NovelToon NovelToon
Dihina Pengangguran Oleh Keluarga Suami, Aku Wanita Kaya Raya!

Dihina Pengangguran Oleh Keluarga Suami, Aku Wanita Kaya Raya!

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Rumah tangga Kartika dan Deva sudah 10 tahun dan berjalan baik, walau sering mendapatkan banyak rongrongan dari keluarga Deva, entah itu orang tuanya atau adik-adiknya yang suka bergantung kepadanya.

“Kartika, mulai sekarang kebutuhan rumah tangga kita bagi dua. Karena ibu ingin membeli rumah baru untuk Gavin, setoran tiap bulannya tiga juta setengah,” kata Deva di tengah-tengah kumpulan keluarganya.

Mendengar itu Kartika menahan amarah dan kesal. Gaji Deva sebanyak 25 juta sebagian besar digunakan untuk keluarganya.

“Makanya kamu harus bekerja, jangan cuma mengandalkan uang anakku saja!” ucap Bu Hania, mertuanya.

Karena rasa cinta Kartika yang begitu besar kepada Deva, dia sampai meninggalkan rumah dan harta kekayaannya. Dia memilih menjadi ibu rumah tangga agar bisa mengurus suami, anak, dan rumah.

“Oke! Kalau begitu, maka mulai sekarang aku pun akan minta bayaran untuk semua hal yang aku kerjakan di rumah,” balas Kartika.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Padahal sebenarnya Kartika tidak benar-benar pergi bekerja. Ia hanya ingin memberi pelajaran pada Deva. Ingin membuat suaminya merasakan bagaimana kalau dirinya benar-benar berhenti bergantung pada rumah dan mulai memiliki dunia sendiri lagi.

Karena selama ini Deva terlalu nyaman dan terbiasa melihat Kartika selalu ada di rumah.

Selalu siap dibutuhkan kapanpun. Selalu diam di rumah menunggu dirinya pulang. Lalu, rumah dalam keadaan rapi dan bersih.

Namun, pagi tadi reaksi Deva jauh lebih menarik dari yang Kartika bayangkan. Pria itu benar-benar panik. Tatapan matanya saat melihat Kartika berdandan rapi tadi masih teringat jelas di kepala Kartika.

Seolah baru sadar kalau istrinya ternyata masih cantik, masih menarik, dan mungkin saja bisa dilirik orang lain. Memikirkan itu membuat sudut bibir Kartika sedikit terangkat. Entah kenapa melihat Deva panik sedikit membuat sakit hati Kartika terasa terbalas

Kartika bersama kedua anaknya sarapan di luar. Setelah itu mengantarkan Kalingga ke sekolahnya.

Kartika menghentikan motor maticnya di depan butik milik Anggun sekitar tiga puluh menit kemudian. Bangunan butik itu berdiri megah di pusat kota dengan kaca besar dan interior mewah bernuansa putih emas.

Begitu masuk, aroma parfum ruangan langsung menyambut. Beberapa gaun mahal dipajang di manekin dengan lampu sorot yang membuat semuanya tampak elegan. Namun, perhatian Kaivan bukan tertuju pada itu semua. Matanya langsung berbinar saat melihat ruang VIP di sudut butik.

Ruangan itu memang dibuat Anggun untuk pelanggan penting yang membawa keluarga atau anak kecil. Di dalamnya ada sofa besar empuk seperti tempat tidur hotel. Karpet bulu tebal. Televisi layar besar, rak mainan, dan lemari kecil berisi snack serta minuman dingin.

“Adek, hari ini kita main di sini lagi, ya?” kata Kartika.

“Oke, Mama!” seru Kaivan kegirangan.

Anak kecil itu langsung berlari kecil lalu menjatuhkan tubuhnya ke sofa empuk sambil tertawa. Kartika sampai terkekeh melihat tingkah putranya.

“Pelan-pelan, Adek!” tegur Kartika sambil geleng-geleng kepala.

Namun Kaivan malah makin semangat memeluk bantal sofa. “Adek cuka di cini!”

