ia tahu bagaimana gadis itu membunuh ribuan pasukan istana demi menyelamatkan Bima.

“Aku tidak apa-apa, Tuan Wira,” kata Bima. Napasnya berat, tapi matanya tajam. “Aku yakin putriku pasti akan datang. Aku tidak akan membiarkan banyak prajurit tewas. Percayalah, Tuan Wira. Putriku sangat hebat. Dia akan mengalahkan semua musuh yang telah menewaskan prajurit kita.”

Menteri Wira percaya. Karena ia sendiri pernah melihatnya.

Tiba-tiba terompet perang berbunyi.

“Serang! Cepat serang! Tembakkan anak panah!”

Dua ribu pasukan musuh maju dari balik bukit salju. Zirah hitam. Wajah tertutup. Panah beracun di tangan mereka.

Di tengah barisan musuh, ada seorang pria di atas kuda hitam.

Komandan Dominic.

Ia adalah komandan terhebat Kerajaan Timur. Tubuhnya tinggi. Zirah peraknya berkilau meski kotor debu. Rambut hitamnya basah oleh salju. Wajahnya tampan dengan rahang tegas dan mata abu-abu seperti badai.

`Srek!`

Dominic menebas leher musuh yang mendekatinya. Darah memercik. Ia melompat dari kudanya dan menendang kepala musuh satu per satu. Meski lengannya terluka, ia tidak peduli. Ia hanya ingin membunuh dan menyelamatkan prajuritnya.

`Srek srek srek... Aahhhkkkkkkkkk...`

Jeritan mengerikan terdengar. Debu beterbangan bercampur darah merah pekat.

Pengawal Hana yang ditugaskan melindungi Bima berdiri di depannya. Mereka menebas musuh yang mendekat. Jack, salah satu pengawal, ikut membantu Dominic melawan musuh dan mengevakuasi prajurit yang terluka.

Dalam hati Jack berdoa, “Aku harap Nona Hana cepat datang. Aku sudah tidak sanggup lagi. Dan Tuan Bima... kasihan jika Tuan Bima terluka. Nona pasti akan murka.”

Logan, pengawal Hana yang lain, juga bertarung dengan brutal. Tapi tenaga mereka terkuras. Mereka lemas. Belum lagi mereka kelaparan karena pasokan habis.

Tepat saat itu, suara derap kuda terdengar dari kejauhan.

Hana datang.

Gaun zirah hitamnya berkibar. Rambutnya terikat kencang. Wajahnya dingin seperti es. Di tangannya, pedang perak yang berkilau.

Bima melihatnya. Matanya melebar.

“Hana!”

Hana melompat turun dari kuda. Ia berlari dan memeluk ayahnya erat. Sangat erat.

“Ayah!” Suaranya pecah.

Bima membalas pelukan itu. “Anakku... kau akhirnya datang.”

Hana melepaskan pelukan. “Ayah terluka.”

“Tidak apa-apa.dibandingkan dengan prajurit yang lain,luka yang ayah dapatkan ini tidak seberapa .”

Hana menoleh ke medan perang. Dua ribu musuh. Prajurit kerajaan Sanata tinggal ratusan.

" ayah menjauhlah dari sini,aku akan membantu prajurit menghadapi musuh kerajaan Sanata" ucap Hana.

Meski bima khawatir pada putrinya,dia tetap mengangguk dan pergi meninggalkan Hana di tengah-tengah peperangan itu.

Setelah melihat ayahnya sudah pergi,Hana akhirnya mengangkat pedangnya.

“Leon, mundurlah.tugas mu disini adalah melindungi ayahku” teriak Hana, mendengar itu tanpa berkata apa-apa lagi,Leon langsung berlari menyusul bima.

Saat itu juga, musuh pertama menyerangnya. Hana menebas.

`Srek!`

Kepala musuh itu terpenggal.

`Dengung...`

Suara rendah bergetar di kepalanya.

( membunuh satu musuh )

( selamat anda mendapatkan 20 tahil perak )

`Srek srek srek!`

Tiga musuh jatuh sekaligus.

`. ( membunuh 3 musuh )

( selamat nona Mendapatkan kecepatan menyerang secepat angin )

Setiap nyawa yang jatuh, tubuhnya terasa lebih kuat. Lebih cepat. Dan bahkan Lukanya lebih cepat sembuh.

Sementara Dominic yang melihatnya dari kejauhan. Ia berhenti bertarung.dan menatap Hana dengan tatapan tajam.

“Siapa dia?” gumamnya.

Hana bertarung seperti badai. Ia menembus barisan musuh. Darah memercik di wajahnya.

