Bab 9 : Pembelaan Hansen

Bos Cahyadi sudah lama menyukai Zaskia. Awalnya dia bermaksud melakukan hubungan dengan Zaskia setelah dia mabuk. Tapi karena tiba-tiba masuk seorang satpam yang mencoba ikut campur, dia pun menjadi semakin kesal. 

"Luar biasa, bahkan pemilik hotel permata ini saja menundukkan kepalanya terhadapku. Siapa kau hingga berani mengkoreksi ku?" ucap Bos Cahyadi tanpa melepaskan pandangannya sedikitpun dari Hansen.

"Ingatlah anak muda, aku hanya ingin minum dengan nona Zaskia dan kau tak akan bisa menggantikannya. Jika kau bersikeras akan hal itu maka…” 

Bos Cahyadi melirik tajam ke arah Zaskia dengan maksud mengancamnya.

Zaskia hanya terdiam dan menunduk karena takut salah bicara. Sedangkan Hansen tetap berdiri tegak dengan senyum di wajahnya. 

"Tidak baik untuk mengancam seorang gadis yang tak ingin minum. Dia mungkin bisa menemani tuan jika hanya menemani duduk saja. Tapi untuk meminum anggur itu, mohon ijinkan saya saja yang menggantikannya. Saya jamin tuan tidak akan rugi," ucap Hansen dengan penuh percaya diri. 

"Tak peduli apapun yang kau katakan, keputusanku tak akan berubah. Jika nona Zaskia tak mau minum bersamaku. Maka jangan salahkan aku jika hotel permata ini tak akan memiliki investor lagi!" tegas Bos Cahyadi. Dia terus memasang senyum liciknya karena tahu betul bahwa dia sedang berada di atas angin saat itu. 

Dalam perdebatan yang tak juga menemukan titik akhir, musuh Hansen, David yang berdiri di kerumunan belakang bergerak. Dia menyelinap dan mendekati telinga Bos Cahyadi. 

David berniat untuk balas dendam pada Hansen dengan memanfaatkan amarah Bos Cahyadi. Dengan senyum licik di wajahnya, dia mengatakan pada Bos Cahyadi bahwa Hansen memiliki hubungan intim dengan Zaskia. 

Tentu saja hal itu berhasil membuat Bos Cahyadi marah besar hingga berniat untuk menyiksa Hansen habis-habisan lalu menghabisinya.

Dengan maksud untuk menghilangkan kesadaran Hansen terlebih dulu sebelum menyiksanya, Bos Cahyadi langsung menyetujui permintaan Hansen untuk minum. Sedangkan jauh di lubuk hatinya, dia masih berpura-pura menarik niatnya untuk menyuruh Zaskia meminum anggur. 

Dalam nada serius Bos Cahyadi berkata, “Baiklah, kau akan ku ijinkan untuk minum menggantikan Zaskia. Tapi kau tak boleh berhenti meminum anggur hingga aku menyuruhmu berhenti. Aku akan memintamu meminum semua anggur yang tersedia di hotel ini!”

“Baiklah,” jawab Hansen tanpa ragu. 

Agar Zaskia dapat pergi terlebih dahulu, Hansen setuju untuk minum anggur bersama  Bos Cahyadi. Zaskia tahu bahwa tindakan Hansen ini adalah untuk melindunginya. Dia juga tahu bahwa dirinya tidak akan bisa pergi, jadi dia hanya bisa berdiri di sisi lain sambil berpikir dirinya mungkin bisa memohon belas kasihan untuk Hansen nantinya. 

Bos Cahyadi memberi Hansen 3 gelas minuman beralkohol tinggi. Hansen pun bertanya jika dirinya meminum semuanya, apakah mereka akan melepaskan Zaskia. 

Bos Cahyadi tidak menjawab. 

David yang memiliki dendam dengan Hansen, tentu saja memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membesarkan masalah. 

