.....
Hansen Pratama datang ke tempat kerja yang baru setelah memakai seragam designated drivernya.
Sesampainya di lokasi, seorang pria berbadan tegap dan berwajah garang segera menyambutnya.
'Apa yang dilakukan orang bar bar ini disini?'
Hansen ingin mengucapkan hal tersebut, dan menunda niatnya setelah melihat id card yang menggantung di pakaiannya.
'Conrad Hilton?'
'Bukankah itu nama supervisor di tempat kerja baruku?' belum sempat Hansen mengangkat suaranya, pria tersebut berjalan mendekat dengan sapu di salah satu lengannya.
"Pegang ini, dan pastikan agar tak ada sampah satupun di lingkungan kerja kita!" tegas Conrad Hilton sembari memberikan sapu ditangannya kepada Hansen.
"Apa maksud semua ini?" tanya Hansen.
"Sebagai orang baru disini, kau seharusnya tak mempertanyakan perintahku. Lakukan saja dan jangan banyak tanya!" Conrad Hilton tersenyum sinis dan memandang rendah diri Hansen. Baginya menidas orang baru adalah hal biasa dan menyenangkan. Dibandingkan dengan kenaikan gaji atau jabatan, baginya menindas orang baru adalah sebuah kesenangan tersendiri.
"Pekerjaan baruku adalah seorang designited driver, bukan seorang office boy atau tukang bersih bersih. Jika anda sangat mencintai kebersihan, maka bersihkan saja ruangan ini sendiri," Hansen mengembalikan sapu di tangannya ke tangan Conrad Hilton sembari tersenyum.
Terkejut akan penolakan Hansen yang tak dapat dia kira, Conrad Hilton langsung berniat untuk memarahinya.
"Be ... beraninya kau!" Conrad Hilton berniat untuk memukul Hansen dengan sapu di tangannya, sayangnya Hansen menahan pukulan tersebut dengan mudah. Dan saat dia ingin melampiaskan amarahnya yang semakin tinggi, terdengar suara atasannya yang berkata, "Apa yang kau disini?"
"Kembali bekerja!"
"Cih, kau beruntung!" gumam Conrad Hilton sembari melepas sapu yang dia gunakan untuk memukul Hansen. 'Bocah bau sialan!'
'Beraninya dia menolak perintahku, dan bahkan menahan hukuman dariku!'
'Andai saja pak tua itu tak datang mengganggu kesenanganku, anak baru ini pasti sudah kuhabisi!'
.....
Waktu telah berlalu, jam bagi orang kantor pun telah selesai. Beberapa orang yang berada di satu departemen dengan Hansen pun sudah kembali dari tugas mereka mengantarkan tamu. Nampak jelas mereka kelelahan, dan mereka segera memasang muka masam setelah melihat Hansen sedang duduk santai sembari membaca sebuah koran. 'Apakah dia anak baru yang dibicarakan?'
'Kenapa dia bisa sesantai itu?'
'Apakah tuan Conrad Hilton berhenti melakukan rutinitasnya?'
Saat para designated driver sedang larut dalam pikiran mereka, Conrad Hilton nampak sedang berjalan dari arah yang berlawanan. Berbeda dengan para designated driver yang menatap Hansen dari depan hingga hanya dapat menatap korannya, Conrad Hilton berjalan dari arah punggung Hansen hingga dapat melihat bagian kepalanya.
'Wah wah, lihatlah itu.'
'Nampknya akan terjadi hal yang seru. Bocah itu pasti akan habis sebentar lagi!' pikir para designated driver dari kejauhan.
'Cih, apa yang dilakukan anak baru ini?'
'Bagaimana bisa dia duduk santai saat aku tak ada?' Conrad Hilton nampak geram saat berdiri di samping Hansen.
Sadar bahwa seseorang sedang menatapnya, Hansen segera menoleh dan berkata, "Oh, ternyata itu tuan Hilton. Kupikir siapa yang datang. Apakah anda sudah selesai bersih bersih?" ledek Hansen dengan senyum di wajahnya.
'Bocah ini!' wajah Conrad Hilton memerah dan penuh emosi. Para designated driver yang melihat ekspresi geram Conrad Hilton pun langsung bersemangat. Sayangnya, apa yang mereka pikirkan malah tidak terjadi. Diluar dugaan Conrad Hilton menahan emosinya dan berinisiatif pergi untuk mendekati mereka.
