Bab 13 : Hansen dan pekerjaan barunya

.....

Hansen Pratama datang ke tempat kerja yang baru setelah memakai seragam designated drivernya.

Sesampainya di lokasi, seorang pria berbadan tegap dan berwajah garang segera menyambutnya.

'Apa yang dilakukan orang bar bar ini disini?'

Hansen ingin mengucapkan hal tersebut, dan menunda niatnya setelah melihat id card yang menggantung di pakaiannya.

'Conrad Hilton?'

'Bukankah itu nama supervisor di tempat kerja baruku?' belum sempat Hansen mengangkat suaranya, pria tersebut berjalan mendekat dengan sapu di salah satu lengannya.

"Pegang ini, dan pastikan agar tak ada sampah satupun di lingkungan kerja kita!" tegas Conrad Hilton sembari memberikan sapu ditangannya kepada Hansen.

"Apa maksud semua ini?" tanya Hansen.

"Sebagai orang baru disini, kau seharusnya tak mempertanyakan perintahku. Lakukan saja dan jangan banyak tanya!" Conrad Hilton tersenyum sinis dan memandang rendah diri Hansen. Baginya menidas orang baru adalah hal biasa dan menyenangkan. Dibandingkan dengan kenaikan gaji atau jabatan, baginya menindas orang baru adalah sebuah kesenangan tersendiri.

"Pekerjaan baruku adalah seorang designited driver, bukan seorang office boy atau tukang bersih bersih. Jika anda sangat mencintai kebersihan, maka bersihkan saja ruangan ini sendiri," Hansen mengembalikan sapu di tangannya ke tangan Conrad Hilton sembari tersenyum.

Terkejut akan penolakan Hansen yang tak dapat dia kira, Conrad Hilton langsung berniat untuk memarahinya.

"Be ... beraninya kau!" Conrad Hilton berniat untuk memukul Hansen dengan sapu di tangannya, sayangnya Hansen menahan pukulan tersebut dengan mudah. Dan saat dia ingin melampiaskan amarahnya yang semakin tinggi, terdengar suara atasannya yang berkata, "Apa yang kau disini?"

"Kembali bekerja!"

"Cih, kau beruntung!" gumam Conrad Hilton sembari melepas sapu yang dia gunakan untuk memukul Hansen. 'Bocah bau sialan!'

'Beraninya dia menolak perintahku, dan bahkan menahan hukuman dariku!'

'Andai saja pak tua itu tak datang mengganggu kesenanganku, anak baru ini pasti sudah kuhabisi!'

.....

Waktu telah berlalu, jam bagi orang kantor pun telah selesai. Beberapa orang yang berada di satu departemen dengan Hansen pun sudah kembali dari tugas mereka mengantarkan tamu. Nampak jelas mereka kelelahan, dan mereka segera memasang muka masam setelah melihat Hansen sedang duduk santai sembari membaca sebuah koran. 'Apakah dia anak baru yang dibicarakan?'

'Kenapa dia bisa sesantai itu?'

'Apakah tuan Conrad Hilton berhenti melakukan rutinitasnya?'

Saat para designated driver sedang larut dalam pikiran mereka, Conrad Hilton nampak sedang berjalan dari arah yang berlawanan. Berbeda dengan para designated driver yang menatap Hansen dari depan hingga hanya dapat menatap korannya, Conrad Hilton berjalan dari arah punggung Hansen hingga dapat melihat bagian kepalanya.

'Wah wah, lihatlah itu.'

'Nampknya akan terjadi hal yang seru. Bocah itu pasti akan habis sebentar lagi!' pikir para designated driver dari kejauhan.

'Cih, apa yang dilakukan anak baru ini?'

'Bagaimana bisa dia duduk santai saat aku tak ada?' Conrad Hilton nampak geram saat berdiri di samping Hansen.

Sadar bahwa seseorang sedang menatapnya, Hansen segera menoleh dan berkata, "Oh, ternyata itu tuan Hilton. Kupikir siapa yang datang. Apakah anda sudah selesai bersih bersih?" ledek Hansen dengan senyum di wajahnya.

'Bocah ini!' wajah Conrad Hilton memerah dan penuh emosi. Para designated driver yang melihat ekspresi geram Conrad Hilton pun langsung bersemangat. Sayangnya, apa yang mereka pikirkan malah tidak terjadi. Diluar dugaan Conrad Hilton menahan emosinya dan berinisiatif pergi untuk mendekati mereka.

