NovelToon NovelToon
Setelah Aku Memilih Bercerai

Setelah Aku Memilih Bercerai

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Dengan wajah tenang, Mela tiba-tiba mengajukan perceraian pada suaminya, Rahman. Tentu saja, hal itu membuat Rahman dan ibunya terkejut, karena mereka merasa selama ini semua baik-baik saja.
Tapi, Mela sudah mengetahui semuanya, perselingkuhan Rahman dengan mantan kekasihnya yang sudah berjalan selama sepuluh tahun.
Hati Mela hancur, apalagi, saat ibu mertuanya dan putrinya sendiri justru membela selingkuhan suaminya yang bernama Camila.
"Ingat umur. Kau itu sudah tua, sudah mempunyai anak. Harusnya, kau bisa lebih fleksibel. Camila bisa membantu perkembangan bisnis keluarga. Sedangkan kau? Sudah bagus kami menampungmu."
"Kau bisa apa tanpa kami, hah?"
Ucapan ibu mertua dan suaminya, membuat Mela semakin mantap untuk bercerai.
Baginya, perceraian bukan pelarian, melainkan pintu keluar dari kebohongan panjang yang nyaris mematikan jiwanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 Gelas Yang Pecah

Suasana lahan siang itu berubah tegang. Angin masih berembus pelan. Burung-burung masih terdengar bersahutan. Namun, tidak ada lagi ketenangan seperti sebelumnya.

Di teras gubuk kecil, Dyah duduk sambil memeluk Lina. Wajah keduanya terlihat canggung dan lelah. Sedangkan Rahman berdiri beberapa langkah dari Mela. Matanya terus menatap punggung wanita itu.

Sementara Mela tetap sibuk memilah hasil panennya, seolah kehadiran ketiganya tidak mengguncang apa pun.

Tidak jauh dari sana, Darmi, Yati, Surti, dan Asih berkumpul sambil terus memperhatikan.

Darmi bahkan berdecak kesal, melihat ketiga orang itu. "Berani juga pria brengsek itu datang ke sini," geramnya.

"Cih, pasti ada maunya," timpal Surti sinis. "Mana mungkin orang kayak gitu tiba-tiba sadar."

Yati ikut mengangguk. "Kalaupun dia sadar, pasti sekarang dia ingin numpang hidup sama Mela."

Asih menyilangkan tangan. "Jangan sampai Mela luluh. Pokoknya, kita harus awasi mereka."

Darmi langsung menoleh pada Asih. "Oh, ya... Cepat hubungi Dino sekarang." Darmi berbisik dengan tatapan geram yang kembali beralih menatap Rahman. "Dia harus datang buat cegah Mela supaya tidak luluh sama bajingan itu."

Asih mengangguk dan langsung mengeluarkan ponselnya.

Sementara itu, Rahman akhirnya memberanikan diri membuka suara.

"Bagaimana kabarmu, Mel?"

Mela tidak menoleh. Tangannya masih sibuk menyusun sayuran.

"Seperti yang kamu lihat, aku hidup dengan sangat baik sekarang," jawabnya tenang namun, datar.

Rahman terdiam, perlahan senyum kecil muncul di bibirnya. Ia memang bisa melihatnya sendiri. Mela terlihat jauh lebih baik sekarang. Lebih tenang, kuat dan mandiri.

Dan ironisnya, semua itu terjadi setelah meninggalkan dirinya.

Beberapa detik berlalu sebelum Mela kembali berbicara.

"Untuk apa kamu datang ke sini?"

Rahman melangkah mendekat. Tapi, seketika Mela menoleh tajam.

"Berhenti di situ."

Rahman langsung menghentikan langkahnya.

Tatapan Mela dingin. Tidak ada lagi kelembutan yang dulu selalu menyambutnya.

"Mela!" Rahman menarik napas panjang. Wajahnya dipenuhi rasa penyesalan. "Aku datang untuk meminta maaf padamu, Mel."

Mela diam.

Rahman menatapnya dalam. "Aku salah. Aku terlalu bodoh sampai menghancurkan keluarga kita sendiri."

Mela mengalihkan pandangan. Tatapannya jatuh pada hamparan lahan di depan.

"Aku sudah memaafkan mu."

Rahman langsung mengangkat kepala. Benar-benar tidak menyangka akan mendengar itu. Senyum penuh harapan perlahan muncul di bibirnya.

"Mela, jadi kamu—"

"Tapi, aku tidak akan bisa melupakannya." Kalimat itu memotong ucapan Rahman begitu saja.

Senyum Rahman langsung membeku.

Mela akhirnya menoleh. Tatapannya tenang namun, justru terasa lebih menusuk.

"Aku bisa memaafkanmu tapi, aku tidak bisa melupakan pengkhianatan mu dan rasa sakitnya..." ia tersenyum tipis, "tidak hilang begitu saja."

Rahman menunduk. "Aku tahu, Mel. Tapi, aku benar-benar menyesal." Ia kembali menatap Mela dengan mata yang mulai memerah. "Tolong beri aku satu kesempatan lagi. Aku janji akan memperbaiki semuanya."