Kartika tersenyum kecil. Setidaknya Kaivan senang berada di sana.

Sementara itu dari arah meja kasir, Anggun yang sejak tadi memperhatikan langsung bersiul jahil. “Wihhh ....” katanya sambil mendekat. “Ibu resepsionis!”

Kartika langsung tertawa. “Apaan sih?”

Anggun memutar tubuh Kartika dari atas sampai bawah dengan tatapan dramatis.

“Cakep banget!” katanya lebay. “Pantes aja suami kamu langsung panik tahu kamu kerja.”

Kartika meletakkan tasnya di sofa sambil terkekeh geli. “Lumayan,” jawabnya santai. “Buat bikin suamiku sadar sedikit.”

Anggun langsung tertawa puas sampai menepuk tangan. “Nah, gitu dong!” katanya semangat. “Biar Deva tahu istrinya cantik dan masih laku!”

Kartika cuma menggeleng geli mendengar ocehan sahabatnya.

Menjelang siang, butik mulai agak sepi. Kartika duduk santai di ruang VIP sambil menemani Kaivan makan pudding cokelat.

Anak kecil itu makan belepotan sampai ujung hidungnya terkena pudding.

“Ya, ampun! Belepotan sekali wajahmu, Dek.” Kartika tertawa kecil sambil mengelap wajah putranya dengan tisu.

Anggun yang duduk di sebelah mereka tiba-tiba seperti teringat sesuatu. “Oh iya,” katanya sambil memainkan sendok pudding di tangannya. “Kemarin adik ipar kamu datang ke sini.”

Kartika mengangkat alis. “Gavin?”

Anggun mengangguk cepat. “Sama calon istrinya.”

Kartika langsung menoleh penuh heran. “Hah? Ngapain?”

“Beli baju pengantin.”

“Hah?!” 

Mata Kartika langsung membesar. Ia sampai refleks duduk lebih tegak. Di butik milik Anggun, harga gaun pengantin paling murah saja sekitar lima juta. Dan Kartika tahu kondisi Gavin sebenarnya tidak terlalu mapan.

“Iya.” Anggun terkekeh kecil. “Aku langsung tahu itu adiknya Deva. Mukanya agak mirip.”

Kartika langsung teringat obrolannya dengan Gavin beberapa waktu lalu, sebelum hari pertunangannya.

Rosita, calon istri Gavin, berasal dari keluarga sederhana. Wanita itu bekerja sebagai kasir minimarket dan sebagian besar gajinya dipakai membantu kebutuhan keluarganya sendiri.

Bahkan waktu lamaran kemarin, keluarga Gavin memberikan uang panai sampai enam puluh juta. Jumlah yang sebenarnya cukup besar untuk mengadakan acara pesta pernikahan di rumah, bukan di gedung. Dan sekarang mereka malah membeli baju pengantin mahal.

“Kenapa?” tanya Anggun saat melihat Kartika tiba-tiba diam melamun.

Kartika menghela napas pelan. “Aku cuma kepikiran aja,” gumamnya sambil mengusap kepala Kaivan yang sedang sibuk makan.

“Kalau uang panai dipakai beli baju mahal, nanti biaya pesta mereka cukup enggak?”

Anggun menjawab santai tanpa merasa masalah besar. “Mereka beli gaun yang tujuh juta.”

Kartika langsung memijat pelipisnya pelan. Tujuh juta, hanya untuk baju pengantin. Dadanya mendadak terasa sesak. Ia tahu persis bagaimana keluarga Deva. Kalau nanti uang mereka kurang untuk pesta atau kebutuhan setelah menikah, ujung-ujungnya pasti Deva lagi yang dimintai bantuan. Dan itu berarti uang rumah tangganya lagi yang akan dikorbankan.

“Ya Tuhan ...!” gumam Kartika lirih. Ia bahkan tidak tahu harus merasa kesal atau heran sekarang.

Kadang Kartika benar-benar bingung. Kenapa keluarga suaminya selalu hidup seolah ada Deva yang akan membereskan semuanya?

