Bab 15 : Keputusan besar Andini

Setelah selesai berdebat, suasana mobil menjadi sangat sepi. Saking heningnya suasana tersebut, Andini yang berkepribadian keras dan pantang mengalah, mulai terpikirkan kata kata Hansen.

'Hubungan ini tak bisa dipertahankan lagi,'

Saat baru sampai di depan rumah, Andini yang baru keluar dari mobil dan mengikuti langkah kaki Hansen, berinisiatif memulai percakapan dengan berkata, "Kita akhiri saja hubungan palsu ini,"

"Apa katamu!?" Hansen terkejut bukan main akan keputusan mendadak Andini.

"Seperti katamu, reputasiku akan buruk jika pergi dengan pria lain saat masih bersamamu. Jadi agar aku dapat menjalin hubungan asli dengan pria lain, maka kita harus mengakhiri hubungan palsu ini," Andini menatap Hansen dengan serius, tak ada keraguan sedikitpun dalam kata katanya.

"Bukankah kontraknya berlaku selama lima tahun?"

"Kita bahkan baru menjalani hubungan ini selama beberapa bulan, kenapa kau tiba tiba ... " belum sempat Hansen mengucapkan sanggahannya, Andini segera memotong pembelaan Hansen dengan berkata, "Untuk itu, aku akan memberikan sejumlah uang sebagai kompensasi."

"Dengan uang itu, aku jamin bahwa kau akan sanggup membiayai pengobatan adikmu selama lima tahun,"

'Ini adalah berita bagus karena aku bisa lepas dari hubungan palsu ini, tapi entah mengapa batinku terasa begitu sakit saat Andini mengatakannya dengan begitu jelas. Sejak awal, aku menikahinya hanya untuk membiayai pengobatan adikku, lalu ... kenapa aku merasa enggan untuk berpisah dengannya?' Hansen terdiam dengan hati hancur dan tak dapat ia mengerti.

"Ini adalah surat perceraian yang telah kutandatangani, aku sudah menyiapkannya sejak pernikahan palsu kita dimulai, dan selalu membawanya kemana mana di dalam tasku untuk berjaga jaga akan situasi seperti ini," Andini memberikan surat cerai yang telah dia tanda tangani ke tangan Hansen tanpa rasa ragu.

Kreattt!!! diluar dugaan Andini, Hansen merobek surat cerai tersebut tanpa pikir panjang.

"Kau ... kau tak boleh menceraikanku dengan cara seperti ini!"

"Aku tak terima jika harus bercerai untuk menyerahkanmu kepada selingkuhanmu!" Hansen berteriak tanpa berpikir.

"Apa maksud ucapanmu!"

"Sudah untung aku berniat untuk memberimu kompensasi, dan telah melupakan apa saja yang telah kau lakukan tempo lalu!"

"Beraninya kau mengharapkan langit setelah mendapatkan bumi!"

"Ingatlah statusmu Hansen pratama!"

"Tak peduli seberapa dekat kita selama ini, kau hanyalah seorang pria yang kubayar untuk melakukan hubungan palsu!" Andini membentak Hansen dengan penuh emosi. Dia segera berjalan mendahului Hansen dengan kesal.

"Andini Wisnu, kau boleh membentak dan menghinaku sesukamu, dan aku berjanji akan menerima semua hinaan itu dengan diam. Tapi jika kau berharap untuk mengakhiri hubungan ini ... , akan kupastikan bahwa itu tidak akan pernah terjadi!" teriak Hansen yang larut dalam emosinya.

Mendengar pernyataan Hansen, Andini segera menghentikan langkahnya dan berkata, "Tak peduli seberapa keras kau mencoba untuk mempertahankan hubungan ini, aku pasti akan menemukan cara untuk mengakhirinya,"

"Dan satu hal lagi, Kau bilang aku menceraikanmu karena ingin selingkuh dengan pria lain?"

"Camkan ini baik baik, Hansen pratama!"

"Perceraian kita terjadi bukan karena perselingkuhanku, melainkan karena ketidak mampuanmu dalam membahagiakan seorang istri!"