Mela menatapnya lama. Lalu, ia tertawa sinis.

"Memperbaikinya?" Mela mengambil sebuah gelas kaca di meja kecil dekat gubuk. Lalu, tanpa peringatan, ia melempar gelas itu tepat di depan Rahman hingga pecah berkeping-keping.

PRANG!

Semua orang terkejut. Rahman refleks mundur setengah langkah.

"Mel?"

Mela menunjuk pecahan gelas itu. "Lihat itu!"

Rahman terdiam.

"Itu seperti hatiku saat kau mengkhianati ku," ucap Mela dengan suara yang tetap tenang. Namun, justru membuat dada Rahman terasa semakin sesak.

"Kamu bilang ingin memperbaikinya, kan?" Mela menatapnya lurus. "Kalau begitu, perbaiki gelas itu."

Rahman membeku. Tatapannya turun pada pecahan kaca di depannya.

"Mana mungkin sesuatu yang sudah hancur kembali seperti semula," imbuh Mela.

Rahman menunduk dalam. Tidak mampu menjawab. Namun, beberapa detik kemudian, ia kembali mengangkat kepala. Kali ini, tatapannya beralih pada Lina.

"Mela, Aku tahu sulit bagimu untuk menerima ku kembali. Tapi setidaknya, pikirkan Lina."

Mela langsung diam.

Lina yang sejak tadi memeluk Dyah perlahan berdiri. Matanya mulai berkaca-kaca.

"Mama... "

Suara itu masih sama seperti dulu. Tapi kini terasa asing di telinga Mela.

"Mama, Lina salah. Maafkan Lina. Maafkan Papa dan Nenek. Lina janji tidak akan nakal lagi, Ma. Lina ingin mama," isak Lina.

Tangan Mela perlahan mengepal. Ada luka yang belum benar-benar sembuh di sana. Karena, dibanding pengkhianatan Rahman, yang paling menghancurkan dirinya justru putrinya sendiri.

Tapi, tidak ia pungkiri jika ia sendiripun merindukan putrinya.

Dyah memberi isyarat pada Lina untuk mendekat. Lalu, perlahan gadis itu mulai melangkah dan langsung memeluk Mela.

"Maafkan Lina, Ma. Lina salah," Isak Lina.

Mela masih terdiam. Kedua matanya mulai berkaca-kaca. Tangannya perlahan terangkat, membalas pelukan Lina.

Rahman terharu melihat pemandangan itu. Dan, ia berharap hati Mela akan luluh, setidaknya demi Lina.

1
Marina Tarigan
camila orang cerdik cerdik yg baik dancerdik yg jahat rahman
Marina Tarigan
ke apa berbahaya karma kalo ada uh mengontao
Marina Tarigan
sdh nenek keriput ya usia 40 thn Dino r5 thn ya nlm niksh di zdinonya
Marina Tarigan
dino teman masa kecilmu yg dulu duka sm kamu mel tapi lebih cepat rahmannya terima saja supaya. ada pelindungmu
LENY
PARA PRCUNDANG JULID IRI HATI TANDA TAK MAMPU😡😡
LENY
DINO ORANG YG DI KOTA CEO KAYAKNYA🙏
Yuli Yuliawati
Pelakor nggak di kasih balasan tor
Yuli Yuliawati
enak jadi pelakor menang banyak
nggak adil dong buat istri sah 😭😭😭😭😭😭
Yuli Yuliawati
enak jadi pelakor dan suami durjana kalau malah makin sukses
buat balasan yang settir
LENY
KASIHAN KAMU MELA PEKERJA KERAS ULET BAIK HATI TAPI ADA AJA MANUSIA BUSUK HATI YG IRI 😥😥😡😡
Yuli Yuliawati
alur nya yang runtut tor
biar yang baca nggak bosan
LENY
JANGAN2 MANTAN SUAMI DARMI IBLIS BEJO😡😡
LENY
PASTI ADA YG JAHAT IRI HATI DIMANAPUN🙈
Yuli Yuliawati
Belum berakhir penderitaan Mela
pelakor dan suami durhaka nya dapet balasan setimpal dong
Marina Tarigan
semoga hati yg dulu bertaut kembali ya mel dan juga sbgzi teman join kalian semua
LENY
LINA ANAK DURHAKA 😡😡
LENY
ANAKNYA LINA KITA LIHAT AKAN JADI APA HASIL DIDIKAN CAMILA 😡😡🙈
Marina Tarigan
semova dia tertolong oleh kenalan lamanya
Marina Tarigan
wanita yg terjolimi akan bisa merangkak kembali dgn pelan
Marina Tarigan
mela lahanmu selama imi tfk ditanami jadi tanah itu keras tentu tumnuhanmu juga berpengarjh pd tanah kerad tapi kalau sdh timnuh tanah terus divemburi disiram dan pupuk akhinya jd subur kgm patah semangat mel anak desamu sdh siap membantumu anak desa memang difatnya godip acuh kalau sfh dekag pasto kalian berjuang bersams
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!