Dengan sekali hentakan tubuh kecil Kinara terguling ketika Tuan Besar menghempaskannya dengan kasar ke lantai.
Dengan menghentak Tuan Besar Alexander Moralez berdiri tegap. Tangannya mengibaskan celana dan kemejanya, seakan ada beribu kuman yang sedang menempel ditubuhnya.
Kalung liontin Kinara yang terkait pada kancing kemeja Alexander Moralez, patah.
Wajah Kinara memucat, melihat benda kesayanganya patah. Kalung emas putih dengan berlian kecil seorang balerina yang sedang menari adalah peninggalan satu - satunya dari ibunya Nyonya Margareth Tobiaz yang masih Kinara simpan.
Sejak ayahnya menikah lagi dengan Nyonya Briggita, semua barang ibunya dibuang entah kemana. Entahlah. Kinara tidak mengingatnya dengan baik.
Sang Ayahpun tidak pernah melarang tindakan Nyonya Briggita, yang sering menyakiti tubuh kecil Kinara.
Kinara menggelengkan kepalanya berulang - ulang. Pening dikepalanya berdenyut lagi.
Ada potongan ingatan yang samar - samar terlintas dalam pikirannya yang membuatnya histeris.
" Tiiidaaaaakkkk !!! "
Kinara berteriak histeris dengan memegang kepalanya. Nafasnya mulai tersengal - sengal kembali. Tubuh kurusnya kembali luruh di lantai.
Kaget dengan reaksi Kinara yang berteriak histeris, tubuh tegap, tinggi besar itu menghampiri Kinara yang sudah pingsan dua kali.
Ujung sepatu Tuan Besar menendang perlahan tubuh kecil yang meringkuk tak sadarkan diri.
Alexander Moralez menepuk pipi Kinara beberapa kali.
Merasa tidak ada pergerakan sama sekali, tanpa sadar tubuh tegap Tuan Besar sudah berjongkok disisi Kinara. Menyelipkan kedua tanganya di belakang bahu dan pahanya, dan mengangkat, membawanya ke atas ranjang.
Sadar sudah menyentuh benda aneh yang masuk dalam kategori benda berkuman Tuan Besar segera menghempaskan tubuh Kinara begitu saja di atas ranjang.
Yah Tuan Besar Alexander Moralez Aezallane pengidap OCD akut yang tidak bisa bersentuhan dengan orang lain. Mainan yang biasa Tuan Besar pakai pun selalu bernasib tragis setelah menyentuhnya.
OCD atau bisa disebut sebagai Obssesive Compulsive Disorder merupakan sebuah gangguan mental yang dapat dialami oleh siapa saja. Biasanya muncul sebagai akibat dari ketakutan atau kekhawatiran yang berlebihan seperti khawatir akan kebersihan dan cemas akan terpapar kuman yang menyebabkan penyakit. Sering disebut penggila kebersihan.
Rasa cemas dan khawatir itu sangat wajar tetapi jika terjadi pengulangan tindakan dan kewaspadaan yang berlebihan akan menjadi gangguan mental.
Dan itulah yang terjadi pada Tuan Besar Alexander Moralez. Rasa jijik bersentuhan dengan lawan jenis merupakan kelemahan yang sangat sulit dilepaskan. Sehingga ketika perasaan jijik itu muncul saat atau sedang bersentuhan dengan orang lain akan menimbulkan sifat psikopatnya muncul ke permukaan, dan hal ini akan berakibat pada keinginanya untuk menghabisi semua hal yang bagi Tuan Besar Alexander Moralez merupakan hal yang menjijikan.
Miris. Karena sebenarnya di usianya yang sudah cukup matang untuk berkeluarga sosok Tuan Besar tidak pernah menunjukkan rasa ketertarikan pada seorang wanita. Baginya wanita hanya pemuas *****, setelah selesai memakainya harus segera dibersihkan.
Pemakaian yang digunakan Tuan Besar ini hanya pemakaian searah bahwa hanya Dirinyalah yang akan dipuaskan setelah merasa puas bahkan ketika belum mencapai ******* pun jika rasa jijik muncul dengan tanpa rasa belas kasihan Tuan Besar akan bebas melakukan apa saja. Mencambuk, melukai dengan banyak alat atau bahkan membunuh, dilakukannya dengan sangat kejam.
Bodohnya banyak wanita dengan sukarela menyerahkan tubuh dan nyawanya kepada sang Tuan Besar.
Wajah yang tampan, rahang yang kuat, dengan tubuh yang tinggi tegap menjadi magnet penarik bagi kaum hawa.
Sang Tuan Besar kembali menelusuri wajah pucat yang terhempas di atas ranjang. Tanpa sadar tangan kanannya menyusuri garis wajah gadis itu dan berhenti tepat diatas bibir merah muda.
Percikan gairah memanas dalam darahnya. Ujung jarinya bergetar sebentar masih sambil menyusuri tepi bibir itu.
Ingatan Tuan Besar kembali pada sensasi aneh saat mendekap tubuh Kinara. Harum tubuhnya, lekuk pinggulnya dan ... .