Karna penasaran akhirnya Dominic berjalan mendekati nya, sambil menebas musuh dengan pedang perak nya.

`Trang!`

Pedang Hana bertemu pedang Dominic. Percikan api beterbangan.

“siapa kamu ? ,” tanya Dominic. Napasnya berat.

Hana tidak menjawab. Ia menyerang lagi.

Mereka bertarung sengit. Besi beradu. Salju terlempar.

Tiba-tiba seorang pemanah membidik Hana dari belakang.

Dominic melihatnya. Tanpa pikir, ia mendorong Hana.

`Bugg!`

Panah itu menancap di bahunya.

Mereka jatuh ke salju. Sangat dekat.bahkan Dominic tanpa sadar memeluk pinggangnya.

Dia tidak merasakan Darah yang mengalir dari bahu Dominic.

Sedangkan Hana terdiam. Tapi Jantungnya berdetak cepat.

“Kenapa kau menolongku?” bisiknya.hana menatap wajah tampan pria ini,yang tertutup oleh debu dan percikan darah.

Dominic mengerang. “aku tidak ingin seorang wanita tewas di hadapan ku " jawab Dominic dengan nada dingin.

Hana merobek kain dan mengikat lukanya. tangan nya terlihat hati-hati.

" kamu tidak perlu waspada padaku,aku adalah Hana, putri bima yang baru saja datang,,sekarang sebaiknya kamu pergi dari sini,biarkan aku yang menghadapi mereka "ujar hana,setelah melihat luka Dominic sudah dia ikat dengan bajunya.dia ingin berdiri,tapi tiba-tiba dia mendengar suara sistemnya.

( Peringatan Sistem: Detak jantung tidak stabil.` )

Hana berdiri sontak berdiri,dan memaki sistem dalam hatinya.. “ sialan itu karna aku berada di dekat pria ini,sudahlah Perang belum selesai aku harus mengalahkan mereka semua " batin Hana.

Ia kembali bertarung. Dan dalam waktu singkat, ia membunuh lima kapten musuh.

Setiap musuh yang dia bunuh,dia mendapatkan uang dan kekuatan nya akan bertambah berkali-kali dari hadiah sistem.

Dominic yang melihat kehebatan Hana,kagum sekaligus terpesona dengan setiap gerakan nya.

" ada apa dengan ku,kenapa saat melihat wanita itu aku merasa ingin mendekati nya,sialan aku pasti sudah gila " gumam Dominic,dia akhirnya melampiaskan kegilaan nya pada musuh.

Kedua orang itu saling membantu,dan menghabisi musuh tanpa merasa lelah,justru keduanya terlihat bersemangat,dan itu semua di lihat oleh bima,Wira dan para pengawal Hana juga prajurit yang terluka di luar tenda medis.

1
Adelina Lin
kapan up lagi thor, seru ceritanya
Rubiyata Gimba
kenapa pindik sangat belum puas rasanya
Rubiyata Gimba
knapa tidak bom saja kan cpat slasai di sistemnya kan ada berbagai senjata tingal minta saja
Faitun Puji Astuti
enak dibaca, Dan menghanyutkan, seolah menjadi warga kerajaan Sanata
Osie
naah cocok nih hana n dominic.. jauhkan para pebinor n pelakor dr hidup mereka berdua💪💪💪
Osie
hana gitu lho💪💪💪💪💪
Caty Chanel
waaaah makin seru aja cerita nya Thor. semangat teruss ya kk. makasih sudah crazy up 💪🙏
Atalia
kasian hana 😭
Caty Chanel
terimakasih sudah crazy upp Thor 💪 semangat trus 💪
Maudy: terimakasih kembali kak 😍🙏
total 1 replies
Sekar
lanjut thor💪💪😍😍
Dinda
mantap kak
Dinda
puas bangat😍
Dinda
kejam,,dunia kejam bagi orang miskin.
Dinda
kasihan Hana semoga saja semua orang yang menyakiti nya, mendapatkan balasan yang setimpal !
Dinda
Hana balas Mereke semua
Dinda
jahat bangat keluarga nya
Osie
prajurit songong..jenderalnya pun songong..dikasih bantuan makanan bukannya terimakasih tapi malah bikin rusuh..sombong amir..aku doain deh moga author bikin tuh jenderal bucin akut sama hana dan ditolak sama hana..biar tau rasa dia
Osie
kesalahan 18thn lalu kenapa tdk dikuak biar ketahuan siapa penjahat sebenarnya
Osie
hana miris bgt hidupmu
Osie
baru baca udah es mosi aja aku ma tuh keluarga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!