“Lihatlah itu, bahkan seorang satpam saja berani mengajukan syarat kepada Bos Cahyadi. Tak kusangka, ternyata semua pekerja di sini benar-benar tak menghormati seorang bos besar, ya? Pelayanan macam apa ini!?”

Bos Cahyadi tersulut oleh ucapan David. Emosinya semakin meningkat. Dia menarik pergelangan tangan Zaskia lagi dan meminta Zaskia menemaninya minum. 

“Cih, lupakan saja! Lebih baik kau saja yang temani aku minum!”

Zaskia bergegas memohon ampun. Sekali lagi, Hansen menarik pergelangan tangannya untuk mencegahnya ditarik oleh Bos Cahyadi. Dia juga menatap tajam mata Bos cahyadi hingga sanggup membuatnya gemetaran. 

Meski terlihat tenang, tatapannya begitu menusuk ke dalam hati, hingga insting Bos Cahyadi mengatakan bahwa Hansen adalah pria berbahaya.

Seraya melepaskan pegangan tangannya, Bos Cahyadi membalas tatapan Hansen, kemudian berkata, ”Delapan!”

“Jika kau sanggup menahan delapan gelas anggur yang aku sajikan, maka aku tidak akan meminta Zaskia menemaniku minum hari ini!” sambung Bos Cahyadi.

Hansen pun menyanggupi hal tersebut dan meminum semuanya tanpa menolak sedikitpun. 

Orang-orang yang ada di sana langsung terkejut karena Hansen tak langsung pingsan walau setelah meminum lebih dari satu gelas anggur. Bahkan keterkejutan semua orang tak hanya sampai di situ. Semua karena Hansen benar-benar sanggup meminum semuanya. Meskipun Hansen terlihat sedikit sempoyongan, dia tetap saja berhasil melewati tantangannya. 

Sementara itu, Zaskia hanya bisa berdiam diri sambil dihantui rasa bersalah atas ketidakberdayaannya.

Karena Bos Cahyadi tak bisa menarik kata-katanya. Dia pun membiarkan Zaskia  memapah Hansen keluar ruangan. 

Ketika Hansen sudah merasa sedikit lega karena masalah beres hanya dengan itu, tak disangka David malah membuka suara untuk menghentikannya pergi bersama Zaskia. 

“Tunggu dulu! Kalian pikir kalian mau kemana!?”

Bos Cahyadi yang heran akan tindakan David pun sontak langsung menatap ke arahnya dan berkata, “Kenapa kau menghentikan mereka?”

“Ah maaf bos, bukannya saya lancang karena telah mengkoreksi dirimu berulang kali.  Hanya saja, aku agak takut kalau satpam itu akan berbuat macam-macam terhadap nona Zaskia. Apakah anda tidak takut melihat gadis anda pergi bersama pria yang sedang mabuk berat?”

Karena terpengaruh oleh ucapan David, Bos Cahyadi pun langsung mengubah keputusannya. Dia memberi aba-aba kepada orang-orangnya dengan gerakan tangan untuk menghalangi Hansen dan Zaskia keluar ruangan. 

Saat itu Hansen terlihat tak sanggup berjalan seorang diri hingga membiarkan Zaskia memapah dirinya menuju keluar ruangan. Wajahnya nampak merah dan jalannya sedikit sempoyongan. Namun langkah mereka terhenti setelah para bodyguard Bos Cahyadi menghalangi pintu keluar. Bersamaan dengan itu terdengarlah suara Bos Cahyadi yang berada tepat di belakang mereka. 

“Apakah ada yang mengizinkan kalian untuk pergi dari sini?”

Suara itu penuh ancaman dan dominasi, Zaskia yang biasanya tegar langsung terdiam dan tak berani mengangkat pandangannya ataupun menoleh ke belakang. Dengan tubuh yang gemetar, dia pun berkata, “A-Apa maksud anda, tuan?”

“Bukankah kau berkata kalau semuanya akan beres asalkan dia meminum anggurnya?” tanya Zaskia untuk memastikan. 

