Bab 20 : Singa yang terbangun

Andini berjalan menjauh setelah selesai mengatakan apa yang ia ingin katakan. Hansen terdiam sejenak karena merasa bersalah atas tuduhan yang dia ucapkan.

" ... " Hansen menarik napas begitu dalam dengan pandangan yang masih tertuju pada lantai ruangan. "Ma ... maaf karena telah meragukanmu ... ,"

"Cih!" Andini yang sempat menghentikan langkahnya, kembali berjalan membelakangi Hansen.

" ... " Hansen kembali terdiam sejenak, sembari mengepal erat kedua tangannya. Perlahan mengangkat kepalanya dan menatap punggung Andini yang sudah agak jauh. Lalu perlahan meninggikan suaranya agar dapat di dengar oleh Andini, "Untuk masalah klien yang mundur karena pengaruh Bos Cahyadi, biar aku yang menyelesaikannya untukmu!"

"Jangan lakukan hal bodoh yang mungkin menyeretmu ke penjara lagi ... ," Andini menghentikan langkahnya sebentar, lalu berkata, "Karena aku tak akan menyelamatkanmu untuk yang kedua kalinya!"

Hansen mengabaikan ucapan Andini, dan perlahan pergi meninggalkan perusahaan.

....

Bos Cahyadi nampak bersenang senang bersama para gadis KTV sembari berbagi minuman dengan kolega kolega besarnya.

"Hahahahaha!"

"Dengan ini, Hotel Permata pasti akan segera hancur. Tak hanya para investor besar saja yang perlahan menarik investasi mereka dari hotel itu, bahkan para investor kecil pun ikut menarik invesrasi mereka karena takut dana mereka tak dapat kembali. Dan semua itu terjadi hanya karena satu kata darimu saja, saya benar benar mengagumi pengaruh anda tuanku," David Hermanto memuja kinerja Bos Cahyadi karena dendam pribadi terhadap Andini telah terbalaskan melalui dirinya.

"Membuat semua investor menarik investasi mereka dari hotel permata memang bisa membuat hotel itu perlahan bangkrut, tapi masih ada kemungkinan lain yang bisa membuat mereka bertahan selama beberapa tahun," seorang kolega bisnis Bos Cahyadi berbicara sembari sesekali meminum anggurnya.

"Kemungkinan apa itu?" tanya David Hermanto dan para investor yang lain.

"Investor baru," jelas seorang kolega bisnis bos Cahyadi yang nampak memiliki sedikit rambut.

"Sepertinya kau investor baru ya?" tanya investor lain, sembari tersenyum sinis.

"Bagaimana kau tahu?" tanya investor dengan rambut minim yang nampak heran.

"Kau pikir apa alasan kami mengikuti bos Cahyadi ha?" tanya David Hermanto.

"Karena dia seorang bos besar yang memiliki banyak kolega?" tanya pria itu ragu.

"Nampaknya kau terlalu meremehkan bos besar kita," ucap David Hermanto sembari menatap tajam pria itu.

"Me ... memangnya bagian apa dari ucapanku yang mengisyaratkan bahwa aku meremehkannya?" pria itu nampak tegang.

"Bos Cahyadi terkenal dengan panggilan raja investor. Kau pikir apa alasanya?" David Hermanto terkekeh.

" ... " pria itu terdiam bingung.

"Karena bos cahyadi menguasai seluruh investor. Baik investor besar, kecil, pemula maupun calon investor. Tak ada yang berani berurusan dengannya apabila dia sudah menargetkan suatu perusahaan untuk dibangkrutkan," sambung David Hermanto sembari mengagungkan junjungannya.

"A ... apa yang membuat semua orang begitu tunduk terhadapnya?" tanya pria itu dengan gemetar.

"Karena dia memiliki kakak seorang jenderal, dan kebal terhadap hukum karena mengenal begitu banyak orang penting. Saking berpengaruhnya orang orang yang dikenalnya, dia bahkan tak dijatuhi hukuman meski terbukti telah menyuruh anak buahnya menghabisi investor yang melawan kehendaknya," David Hermanto kembali mengagungkan Bos Cahyadi.

