Setelah selesai berdebat, suasana mobil menjadi sangat sepi. Saking heningnya suasana tersebut, Andini yang berkepribadian keras dan pantang mengalah, mulai terpikirkan kata kata Hansen.
'Hubungan ini tak bisa dipertahankan lagi,'
Saat baru sampai di depan rumah, Andini yang baru keluar dari mobil dan mengikuti langkah kaki Hansen, berinisiatif memulai percakapan dengan berkata, "Kita akhiri saja hubungan palsu ini,"
"Apa katamu!?" Hansen terkejut bukan main akan keputusan mendadak Andini.
"Seperti katamu, reputasiku akan buruk jika pergi dengan pria lain saat masih bersamamu. Jadi agar aku dapat menjalin hubungan asli dengan pria lain, maka kita harus mengakhiri hubungan palsu ini," Andini menatap Hansen dengan serius, tak ada keraguan sedikitpun dalam kata katanya.
"Bukankah kontraknya berlaku selama lima tahun?"
"Kita bahkan baru menjalani hubungan ini selama beberapa bulan, kenapa kau tiba tiba ... " belum sempat Hansen mengucapkan sanggahannya, Andini segera memotong pembelaan Hansen dengan berkata, "Untuk itu, aku akan memberikan sejumlah uang sebagai kompensasi."
"Dengan uang itu, aku jamin bahwa kau akan sanggup membiayai pengobatan adikmu selama lima tahun,"
'Ini adalah berita bagus karena aku bisa lepas dari hubungan palsu ini, tapi entah mengapa batinku terasa begitu sakit saat Andini mengatakannya dengan begitu jelas. Sejak awal, aku menikahinya hanya untuk membiayai pengobatan adikku, lalu ... kenapa aku merasa enggan untuk berpisah dengannya?' Hansen terdiam dengan hati hancur dan tak dapat ia mengerti.
"Ini adalah surat perceraian yang telah kutandatangani, aku sudah menyiapkannya sejak pernikahan palsu kita dimulai, dan selalu membawanya kemana mana di dalam tasku untuk berjaga jaga akan situasi seperti ini," Andini memberikan surat cerai yang telah dia tanda tangani ke tangan Hansen tanpa rasa ragu.
Kreattt!!! diluar dugaan Andini, Hansen merobek surat cerai tersebut tanpa pikir panjang.
"Kau ... kau tak boleh menceraikanku dengan cara seperti ini!"
"Aku tak terima jika harus bercerai untuk menyerahkanmu kepada selingkuhanmu!" Hansen berteriak tanpa berpikir.
"Apa maksud ucapanmu!"
"Sudah untung aku berniat untuk memberimu kompensasi, dan telah melupakan apa saja yang telah kau lakukan tempo lalu!"
"Beraninya kau mengharapkan langit setelah mendapatkan bumi!"
"Ingatlah statusmu Hansen pratama!"
"Tak peduli seberapa dekat kita selama ini, kau hanyalah seorang pria yang kubayar untuk melakukan hubungan palsu!" Andini membentak Hansen dengan penuh emosi. Dia segera berjalan mendahului Hansen dengan kesal.
"Andini Wisnu, kau boleh membentak dan menghinaku sesukamu, dan aku berjanji akan menerima semua hinaan itu dengan diam. Tapi jika kau berharap untuk mengakhiri hubungan ini ... , akan kupastikan bahwa itu tidak akan pernah terjadi!" teriak Hansen yang larut dalam emosinya.
Mendengar pernyataan Hansen, Andini segera menghentikan langkahnya dan berkata, "Tak peduli seberapa keras kau mencoba untuk mempertahankan hubungan ini, aku pasti akan menemukan cara untuk mengakhirinya,"
"Dan satu hal lagi, Kau bilang aku menceraikanmu karena ingin selingkuh dengan pria lain?"
"Camkan ini baik baik, Hansen pratama!"
"Perceraian kita terjadi bukan karena perselingkuhanku, melainkan karena ketidak mampuanmu dalam membahagiakan seorang istri!"
"Pria tak berguna sepertimu, sebaiknya sadar diri,"
Andini pergi meninggalkan Hansen dan segera masuk ke rumahnya. Hati Hansen terasa hancur saat itu, bahkan alam pun turut menangis hingga membasahi seluruh tubuhnya.
Tik tik tik , hujan perlahan semakin deras.
"Huaaaaa!!!" Hansen berteriak kesal dibalut rintikan hujan. Hatinya begitu hancur hingga tak memiliki niatan untuk menyingkir dari terpaan hujan deras.
Dalam suasana hati yang hancur itu, Hansen disadarkan oleh sebuah ringtone ponselnya.
Dan menyadari bahwa saat itu, dia telah melupakan sesuatu.
'Gadis malang itu pasti sedang kebingungan mencari cara untuk pulang sekarang, aku harus segera kembali ke kafe untuk menyelesaikan pekerjaanku,' Hansen segera masuk ke dalam mobilnya untuk menjemput pelanggan yang sempat dia lupakan karena emosi pribadi.
Sesampainya di kafe, Hansen segera turun dari mobil dan masuk ke dalam kafe. Melihat ke kanan dan ke kiri untuk mencari pelanggannya, dan malah berakhir berpapasan dengan Herry Wijaya.
"Kau kembali untuk gadis bodoh itu?" ucap Herry Wijaya sembari menunjuk ke meja paling pojok dimana pelanggan Hansen sedang menangisi nasibnya.
Hansen menoleh ke arah yang ditunjuk Herry Wijaya dan segara bernapas lega. 'Syukurlah dia masih baik baik saja,'
"Terimakasih karena telah memberi tahuku dimana gadis itu, dan ... ," saat Hansen ingin menyelesaikan kalimatnya, Herry Wijaya memotong ucapannya dengan berkata, "Dan?"
"Menjauhlah dari istriku!" tegas Hansen sembari menatap tajam wajah Herry Wijaya dengan tatapan permusuhan. Setelah mengungkapkan apa yang ingin dia katakan, Hansen pun pergi meninggalkan Herry Wijaya.
"Istri?"
"Istri yang mana?"
"Apakah wanita bodoh yang ingin kau jemput itu, atau ... istri dari hubungan palsumu?" ledek Herry Wijaya dengan tersenyum sinis.
Hansen menghentikan langkahnya, membalikkan badan dan berkata, "Bagaimana bisa kau tahu hubungan kami?"
"Andini lah yang menceritakan segalanya kepadaku, katanya kau sangatlah keras kepala dan sering bertindak seperti suami asli. Padahal dia selalu menyinggung status hubungan palsu kalian. Mungkinkah kau menyukai istri palsumu, tuan tak berguna?" ledek Herry Wijaya dengan sinis.
"Cih," Hansen segera pergi meninggalkan Herry Wijaya tanpa membalas hinaannya, dia terpaksa mengalah dan terdiam membisu karena yang dikatakan oleh Herry Wijaya memanglah fakta.
'Kenapa kau begitu hobi mengumbar status asli dari hubungan kita, Andini!' Ini bukan pertama kali bagi Hansen mendapati Andini membongkar status asli pernikahan mereka. Padahal di dalam kontrak tersebut, tertulis jelas akan larangan membongkar status pernikahan, dan Andini sendiri yang menulis aturannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments
Yudi 69
lemah lakinya
2024-08-26
0
Agustina Mose
itulah kekayaan yang membutakan hati manusia dan uang tidak bisa beli kebahagiaan
2022-09-04
0
Imam Sutoto Suro
woow lanjutkan thor
2022-08-24
0