“Bukankah sejak awal aku hanya berjanji agar tak membiarkanmu minum, nona Zaskia?” tanya Bos Cahyadi sambil melangkah mendekat. 

Setelah mendengar ancaman Bos Cahyadi, tentu saja mental Zaskia langsung jatuh. Dengan Pandangan yang masih tertunduk, dia menggertakkan gigi sambil mengepal kedua tangannya. Dalam lubuk hati yang paling dalam, Zaskia hanya bisa mengharapkan sebuah keajaiban yang akan membuatnya lolos dari situasi tersebut. 

Bos Cahyadi melangkah perlahan mendekati Hansen dan Zaskia, senyum jahat terus terlukis di wajahnya. 

"Saya tahu bahwa anda tak bermaksud menghalangi kami ataupun melanggar janji, pasti ada sebuah kesalahpahaman di sini. Bukan begitu tuan?" gumam Hansen dengan nada pelan. 

"Beraninya anjing penjaga pintu sepertimu mencoba mengkoreksi diriku! Tak ada kesalahpahaman di sini ataupun ruang untuk negosiasi. Sampai aku puas melihatmu meminum semua anggur di sini, jangan harap untuk pergi dari sini. Dan seperti perjanjian sebelumnya, Nona Zaskia akan terus menemaniku duduk dan menunggumu selesai minum," tegas Bos Cahyadi sambil melangkah mendekat dengan senyum liciknya.  

Bos Cahyadi mendekat tanpa rasa takut karena berpikir bahwa Hansen sudah mabuk berat dan tak akan bisa menjadi ancaman lagi. Namun nyatanya dia salah perhitungan. 

Di saat Bos Cahyadi berada tepat di dalam jangkauannya, tanpa sebuah peringatan, Hansen langsung membalikkan badan. Lalu mendaratkan sebuah tinju yang begitu keras tepat di hidung Bos Cahyadi. 

Bukkkk Kretakkk! 

Tulang hidung Bos Cahyadi langsung patah karena pukulan keras Hansen. Dan badannya pun terpental mundur hingga jatuh menghantam lantai. 

"Eh?" Zaskia terdiam kaku dan tak tahu harus merespon apa saat itu. Dia benar-benar terkejut karena berpikir bahwa Hansen sudah mabuk berat hingga tak sanggup berjalan sendiri. 

"Apakah pukulan ku tadi, terasa nikmat!?" ucap Hansen dengan penuh emosi.