'Untung saja aku tak berada di pihak yang melawan bos Cahyadi, jika tidak aku pasti akan hancur,' Pria itu menghela napas karena merasa lega.

"Sudahlah, hentikan omong kosong kalian. Kita fokus saja berpesta untuk kemenanganku," Bos Cahyadi mengangkat gelas anggurnya ke atas.

Tring!!! semua orang membenturkan gelas mereka secara perlahan, lalu berkata, "Kebangkrutan Hotel permata!"

Bruakk!!! Seorang body guard Bos Cahyadi yang bertugas menjaga pintu keluar nampak terdorong masuk dan berakhir menghantam meja.

" ... " semua orang menatap body guard yang terbaring pingsan dalam keadaan babak belur dan mendarat di meja mereka.

"Kau lagi!?" Bos Cahyadi nampak geram setelah melihat Hansen masuk melalui sekat pembatas ruangan.

"Nampaknya kau masih mengingat jelas siapa aku," Hansen tersenyum sinis.

"Bagaimana bisa aku melupakan An*jing penjaga yang pernah kurantai," sambung Bos Cahyadi sembari menatap hina Hansen.

"Bu ... bukankah dia seharusnya dipenjara?"

"Mengapa dia berada disini?" David nampak kaget karena tak mengetahui berita kebebasan Hansen.

"Keluarga Wisnu yang telah menjaminnya. Dan itupun atas persetujuanku," sambung Bos Cahyadi.

"Mengapa anda menyetujuinya begitu saja?" David nampak heran.

"Karena keluarga Wisnu menawarkan beberapa kompensasi dan menjamin bahwa pria itu tak akan berurusan lagi denganku," jelas Bos Cahyadi.

"Kompensasi apa yang kau maksud?" tanya Hansen heran.

"Setengah dari properti perusahaan keluarga Wisnu," Bos Cahyadi tersenyum sinis.

'Andini melakukan semua itu hanya demi mengeluarkanku?' Hansen nampak terkejut.

'Setengah dari properti perusahaan keluarga Wisnu?'

'Kenapa keluarga Wisnu menjadi senekad itu hanya untuk mengeluarkan seorang penjaga keamanan!?' semua orang yang tak tahu status Hansen sebagai suami Andini nampak kebingungan.

"Rubah tua itu benar benar kehilangan otaknya, hingga nekad menyerahkan setengah dari propertinya hanya untuk membebaskan menantunya yang tak berguna ini." Bos Cahyadi tersenyum sambil menyatukan kedua tangannya.

"Aku jadi penasaran, apa sih yang membuat rubah tua itu begitu membanggakan pria bodoh ini?"

'Rubah tua?'

'Apakah yang dia maksud ayah mertuaku?' Hansen terbelalak kaget.

"Yah tak peduli apapun itu, setelah memukulinya kita akan memenjarakannya lagi seperti saat itu. Dan kita lihat apakah rubah tua itu akan menawarkan sisa propertinya sebagai kompensasi!"

"Hahahhaah!" Bos Cahyadi dan semua pendukungnya tertawa lepas membayangkan jatuhnya seluruh properti keluarga Wisnu.

"Cepat hajar dia!" Bos Cahyadi menyuruh bawahannya untuk menyerang dan menyiksa Hansen dengan maksud membuatnya jerah.

"Baik Bos!" para bawahan Bos Cahyadi yang berbadan kekar dan berkepala licin mulai melangkah maju.

"Ingat, dia adalah asetku!"

"Cukup siksa dia hingga jerah dan pastikan agar tidak mati!" Bos Cahyadi memperingatkan bawahannya.

Wooshh!! bawahan bos Cahyadi berlari mendekat dengan pukulan yang dijatuhkan ke arah Hansen. Diikuti oleh gerakan lincah Hansen yang sanggup menghindari semua pukulan dan mematahkan lengan yang dipakai untuk memukul setiap kali berhasil dia hindari.

Krakk!!! "Arrghh!!" seorang body guard yang mengalami patah tulang menjerit kesakitan.

