NovelToon NovelToon
SLEEP WITH MR. MAFIA

SLEEP WITH MR. MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Duda / Roman-Angst Mafia
Popularitas:19.5M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Damian, lelaki yang dikenal dengan julukan "mafia kejam" karena sikapnya bengis dan dingin serta dapat membunuh tanpa ampun.

Namun segalanya berubah ketika dia bertemu dengan Talia, seorang gadis somplak nan ceria yang mengubah dunianya.

Damian yang pernah gagal di masa lalunya perlahan-lahan membuka hati kepada Talia. Keduanya bahkan terlibat dalam permainan-permainan panas yang tak terduga. Yang membuat Damian mampu melupakan mantan istrinya sepenuhnya dan ingin memiliki Talia seutuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32

Mata Talia terbuka lebar saat remasan di payudaranya di remas makin kencang. Ia tidak bisa bicara Bibir bawahnya sedang di gigit dan di tarik oleh Damian. Tentu ia tidak bisa bicara saat ini.

Ini gila. Baru menciumnya saja Damian sudah seganas ini. Apakah semua laki-laki yang berstatus duda selalu seperti ini? Sangat hot?

"Mmphh ..." Payu-daranya terus di remas. Talia tidak bisa bernafas dengan benar. Saat ciuman Damian terlepas, ia merasa sedikit lega karena bisa sedikit bernafas meski nafasnya putus-putus.

Tatapannya lurus ke Damian. Ia dapat melihat senyum smirk di wajah pria itu.

"Bibirmu bengkak, terlihat lebih seksi." gumam Damian di depan wajah Talia. Astaga, Talia malu.

"Kamu... Ta- tadi i-itu a ... Apa?" gadis itu bicara dengan suara terputus-putus. Ia masih tampak syok. Sementara Damian hanya tersenyum menyeringai.

Wajah datarnya yang selalu ia tunjukkan ke semua orang kini berubah menjadi laki-laki tengil di depan Talia. Ia makin sadar kalau Talia sudah berhasil membuatnya ingin memiliki gadis itu. Hari ini, dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan. Ia ingin Talia terikat dengannya.

Nama Kanara sudah sepenuhnya menghilang dari hatinya. Sekarang ini hatinya di penuhi dengan nama Talia. Talia aneh, Talia cerewet, Talia yang sangat cantik dan lucu sampai-sampai dapat membuat Damian mabuk kepayang hanya dengan menatap wajahnya yang cantik dengan mata yang bersinar begitu indah.

"Tadi yang mana? Yang mana maksudmu? Ciuman, atau yang ini?" Lelaki itu kembali memberikan remasan di payu-dara kiri Talia hingga gadis itu terkesiap. Ia menahan tangan Damian yang masih asyik meremasnya.

"I- ini namanya pelecehan!" Seru Talia.

Damian terkekeh.

"Ah, pelecehan? Tapi wajahmu tidak menunjukkan ketakutan, kau menikmatinya kan?" wajah Damian turun, berhenti tepat di depan wajah Talia hingga gadis itu dapat merasakan hembusan nafas di wajahnya.

"Dibandingkan ketakutan, kau terlihat jauh lebih gugup. Debaran jantungmu terdengar jelas sampai di telingaku." bisik Damian pelan. Talia terdiam.

Benar. Dia tidak merasa dilecehkan. Karena entah kenapa, dia sedikit menikmati permainan lelaki yang masih berada di atasnya sekarang ini. Tapi ... Bukankah permainan ini sudah terlalu jauh?

Talia tidak pernah berpacaran sebelumnya. Bahkan Damian yang telah melakukan perbuatan yang lebih jauh terhadapnya ini bukan berstatus sebagai pacarnya. Latar belakangnya saja dia tidak tahu, tapi bisa-bisanya dia merasa percaya pada pria ini. Sekalipun pria ini berbahaya. Ah, aneh. Talia bingung dengan perasaannya.

"Kau punya pacar?" Pertanyaan tersebut sontak membuat Talia menggelengkan kepalanya.

Ujung bibir Damian berkedut.

"Pernah pacaran sebelumnya?"

