Hari telah berganti. Di pagi buta, Hansen bangun dari tidurnya dan langsung pergi keluar rumah. Dia pergi tanpa berpamitan dan sepengetahuan semua orang karena tak ingin merusak mood-nya di pagi hari.
Dengan menaiki kendaraan umum, Hansen pergi menuju ke tempat kerjanya. Dia sampai di tempat tujuan tepat sebelum jam 8 pagi. Dia pergi ke tempat penjaga keamanan dan mengenakan seragam yang telah disiapkan untuknya di sana.
Tak lama setelah itu, dia berpapasan dengan seorang wanita yang tampak elegan. Suaranya terdengar ramah dan cukup lembut hingga sanggup menenangkan jiwa. Wajahnya yang tampak sangat indah bak permata, membuat Hansen terkagum hingga terdiam sejenak.
Melihat Hansen terus memandangi wajahnya, perempuan itu pun membalas tatapan Hansen dan berkata, “Apakah kau penjaga keamanan yang baru?”
“Ah, I-Iya.” Hansen tersadar dari lamunannya.
Perempuan itu memperkenalkan dirinya bernama Zaskia Arista. Dia menyebutkan bahwa dia adalah Supervisor di sana. Hansen pun langsung mengubah sikapnya setelah tahu siapa perempuan di hadapannya itu.
Tiba-tiba, terdengar suara pertengkaran dari sebuah ruangan. Suaranya terdengar nyaring hingga membuat Zaskia penasaran akan apa yang terjadi.
Suara itu terdengar tak asing bagi Zaskia. Tampak jelas wajah kesal tergambar di raut wajahnya. Seraya menghela nafasnya, dia memutuskan untuk membawa Hansen pergi bersama menuju sumber suara.
Awalnya Hansen berpikir Zaskia akan meminta dirinya melerai pertengkaran para tamu di ruangan VIP. Akan tetapi, hal yang terjadi malah sebaliknya. Ketika sampai di depan ruangan, Hansen yang berniat masuk dengan tongkat kayu di tangannya dicegah oleh tepukan lembut Sazkia.
Zaskia menjelaskan bahwa tamu yang membuat keributan adalah tamu penting. Akan lebih baik jika Hansen menunggu di luar ruangan hingga dia menenangkan segalanya. Sejenak pikiran Hansen melayang karena sentuhan lembut dari Zaskia, hingga dirinya tak menyadari bahwa perempuan itu benar-benar masuk ke ruangan VIP dan meninggalkan dirinya di luar.
Di dalam ruangan, terlihat seorang pria berukuran besar yang bernama Bos Cahyadi. Dia duduk di atas sofa, tampak berkharisma dan sangat mendominasi. Kedua matanya bulat, tetapi sorot matanya dingin dan tajam.
Di sebelah kanan dan kirinya, terdapat kolega-kolega bisnis yang mempercayakan beberapa bisnis mereka agar diurus oleh Bos Cahyadi. Sedangkan di belakangnya terdapat puluhan orang yang berdiri tegak dengan pakaian serba hitam. Mereka adalah orang-orang suruhan bos Cahyadi yang bekerja sebagai bodyguard.
"Apa kau tahu apa kesalahanmu?" tanya Bos Cahyadi sembari menatap pekerja yang sedang dipegangi oleh dua orang bodyguard-nya. Wajah pekerja itu babak belur karena habis dipukuli.
"S-Saya mohon maafkan saya, tuan. Saya benar-benar tak sengaja melakukannya. Tolong ampuni saya," ucap pekerja itu dengan kepala tertunduk.
"Ini adalah jas kesukaanku dan kau berani mengotorinya dengan tumpahan jus yang kau bawa. Tahukah kau berapa banyak uang yang kukeluarkan untuk merawat jasku ini?"
Pelayan tersebut terdiam tak menjawab.
"Bahkan gajimu dalam sepuluh tahun saja tak akan bisa menggantinya. Kau benar benar telah merusak mood-ku hari ini. Bersyukurlah karena aku berbaik hati dengan hanya memukulimu saja. Aku akan memberimu kompensasi dengan memberitahu nona Zaskia bahwa aku akan menarik seluruh investasi yang ada dalam kendaliku karena hasil kecerobohanmu.”