Wooshh!!! Bukkk!! Hansen menggunakan tubuh pria yang menyerang pertama kali sebagai tameng untuk menahan pukulan orang irang yang menyerang menggunakan batang kayu serta batang besi.

Woosh, Buaakk!! Hansen melempar pria yang telah dia gunakan sebagai tameng ke arah kerumunan body guard yang berniat menyerangnya.

Tap tap Krakk!! Hansen menahan setiap pukulan satu persatu, lalu menguatkan genggamannya hingga membuat kepalan tangan musuh yang dia tahan mengeluarkan suara akibat retak dari dalam.

Krakk!! "Arghh!" beberapa orang yang mengalami retak di bagian jari serta punggung tangan mereka, menjerit kesakitan.

"Dasar lemah!" Hansen menendang setiap orang yang bermaksud menyerangnya lagi untuk membalaskan rasa sakit yang mereka rasakan.

Singkat cerita, semua body guard berhasil Hansen bereskan. Bos Cahyadi yang tak mengharapkan keadaan tersebut, menjadi panik dan segera menelpon kenalannya. Namun anehnya, tak ada satupun kenalan yang mau mengangkat telepon darinya.

'Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi, cobalah beberapa saat lagi, atau tinggalkan pesan!' balasan operator terus terdengar ditelinga Bos Cahyadi setiap kali dia menelepon. Tak hanya satu nomor yang dia hubungi, melainkan seluruh nomor orang penting yang dia kenal.

"Percuma saja kau menelpon mereka, tak akan ada satupun dari mereka yang akan mau membantumu. Tidak akan!" Hansen melangkah mendekat.

"Ti ... tidak mungkin!"

"Orang orang itu tak pernah meninggalkanku, berhenti menggertakku!" Bos Cahyadi nampak panik.

"Co ... coba hubungi kakak tuan, dia pasti menjawab panggilanmu," David nampak panik karena situasi yang tak dia prediksikan.

" ... " Bos Cahyadi langsung menelpon kakaknya mengikuti anjuran David, dan benar saja, kali ini panggilannya tersambung. "Ka .. kakak, tolong aku, aku sedang dalam masalah," Bos Cahyadi menceritakan kondisinya secara rinci, namun sayangnya respon sang kakak berada diluar prediksinya. Alih alih mengirim bantuan ataupun bertanya tentang siapa musuhnya, kakak Bos Cahyadi yang merupakan seorang jenderal besar sekaligus veteran militer malah memperingatkannya dengan berkata, "Kau telah membangunkan singa yang tertidur,"

tut tut tut... panggilan terputus.

"Halo?"

"Kak ... ?" Bos Cahyadi nampak panik.

"Kembalikan seluruh properti keluarga Wisnu, dan tarik kembali perintah untuk para investor yang kau ancam untuk menarik investasi. Jika tidak ... ," Hansen melangkah mendekat dengan penuh dominasi. Menjatuhkan keberanian semua orang, hingga sanggup membuat mereka berlutut hanya dengan sekali ancam.

"Ka ... kami akan melakukan apa yang kau minta," semua orang termasuk Bos Cahyadi bersujud memohon pengampunan.