'Kenapa tuan Hilton tak jadi marah?'

'Dan kenapa dia malah kemari dengan wajah sekesal itu!' para designated driver begitu panik hingga membubarkan diri mereka.

"Ehm!" Conrad Hilton menatap tajam para designated driver. "Apakah kalian ingin lari dariku?"

"Bu ... bukan begitu, kami hanya mendadak ingin ke kamar kecil,"

"I ... iya, dia benar. Kami ingin ke kamar kecil," sahut para designated driver dengan rasa takut di wajah mereka.

"Jadi, kalian mendadak ingin ke kamar toilet secara bersamaan saat aku ingin mendekat?" tanya Conrad Hilton.

"I ... iya," angguk semua designated driver dengan tampang panik.

"Kalian pikir aku percaya!" bentak Conrad Hilton dengan penuh emosi.

Seketika semua orang bersujud memohon ampunan Conrad Hilton, keringat dingin pun membasahi dahi mereka.

"Berhentilah bersujud!"

"Aku kemari bukan untuk memarahi kalian atau semacamnya. Jadi diam dan dengarkan aku baik baik!" bentak Conrad Hilton.

"Ba ... baik!" ucap para designated driver sambil berlutut menghadap Conrad hilton.

"Kalian melihat orang baru disana kan?" para designated driver melirik ke arah Hansen yang sedang ditunjuk oleh ibu jadi Conrad Hilton.

"Bantu aku untuk memberinya pelajaran!"

"Buat dia menyesal karena bersantai dan tidak menghormatiku. Jika kalian mematuhiku kali ini, maka aku berjanji akan mengurangi biaya keamanannya," Conrad Hilton membujuk para designated driver, dan mendapat persetujuan mereka karena apa yang dia janjikan. Selain itu, para designated driver juga menyimpan dendam tersendiri, karena melihat Hansen tak mendapat perlakuan sama seperti mereka.

...

"Wah wah wah, bisakah anda jelaskan apa maksud semua ini, tuan Hilton?" tanya Hansen saat melihat Conrad Hilton datang dengan sekelompok orang berseragam designated driver sedang menatap ke arahnya sembari membawa tongkat bisbol di tangan mereka.

"Habisi dia!" ucap Conrad Hilton mengabaikan pertanyaan Hansen.

"Sadarlah akan posisimu bocah bau!" ucap salah seorang designated driver sembari mengarahkan tongkat bisbol ke arah Hansen.

Wooshh!! Hansen melempar koran di tangannya ke wajah pria itu, lalu merebut tongkatnya setelah menjatuhkan pukulan keras tepat di perut targetnya. Duakk!!

Para designated driver yang melihat kawan mereka tumbang, segera mengeroyok hansen dari segala arah. Namun Hansen dapat menangani semua serangan sembari melancarkan serangan balasan setiap kali menghindari serangan setiap orang.

Duak!! Bukkk!! Kretakk!! beberapa designated driver berakhir pingsan setelah menerima pukulan tongkat bisbol di tangan Hansen. Beberapa diantara mereka juga berakhir babak belur akibat tendangan Hansen yang sanggup mematahkan semua tongkat bisbol.

"Wah wah wah, itu sungguh seru. Apakah anda juga ingin ikut bermain, tuan Hilton?" tanya Hansen dengan tongkat bisbol di tangannya.

"Hiiekk!!!" Conrad Hilson terkejut bukan main akan hasil yang diluar ekspektasinya. Dia segera pergi dengan ketakutan tanpa membalas ucapan Hansen. 'Mo ... monster!'

'Anak itu seorang monster penggila pertarungan!'

'Aku bukanlah tandingannya!' Conrad Hilton berlari dengan begitu ketakutan.

Sejak saat itu, Conrad Hilton dan para designated driver yang telah Hansen kalahkan, mulai menanamkan pikiran yang serupa.

'Orang baru ini berbahaya, lebih baik kami menjauh darinya!'

Hansen sadar betul bahwa tindakannya akan membuat dia dijauhi, namun hal tersebut bukan masalah besar baginya. Semua karena sejak awal dia memang tak begitu menginginkan perhatian yang berlebih.