'Kenapa tuan Hilton tak jadi marah?'
'Dan kenapa dia malah kemari dengan wajah sekesal itu!' para designated driver begitu panik hingga membubarkan diri mereka.
"Ehm!" Conrad Hilton menatap tajam para designated driver. "Apakah kalian ingin lari dariku?"
"Bu ... bukan begitu, kami hanya mendadak ingin ke kamar kecil,"
"I ... iya, dia benar. Kami ingin ke kamar kecil," sahut para designated driver dengan rasa takut di wajah mereka.
"Jadi, kalian mendadak ingin ke kamar toilet secara bersamaan saat aku ingin mendekat?" tanya Conrad Hilton.
"I ... iya," angguk semua designated driver dengan tampang panik.
"Kalian pikir aku percaya!" bentak Conrad Hilton dengan penuh emosi.
Seketika semua orang bersujud memohon ampunan Conrad Hilton, keringat dingin pun membasahi dahi mereka.
"Berhentilah bersujud!"
"Aku kemari bukan untuk memarahi kalian atau semacamnya. Jadi diam dan dengarkan aku baik baik!" bentak Conrad Hilton.
"Ba ... baik!" ucap para designated driver sambil berlutut menghadap Conrad hilton.
"Kalian melihat orang baru disana kan?" para designated driver melirik ke arah Hansen yang sedang ditunjuk oleh ibu jadi Conrad Hilton.
"Bantu aku untuk memberinya pelajaran!"
"Buat dia menyesal karena bersantai dan tidak menghormatiku. Jika kalian mematuhiku kali ini, maka aku berjanji akan mengurangi biaya keamanannya," Conrad Hilton membujuk para designated driver, dan mendapat persetujuan mereka karena apa yang dia janjikan. Selain itu, para designated driver juga menyimpan dendam tersendiri, karena melihat Hansen tak mendapat perlakuan sama seperti mereka.
...
"Wah wah wah, bisakah anda jelaskan apa maksud semua ini, tuan Hilton?" tanya Hansen saat melihat Conrad Hilton datang dengan sekelompok orang berseragam designated driver sedang menatap ke arahnya sembari membawa tongkat bisbol di tangan mereka.
"Habisi dia!" ucap Conrad Hilton mengabaikan pertanyaan Hansen.
"Sadarlah akan posisimu bocah bau!" ucap salah seorang designated driver sembari mengarahkan tongkat bisbol ke arah Hansen.
Wooshh!! Hansen melempar koran di tangannya ke wajah pria itu, lalu merebut tongkatnya setelah menjatuhkan pukulan keras tepat di perut targetnya. Duakk!!
Para designated driver yang melihat kawan mereka tumbang, segera mengeroyok hansen dari segala arah. Namun Hansen dapat menangani semua serangan sembari melancarkan serangan balasan setiap kali menghindari serangan setiap orang.
Duak!! Bukkk!! Kretakk!! beberapa designated driver berakhir pingsan setelah menerima pukulan tongkat bisbol di tangan Hansen. Beberapa diantara mereka juga berakhir babak belur akibat tendangan Hansen yang sanggup mematahkan semua tongkat bisbol.
"Wah wah wah, itu sungguh seru. Apakah anda juga ingin ikut bermain, tuan Hilton?" tanya Hansen dengan tongkat bisbol di tangannya.
"Hiiekk!!!" Conrad Hilson terkejut bukan main akan hasil yang diluar ekspektasinya. Dia segera pergi dengan ketakutan tanpa membalas ucapan Hansen. 'Mo ... monster!'
'Anak itu seorang monster penggila pertarungan!'
'Aku bukanlah tandingannya!' Conrad Hilton berlari dengan begitu ketakutan.
Sejak saat itu, Conrad Hilton dan para designated driver yang telah Hansen kalahkan, mulai menanamkan pikiran yang serupa.
'Orang baru ini berbahaya, lebih baik kami menjauh darinya!'
Hansen sadar betul bahwa tindakannya akan membuat dia dijauhi, namun hal tersebut bukan masalah besar baginya. Semua karena sejak awal dia memang tak begitu menginginkan perhatian yang berlebih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments
Imam Sutoto Suro
woow keren banget
2022-08-24
0
Santoso Zha
jempol
2022-07-06
0
Mujianto Blitar
lanjut
2022-06-07
0