Terpopuler

Comments

Agustina Mose

Agustina Mose

itu baru rasabos Cahyadi jangan permainkan orang

2022-08-28

0

Imam Sutoto Suro

Imam Sutoto Suro

woow keren thor

2022-08-24

0

Nazwa Azahra

Nazwa Azahra

hajar aja

2022-07-15

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Kejadian yang tak direncanakan
2 Bab 2 : Situasi yang mendesak
3 Bab 3 : Melamar sebuah pekerjaan
4 Bab 4 : Terjebak di lubang yang sama
5 Bab 5 : Rencana Andini
6 Bab 6 : Menghancurkan David dan semua bawahannya
7 Bab 7 : Kembali ke rumah
8 Bab 8 : Hari pertama bekerja
9 Bab 9 : Pembelaan Hansen
10 Bab 10 : Harga dari melawan seorang bos besar
11 Bab 11 : Timbul sedikit rasa
12 Bab 12 : Di tendang dari lingkaran penjaga keamanan
13 Bab 13 : Hansen dan pekerjaan barunya
14 Bab 14 : Tertangkap basah
15 Bab 15 : Keputusan besar Andini
16 Bab 16 : Hati yang hancur
17 Bab 17 : Rasa bersalah
18 Bab 18 : Terjebak
19 Bab 19 : Salah sangka
20 Bab 20 : Singa yang terbangun
21 Bab 21 : Pria yang misterius
22 Bab 22 : Emosi Hansen
23 Bab 23 : Dendam lama
24 Bab 24 : Kembali ke markas
25 Bab 25 : Menghadap Jenderal Besar
26 Bab 26 : Keadaan militer sejak kepergian Hansen
27 Bab 27 : Kegundahan Jenderal Fahar
28 Bab 28 : Menemui Zaskia
29 Bab 29 : Gerakan Scorpion
30 Bab 30 : Amelia Wisnu yang tersadar
31 Bab 31 : Kedekatan Hansen dan Amelia
32 Bab 32 : Dion Raharja
33 Bab 33 : Hansen dan masa lalunya
34 Bab 34 : Pencarian kawan lama
35 Bab 35 : Menghadap pemimpin kelompok Scorpion
36 Bab 36 : Gerakan kelompok peniru
37 Bab 37 : Serangan di gedung putih
38 Bab 38 : Ambil alih
39 Bab 39 : Wajah asli sang peniru
40 Chapter 40 : Pertemuan di istana merdeka
41 Chapter 41 : Deklarasi Hansen
42 Chapter 42 : Misteri kematian palsu
43 Chapter 43 : Kabar dari sang Jenderal
44 Chapter 44 : Rencana Number
45 Chapter 45 : Kebenaran yang telah lama tersembunyi
46 Chapter 46 : Emosi yang tak terbendung
47 Chapter 47 : Shelter
48 Chapter 48 : Shelter 2
49 Chapter 49 : Shelter 3
50 Chapter 50 : Kabar berita
51 Chapter 51 : Kesalah pahaman Andini
52 Chapter 52 : Kepala keluarga Wisnu
53 Chapter 53 : Kedatangan Mr W
54 Chapter 54 : Di balik kacamata Mr W
55 Chapter 55 : Pertemuan keluarga
56 Chapter 56 : Perdebatan di jamuan makan siang
57 Chapter 57 : Bicara empat mata dengan Mr W
58 Chapter 58 : Kembalinya Hacking Eagle
59 Chapter 59 : Tantangan dari pemilik lencana perak
60 Chapter 60 : Theo vs Andrew Julian
61 Chapter 61 : Teknologi rahasia Number
62 Chapter 62 : kejahilan yang berakhir petaka
63 Chapter 63 : Zaskia Arista
64 Chapter 64 : Andini Wisnu dan Herry Wijaya
65 Chapter 65 : Kesalahan langkah Amelia Wisnu
66 Chapter 66 : Murka Mr W
67 Chapter 67 : Mengungkap masa lalu
68 Chapter 68 : Kemalangan Zaskia
69 Chapter 69 : Adi Wijaya dan masa lalunya
70 Chapter 70 : Nasib Weapon Eagle
71 Chapter 71 : Kedatangan Theo
72 Chapter 72 : Kedekatan Theo dan Mr W
73 Chapter 73 : Menuju Battle Holder resmi pertama Hansen
74 Chapter 74 : Duduk dan bersiap
75 Chapter 75: Hansen Vs Marsekal Leo
76 Chapter 76 : Hansen Vs Marsekal Leo part 2
77 Chapter 77 : Pertemuan yang tak direncanakan