Terpopuler

Comments

Imam Sutoto Suro

Imam Sutoto Suro

woow keren banget

2022-08-24

0

Santoso Zha

Santoso Zha

jempol

2022-07-06

0

Mujianto Blitar

Mujianto Blitar

lanjut

2022-06-07

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Kejadian yang tak direncanakan
2 Bab 2 : Situasi yang mendesak
3 Bab 3 : Melamar sebuah pekerjaan
4 Bab 4 : Terjebak di lubang yang sama
5 Bab 5 : Rencana Andini
6 Bab 6 : Menghancurkan David dan semua bawahannya
7 Bab 7 : Kembali ke rumah
8 Bab 8 : Hari pertama bekerja
9 Bab 9 : Pembelaan Hansen
10 Bab 10 : Harga dari melawan seorang bos besar
11 Bab 11 : Timbul sedikit rasa
12 Bab 12 : Di tendang dari lingkaran penjaga keamanan
13 Bab 13 : Hansen dan pekerjaan barunya
14 Bab 14 : Tertangkap basah
15 Bab 15 : Keputusan besar Andini
16 Bab 16 : Hati yang hancur
17 Bab 17 : Rasa bersalah
18 Bab 18 : Terjebak
19 Bab 19 : Salah sangka
20 Bab 20 : Singa yang terbangun
21 Bab 21 : Pria yang misterius
22 Bab 22 : Emosi Hansen
23 Bab 23 : Dendam lama
24 Bab 24 : Kembali ke markas
25 Bab 25 : Menghadap Jenderal Besar
26 Bab 26 : Keadaan militer sejak kepergian Hansen
27 Bab 27 : Kegundahan Jenderal Fahar
28 Bab 28 : Menemui Zaskia
29 Bab 29 : Gerakan Scorpion
30 Bab 30 : Amelia Wisnu yang tersadar
31 Bab 31 : Kedekatan Hansen dan Amelia
32 Bab 32 : Dion Raharja
33 Bab 33 : Hansen dan masa lalunya
34 Bab 34 : Pencarian kawan lama
35 Bab 35 : Menghadap pemimpin kelompok Scorpion
36 Bab 36 : Gerakan kelompok peniru
37 Bab 37 : Serangan di gedung putih
38 Bab 38 : Ambil alih
39 Bab 39 : Wajah asli sang peniru
40 Chapter 40 : Pertemuan di istana merdeka
41 Chapter 41 : Deklarasi Hansen
42 Chapter 42 : Misteri kematian palsu
43 Chapter 43 : Kabar dari sang Jenderal
44 Chapter 44 : Rencana Number
45 Chapter 45 : Kebenaran yang telah lama tersembunyi
46 Chapter 46 : Emosi yang tak terbendung
47 Chapter 47 : Shelter
48 Chapter 48 : Shelter 2
49 Chapter 49 : Shelter 3
50 Chapter 50 : Kabar berita
51 Chapter 51 : Kesalah pahaman Andini
52 Chapter 52 : Kepala keluarga Wisnu
53 Chapter 53 : Kedatangan Mr W
54 Chapter 54 : Di balik kacamata Mr W
55 Chapter 55 : Pertemuan keluarga
56 Chapter 56 : Perdebatan di jamuan makan siang
57 Chapter 57 : Bicara empat mata dengan Mr W
58 Chapter 58 : Kembalinya Hacking Eagle
59 Chapter 59 : Tantangan dari pemilik lencana perak
60 Chapter 60 : Theo vs Andrew Julian
61 Chapter 61 : Teknologi rahasia Number
62 Chapter 62 : kejahilan yang berakhir petaka
63 Chapter 63 : Zaskia Arista
64 Chapter 64 : Andini Wisnu dan Herry Wijaya
65 Chapter 65 : Kesalahan langkah Amelia Wisnu
66 Chapter 66 : Murka Mr W
67 Chapter 67 : Mengungkap masa lalu
68 Chapter 68 : Kemalangan Zaskia
69 Chapter 69 : Adi Wijaya dan masa lalunya
70 Chapter 70 : Nasib Weapon Eagle
71 Chapter 71 : Kedatangan Theo
72 Chapter 72 : Kedekatan Theo dan Mr W
73 Chapter 73 : Menuju Battle Holder resmi pertama Hansen
74 Chapter 74 : Duduk dan bersiap
75 Chapter 75: Hansen Vs Marsekal Leo
76 Chapter 76 : Hansen Vs Marsekal Leo part 2
77 Chapter 77 : Pertemuan yang tak direncanakan
