" Halo, Frank. Segera cari informasi apa yang sedang terjadi dengan Lens Braxton ! "
" Segera, Frank ! " Han Liu mengulang perintahnya.
Frank Ortiz adalah orang kepercayaan Alexander Moralez yang berada di kota yang sama dengan Lens Braxton. Tidak banyak yang tahu jika Frank Ortiz adalah orang Alexander Moralez. Karena memang Frank Ortiz dalam penyamaran sebagai warga sipil biasa, seorang pengerja di sebuah perusahaan milik Ocean Blue.
Tangan Han Liu mengepal erat. Sepertinya musuh mulai bermunculan kembali.
Han Liu mulai mengkoordinir orang - orang yang ditempatkannya di markas - markas musuh. Mereka bergerak dibawah, artinya hanya sebagai spy - pengintai atau mata - mata yang hanya bertugas mengawasi jalannya kegiatan lawan bisnis Alexander Moralez.
Han Liu kembali melanjutkan aktivitasnya. Ada beberapa pekerjaan yang terbengkalai dan belum tersentuh sama sekali.
Kring. Kring ... .
Bunyi ponsel terdengar kembali. Han Liu tampak mengabaikan panggilan tersebut.
***
Di bagian lain ditepi sungai, dipinggir hutan milik keluarga Arzallane, beberapa orang penjaga perbatasan yang sedang berkeliling memantau perbatasan menemukan seorang gadis yang tersangkut pohon yang tumbang.
" Bagaimana, apakah benar ini gadis yang Tuan Besar cari ? " Seorang penjaga mengamati seorang gadis yang terseret arus sungai.
Para penjaga menemukan tubuh Kinara saat hampir petang. Tubuh Kinara tersangkut di batang pohon yang tumbang melintang ke tengah sungai.
Dengan susah payah para penjaga mengevakuasi tubuh Kinara yang tersangkut di batang pohon yang tumbang.
Seorang penjaga menatap miris, melihat kondisi Kinara.
" Tidak mungkin selamat jika terseret dari atas Nick, air terjun itu cukup tinggi dan berarus deras. " seorang penjaga memprediksi kondisi Kinara yang tampak pucat dan kaku.
" Apakah ini mayat gadis yang dicari Tuan Besar, Nick ? " seorang penjaga lain bertanya kepada temannya setelah berhasil menarik tubuh Kinara ke pinggir.
" Kita bawa ke pos. Dan panggil Dokter. " ucap seorang yang dipanggil Nick sambil mengangkat tubuh Kinara berjalan mengitari sungai untuk kembali ke pos penjagaan.
" Hubungi Sekretaris Han saja. Supaya kita tahu apakah ini benar gadis yang dicari atau bukan ? " suara penjaga lain menyela.
" Kalau hanya gadis biasa tidak perlu kita bersusah payah menolongnya. Mungkin dia memang berniat bunuh diri. " lanjutnya lagi.
" Diamlah, Noah ! " Nick mendengus kesal.
" Kalau orang mau bunuh diri, ya tidak perlu ditolong, Nick. Kurang kerjaan. Membuang tenaga. " ujar Noah Butterman lagi.
Noah Butterman memang seorang penjaga yang hampir tidak punya empati sama sekali dengan sesama. Kehidupan kerasnya di dunia gelap hampir - hampir membunuh semua perasaannya. Noah Butterman akan mudah membunuh, menyiksa tanpa rasa bersalah sama sekali. Wajah dingin dan kaku, padahal wajahnya cukup tampan dengan rahang kokoh yang maskulin.
" Nick, Kau hanya buang waktu. Gadis bodoh. Bunuh diri koq tanggung. " rutuk Noah lagi.
Nick Rogers hanya sesekali melirik temannya dengan ekor matanya.
" Diamlah, Noah ! Kalau Kau berisik lebih baik Kau yang gendong gadis ini. " Nick Rogers marah karena terus mendengar Noah mengomel tak jelas. Tangan kokohnya menyerahkan tubuh Kinara begitu saja di bahunya.
Dengan gelagapan Noah menerima tubuh Kinara yang sudah sedingin es. Tubuhnya bereaksi aneh ketika menerima tubuh lembut khas wanita.
" Kurang ajar Kau Nick, aku tidak mau. " Noah hampir melempar tubuh Kinara ke tanah.
Noah Butterman adalah seorang anti wanita. Dalam sebagian hidupnya, sejak bekerja kepada Tuan Besar Alexander Moralez Arzallane tidak pernah hidupnya bersinggungan langsung dengan wanita. Setiap ada wanita, Noah Butterman akan menghindar atau pergi menjauh.
" Jika sampai terluka wanita Tuan Besar, Kau tahu akibatnya Noah. " Nick mengingatkan dengan licik. Senyum smirknya tercetak diujung bibirnya.
Ini cara membuat Noah tidak menggerutu tak jelas. Syukurin. batin Nick Rogers menang.
Noah Butterman diam. Tangan kokohnya kembali membetulkan letak tubuh Kinara dalam gendongannya yang hampir merosot jatuh.
Jalan setapak semakin gelap. Hanya cahaya bulan dan senter yang lamat - lamat menerangi langkah mereka kembali ke pos penjagaan.