Terpopuler

Comments

Agustina Mose

Agustina Mose

yang benar biarlah benar saja

2022-10-06

0

Imam Sutoto Suro

Imam Sutoto Suro

woow keren banget lanjutkan

2022-08-24

0

Nasa

Nasa

Hahaha....we'll come lion king

2022-05-07

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Kejadian yang tak direncanakan
2 Bab 2 : Situasi yang mendesak
3 Bab 3 : Melamar sebuah pekerjaan
4 Bab 4 : Terjebak di lubang yang sama
5 Bab 5 : Rencana Andini
6 Bab 6 : Menghancurkan David dan semua bawahannya
7 Bab 7 : Kembali ke rumah
8 Bab 8 : Hari pertama bekerja
9 Bab 9 : Pembelaan Hansen
10 Bab 10 : Harga dari melawan seorang bos besar
11 Bab 11 : Timbul sedikit rasa
12 Bab 12 : Di tendang dari lingkaran penjaga keamanan
13 Bab 13 : Hansen dan pekerjaan barunya
14 Bab 14 : Tertangkap basah
15 Bab 15 : Keputusan besar Andini
16 Bab 16 : Hati yang hancur
17 Bab 17 : Rasa bersalah
18 Bab 18 : Terjebak
19 Bab 19 : Salah sangka
20 Bab 20 : Singa yang terbangun
21 Bab 21 : Pria yang misterius
22 Bab 22 : Emosi Hansen
23 Bab 23 : Dendam lama
24 Bab 24 : Kembali ke markas
25 Bab 25 : Menghadap Jenderal Besar
26 Bab 26 : Keadaan militer sejak kepergian Hansen
27 Bab 27 : Kegundahan Jenderal Fahar
28 Bab 28 : Menemui Zaskia
29 Bab 29 : Gerakan Scorpion
30 Bab 30 : Amelia Wisnu yang tersadar
31 Bab 31 : Kedekatan Hansen dan Amelia
32 Bab 32 : Dion Raharja
33 Bab 33 : Hansen dan masa lalunya
34 Bab 34 : Pencarian kawan lama
35 Bab 35 : Menghadap pemimpin kelompok Scorpion
36 Bab 36 : Gerakan kelompok peniru
37 Bab 37 : Serangan di gedung putih
38 Bab 38 : Ambil alih
39 Bab 39 : Wajah asli sang peniru
40 Chapter 40 : Pertemuan di istana merdeka
41 Chapter 41 : Deklarasi Hansen
42 Chapter 42 : Misteri kematian palsu
43 Chapter 43 : Kabar dari sang Jenderal
44 Chapter 44 : Rencana Number
45 Chapter 45 : Kebenaran yang telah lama tersembunyi
46 Chapter 46 : Emosi yang tak terbendung
47 Chapter 47 : Shelter
48 Chapter 48 : Shelter 2
49 Chapter 49 : Shelter 3
50 Chapter 50 : Kabar berita
51 Chapter 51 : Kesalah pahaman Andini
52 Chapter 52 : Kepala keluarga Wisnu
53 Chapter 53 : Kedatangan Mr W
54 Chapter 54 : Di balik kacamata Mr W
55 Chapter 55 : Pertemuan keluarga
56 Chapter 56 : Perdebatan di jamuan makan siang
57 Chapter 57 : Bicara empat mata dengan Mr W
58 Chapter 58 : Kembalinya Hacking Eagle
59 Chapter 59 : Tantangan dari pemilik lencana perak
60 Chapter 60 : Theo vs Andrew Julian
61 Chapter 61 : Teknologi rahasia Number
62 Chapter 62 : kejahilan yang berakhir petaka
63 Chapter 63 : Zaskia Arista
64 Chapter 64 : Andini Wisnu dan Herry Wijaya
65 Chapter 65 : Kesalahan langkah Amelia Wisnu
66 Chapter 66 : Murka Mr W
67 Chapter 67 : Mengungkap masa lalu
68 Chapter 68 : Kemalangan Zaskia
69 Chapter 69 : Adi Wijaya dan masa lalunya
70 Chapter 70 : Nasib Weapon Eagle
71 Chapter 71 : Kedatangan Theo
72 Chapter 72 : Kedekatan Theo dan Mr W
73 Chapter 73 : Menuju Battle Holder resmi pertama Hansen
74 Chapter 74 : Duduk dan bersiap
75 Chapter 75: Hansen Vs Marsekal Leo
76 Chapter 76 : Hansen Vs Marsekal Leo part 2
77 Chapter 77 : Pertemuan yang tak direncanakan