78 Chapter 78 : Perburuan Demon Eagle
79 Chapter 79 : Keputusan Demon Eagle
80 Chapter 80 : Musuh bebuyutan Law Breaker
81 Chapter 81 : Menemui Mr W
82 Chapter 82 : Penculikan besar besaran
83 Chapter 83 : Berbicara empat mata dengan Mr W
84 Chpater 84 : Masa Lalu Number One
85 Chapter 85 : Jebakan untuk Andini dan Hansen
86 Chapter 86 : Mengejar Andini
87 Chapter 87 : Penyergapan Weapon Eagle
88 Chapter 88 : Hansen vs Weapon Eagle
89 Chapter 89 : Musuh tersembunyi
90 Chapter 90 : Menyelamatkan Andini
91 Chapter 91 : Emosi yang meluap
92 chapter 92 : Puncak emosi Mr W
93 chapter 93 : Hubungan masa lalu
94 chapter 94 - nasib savior eagle
95 chapter 95 : Perang yang tak terhindarkan
96 Chapter 96 : Rasa bersalah Hansen
97 Chapter 97 : Pertarungan maut Mr W vs Adi Wijaya
98 Chapter 98 : Pertarungan maut Mr W vs Adi Wijaya part 2
99 Chapter 99 : Akhir dari perang angkatan laut vs angkatan udara
100 Chapter 100 : Koridor
101 Chapter 101 : Ilmuan gila
102 Chapter 102 : Kejadian setelah berakhirnya perang antara angkatan laut dan udara
103 Chapter 103 : Dampak setelah peperangan
104 Chapter 104 : Operasi lanjutan
105 Chapter 105 : Hasil operasi
106 Chapter 106 : Perseteruan
107 Chapter 107 : Dominasi Number
108 Chapter 108 : Identitas
109 Chapter 109 : Sampai di Shelter
110 Chapter 110 : Kondisi Cindy Pratama
111 Chapter 111 : Keputusan Hansen
112 Chapter 112 : Campur tangan pihak lain
113 Chapter 113 : Pertarungan yang tak terhindarkan
114 Chapter 114 : Pertarungan yang tak terhindarkan part 2
115 Chapter 115 : Hampir terungkap
116 Chapter 116 : Pertarungan yang tak terhindarkan bagian 3
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Bab 1 : Kejadian yang tak direncanakan
2
Bab 2 : Situasi yang mendesak
3
Bab 3 : Melamar sebuah pekerjaan
4
Bab 4 : Terjebak di lubang yang sama
5
Bab 5 : Rencana Andini
6
Bab 6 : Menghancurkan David dan semua bawahannya
7
Bab 7 : Kembali ke rumah
8
Bab 8 : Hari pertama bekerja
9
Bab 9 : Pembelaan Hansen
10
Bab 10 : Harga dari melawan seorang bos besar
11
Bab 11 : Timbul sedikit rasa
12
Bab 12 : Di tendang dari lingkaran penjaga keamanan
13
Bab 13 : Hansen dan pekerjaan barunya
14
Bab 14 : Tertangkap basah
15
Bab 15 : Keputusan besar Andini
16
Bab 16 : Hati yang hancur
17
Bab 17 : Rasa bersalah
18
Bab 18 : Terjebak
19
Bab 19 : Salah sangka
20
Bab 20 : Singa yang terbangun
21
Bab 21 : Pria yang misterius
22
Bab 22 : Emosi Hansen
23
Bab 23 : Dendam lama
24
Bab 24 : Kembali ke markas
25
Bab 25 : Menghadap Jenderal Besar
26
Bab 26 : Keadaan militer sejak kepergian Hansen
27
Bab 27 : Kegundahan Jenderal Fahar
28
Bab 28 : Menemui Zaskia
29
Bab 29 : Gerakan Scorpion
30
Bab 30 : Amelia Wisnu yang tersadar
31
Bab 31 : Kedekatan Hansen dan Amelia
32
Bab 32 : Dion Raharja
33
Bab 33 : Hansen dan masa lalunya
34
Bab 34 : Pencarian kawan lama
35
Bab 35 : Menghadap pemimpin kelompok Scorpion
36
Bab 36 : Gerakan kelompok peniru
37
Bab 37 : Serangan di gedung putih
38
Bab 38 : Ambil alih
39
Bab 39 : Wajah asli sang peniru
40
Chapter 40 : Pertemuan di istana merdeka
41
Chapter 41 : Deklarasi Hansen
42