Talia kembali menggeleng. Jawaban gadis itu kali ini membuat Damian sangat puas. Mata pria itu turun ke leher jenjang Talia. Indah sekali. Lalu tanpa ijin ia mengecup bagian itu, bahkan tak ragu memberikan jilatan dan menyesapnya.

"Eungh ..." Talia tersentak dan melenguh pelan.

"Aku akan bermain lebih jauh sekarang," gumam Damian kemudian. Sebelum Talia benar-benar bisa mencerna ucapan pria itu, tangan Damian sudah menyusup masuk ke dalam  kaosnya dan membuka pengait bra-nya.

Dalam sepersekian detik, bra merah Talia yang dibelikan pria itu tadi sudah lolos dari sarangnya. Talia mendongak kaget. Ia ingin menyuarakan keberatannya, tetapi yang selanjutnya di lakukan Damian adalah, melepaskan kaosnya dari tubuhnya.

Tangan Talia refleks terangkat menutupi kedua dadanya yang sudah polos tanpa sehelai benang pun. Wajahnya sudah seperti kepiting rebus.

Damian tertawa kecil melihat reaksi Talia yang begitu polos, semakin menantangnya. Tangan pria itu menyingkirkan tangan Talia yang menutupi dadanya.

"Ingin tahu bagaimana rasanya kalau yang ini aku mainkan?"

Ujung telunjuk Damian menyentuh pu-ting kanan Talia, hingga gadis itu terkesiap. Damian tidak tahu kenapa, dia tidak semesum ini waktu bersama Kanara. Mungkin karena hubungannya dengan Kanara selalu tegang selama masa pernikahan mereka, sehingga tidak ada pikiran di hatinya untuk menggoda Kanara, seperti yang dia lakukan terhadap Talia sekarang ini.

Jemari Damian mulai menggaruk-garuk pu-ting Talia, membuat gadis itu menggeliat karena perasaan aneh yang dia rasakan sekarang ini. Ia sudah mendorong tangan Damian beberapa kali agar tidak menyentuh bagian itu, tetapi pria itu tidak mengindahkannya. Pucuk merah muda yang sudah mengeras itu dipelintir dan sesekali di tarik-tarik.

"Hhaah ..." seluruh tubuh Talia bergetar. Rasa malunya karena Damian sudah melihat tubuh setengah telan-jang itu, rasa malu karena payu-daranya dimainkan dengan begitu ahlinya, dan lebih memalukan karena Talia tidak dapat menolak. Sungguh. Ini aneh sekali.

Badan Talia bergerak-gerak seperti cacing kepanasan. Apalagi saat Damian mengganti permainan dengan mulutnya. Menyusu pada Talia seperti bayi yang kehausan. Tangan Talia menjambak rambut Damian kuat, ia merasakan pu-tingnya di tarik oleh gigi Damian, lalu dihisap. Damian melakukannya berulang kali, hingga Talia rasanya sangat tersiksa.

"Ahh ... Da- Damian... Sto ... op." sayangnya pria itu seperti tuli, tidak mendengarkan perkataannya. Ia sudah seperti orang mabuk yang tidak tahu diri.

Laki-laki itu cukup brutal, tetapi tidak menyiksa, penyiksaan yang Talia rasakan sekarang ini adalah penyiksaan di dalam kenikmatan. Seluruh tubuhnya terasa geli. Ia tidak mampu lagi. Lalu dengan sekuat tenaga ia mendorong Damian.

Damian tidak siap ketika Talia mendorongnya, hingga ia pun terjatuh dari tempat tidur. Tubuhnya yang tinggi besar membentur lantai dingin itu. Ia kaget dan menatap Talia dengan wajah tercengang, lalu mendengus pelan.

Di atas kasur, Talia bernafas terengah-engah. Putingnya sedikit perih akibat gigitan Damian yang dilakukan berulang-ulang. Ia cepat-cepat mengambil kaos miliknya di ujung kasur dan menutupi tubuh bagian atasnya yang polos itu.

Damian berdiri. Ia ingin mendekati Talia namun ponselnya tiba-tiba berbunyi. Tidak ingin dia angkat, tapi itu telpon dari Bian. Tidak mungkin tidak angkat kan?

