NovelToon NovelToon
Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:62k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

BERTAHUN-TAHUN DIANGGAP MANDUL, TERNYATA ITU ADALAH JEBAKAN SUAMI DAN ORANG KETIGA. SETELAH MENGETAHUI KEBENARANNYA, AKU PUN MULAI MEMBALAS DENDAM!

Novel ini misi dari editor, jika ada kesamaan dengan author lain, berarti kita sedang sama-sama mengerjakan tugas misi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Bab 16

Langkah Kemuning terseok-seok saat mendengar mertuanya pingsan dan di bawa ke puskesmas oleh tetangganya. Walaupun dia marah kepada Bu Ratih yang sering menyakiti hatinya, dia masih punya tanggung jawab sebagai menantu. Terlebih lagi Aditya saat ini sedang berada di dalam penjara.

"Mau apa kamu ke sini?" tanya Bu Ratih begitu Kemuning masuk ruang rawat.

Wanita paruh baya itu rupanya sudah sadar. Dia melotot penuh kebencian terhadap menantunya.

"Aku dengar ibu pingsan," jawab Kemuning, tenang.

"Ini semua gara-gara kamu!" teriak Bu Ratih sambil menunjuk kepada Kemuning. "Tega sekali kamu memenjarakan suamimu sendiri!"

Kemuning bergeming di tempatnya tak membalas ucapan Bu Ratih. Dia juga tidak menunjukan rasa bersalah atau pun bersikap arogan. 

"Cepat kamu cabut laporan itu. Keluarkan Aditya!" jerit Bu Ratih seperti orang yang tidak waras.

"Aku tidak akan pernah mencabut laporannya," ucap Kemuning tegas, lalu tersenyum tipis. "Karena Mas Aditya dan Lavanya pantas mendapatkan hukuman atas perbuatannya itu!"

"Pergi kamu dari sini!" Bu Ratih menunjuk ke luar ruangan itu. "Kamu bukan menantuku lagi!"

Mendengar itu Kemuning tidak sedih. Justru dia tersenyum, merasa senang. 

***

Berita tentang perselingkuhan dan penggerebekan Aditya semakin meluas. Nama Aditya sebagai juragan ayam potong yang dulu dihormati, kini disebut dengan nada sinis.

Bu Ratih tidak tinggal diam. Dengan wajah tegang dan langkah tergesa, ia mondar-mandir di depan ruang tunggu kantor polisi. Sejak Aditya di penjara, dia beberapa kali  menghubungi kerabatnya, meminta bantuan. Beruntung mendapatkan respon.

“Pokoknya Aditya harus keluar! Ibu enggak terima anak ibu diperlakukan kayak penjahat!” kata Bu Ratih dengan suara bergetar, antara marah dan panik.

“Kita harus sewa pengacara,” ucap salah satu kerabat Bu Ratih.

“Benar juga,” gumam Bu Ratih yang baru kepikiran hal itu. “Kalau begitu kita harus punya banyak uang untuk membayarnya.”

Keluarga besar pun mulai turun tangan. Mereka pun mengumpulkan uang. Bu Ratih sampai menjual semua perhiasan dan mobil milik Aditya yang baru dibeli tahun lalu.

Kemudian mereka mencari pengacara terbaik yang bisa mereka bayar. Segala cara ditempuh untuk mengeluarkan Aditya.

Beberapa hari kemudian, seorang pengacara bernama Burhan, datang menemui Aditya. Dia datang dengan penuh rasa percaya diri.

“Kami akan ajukan penangguhan penahanan,” kata Burhan singkat, namun tegas. “Tapi kamu harus mengikuti semua arahan ku.”

Aditya tersenyum dan mengangguk cepat. Untuk pertama kalinya sejak ditahan, ada secercah harapan di wajahnya.

Keluarga Lavanya pun melakukan hal yang sama. Mereka bekerja sama dengan Bu Ratih dan memberikan uang walau sedikit karena habis untuk pengobatan Pak Bagus yang terkena serangan stroke ringan.

Proses penangguhan tahanan itu tidak instan. Harus mengajukan berkas. Jaminan yang disiapkan. Lalu, melakukan negosiasi. Setelah melalui prosedur yang panjang dan melelahkan, penangguhan penahanan Aditya dan Lavanya pun dikabulkan.

Hari itu, pintu sel terbuka. Aditya melangkah keluar dengan wajah kusut, tetapi sorot matanya berubah. Itu bukan penyesalan, melainkan kemarahan yang dipendam.

Di luar, Bu Ratih langsung memeluknya erat dan tangisannya pun pecah. Ini air mata kebahagiaan.

“Adit, anak Ibu ... kamu enggak apa-apa, kan?” tanya Bu Ratih disela isak tangis dengan suara yang bergetar. Kedua tangannya menangkup wajah Aditya.

“Aku enggak akan tinggal diam, Bu,” gumam Aditya pelan. “Semua ini gara-gara Kemuning.”

Nama itu keluar begitu saja dari mulut Aditya penuh kebencian. Karena laporan istrinya ke polisi, sudah menghancurkan nama baiknya.

Tidak jauh dari sana, Lavanya juga keluar, dijemput oleh orang tuanya. Bu Dewi menangis melihat kondisi putrinya, sementara Pak Bagus hanya diam dengan wajah tegang, duduk di kursi roda.

“Akhirnya kamu bisa bebas,” ujar Bu Dewi tersedu-sedu sambil memeluk anak perempuannya.

“Kemuning harus membayar mahal atas perbuatannya kepadaku!“ desis Lavanya dengan mata memerah menahan amarah.