Chapter 42 : Misteri kematian palsu
43
Chapter 43 : Kabar dari sang Jenderal
44
Chapter 44 : Rencana Number
45
Chapter 45 : Kebenaran yang telah lama tersembunyi
46
Chapter 46 : Emosi yang tak terbendung
47
Chapter 47 : Shelter
48
Chapter 48 : Shelter 2
49
Chapter 49 : Shelter 3
50
Chapter 50 : Kabar berita
51
Chapter 51 : Kesalah pahaman Andini
52
Chapter 52 : Kepala keluarga Wisnu
53
Chapter 53 : Kedatangan Mr W
54
Chapter 54 : Di balik kacamata Mr W
55
Chapter 55 : Pertemuan keluarga
56
Chapter 56 : Perdebatan di jamuan makan siang
57
Chapter 57 : Bicara empat mata dengan Mr W
58
Chapter 58 : Kembalinya Hacking Eagle
59
Chapter 59 : Tantangan dari pemilik lencana perak
60
Chapter 60 : Theo vs Andrew Julian
61
Chapter 61 : Teknologi rahasia Number
62
Chapter 62 : kejahilan yang berakhir petaka
63
Chapter 63 : Zaskia Arista
64
Chapter 64 : Andini Wisnu dan Herry Wijaya
65
Chapter 65 : Kesalahan langkah Amelia Wisnu
66
Chapter 66 : Murka Mr W
67
Chapter 67 : Mengungkap masa lalu
68
Chapter 68 : Kemalangan Zaskia
69
Chapter 69 : Adi Wijaya dan masa lalunya
70
Chapter 70 : Nasib Weapon Eagle
71
Chapter 71 : Kedatangan Theo
72
Chapter 72 : Kedekatan Theo dan Mr W
73
Chapter 73 : Menuju Battle Holder resmi pertama Hansen
74
Chapter 74 : Duduk dan bersiap
75
Chapter 75: Hansen Vs Marsekal Leo
76
Chapter 76 : Hansen Vs Marsekal Leo part 2
77
Chapter 77 : Pertemuan yang tak direncanakan
78
Chapter 78 : Perburuan Demon Eagle
79
Chapter 79 : Keputusan Demon Eagle
80
Chapter 80 : Musuh bebuyutan Law Breaker
81
Chapter 81 : Menemui Mr W
82
Chapter 82 : Penculikan besar besaran
83
Chapter 83 : Berbicara empat mata dengan Mr W
84
Chpater 84 : Masa Lalu Number One
85
Chapter 85 : Jebakan untuk Andini dan Hansen
86
Chapter 86 : Mengejar Andini
87
Chapter 87 : Penyergapan Weapon Eagle
88
Chapter 88 : Hansen vs Weapon Eagle
89
Chapter 89 : Musuh tersembunyi
90
Chapter 90 : Menyelamatkan Andini
91
Chapter 91 : Emosi yang meluap
92
chapter 92 : Puncak emosi Mr W
93
chapter 93 : Hubungan masa lalu
94
chapter 94 - nasib savior eagle
95
chapter 95 : Perang yang tak terhindarkan
96
Chapter 96 : Rasa bersalah Hansen
97
Chapter 97 : Pertarungan maut Mr W vs Adi Wijaya
98
Chapter 98 : Pertarungan maut Mr W vs Adi Wijaya part 2
99
Chapter 99 : Akhir dari perang angkatan laut vs angkatan udara
100
Chapter 100 : Koridor
101
Chapter 101 : Ilmuan gila
102
Chapter 102 : Kejadian setelah berakhirnya perang antara angkatan laut dan udara
103
Chapter 103 : Dampak setelah peperangan
104
Chapter 104 : Operasi lanjutan
105
Chapter 105 : Hasil operasi
106
Chapter 106 : Perseteruan
107
Chapter 107 : Dominasi Number
108
Chapter 108 : Identitas
109
Chapter 109 : Sampai di Shelter
110
Chapter 110 : Kondisi Cindy Pratama
111
Chapter 111 : Keputusan Hansen
112
Chapter 112 : Campur tangan pihak lain
113
Chapter 113 : Pertarungan yang tak terhindarkan
114
Chapter 114 : Pertarungan yang tak terhindarkan part 2
115
Chapter 115 : Hampir terungkap
116
Chapter 116 : Pertarungan yang tak terhindarkan bagian 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!