78 Chapter 78 : Perburuan Demon Eagle
79 Chapter 79 : Keputusan Demon Eagle
80 Chapter 80 : Musuh bebuyutan Law Breaker
81 Chapter 81 : Menemui Mr W
82 Chapter 82 : Penculikan besar besaran
83 Chapter 83 : Berbicara empat mata dengan Mr W
84 Chpater 84 : Masa Lalu Number One
85 Chapter 85 : Jebakan untuk Andini dan Hansen
86 Chapter 86 : Mengejar Andini
87 Chapter 87 : Penyergapan Weapon Eagle
88 Chapter 88 : Hansen vs Weapon Eagle
89 Chapter 89 : Musuh tersembunyi
90 Chapter 90 : Menyelamatkan Andini
91 Chapter 91 : Emosi yang meluap
92 chapter 92 : Puncak emosi Mr W
93 chapter 93 : Hubungan masa lalu
94 chapter 94 - nasib savior eagle
95 chapter 95 : Perang yang tak terhindarkan
96 Chapter 96 : Rasa bersalah Hansen
97 Chapter 97 : Pertarungan maut Mr W vs Adi Wijaya
98 Chapter 98 : Pertarungan maut Mr W vs Adi Wijaya part 2
99 Chapter 99 : Akhir dari perang angkatan laut vs angkatan udara
100 Chapter 100 : Koridor
101 Chapter 101 : Ilmuan gila
102 Chapter 102 : Kejadian setelah berakhirnya perang antara angkatan laut dan udara
103 Chapter 103 : Dampak setelah peperangan
104 Chapter 104 : Operasi lanjutan
105 Chapter 105 : Hasil operasi
106 Chapter 106 : Perseteruan
107 Chapter 107 : Dominasi Number
108 Chapter 108 : Identitas
109 Chapter 109 : Sampai di Shelter
110 Chapter 110 : Kondisi Cindy Pratama
111 Chapter 111 : Keputusan Hansen
112 Chapter 112 : Campur tangan pihak lain
113 Chapter 113 : Pertarungan yang tak terhindarkan
114 Chapter 114 : Pertarungan yang tak terhindarkan part 2
115 Chapter 115 : Hampir terungkap
116 Chapter 116 : Pertarungan yang tak terhindarkan bagian 3
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Bab 1 : Kejadian yang tak direncanakan
2
Bab 2 : Situasi yang mendesak
3
Bab 3 : Melamar sebuah pekerjaan
4
Bab 4 : Terjebak di lubang yang sama
5
Bab 5 : Rencana Andini
6
Bab 6 : Menghancurkan David dan semua bawahannya
7
Bab 7 : Kembali ke rumah
8
Bab 8 : Hari pertama bekerja
9
Bab 9 : Pembelaan Hansen
10
Bab 10 : Harga dari melawan seorang bos besar
11
Bab 11 : Timbul sedikit rasa
12
Bab 12 : Di tendang dari lingkaran penjaga keamanan
13
Bab 13 : Hansen dan pekerjaan barunya
14
Bab 14 : Tertangkap basah
15
Bab 15 : Keputusan besar Andini
16
Bab 16 : Hati yang hancur
17
Bab 17 : Rasa bersalah
18
Bab 18 : Terjebak
19
Bab 19 : Salah sangka
20
Bab 20 : Singa yang terbangun
21
Bab 21 : Pria yang misterius
22
Bab 22 : Emosi Hansen
23
Bab 23 : Dendam lama
24
Bab 24 : Kembali ke markas
25
Bab 25 : Menghadap Jenderal Besar
26
Bab 26 : Keadaan militer sejak kepergian Hansen
27
Bab 27 : Kegundahan Jenderal Fahar
28
Bab 28 : Menemui Zaskia
29
Bab 29 : Gerakan Scorpion
30
Bab 30 : Amelia Wisnu yang tersadar
31
Bab 31 : Kedekatan Hansen dan Amelia
32
Bab 32 : Dion Raharja
33
Bab 33 : Hansen dan masa lalunya
34
Bab 34 : Pencarian kawan lama
35
Bab 35 : Menghadap pemimpin kelompok Scorpion
36
Bab 36 : Gerakan kelompok peniru
37
Bab 37 : Serangan di gedung putih
38
Bab 38 : Ambil alih
39
Bab 39 : Wajah asli sang peniru
40
Chapter 40 : Pertemuan di istana merdeka
41
Chapter 41 : Deklarasi Hansen