Jalan sedikit terjal dengan bebatuan dan tanah yang licin sehabis hujan. Apalagi mereka harus menaiki bukit untuk bisa kembali ke pos penjaga.
Para penjaga memang sering berpatroli disepanjang tepi sungai dengan berjalan kaki. Mereka khusus menjaga perbatasan supaya tidak ada orang luar yang menerobos masuk ke area mansion keluarga Arzallane melalui sungai.
Dan para penjaga adalah orang - orang bertangan dingin, tanpa kenal rasa belas kasih, mereka mudah membunuh untuk orang - orang yang nekad menerobos masuk area hutan di wilayah tanah keluarga Arzallane. Karena hutan itu termasuk hutan terlarang bagi orang luar.
Satu jam kemudian mereka sampai di pos penjaga.
Noah Butterman meletakkan tubuh Kinara di sofa.
Nick Rogers menarik sebuah selimut besar untuk menutupi tubuh Kinara yang ternyata hampir mempertontonkan lekuk tubuh mulusnya karena baju yang basah.
Wajah Kinara putih pucat dengan tubuh sedingin es.
Tak beberapa lama, Nick menghubungi Sekretaris Han Liu.
Kring. Kring.
Kring. Kring.
Bunyi ponsel kembali terdengar. Dengan malas, Han Liu meraih ponsel dan menerima panggilan.
" Selamat malam Sekretaris Han, Saya penjaga di perbatasan Sungai, saya menemukan seorang gadis yang hanyut di sungai. Sepertinya kondisinya buruk. Wajah pucat, tubuh dingin dan semua bagian tubuhnya penuh luka. Tapi masih ada denyut nadinya dan sangat lemah ... . " Nick Rogers, seorang penjaga perbatasan melaporkan penemuannya dengan terperinci kepada Han Liu.
" Bawa ke mansion utama. Dokter akan segera datang. " ucap Han Liu memerintah.
" Segera, Sekretaris Han. Selamat malam. "
***
Han Liu meletakkan ponselnya kembali dan tersentak ketika mendapati Alexander sudah duduk di tepi ranjang.
" Kau sudah menemukan Kinara, Han ? Dimana dia ? " tanys Alexander Moralez antusias sambil melepas selang infus di pergelangan tangannya dan berusaha bangkit dari ranjang untuk berdiri.
" Tuan ! " Han Liu tergopoh - gopoh mencoba menghentikan Tuan Besarnya untuk melepaskan infus dan yang akan beranjak dari ranjang.
" Istirahatlah Tuan, biar saya yang urus gadis itu. " Han Liu mencoba menenangkan Alexander Moralez yang tampak khawatir.
Tangan kanan Alexander Moralez menepis Han Liu.
" Bawa Aku kembali, Han ! " suara Alexander Moralez tampak tidak sabaran ingin segera pulang ke mansion.
" Tuan, Anda masih belum sehat. Anda baru saja bangun dari koma, Tuan. " Han Liu mencoba mengingatkan.
" Kau diamlah, Han ! Cerewet sekali seperti perempuan saja. " Alexander berusaha berjalan walau dengan sempoyongan.
Wajah Alexander Moralez dingin tampak tak peduli dengan kondisi kesehatannya.
Nampak Alexander Moralez meringis tertahan saat mencoba menggerakan bahu kirinya.
Efek obat masih terasa. Rasa pening kembali menyerang sehingga tubuh Alexander Moralez tampak goyah.
" Tuan. " Han Liu meraih tubuh Alexander Moralez yang mulai oleng hampir jatuh.
Alexander Moralez menepis tangan Han Liu. " Aku bisa sendiri. "
" Bawa Aku keluar dari tempat ini, Han ! Kau tahu Aku tidak suka bau Rumah Sakit. " lanjut Alexander Moralez.
" Kau mau kemana, Lex ? " Dokter Ryan Juville menerobos masuk dan mendorong tubuh Alexander Moralez untuk duduk kembali ke ranjang.
" Sialan Kau, Ryan. " Alexander membalas Dokter Ryan sengit.
Dokter Ryan Juville terdorong ke belakang.
Dengan marah Dokter Ryan Juville kembali mendorong tubuh Alexander kembali.
" Mana ada pasien ngeyel kayak kamu, Al. " Dokter Ryan jengah dan menggerutu dengan logat Indonesianya.
" Hah, apa ? " Alexander bertanya. Keningnya berkerut.
" Duduk dan diamlah ! Jahitanmu terbuka, Al. " Dokter Ryan Juville menekan tubuh Alexander Moralez untuk duduk kembali di ranjang.
" Cepatlah, Landak jelek ! Aku tidak nyaman di sini. " Alexander Moralez menekan suaranya karena marah.
👉 bersambung.
👉 Tolong tetap dukung author dengan rate, like, coment positif dan vote ya. Terima kasih 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 123 Episodes
Comments
Devi Handayani
udah mau nyosor kinara lagi si monsta.......inget sakit bung😁😁😁😁
2023-01-30
0
⏤͟͟͞Re❦︎ off✦ꫝ꠹ ᵇᵃˢᵉ🎯🍇🐊
ada bau bau yg bikin❤️❤️
2022-05-07
2
KetrriNa Fahrani
like..
2022-05-01
3