78 Chapter 78 : Perburuan Demon Eagle
79 Chapter 79 : Keputusan Demon Eagle
80 Chapter 80 : Musuh bebuyutan Law Breaker
81 Chapter 81 : Menemui Mr W
82 Chapter 82 : Penculikan besar besaran
83 Chapter 83 : Berbicara empat mata dengan Mr W
84 Chpater 84 : Masa Lalu Number One
85 Chapter 85 : Jebakan untuk Andini dan Hansen
86 Chapter 86 : Mengejar Andini
87 Chapter 87 : Penyergapan Weapon Eagle
88 Chapter 88 : Hansen vs Weapon Eagle
89 Chapter 89 : Musuh tersembunyi
90 Chapter 90 : Menyelamatkan Andini
91 Chapter 91 : Emosi yang meluap
92 chapter 92 : Puncak emosi Mr W
93 chapter 93 : Hubungan masa lalu
94 chapter 94 - nasib savior eagle
95 chapter 95 : Perang yang tak terhindarkan
96 Chapter 96 : Rasa bersalah Hansen
97 Chapter 97 : Pertarungan maut Mr W vs Adi Wijaya
98 Chapter 98 : Pertarungan maut Mr W vs Adi Wijaya part 2
99 Chapter 99 : Akhir dari perang angkatan laut vs angkatan udara
100 Chapter 100 : Koridor
101 Chapter 101 : Ilmuan gila
102 Chapter 102 : Kejadian setelah berakhirnya perang antara angkatan laut dan udara
103 Chapter 103 : Dampak setelah peperangan
104 Chapter 104 : Operasi lanjutan
105 Chapter 105 : Hasil operasi
106 Chapter 106 : Perseteruan
107 Chapter 107 : Dominasi Number
108 Chapter 108 : Identitas
109 Chapter 109 : Sampai di Shelter
110 Chapter 110 : Kondisi Cindy Pratama
111 Chapter 111 : Keputusan Hansen
112 Chapter 112 : Campur tangan pihak lain
113 Chapter 113 : Pertarungan yang tak terhindarkan
114 Chapter 114 : Pertarungan yang tak terhindarkan part 2
115 Chapter 115 : Hampir terungkap
116 Chapter 116 : Pertarungan yang tak terhindarkan bagian 3
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Bab 1 : Kejadian yang tak direncanakan
2
Bab 2 : Situasi yang mendesak
3
Bab 3 : Melamar sebuah pekerjaan
4
Bab 4 : Terjebak di lubang yang sama
5
Bab 5 : Rencana Andini
6
Bab 6 : Menghancurkan David dan semua bawahannya
7
Bab 7 : Kembali ke rumah
8
Bab 8 : Hari pertama bekerja
9
Bab 9 : Pembelaan Hansen
10
Bab 10 : Harga dari melawan seorang bos besar
11
Bab 11 : Timbul sedikit rasa
12
Bab 12 : Di tendang dari lingkaran penjaga keamanan
13
Bab 13 : Hansen dan pekerjaan barunya
14
Bab 14 : Tertangkap basah
15
Bab 15 : Keputusan besar Andini
16
Bab 16 : Hati yang hancur
17
Bab 17 : Rasa bersalah
18
Bab 18 : Terjebak
19
Bab 19 : Salah sangka
20
Bab 20 : Singa yang terbangun
21
Bab 21 : Pria yang misterius
22
Bab 22 : Emosi Hansen
23
Bab 23 : Dendam lama
24
Bab 24 : Kembali ke markas
25
Bab 25 : Menghadap Jenderal Besar
26
Bab 26 : Keadaan militer sejak kepergian Hansen
27
Bab 27 : Kegundahan Jenderal Fahar
28
Bab 28 : Menemui Zaskia
29
Bab 29 : Gerakan Scorpion
30
Bab 30 : Amelia Wisnu yang tersadar
31
Bab 31 : Kedekatan Hansen dan Amelia
32
Bab 32 : Dion Raharja
33
Bab 33 : Hansen dan masa lalunya
34
Bab 34 : Pencarian kawan lama
35
Bab 35 : Menghadap pemimpin kelompok Scorpion
36
Bab 36 : Gerakan kelompok peniru
37
Bab 37 : Serangan di gedung putih
38
Bab 38 : Ambil alih
39
Bab 39 : Wajah asli sang peniru
40
Chapter 40 : Pertemuan di istana merdeka
41
Chapter 41 : Deklarasi Hansen