" Arrggghhh ... . " Tuan Besar mendesis dengan mengatupkan giginya. Ada perasaan dan sensasi aneh yang menjalar di aliran darahnya yang coba ditahannya.
Perasaan dan sensasi aneh ini baru pertama kali dirasakannya. Rasanya ingin mencicipi manisnya bibir merah muda itu lagi dan menikmati setiap jengkal tubuhnya.
" Sialan. Ini racun yang mematikan. " Tuan Besar Alexander Moralez mencoba mengalihkan pikirannya ketika tanpa sadar telah menggigit kecil bibir mungil gadis itu.
Sesapan yang tertinggal masih terasa manis di ujung bibirnya. Sedikit tersenyum, dan menjilat ujung bibirnya untuk mencecap rasa manis yang masih tertinggal. Ada sedikit senyum tersungging di ujung bibirnya.
" Hhmm ... lumayan, manis, " Tuan Besar Alexander Moralez bergumam sambil melangkah pergi meninggalkan ruangan dimana Kinara terbaring tak sadarkan diri.
Tuan Besar Alexander Moralez menutup pintu perlahan. Senyumnya tak juga hilang dari wajahnya.
Han Liu yang masih berdiri berjaga di depan pintu kaget melihat senyum itu.
Dalam sepanjang hidup mengikuti Tuan Besar Alexander Moralez Arzallane belum pernah sekalipun ia dapati Boss besarnya itu tersenyum.
Wajah dingin atau seringai licik penuh kebuasan khas Seorang Mafia Besar yang biasa Ia dapati. Bukan senyum manis seperti sekarang ini. Saat santai pun hampir - hampir tidak pernah tersenyum.
" Tidak tersenyum saja sudah digilai para wanita apalagi jika tersenyum begini, akupun jika seorang wanita akan jatuh hati, " tanpa sadar Han Liu bergumam lirih sambil ikut tersenyum.
" Jika Kau masih tersenyum seperti orang bodoh, timah panas ini akan bersarang di otakmu, Han. " Suara Tuan Besar Alexander Moralez menggelegar memecah lamunan Han Liu, tangan kirinya sudah menodongkan moncong pistol tepat di depan kepala Han Liu.
Han Liu tersentak kaget.
" Maaf, Tuan. " Ujarnya cepat.
" Minta dokter perempuan untuk khusus menangani gadis itu, dan seorang maid perempuan khusus untuk merawat dan menjaganya. Siapkan juga koki terbaik dan ahli gizi, gadis itu terlalu kurus, tidak nyaman untuk dipeluk. Jaga dan pantau keadaannya. Jangan lengah ! " suara Tuan Besar Alexander Moralez memberikan perintah terperinci. Padahal belum pernah sekalipun Ia dengan sadar akan memperhatikan dengan detil barang mainannya.
Han Liu tersenyum samar. Dirinya paham jika Boss Besarnya mulai tertarik dengan seorang gadis.
" Jika Kau masih tersenyum bodoh lagi, Aku tidak segan mengeluarkan isi otakmu Han. " ujar Alexander Moralez dengan kasar mencoba menyembunyikan nada lembut pada suaranya tadi.
Han Liu sekali lagi tergagap Senyum samarnya terbaca oleh ekor mata Tuan Besarnya
" Maaf, Tuan ! "
" Tolong siapkan air mandi, Han ! Terlalu banyak kuman hari ini. " Bersihkan semua ruangan yang penuh kuman itu ! Pastikan benar - benar bersih, termasuk gadis itu. Aku tidak mau ada bekas tangan laki - laki lain yang masih menempel ditubuhnya, "
" Termasuk jarimu Han, " lanjut Tuan Besar. Suara beratnya mengintimidasi Han, mengingatkan Han Liu bahwa tidak ada tempat yang tidak diketahui Sang Tuan Besar, termasuk apa saja yang sedang dikerjakan anak buahnya diseluruh penjuru manshion mewah ini. Bahkan pikiran pun dengan mudah terbaca oleh Sang Tuan Besar.
" Bersihkan semua kuman - kuman, Han ! " Tuan Besar Alexander Moralez kembali berucap mengingatkan. Sudah berapa kali Tuan Besar Alexander Moralez mendapati Sekretarisnya ini melamun dan sesekali tersenyum samar.
Setali Tiga uang dengan Sang Tuan Besar, Han Liu pun adalah seorang yang dingin dan kejam. Bedanya Sang sekretaris masih bisa tertawa dan tersenyum ketika mendapati lawan - lawanya mengeluh kesakitan.
Dan kuman yang dimaksud Tuan Besar adalah Jefri Arkanzaz penjilat ulung yang meghalalkan segala cara untuk mendekatinya supaya bisa mencicipi sedikit ketenaran dari nama besarnya.
👉 Bersambung
👉 Tetap dukung author ya dengan rate bintang lima, like, coment positif dan vote gratisnya ya ! Terima kasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 123 Episodes
Comments
Taryumi 2003
merasa punya penyakit gituan, ga ush pakai pakai wanita lah...
2025-02-25
0
Huang Lee
wow....ngakak
2023-03-08
1
Jeng Anna
Waduhh ada indikasi sadomasokis juga kah
2022-11-30
1