"Pria tak berguna sepertimu, sebaiknya sadar diri,"

Andini pergi meninggalkan Hansen dan segera masuk ke rumahnya. Hati Hansen terasa hancur saat itu, bahkan alam pun turut menangis hingga membasahi seluruh tubuhnya.

Tik tik tik , hujan perlahan semakin deras.

"Huaaaaa!!!" Hansen berteriak kesal dibalut rintikan hujan. Hatinya begitu hancur hingga tak memiliki niatan untuk menyingkir dari terpaan hujan deras.

Dalam suasana hati yang hancur itu, Hansen disadarkan oleh sebuah ringtone ponselnya.

Dan menyadari bahwa saat itu, dia telah melupakan sesuatu.

'Gadis malang itu pasti sedang kebingungan mencari cara untuk pulang sekarang, aku harus segera kembali ke kafe untuk menyelesaikan pekerjaanku,' Hansen segera masuk ke dalam mobilnya untuk menjemput pelanggan yang sempat dia lupakan karena emosi pribadi.

Sesampainya di kafe, Hansen segera turun dari mobil dan masuk ke dalam kafe. Melihat ke kanan dan ke kiri untuk mencari pelanggannya, dan malah berakhir berpapasan dengan Herry Wijaya.

"Kau kembali untuk gadis bodoh itu?" ucap Herry Wijaya sembari menunjuk ke meja paling pojok dimana pelanggan Hansen sedang menangisi nasibnya.

Hansen menoleh ke arah yang ditunjuk Herry Wijaya dan segara bernapas lega. 'Syukurlah dia masih baik baik saja,'

"Terimakasih karena telah memberi tahuku dimana gadis itu, dan ... ," saat Hansen ingin menyelesaikan kalimatnya, Herry Wijaya memotong ucapannya dengan berkata, "Dan?"

"Menjauhlah dari istriku!" tegas Hansen sembari menatap tajam wajah Herry Wijaya dengan tatapan permusuhan. Setelah mengungkapkan apa yang ingin dia katakan, Hansen pun pergi meninggalkan Herry Wijaya.

"Istri?"

"Istri yang mana?"

"Apakah wanita bodoh yang ingin kau jemput itu, atau ... istri dari hubungan palsumu?" ledek Herry Wijaya dengan tersenyum sinis.

Hansen menghentikan langkahnya, membalikkan badan dan berkata, "Bagaimana bisa kau tahu hubungan kami?"

"Andini lah yang menceritakan segalanya kepadaku, katanya kau sangatlah keras kepala dan sering bertindak seperti suami asli. Padahal dia selalu menyinggung status hubungan palsu kalian. Mungkinkah kau menyukai istri palsumu, tuan tak berguna?" ledek Herry Wijaya dengan sinis.

"Cih," Hansen segera pergi meninggalkan Herry Wijaya tanpa membalas hinaannya, dia terpaksa mengalah dan terdiam membisu karena yang dikatakan oleh Herry Wijaya memanglah fakta.

'Kenapa kau begitu hobi mengumbar status asli dari hubungan kita, Andini!' Ini bukan pertama kali bagi Hansen mendapati Andini membongkar status asli pernikahan mereka. Padahal di dalam kontrak tersebut, tertulis jelas akan larangan membongkar status pernikahan, dan Andini sendiri yang menulis aturannya.

 

Terpopuler

Comments

Yudi 69

Yudi 69

lemah lakinya

2024-08-26

0

Agustina Mose

Agustina Mose

itulah kekayaan yang membutakan hati manusia dan uang tidak bisa beli kebahagiaan

