Bos Cahyadi sudah lama menyukai Zaskia. Awalnya dia bermaksud melakukan hubungan dengan Zaskia setelah dia mabuk. Tapi karena tiba-tiba masuk seorang satpam yang mencoba ikut campur, dia pun menjadi semakin kesal.
"Luar biasa, bahkan pemilik hotel permata ini saja menundukkan kepalanya terhadapku. Siapa kau hingga berani mengkoreksi ku?" ucap Bos Cahyadi tanpa melepaskan pandangannya sedikitpun dari Hansen.
"Ingatlah anak muda, aku hanya ingin minum dengan nona Zaskia dan kau tak akan bisa menggantikannya. Jika kau bersikeras akan hal itu maka…”
Bos Cahyadi melirik tajam ke arah Zaskia dengan maksud mengancamnya.
Zaskia hanya terdiam dan menunduk karena takut salah bicara. Sedangkan Hansen tetap berdiri tegak dengan senyum di wajahnya.
"Tidak baik untuk mengancam seorang gadis yang tak ingin minum. Dia mungkin bisa menemani tuan jika hanya menemani duduk saja. Tapi untuk meminum anggur itu, mohon ijinkan saya saja yang menggantikannya. Saya jamin tuan tidak akan rugi," ucap Hansen dengan penuh percaya diri.
"Tak peduli apapun yang kau katakan, keputusanku tak akan berubah. Jika nona Zaskia tak mau minum bersamaku. Maka jangan salahkan aku jika hotel permata ini tak akan memiliki investor lagi!" tegas Bos Cahyadi. Dia terus memasang senyum liciknya karena tahu betul bahwa dia sedang berada di atas angin saat itu.
Dalam perdebatan yang tak juga menemukan titik akhir, musuh Hansen, David yang berdiri di kerumunan belakang bergerak. Dia menyelinap dan mendekati telinga Bos Cahyadi.
David berniat untuk balas dendam pada Hansen dengan memanfaatkan amarah Bos Cahyadi. Dengan senyum licik di wajahnya, dia mengatakan pada Bos Cahyadi bahwa Hansen memiliki hubungan intim dengan Zaskia.
Tentu saja hal itu berhasil membuat Bos Cahyadi marah besar hingga berniat untuk menyiksa Hansen habis-habisan lalu menghabisinya.
Dengan maksud untuk menghilangkan kesadaran Hansen terlebih dulu sebelum menyiksanya, Bos Cahyadi langsung menyetujui permintaan Hansen untuk minum. Sedangkan jauh di lubuk hatinya, dia masih berpura-pura menarik niatnya untuk menyuruh Zaskia meminum anggur.
Dalam nada serius Bos Cahyadi berkata, “Baiklah, kau akan ku ijinkan untuk minum menggantikan Zaskia. Tapi kau tak boleh berhenti meminum anggur hingga aku menyuruhmu berhenti. Aku akan memintamu meminum semua anggur yang tersedia di hotel ini!”
“Baiklah,” jawab Hansen tanpa ragu.
Agar Zaskia dapat pergi terlebih dahulu, Hansen setuju untuk minum anggur bersama Bos Cahyadi. Zaskia tahu bahwa tindakan Hansen ini adalah untuk melindunginya. Dia juga tahu bahwa dirinya tidak akan bisa pergi, jadi dia hanya bisa berdiri di sisi lain sambil berpikir dirinya mungkin bisa memohon belas kasihan untuk Hansen nantinya.
Bos Cahyadi memberi Hansen 3 gelas minuman beralkohol tinggi. Hansen pun bertanya jika dirinya meminum semuanya, apakah mereka akan melepaskan Zaskia.
Bos Cahyadi tidak menjawab.
David yang memiliki dendam dengan Hansen, tentu saja memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membesarkan masalah.
“Lihatlah itu, bahkan seorang satpam saja berani mengajukan syarat kepada Bos Cahyadi. Tak kusangka, ternyata semua pekerja di sini benar-benar tak menghormati seorang bos besar, ya? Pelayanan macam apa ini!?”
Bos Cahyadi tersulut oleh ucapan David. Emosinya semakin meningkat. Dia menarik pergelangan tangan Zaskia lagi dan meminta Zaskia menemaninya minum.
“Cih, lupakan saja! Lebih baik kau saja yang temani aku minum!”
Zaskia bergegas memohon ampun. Sekali lagi, Hansen menarik pergelangan tangannya untuk mencegahnya ditarik oleh Bos Cahyadi. Dia juga menatap tajam mata Bos cahyadi hingga sanggup membuatnya gemetaran.
Meski terlihat tenang, tatapannya begitu menusuk ke dalam hati, hingga insting Bos Cahyadi mengatakan bahwa Hansen adalah pria berbahaya.
Seraya melepaskan pegangan tangannya, Bos Cahyadi membalas tatapan Hansen, kemudian berkata, ”Delapan!”
“Jika kau sanggup menahan delapan gelas anggur yang aku sajikan, maka aku tidak akan meminta Zaskia menemaniku minum hari ini!” sambung Bos Cahyadi.
Hansen pun menyanggupi hal tersebut dan meminum semuanya tanpa menolak sedikitpun.