“Semoga saja Deva segera sadar,” kata Anggun merasa kasihan kepada temannya yang sekarang sering makan hati.

“Iya. Sebenarnya bukan hanya Mas Deva saja yang sadar. Tapi, semua keluarganya juga harus sadar dan tahu diri, jangan apa-apa dilimpahkan kepada anak sulung,” balas Kartika kesal.

“Kalau begitu mertua dan ipar-iparmu harus kasih paham!” Anggun tertawa lepas.

1
Cia Sanu
luar biasa
Sweet Heart
Semoga Tidak Ada Orang Ketiga Yang Hadir Diantara Deva Dan Kartika
Yanrina Savitri
Suami yg mendzolimi istri sendiri dgn cara nengurangi hak istri utk orang lain walaupun saudaranya sendiri , adalah suami dzolim. Nnt dia akan dihisab dihari penghisaban
Ari Sawitri
udah kamu pindah aja ke kota Kartika tp jangan beritahu keluarga kamu Deva. klu mau bantu orang tua bayar cicilan rumah cukup di TF tiap bulan. klu smp Keluarga Deva tau Kartika orang kayak pasti mereka nempel lagi kayak lintah 😅😅😅. dasar jiwa benalu mereka semua 😔
Ari Sawitri
harusnya dr dulu kamu sharing dg temen yg bs kamu percaya yg bs kasih kamu masukkan. bukan setelah anak istri pergi br kamu minta saran 🤔😕🤨 ..
Ika Yanti Unyil
ceritanya keren thor.mengangkat kehidupan rumah tangga sehari hari yang melibatkan perasaan dengan sentuhan berbeda.dan alur yg diambil juga tidak sama dengan kebanyakan cerita.banyak nasihat yang terselip.setiap bab panjang dengan kata kata dan alur yang tidak membosankan.
terimakasih atas bacaannya yg bagus thor
terus semangat berkarya thor 🥰🥰❤️❤️
Nick: mampir kk hehe ke chat story aku dong 🙏🙏
total 2 replies
lili Permatasari
/Rose//Rose//Rose/
Tismar Khadijah
baru nemu cerita keren gini
🌸 Sunshine 🌸: ❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
Lisa sari katriani
Karya yang bagus thor 👍

Halo kakak2, jangan lupa mampir ya dikarya pertamaku
Judul : janji yang kau ingkari

Terimakasih 🙏
Lisa sari katriani
Semangat thor 💪

Temen2 dukung dan baca juga karya pertamaku
Judul : janji yang kau ingkari

Terimakasih 🙏
Raisha
motor model baru ya kak Santi,kok ada pintunya?🤭😂😂...pakai jaket & helm tp kok bukain pintu pas anaknya kluar dari skolah?🤔🤔
Partini Minok Nur Maesa
sebenarnyA tika baik.aku yakin klo klg deva baik.tanpa diminta pun pst dibantu
Partini Minok Nur Maesa
jual aja rumahnya
Partini Minok Nur Maesa
katanya tika punya saham dipsrusahaan t4 kerja deva tp kok ksejanya dit4 rangga
🌸 Sunshine 🌸: Perusahaan Rangga itu perusahaan keluarga Kartika juga.
Kalau perusahaan tempat Deva kerja, Kartika hanya punya saham di sana.
Beda kota lagi, kedua perusahaan itu.
total 1 replies
Bakulgeblek
hlah, perkara begini saja gk bisa mikir, kok berani2nya nikah...???? oealah va...va...
ngocok ae mas, rasah mbojo sik...🤣🤣🤣
Bakulgeblek
mulia kali dirimu dek...dek...
Bakulgeblek
sudahlah, cerai saja drpd jadi dosa...
Bakulgeblek
aku wong lanang we milu mencak2...
model lanangan aswwww ngunu kui...
Bakulgeblek
kwapokmu kapan....
rasakno... jingux...
4,5???
woiii jatah hepi2 bojoku diluar urusan rumah tangga dan anak wae minim 2jt...
Bakulgeblek
tugase suami....!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!