2022-09-04

0

Imam Sutoto Suro

Imam Sutoto Suro

woow lanjutkan thor

2022-08-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Kejadian yang tak direncanakan
2 Bab 2 : Situasi yang mendesak
3 Bab 3 : Melamar sebuah pekerjaan
4 Bab 4 : Terjebak di lubang yang sama
5 Bab 5 : Rencana Andini
6 Bab 6 : Menghancurkan David dan semua bawahannya
7 Bab 7 : Kembali ke rumah
8 Bab 8 : Hari pertama bekerja
9 Bab 9 : Pembelaan Hansen
10 Bab 10 : Harga dari melawan seorang bos besar
11 Bab 11 : Timbul sedikit rasa
12 Bab 12 : Di tendang dari lingkaran penjaga keamanan
13 Bab 13 : Hansen dan pekerjaan barunya
14 Bab 14 : Tertangkap basah
15 Bab 15 : Keputusan besar Andini
16 Bab 16 : Hati yang hancur
17 Bab 17 : Rasa bersalah
18 Bab 18 : Terjebak
19 Bab 19 : Salah sangka
20 Bab 20 : Singa yang terbangun
21 Bab 21 : Pria yang misterius
22 Bab 22 : Emosi Hansen
23 Bab 23 : Dendam lama
24 Bab 24 : Kembali ke markas
25 Bab 25 : Menghadap Jenderal Besar
26 Bab 26 : Keadaan militer sejak kepergian Hansen
27 Bab 27 : Kegundahan Jenderal Fahar
28 Bab 28 : Menemui Zaskia
29 Bab 29 : Gerakan Scorpion
30 Bab 30 : Amelia Wisnu yang tersadar
31 Bab 31 : Kedekatan Hansen dan Amelia
32 Bab 32 : Dion Raharja
33 Bab 33 : Hansen dan masa lalunya
34 Bab 34 : Pencarian kawan lama
35 Bab 35 : Menghadap pemimpin kelompok Scorpion
36 Bab 36 : Gerakan kelompok peniru
37 Bab 37 : Serangan di gedung putih
38 Bab 38 : Ambil alih
39 Bab 39 : Wajah asli sang peniru
40 Chapter 40 : Pertemuan di istana merdeka
41 Chapter 41 : Deklarasi Hansen
42 Chapter 42 : Misteri kematian palsu
43 Chapter 43 : Kabar dari sang Jenderal
44 Chapter 44 : Rencana Number
45 Chapter 45 : Kebenaran yang telah lama tersembunyi
46 Chapter 46 : Emosi yang tak terbendung
47 Chapter 47 : Shelter
48 Chapter 48 : Shelter 2
49 Chapter 49 : Shelter 3
50 Chapter 50 : Kabar berita
51 Chapter 51 : Kesalah pahaman Andini
52 Chapter 52 : Kepala keluarga Wisnu
53 Chapter 53 : Kedatangan Mr W
54 Chapter 54 : Di balik kacamata Mr W
55 Chapter 55 : Pertemuan keluarga
56 Chapter 56 : Perdebatan di jamuan makan siang
57 Chapter 57 : Bicara empat mata dengan Mr W
58 Chapter 58 : Kembalinya Hacking Eagle
59 Chapter 59 : Tantangan dari pemilik lencana perak
60 Chapter 60 : Theo vs Andrew Julian
61 Chapter 61 : Teknologi rahasia Number
62 Chapter 62 : kejahilan yang berakhir petaka
63 Chapter 63 : Zaskia Arista
64 Chapter 64 : Andini Wisnu dan Herry Wijaya
65 Chapter 65 : Kesalahan langkah Amelia Wisnu
66 Chapter 66 : Murka Mr W
67 Chapter 67 : Mengungkap masa lalu
68 Chapter 68 : Kemalangan Zaskia
69 Chapter 69 : Adi Wijaya dan masa lalunya
70 Chapter 70 : Nasib Weapon Eagle
71 Chapter 71 : Kedatangan Theo
72 Chapter 72 : Kedekatan Theo dan Mr W
73 Chapter 73 : Menuju Battle Holder resmi pertama Hansen
74 Chapter 74 : Duduk dan bersiap
75 Chapter 75: Hansen Vs Marsekal Leo
76 Chapter 76 : Hansen Vs Marsekal Leo part 2
77 Chapter 77 : Pertemuan yang tak direncanakan
78 Chapter 78 : Perburuan Demon Eagle
79 Chapter 79 : Keputusan Demon Eagle