42
Chapter 42 : Misteri kematian palsu
43
Chapter 43 : Kabar dari sang Jenderal
44
Chapter 44 : Rencana Number
45
Chapter 45 : Kebenaran yang telah lama tersembunyi
46
Chapter 46 : Emosi yang tak terbendung
47
Chapter 47 : Shelter
48
Chapter 48 : Shelter 2
49
Chapter 49 : Shelter 3
50
Chapter 50 : Kabar berita
51
Chapter 51 : Kesalah pahaman Andini
52
Chapter 52 : Kepala keluarga Wisnu
53
Chapter 53 : Kedatangan Mr W
54
Chapter 54 : Di balik kacamata Mr W
55
Chapter 55 : Pertemuan keluarga
56
Chapter 56 : Perdebatan di jamuan makan siang
57
Chapter 57 : Bicara empat mata dengan Mr W
58
Chapter 58 : Kembalinya Hacking Eagle
59
Chapter 59 : Tantangan dari pemilik lencana perak
60
Chapter 60 : Theo vs Andrew Julian
61
Chapter 61 : Teknologi rahasia Number
62
Chapter 62 : kejahilan yang berakhir petaka
63
Chapter 63 : Zaskia Arista
64
Chapter 64 : Andini Wisnu dan Herry Wijaya
65
Chapter 65 : Kesalahan langkah Amelia Wisnu
66
Chapter 66 : Murka Mr W
67
Chapter 67 : Mengungkap masa lalu
68
Chapter 68 : Kemalangan Zaskia
69
Chapter 69 : Adi Wijaya dan masa lalunya
70
Chapter 70 : Nasib Weapon Eagle
71
Chapter 71 : Kedatangan Theo
72
Chapter 72 : Kedekatan Theo dan Mr W
73
Chapter 73 : Menuju Battle Holder resmi pertama Hansen
74
Chapter 74 : Duduk dan bersiap
75
Chapter 75: Hansen Vs Marsekal Leo
76
Chapter 76 : Hansen Vs Marsekal Leo part 2
77
Chapter 77 : Pertemuan yang tak direncanakan
78
Chapter 78 : Perburuan Demon Eagle
79
Chapter 79 : Keputusan Demon Eagle
80
Chapter 80 : Musuh bebuyutan Law Breaker
81
Chapter 81 : Menemui Mr W
82
Chapter 82 : Penculikan besar besaran
83
Chapter 83 : Berbicara empat mata dengan Mr W
84
Chpater 84 : Masa Lalu Number One
85
Chapter 85 : Jebakan untuk Andini dan Hansen
86
Chapter 86 : Mengejar Andini
87
Chapter 87 : Penyergapan Weapon Eagle
88
Chapter 88 : Hansen vs Weapon Eagle
89
Chapter 89 : Musuh tersembunyi
90
Chapter 90 : Menyelamatkan Andini
91
Chapter 91 : Emosi yang meluap
92
chapter 92 : Puncak emosi Mr W
93
chapter 93 : Hubungan masa lalu
94
chapter 94 - nasib savior eagle
95
chapter 95 : Perang yang tak terhindarkan
96
Chapter 96 : Rasa bersalah Hansen
97
Chapter 97 : Pertarungan maut Mr W vs Adi Wijaya
98
Chapter 98 : Pertarungan maut Mr W vs Adi Wijaya part 2
99
Chapter 99 : Akhir dari perang angkatan laut vs angkatan udara
100
Chapter 100 : Koridor
101
Chapter 101 : Ilmuan gila
102
Chapter 102 : Kejadian setelah berakhirnya perang antara angkatan laut dan udara
103
Chapter 103 : Dampak setelah peperangan
104
Chapter 104 : Operasi lanjutan
105
Chapter 105 : Hasil operasi
106
Chapter 106 : Perseteruan
107
Chapter 107 : Dominasi Number
108
Chapter 108 : Identitas
109
Chapter 109 : Sampai di Shelter
110
Chapter 110 : Kondisi Cindy Pratama
111
Chapter 111 : Keputusan Hansen
112
Chapter 112 : Campur tangan pihak lain
113
Chapter 113 : Pertarungan yang tak terhindarkan
114
Chapter 114 : Pertarungan yang tak terhindarkan part 2
115
Chapter 115 : Hampir terungkap
116
Chapter 116 : Pertarungan yang tak terhindarkan bagian 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!