Orang-orang yang ada di sana langsung terkejut karena Hansen tak langsung pingsan walau setelah meminum lebih dari satu gelas anggur. Bahkan keterkejutan semua orang tak hanya sampai di situ. Semua karena Hansen benar-benar sanggup meminum semuanya. Meskipun Hansen terlihat sedikit sempoyongan, dia tetap saja berhasil melewati tantangannya.
Sementara itu, Zaskia hanya bisa berdiam diri sambil dihantui rasa bersalah atas ketidakberdayaannya.
Karena Bos Cahyadi tak bisa menarik kata-katanya. Dia pun membiarkan Zaskia memapah Hansen keluar ruangan.
Ketika Hansen sudah merasa sedikit lega karena masalah beres hanya dengan itu, tak disangka David malah membuka suara untuk menghentikannya pergi bersama Zaskia.
“Tunggu dulu! Kalian pikir kalian mau kemana!?”
Bos Cahyadi yang heran akan tindakan David pun sontak langsung menatap ke arahnya dan berkata, “Kenapa kau menghentikan mereka?”
“Ah maaf bos, bukannya saya lancang karena telah mengkoreksi dirimu berulang kali. Hanya saja, aku agak takut kalau satpam itu akan berbuat macam-macam terhadap nona Zaskia. Apakah anda tidak takut melihat gadis anda pergi bersama pria yang sedang mabuk berat?”
Karena terpengaruh oleh ucapan David, Bos Cahyadi pun langsung mengubah keputusannya. Dia memberi aba-aba kepada orang-orangnya dengan gerakan tangan untuk menghalangi Hansen dan Zaskia keluar ruangan.
Saat itu Hansen terlihat tak sanggup berjalan seorang diri hingga membiarkan Zaskia memapah dirinya menuju keluar ruangan. Wajahnya nampak merah dan jalannya sedikit sempoyongan. Namun langkah mereka terhenti setelah para bodyguard Bos Cahyadi menghalangi pintu keluar. Bersamaan dengan itu terdengarlah suara Bos Cahyadi yang berada tepat di belakang mereka.
“Apakah ada yang mengizinkan kalian untuk pergi dari sini?”
Suara itu penuh ancaman dan dominasi, Zaskia yang biasanya tegar langsung terdiam dan tak berani mengangkat pandangannya ataupun menoleh ke belakang. Dengan tubuh yang gemetar, dia pun berkata, “A-Apa maksud anda, tuan?”
“Bukankah kau berkata kalau semuanya akan beres asalkan dia meminum anggurnya?” tanya Zaskia untuk memastikan.
“Bukankah sejak awal aku hanya berjanji agar tak membiarkanmu minum, nona Zaskia?” tanya Bos Cahyadi sambil melangkah mendekat.
Setelah mendengar ancaman Bos Cahyadi, tentu saja mental Zaskia langsung jatuh. Dengan Pandangan yang masih tertunduk, dia menggertakkan gigi sambil mengepal kedua tangannya. Dalam lubuk hati yang paling dalam, Zaskia hanya bisa mengharapkan sebuah keajaiban yang akan membuatnya lolos dari situasi tersebut.
Bos Cahyadi melangkah perlahan mendekati Hansen dan Zaskia, senyum jahat terus terlukis di wajahnya.
"Saya tahu bahwa anda tak bermaksud menghalangi kami ataupun melanggar janji, pasti ada sebuah kesalahpahaman di sini. Bukan begitu tuan?" gumam Hansen dengan nada pelan.
"Beraninya anjing penjaga pintu sepertimu mencoba mengkoreksi diriku! Tak ada kesalahpahaman di sini ataupun ruang untuk negosiasi. Sampai aku puas melihatmu meminum semua anggur di sini, jangan harap untuk pergi dari sini. Dan seperti perjanjian sebelumnya, Nona Zaskia akan terus menemaniku duduk dan menunggumu selesai minum," tegas Bos Cahyadi sambil melangkah mendekat dengan senyum liciknya.
Bos Cahyadi mendekat tanpa rasa takut karena berpikir bahwa Hansen sudah mabuk berat dan tak akan bisa menjadi ancaman lagi. Namun nyatanya dia salah perhitungan.
Di saat Bos Cahyadi berada tepat di dalam jangkauannya, tanpa sebuah peringatan, Hansen langsung membalikkan badan. Lalu mendaratkan sebuah tinju yang begitu keras tepat di hidung Bos Cahyadi.
Bukkkk Kretakkk!
Tulang hidung Bos Cahyadi langsung patah karena pukulan keras Hansen. Dan badannya pun terpental mundur hingga jatuh menghantam lantai.
"Eh?" Zaskia terdiam kaku dan tak tahu harus merespon apa saat itu. Dia benar-benar terkejut karena berpikir bahwa Hansen sudah mabuk berat hingga tak sanggup berjalan sendiri.
"Apakah pukulan ku tadi, terasa nikmat!?" ucap Hansen dengan penuh emosi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments
Agustina Mose
itu baru rasabos Cahyadi jangan permainkan orang
2022-08-28
0
Imam Sutoto Suro
woow keren thor
2022-08-24
0
Nazwa Azahra
hajar aja
2022-07-15
0