Damian pun mengangkat panggilan dari sang putra. Pandangannya sesekali melirik ke Talia.

Sementara Talia sedang memutar otaknya agar bisa kabur dari kamar ini. Bisa bahaya kalau dia tidak kabur. Apalagi Damian sedang seperti singa kelaparan. Bisa-bisa kesuciannya hilang pagi ini.

Sementara Damian berbicara di telpon, Talia mencari-cari keberadaan bra-nya di lempar tadi. Ternyata ada di lantai. Dasar Damian. Dengan cepat ia mengambil benda itu dan memakainya, Damian masih asyik bicara dengan putranya. Setelah mengenakan kaosnya, Talia kembali mencari keberadaan tas dan ponselnya. Beruntung hanya ada di atas nakas. Ia meraih tasnya lalu menatap Damian lagi. Saat pria itu menoleh ke belakang, dengan secepat kilat ia berlari ke arah pintu keluar.

Damian tidak sempat mengejar karena gerakan gadis itu sangat cepat. Talia bahkan sudah menghilang dari balik pintu keluar kamarnya.

1
Tuti Tyastuti
𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘪𝘯" 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘨𝘢 𝘥𝘢𝘥𝘥𝘺 𝘥𝘢𝘮𝘪𝘯𝘪🤭
Tuti Tyastuti
𝘢𝘥𝘢 𝘶𝘭𝘦𝘵 𝘣𝘶𝘭𝘶 𝘵𝘶𝘩😁
Tuti Tyastuti
𝘤𝘪𝘦𝘦𝘦🤭
Atik Marwati
bakalan seru nich cerita Kenzo nana
Bagus Rahmad
dihh...ada udang di balik batu tuugerak gerak gerik temanmu ada maksud tu Nana hati..hatii,kalau ada hati sama kanzo juga saling jaga ya🤭 awas banyak cewek ganjen tar dikampus hiihiihii
Hanima
👍👍👍
Hanima
👍👍
Ita rahmawati
pendiem atau sombong jadinya 😂
lebih ke kalem sih ya SM pemalu kataku mah si Adriana ini 🤗
Ita rahmawati
kyk aku aja kamu na na kalo dibonceng motor malah molor 😂
Suyudana Arta
lamborghini bukannya hanya ada 2sheet ya? zaka masuk ke sebelah mana?
Sh
merek apa es krimnya ?semoga jangan yang merek mahal..semua rasa...bisa pertengahan bulan makan mie instant..untuk Kael suaminya...beli pabrik nya juga bisa...bahagianya hidup di dunia halu
tris tanto
posiainya gimn ini,tp dedepan tp bisa pengangan pinggang
Esther
jangan coba2 berbuat jahat sama keluarga Damian, bakalan hancur mereka
Esther
Kanzo sang penjaga Andriana.
Lusi Sabila
baca novel mae_jer keren semua
pdhl buanyak episode tapi Tetap candu 😊
terimakasih Thor dah ksih hiburan gratis
senantiasa Allah pasti kasih rejeki lebih.. Aamiin 🤲
Lusi Sabila
Nana bisa bela diri gak yaaa.. harusnya ni semua yg cewek² pada bisa bela diri..biar bisa jaga diri.. pasti banyakk yg memusuhi Nana sbb cantik dan di cintai Kenzo..yg pasti tuh 2 ekor dah gak suka Nana
Lilik Juhariah
tetap om Damini Pawangnya
Fitria Syafei
keluarga yang harmonis 😊 KK cantik dan baik hati terimakasih 😘 kereen 😘
Desyi Alawiyah
Bukannya sombong, tapi takut kalau kalian bully. Kalian mendekati Adriana karna ada maksud tertentu kan? 🙄
Lilik Juhariah
suka banget karakter Adriana gak suka ngebantah , manis sih Nana , ini beda karakter si Nana ini, tapi seru banget sama Kanzo yg tegas tapi benar 💪💪😍😍love sekebun kak Mae , hebat , selalu aja bikin cerita yg beda dan mem bagongkan aku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!