80 Chapter 80 : Musuh bebuyutan Law Breaker
81 Chapter 81 : Menemui Mr W
82 Chapter 82 : Penculikan besar besaran
83 Chapter 83 : Berbicara empat mata dengan Mr W
84 Chpater 84 : Masa Lalu Number One
85 Chapter 85 : Jebakan untuk Andini dan Hansen
86 Chapter 86 : Mengejar Andini
87 Chapter 87 : Penyergapan Weapon Eagle
88 Chapter 88 : Hansen vs Weapon Eagle
89 Chapter 89 : Musuh tersembunyi
90 Chapter 90 : Menyelamatkan Andini
91 Chapter 91 : Emosi yang meluap
92 chapter 92 : Puncak emosi Mr W
93 chapter 93 : Hubungan masa lalu
94 chapter 94 - nasib savior eagle
95 chapter 95 : Perang yang tak terhindarkan
96 Chapter 96 : Rasa bersalah Hansen
97 Chapter 97 : Pertarungan maut Mr W vs Adi Wijaya
98 Chapter 98 : Pertarungan maut Mr W vs Adi Wijaya part 2
99 Chapter 99 : Akhir dari perang angkatan laut vs angkatan udara
100 Chapter 100 : Koridor
101 Chapter 101 : Ilmuan gila
102 Chapter 102 : Kejadian setelah berakhirnya perang antara angkatan laut dan udara
103 Chapter 103 : Dampak setelah peperangan
104 Chapter 104 : Operasi lanjutan
105 Chapter 105 : Hasil operasi
106 Chapter 106 : Perseteruan
107 Chapter 107 : Dominasi Number
108 Chapter 108 : Identitas
109 Chapter 109 : Sampai di Shelter
110 Chapter 110 : Kondisi Cindy Pratama
111 Chapter 111 : Keputusan Hansen
112 Chapter 112 : Campur tangan pihak lain
113 Chapter 113 : Pertarungan yang tak terhindarkan
114 Chapter 114 : Pertarungan yang tak terhindarkan part 2
115 Chapter 115 : Hampir terungkap
116 Chapter 116 : Pertarungan yang tak terhindarkan bagian 3
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Bab 1 : Kejadian yang tak direncanakan
2
Bab 2 : Situasi yang mendesak
3
Bab 3 : Melamar sebuah pekerjaan
4
Bab 4 : Terjebak di lubang yang sama
5
Bab 5 : Rencana Andini
6
Bab 6 : Menghancurkan David dan semua bawahannya
7
Bab 7 : Kembali ke rumah
8
Bab 8 : Hari pertama bekerja
9
Bab 9 : Pembelaan Hansen
10
Bab 10 : Harga dari melawan seorang bos besar
11
Bab 11 : Timbul sedikit rasa
12
Bab 12 : Di tendang dari lingkaran penjaga keamanan
13
Bab 13 : Hansen dan pekerjaan barunya
14
Bab 14 : Tertangkap basah
15
Bab 15 : Keputusan besar Andini
16
Bab 16 : Hati yang hancur
17
Bab 17 : Rasa bersalah
18
Bab 18 : Terjebak
19
Bab 19 : Salah sangka
20
Bab 20 : Singa yang terbangun
21
Bab 21 : Pria yang misterius
22
Bab 22 : Emosi Hansen
23
Bab 23 : Dendam lama
24
Bab 24 : Kembali ke markas
25
Bab 25 : Menghadap Jenderal Besar
26
Bab 26 : Keadaan militer sejak kepergian Hansen
27
Bab 27 : Kegundahan Jenderal Fahar
28
Bab 28 : Menemui Zaskia
29
Bab 29 : Gerakan Scorpion
30
Bab 30 : Amelia Wisnu yang tersadar
31
Bab 31 : Kedekatan Hansen dan Amelia
32
Bab 32 : Dion Raharja
33
Bab 33 : Hansen dan masa lalunya
34
Bab 34 : Pencarian kawan lama
35
Bab 35 : Menghadap pemimpin kelompok Scorpion
36
Bab 36 : Gerakan kelompok peniru
37
Bab 37 : Serangan di gedung putih
38
Bab 38 : Ambil alih
39
Bab 39 : Wajah asli sang peniru
40
Chapter 40 : Pertemuan di istana merdeka
41
Chapter 41 : Deklarasi Hansen
42
Chapter 42 : Misteri kematian palsu
43
