Bibi Mei sedang berada di dapur menyiapkan makan malam. Tiba-tiba terdengar seperti ada orang yang sedang bertengkar. Bibi Mei keluar dari dapur dan dia melihat Lily turun dari tangga menangis terisak dengan luka di bibirnya. Lily langsung masuk ke kamar dan menguncinya. Bibi Mei bingung dengan apa yang terjadi. Tiba-tiba Han muncul dari atas tangga dengan raut wajah yang sedih dan segera berpaling masuk ke kamar setelah dilihatnya Bibi Mei sedang menatapnya.
Lily menangis terisak di kasurnya. Dia tak percaya Han bersikap kasar padanya. Lily tidak tahan tinggal di The Grey House lagi. Lily mengunci pintu kamarnya, mematikan lampu, dan menyelinap pergi dari jendela kamar mandi. Dia mengendap-endap keluar dari The Grey House.
Bibi Mei yang melihat kejadian ini segera menelepon Nyonya Rose dan mencari Tuan Ho. Tuan Ho pun segera mendatangi kamar Lily. Dia mencoba mengetuk berulang kali tapi tak ada jawaban. Tuan Ho pun segera mengecek dari jendela kaca samping namun terkunci dan gelap. Tuan Ho dan Bibi Mei mulai panik.
Tak lama Nyonya Rose dan Komandan Zeno kembali. Mereka menanyakan apa yang terjadi. Bibi Mei hanya menjelaskan sepengetahuan dia saja. Takut terjadi hal buruk dengan Lily, Komandan Zeno mendobrak kamar Lily. Dilihatnya kamar Lily sudah kosong. Dia meninggalkan jam tangan dan handphone pemberian ibunya. Nyonya Rose panik dan cemas. Segeralah Komandan Zeno mencari dalam skala besar-besaran ke seluruh kastil dan The Grey House.
Nyonya Rose dan Komandan Zeno mengetuk pintu kamar Han, ingin menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Han membuka pintu dan hanya tertunduk diam saja. Nyonya Rose terus memaksa Han untuk bercerita. Akhirnya Han berterus terang. Nyonya Rose terlihat sangat marah dan sedih. Dia berbicara dalam bahasa Indonesia.
"Han, aku sudah pernah kehilangan anak semata wayangku 3 tahun lalu dan sekarang aku tidak mau hal itu terjadi lagi. Jika sampai terjadi hal buruk terhadap Lily, aku tidak akan memaafkanmu!" bentak Nyonya Rose dengan penuh amarah dan kesedihan.
Dia pergi meninggalkan Han dan segera menuju ruang CCTV untuk melihat hasil rekaman beberapa jam yang lalu.
Han terlihat sedih dan merasa sangat bersalah. Komandan Zeno sangat mengerti perasaan Han, dia pun memberikan nasehat.
"Han, aku tahu kau masih mencintai Lily, anak kandungku. Aku pun juga percaya kalau dia masih hidup. Tapi gadis yang hidup bersama kita sekarang ini tak mengerti apa-apa. Ini kesalahanku yang mengizinkan dia masuk ke dalam kehidupan kita. Jadi jangan menyalahkan dia." lirih Komandan Zeno dengan penyesalan.
"Sebaiknya kita cari dia." seraya menepuk bahu Han. Han pun menuruti perintah paman nya itu.
Nyonya Rose tak mendapatkan hasil apapun dari rekaman CCTV. Dia heran bagaimana Lily bisa menyelinap pergi tanpa terlihat kamera CCTV? Komandan Zeno pun menanyakan semua penjaga yang ada di gerbang, menara, bahkan di pantai tapi mereka tak melihat nona Lily. Mobil, motor, perahu dan helikopter masih berada di tempatnya. Tuan Ho pun teringat akan Dojo tempat James. Dia segera pergi kesana.
Di tempat Dojo, Lily menyelinap masuk ke dalamnya. Dia bersembunyi di gudang ruang peralatan. James yang baru bangun tidur teringat belum mengecek stok katana yang akan dikirimkan besok ke camp. Dia terkejut melihat Lily ada disana. Lily sedang duduk dilantai menutup diri bersembunyi diantara tumpukan pedang yang belum tersusun rapi. James pun menanyakan apa yang terjadi dengan bahasa Mandarin.
"Lily. Kenapa kau ada disini?" tanya James bingung sembari mendekati Lily. Dilihatnya mata Lily yang sembab karena menangis, bibir Lily berdarah dan pipinya lebam.
"Apa yang terjadi? Siapa yang melakukan ini padamu?" tanya James geram.
"Han." jawab Lily lirih. James terlihat sangat marah. Dia berniat untuk menemui Han tapi Lily menghentikannya.