Bukannya menyesali perbuatannya kemarin, Lavanya justru menyimpan dendam dan kemarahan kepada Kemuning.

“Semua ini karena wanita mandul itu,” ucap Bu Dewi lirih, matanya memerah. 

Kabar bebasnya Aditya dari tahanan menyebar cepat, jauh lebih cepat daripada kabar saat ia ditangkap. Bukan karena kebenaran yang menang, melainkan karena uang yang berbicara. 

“Harta Bu Ratih habis dijual untuk membebaskan anaknya dari penjara,” ucap seorang wanita paruh baya memakai daster hitam.

“Ya, mau bagaimana lagi ... Aditya itu anak satu-satunya. Pastinya Bu Ratih akan melakukan segala cara untuk membebaskannya,” timbal wanita memakai daster merah.

“Menurutku, Aditya itu tidak tahu diri,” celetuk wanita berdaster biru. “Punya istri baik, malah selingkuh sampai zina. Terus Bu Ratih juga terlalu menuruti Aditya. Apa pun keinginannya selalu dikabulkan.”

Bukannya rasa simpati dan dukungan, diberikan warga kepada Bu Ratih dan Aditya, mereka malah menghujat.

Hari itu, Kemuning datang ke rumah Aditya dengan langkah pelan. Selama ini rumah itu selalu terkunci karena tidak ada penghuninya. Wanita itu tidak berniat tinggal lagi di sana, dia hanya ingin mengambil beberapa barang miliknya yang tertinggal. 

Namun, begitu Kemuning menginjakan kakinya di teras, suara Bu Ratih sudah lebih dulu menyambutnya.

“Kamu masih berani ke sini?” Nada suara wanita paruh baya itu begitu tajam, penuh kebencian yang tidak lagi disembunyikan.

Kemuning diam sejenak. Ia menatap ibu mertuanya, mencoba mencari sisa-sisa kehangatan yang dulu pernah ia rasakan. Namun, kini tidak ada, yang tersisa hanya kebencian.

“Aku cuma mau ambil barangku, Bu,” jawab Kemuning pelan.

“Barang?” Bu Ratih tertawa sinis. “Kamu itu sungguh enggak tahu diri! Sudah mandul, enggak bisa kasih keturunan, masih mau ngerepotin anakku lagi!”

Dulu, kata-kata seperti itu bisa membuat Kemuning menangis semalaman. Namun sekarang, ia hanya berdiri diam. Rasa sakit, tentu saja ada, tetapi tidak lagi melemahkan dirinya

Dari dalam rumah Aditya keluar. Wajahnya terlihat lelah dan kusut, tetapi bukan karena penyesalan, melainkan marah karena harga dirinya yang terluka.

***

Sambil menunggu update bab berikutnya, yuk, baca juga karya temanku ini.

1
Aditya hp/ bunda Lia
Kemuning .. 👍👍👍
Aditya hp/ bunda Lia
LV pasti si Lavanya
Ita rahmawati
tuh Adit wanita yg kmu cintai sampe kamu rela mengkhianati kemuning wanita yg sudah memberikan segalanya utkmu ternyata aslinya tuh udh terbukti dn kmu liat sendirikan kamu ditinggalin saat GK punya apa2 dan dia malah milih jd LC kyk gtu 😏😏
rasain kmu Aditya 🤣
mimief
WKWKWK..lu ninggalin istri Soleha lu buat pel4cvr kaya dia🤣🤣
Ita rahmawati
apa aja gpp fit asal halal dn kmu berubah
Aidil Kenzie Zie
dari jalang berkedok pelakor akhirnya kembali ke jalang 🤣🤣🤣
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
lah si lavanya
Nanik Arifin
tuh kan akhirnya jd rendah pekerjaan & hidupnya, dlu suka ngeremehin & menganggap rendah orang sih... makanya hormati orang lain, biar pekerjaan & hidup kita berharga bagi orang lain
Kasih Bonda
next Thor semangat
Ummee
benar dugaan ku, memang lavanya...
hhmmm lavanya, skrg kamu makin terjerumus
Yuningsih Nining
sukuri penting halal jg paling nggak masih bs nghidupi km sendiri, mngkn masih bnyk orang² keliling nyari kerjaan
Lianty Itha Olivia
akhirnya hidupnya LV malah dijlnan kotor yg penuh dg abu2
ken darsihk
Woouuw pasti Aditya terkejut sangat terkejut , tak di sangka mereka bertemu lagi
ken darsihk
Aq kira Kemuning berhijab
ken darsihk
Hukum tabur tuai ada nyata nya Aditya , dan saat ini lo sedang mengalami
Sugiharti Rusli
entah apa yang akan terjadi saat si Lavanya bertemu kembali sama si Aditya, mantan bos nya yang dia porotin saat kaya dan ditinggal saat jatuh miskin,,,
Sugiharti Rusli
sepertinya si Aditya memang akan bertemu si Lavanya yah, soalnya profesi apa lagi yang harus dilakukan selain modal tubuhnya buat bekerja di kota,,,
Sugiharti Rusli
memang dasar kamunya saja yang lupa diri saat itu terhadap Kemuning, sekarang pekerjaan yang tidak pernah kamu bayang kan harus kamu lakukan demi bertahan hidup,,,
Sugiharti Rusli
yah seperti itu yang namanya roda berputar Dit bagi kamu yang dulu berfoya-foya di atas penderitaan seorang istri yang setia dan bahkan memberikan modal usaha kamu,,,
Sugiharti Rusli
bukannya kalo di ibukota sekarang tranportasi umum seperti bus sudah mulai tertata yah, meski penuh tapi sekarang bagus lha pegangannya🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!