Bos Cahyadi mendekatkan wajahnya ke pelayan itu. Dia menatapnya sambil tersenyum keji, “Bayangkan apa yang akan terjadi pada dirimu saat itu. Tak hanya akan dipecat dari hotel ini, mungkin pihak hotel juga akan meminta ganti rugi dengan nominal yang diluar dari jangkauanmu."
"To-tolong jangan lakukan itu, tuan! Apapun itu asal jangan tarik investasimu dari hotel ini karena kecerobohanku. Hidupku akan sangat hancur jika itu terjadi," pinta pekerja itu dengan seluruh tubuh gemetar penuh dengan rasa putus asa.
Zaskia yang mendengar itu pun menjadi panik.
Bos Cahyadi begitu menekankan kekuasaannya karena tahu bahwa pihak hotel sedang mengusahakan kerja sama dengan dirinya. Karena itu pula, Zaskia harus bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik. Dia tidak boleh meninggalkan kesan buruk pada Bos Cahyadi terhadap hotel Permata.
Zaskia melangkah masuk lalu berniat untuk menenangkan suasana hati Bos Cahyadi dengan meminta maaf atas nama pekerjanya. Akan tetapi, diluar dugaan, baru saja Zaskia memasuki ruangan, Bos Cahyadi langsung berseru memanggil.
“Akhirnya kau datang juga! Cepat kemarilah dan temani aku minum! Jika kau menemaniku, aku akan melupakan masalah pekerjamu yang ceroboh ini.”
Zaskia yang tak begitu suka minum tentu saja berusaha untuk menolak ajakan tersebut, sembari tersenyum tipis.
"Bi-bisakah jika saya hanya menemani anda duduk saja? Saya tidak terlalu pandai minum, saya takut jika membuat anda kecewa."
"Aku tak ingin kau hanya duduk dan menemaniku saja. Aku memintamu untuk minum bersamaku. Apakah itu masih kurang jelas, nona Zaskia? Atau aku perlu menjelaskannya dengan cara lain?" tanya Bos Cahyadi dengan tatapan tajamnya.
"Ma-maksud anda?" tanya Zaskia sembari menahan rasa takutnya.
Bos Cahyadi menepuk kedua tangannya sekali, lalu para bodyguard yang bertugas mendampinginya langsung melangkah dari tempat mereka berdiri.
“To-tolong jangan hukum nona Zaskia! Sayalah yang bersalah di sini. Tolong jangan libatkan di—
Buakkk!!!
Pria pelayan itu dipukul habis-habisan hingga pingsan tak sadarkan diri.
“Tolong berhenti memukulinya, dia sudah tak sadarkan diri! Apakah kalian tak punya rasa kemanusiaan!?” teriak Zaskia.
Sementara itu, Hansen yang berdiri di depan pintu langsung masuk setelah mendengar suara teriakan Zaskia.
Dia pun langsung dapat melihat sekelompok orang sedang mengelilingi Zaskia dan memaksanya minum, merobek pakaiannya sehingga banyak bagian yang terekspos.
Dia juga melihat pekerja yang telah pingsan tak sadarkan diri dalam keadaan mengenaskan.
Hansen segera maju untuk melindungi Zaskia. Hansen yang sempat mendengar perbincangan serta teriakan Bos Cahyadi tentu saja paham bahwa dia tak boleh begitu menyinggungnya.
Secara reflek Hansen melangkah maju membelakangi Zaskia, di saat orang-orang masih belum memperhatikan keberadaannya.
Tapp
"Jika tuan membutuhkan teman untuk minum, tolong ijinkan saya mewakili nona Zaskia. Saya lebih pandai dalam hal minum jika dibandingkan dengannya." Hansen tersenyum sembari merebut gelas anggur yang dipegang bodyguard Bos Cahyadi.
Sontak hal itu berhasil mengakibatkan sejumlah orang yang ada dalam ruangan tersebut kesal. Semua orang yang berada di pihak Bos Cahyadi menatap tajam Hansen.
"Cih! Siapa satpam ini?” ucap Bos Cahyadi, memandang rendah Hansen, “Beraninya dia ikut campur urusanku.”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments
Agustina Mose
itulah kalau sudah terkenal lupa daratan bos cahyady
2022-08-28
0
Imam Sutoto Suro
seruuuu lanjut
2022-08-24
0
Nazwa Azahra
ayo hansen habisi aja semuanya jangan ada yg tersisa
2022-07-15
0