Chapter 43 : Kabar dari sang Jenderal
44
Chapter 44 : Rencana Number
45
Chapter 45 : Kebenaran yang telah lama tersembunyi
46
Chapter 46 : Emosi yang tak terbendung
47
Chapter 47 : Shelter
48
Chapter 48 : Shelter 2
49
Chapter 49 : Shelter 3
50
Chapter 50 : Kabar berita
51
Chapter 51 : Kesalah pahaman Andini
52
Chapter 52 : Kepala keluarga Wisnu
53
Chapter 53 : Kedatangan Mr W
54
Chapter 54 : Di balik kacamata Mr W
55
Chapter 55 : Pertemuan keluarga
56
Chapter 56 : Perdebatan di jamuan makan siang
57
Chapter 57 : Bicara empat mata dengan Mr W
58
Chapter 58 : Kembalinya Hacking Eagle
59
Chapter 59 : Tantangan dari pemilik lencana perak
60
Chapter 60 : Theo vs Andrew Julian
61
Chapter 61 : Teknologi rahasia Number
62
Chapter 62 : kejahilan yang berakhir petaka
63
Chapter 63 : Zaskia Arista
64
Chapter 64 : Andini Wisnu dan Herry Wijaya
65
Chapter 65 : Kesalahan langkah Amelia Wisnu
66
Chapter 66 : Murka Mr W
67
Chapter 67 : Mengungkap masa lalu
68
Chapter 68 : Kemalangan Zaskia
69
Chapter 69 : Adi Wijaya dan masa lalunya
70
Chapter 70 : Nasib Weapon Eagle
71
Chapter 71 : Kedatangan Theo
72
Chapter 72 : Kedekatan Theo dan Mr W
73
Chapter 73 : Menuju Battle Holder resmi pertama Hansen
74
Chapter 74 : Duduk dan bersiap
75
Chapter 75: Hansen Vs Marsekal Leo
76
Chapter 76 : Hansen Vs Marsekal Leo part 2
77
Chapter 77 : Pertemuan yang tak direncanakan
78
Chapter 78 : Perburuan Demon Eagle
79
Chapter 79 : Keputusan Demon Eagle
80
Chapter 80 : Musuh bebuyutan Law Breaker
81
Chapter 81 : Menemui Mr W
82
Chapter 82 : Penculikan besar besaran
83
Chapter 83 : Berbicara empat mata dengan Mr W
84
Chpater 84 : Masa Lalu Number One
85
Chapter 85 : Jebakan untuk Andini dan Hansen
86
Chapter 86 : Mengejar Andini
87
Chapter 87 : Penyergapan Weapon Eagle
88
Chapter 88 : Hansen vs Weapon Eagle
89
Chapter 89 : Musuh tersembunyi
90
Chapter 90 : Menyelamatkan Andini
91
Chapter 91 : Emosi yang meluap
92
chapter 92 : Puncak emosi Mr W
93
chapter 93 : Hubungan masa lalu
94
chapter 94 - nasib savior eagle
95
chapter 95 : Perang yang tak terhindarkan
96
Chapter 96 : Rasa bersalah Hansen
97
Chapter 97 : Pertarungan maut Mr W vs Adi Wijaya
98
Chapter 98 : Pertarungan maut Mr W vs Adi Wijaya part 2
99
Chapter 99 : Akhir dari perang angkatan laut vs angkatan udara
100
Chapter 100 : Koridor
101
Chapter 101 : Ilmuan gila
102
Chapter 102 : Kejadian setelah berakhirnya perang antara angkatan laut dan udara
103
Chapter 103 : Dampak setelah peperangan
104
Chapter 104 : Operasi lanjutan
105
Chapter 105 : Hasil operasi
106
Chapter 106 : Perseteruan
107
Chapter 107 : Dominasi Number
108
Chapter 108 : Identitas
109
Chapter 109 : Sampai di Shelter
110
Chapter 110 : Kondisi Cindy Pratama
111
Chapter 111 : Keputusan Hansen
112
Chapter 112 : Campur tangan pihak lain
113
Chapter 113 : Pertarungan yang tak terhindarkan
114
Chapter 114 : Pertarungan yang tak terhindarkan part 2
115
Chapter 115 : Hampir terungkap
116
Chapter 116 : Pertarungan yang tak terhindarkan bagian 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!