"James. Tolong, biarkan aku tinggal disini sementara waktu. Aku tidak mau kembali ke The Grey House." Lily memohon dengan berlinang air mata. James begitu iba dengan yang terjadi pada Lily. Dia pun memperbolehkannya.
"Ada satu lagi James. Aku sakit hati dengan perlakuan Han padaku. Aku tidak terima! Jadi aku mohon. Ajari aku. Ajari aku sampai bisa mengalahkan Han!" pinta Lily dengan sangat serius.
James tak pernah mengira Lily akan bersikap seperti ini hanya karena Han bersikap buruk padanya.
"Baik. Akan ku bantu kau mengalahkan Han." ucap James dengan tersenyum.
Tiba-tiba Tuan Ho datang ke Dojo mencari Lily. Lily menatap James dengan penuh permohonan. James tahu apa yang harus dilakukan.
James keluar menemui Tuan Ho. Tuan Ho merasa James tidak seperti biasanya. Mereka berbicara dalam bahasa Mandarin.
"James. Dimana nona Lily?" tanya Tuan Ho khawatir.
"Maaf Tuan Ho. Tapi Lily tidak bisa pulang ke The Grey House bersamamu." ucap James sopan.
"Apa yang kau katakan? Jangan bercanda!" jawab Tuan Ho marah.
"Tuan Ho. Tolong hormati keputusan nona Lily dan tolong sampaikan ini kepada Han. 2 bulan dari sekarang, Lily mengajak duel 1 lawan 1 dengan Han. Jika Han menang, maka Lily akan kembali ke The Grey House. Tapi jika Lily menang, Han harus pergi dari sini!" ucap James dengan tatapan serius.
Tuan Ho menatap James tajam. Dia tahu bahwa yang dikatakan James ini serius. Tapi dia tak menyangka nona Lily akan berbuat senekat ini.
"Baik. Akan ku sampaikan kepada Han." balas Tuan Ho.
"Dan James. Tolong jaga nona Lily baik-baik."
Tuan Ho pun pamit dan segera pergi meninggalkan Dojo untuk menyampaikan pesan nona Lily kepada Han.
Saat seisi The Grey House panik Tuan Ho muncul dari pintu belakang. Nyonya Rose, Komandan Zeno, Han, Bibi Mei, Drake dan beberapa penjaga lainnya ada disana. Mereka menanyakan Tuan Ho apa yang terjadi dengan bahasa Mandarin.
"Tuan Ho, kau dari mana?" tanya Drake.
"Aku sudah menemukan nona Lily." ucap Tuan Ho dengan kepala tertunduk.
"Ada apa Ho? Apa yang terjadi? Sekarang dimana Lily?" tanya Nyonya Rose mulai panik.
"Nona Lily tidak apa-apa. Hanya saja.." ucapan Tuan Ho terputus.
"Tapi apa Tuan Ho?" tanya Drake lagi.
"Dia menantang Tuan Han untuk berduel 1 lawan 1 di Dojo 2 bulan dari sekarang!" ucap Tuan Ho dengan lantang.
"Apa?!" jawab semua orang yang ada disana. Semua orang sangat terkejut dengan keputusan Lily.
"Aku tahu Lily sedih dan marah tapi keputusannya ini bisa melukai dirinya sendiri. Aku akan pergi menemuinya." tegas Nyonya Rose seraya mulai beranjak pergi. Tapi Han menahannya.
"Biarkan saja bibi. Jika itu membuatnya lebih baik, biarkan saja." ucap Han dengan penuh penyesalan.
Nyonya Rose tahu bahwa Han tidak ingin melakukannya karena hasilnya pun sudah ketahuan kalau Han yang akan menang. Tapi Han membiarkan Lily untuk berusaha demi membalas perlakuan Han padanya. Nyonya Rose merasa sangat sedih, dia tak menyangka mereka berdua akan menjadi berselisih seperti ini.
"Jadi Tuan Ho. Apa taruhannya?" tanya Han serius.
"Jika kau menang, maka nona Lily akan kembali ke The Grey House. Tapi jika nona Lily yang menang, kau harus pergi dari sini." tegas Tuan Ho dengan serius.
Han terkejut dengan taruhan Lily. Dia tak menyangka Lily benar-benar membencinya hingga ingin menyingkirkannya.
"Baik. Aku terima tantangannya." jawab Han dingin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 502 Episodes
Comments
clover
see? she doesn't even know anything
2023-07-15
0
Adryan Eko
hadehh emang bikin ribet nih si Han.. kelewatan sih ente bro.. main gampar aja seenaknya
2022-07-04
0
𝔢𝔱𝔥𝔢
kok nyesek 🥺🥺🥺
2022-05-29
0