42
Chapter 42 : Misteri kematian palsu
43
Chapter 43 : Kabar dari sang Jenderal
44
Chapter 44 : Rencana Number
45
Chapter 45 : Kebenaran yang telah lama tersembunyi
46
Chapter 46 : Emosi yang tak terbendung
47
Chapter 47 : Shelter
48
Chapter 48 : Shelter 2
49
Chapter 49 : Shelter 3
50
Chapter 50 : Kabar berita
51
Chapter 51 : Kesalah pahaman Andini
52
Chapter 52 : Kepala keluarga Wisnu
53
Chapter 53 : Kedatangan Mr W
54
Chapter 54 : Di balik kacamata Mr W
55
Chapter 55 : Pertemuan keluarga
56
Chapter 56 : Perdebatan di jamuan makan siang
57
Chapter 57 : Bicara empat mata dengan Mr W
58
Chapter 58 : Kembalinya Hacking Eagle
59
Chapter 59 : Tantangan dari pemilik lencana perak
60
Chapter 60 : Theo vs Andrew Julian
61
Chapter 61 : Teknologi rahasia Number
62
Chapter 62 : kejahilan yang berakhir petaka
63
Chapter 63 : Zaskia Arista
64
Chapter 64 : Andini Wisnu dan Herry Wijaya
65
Chapter 65 : Kesalahan langkah Amelia Wisnu
66
Chapter 66 : Murka Mr W
67
Chapter 67 : Mengungkap masa lalu
68
Chapter 68 : Kemalangan Zaskia
69
Chapter 69 : Adi Wijaya dan masa lalunya
70
Chapter 70 : Nasib Weapon Eagle
71
Chapter 71 : Kedatangan Theo
72
Chapter 72 : Kedekatan Theo dan Mr W
73
Chapter 73 : Menuju Battle Holder resmi pertama Hansen
74
Chapter 74 : Duduk dan bersiap
75
Chapter 75: Hansen Vs Marsekal Leo
76
Chapter 76 : Hansen Vs Marsekal Leo part 2
77
Chapter 77 : Pertemuan yang tak direncanakan
78
Chapter 78 : Perburuan Demon Eagle
79
Chapter 79 : Keputusan Demon Eagle
80
Chapter 80 : Musuh bebuyutan Law Breaker
81
Chapter 81 : Menemui Mr W
82
Chapter 82 : Penculikan besar besaran
83
Chapter 83 : Berbicara empat mata dengan Mr W
84
Chpater 84 : Masa Lalu Number One
85
Chapter 85 : Jebakan untuk Andini dan Hansen
86
Chapter 86 : Mengejar Andini
87
Chapter 87 : Penyergapan Weapon Eagle
88
Chapter 88 : Hansen vs Weapon Eagle
89
Chapter 89 : Musuh tersembunyi
90
Chapter 90 : Menyelamatkan Andini
91
Chapter 91 : Emosi yang meluap
92
chapter 92 : Puncak emosi Mr W
93
chapter 93 : Hubungan masa lalu
94
chapter 94 - nasib savior eagle
95
chapter 95 : Perang yang tak terhindarkan
96
Chapter 96 : Rasa bersalah Hansen
97
Chapter 97 : Pertarungan maut Mr W vs Adi Wijaya
98
Chapter 98 : Pertarungan maut Mr W vs Adi Wijaya part 2
99
Chapter 99 : Akhir dari perang angkatan laut vs angkatan udara
100
Chapter 100 : Koridor
101
Chapter 101 : Ilmuan gila
102
Chapter 102 : Kejadian setelah berakhirnya perang antara angkatan laut dan udara
103
Chapter 103 : Dampak setelah peperangan
104
Chapter 104 : Operasi lanjutan
105
Chapter 105 : Hasil operasi
106
Chapter 106 : Perseteruan
107
Chapter 107 : Dominasi Number
108
Chapter 108 : Identitas
109
Chapter 109 : Sampai di Shelter
110
Chapter 110 : Kondisi Cindy Pratama
111
Chapter 111 : Keputusan Hansen
112
Chapter 112 : Campur tangan pihak lain
113
Chapter 113 : Pertarungan yang tak terhindarkan
114
Chapter 114 : Pertarungan yang tak terhindarkan part 2
115
Chapter 115 : Hampir terungkap
116
Chapter 116 : Pertarungan yang tak terhindarkan bagian 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!