Lily keluar pondok digandeng wanita itu. Banyak orang-orang yang melihat mereka berdua.
Merasa kurang nyaman dengan tatapan orang-orang tersebut. Lily meminta agar dia bisa kembali ke dalam pondok untuk beristirahat.
"Ibu ... aku masih merasa sedikit lelah. Bolehkah aku kembali untuk beristirahat agar luka-lukaku segera pulih?" pinta Lily memelas.
Wanita itu melihat Lily tertunduk sambil mencuri-curi pandang ke arah orang-orang yang melihatnya. Dia mengerti kondisi ini.
Akhirnya, Lily diperbolehkan kembali untuk beristirahat. Wanita itu menemani Lily disamping ranjang memastikan gadis itu tertidur dengan lelap.
Setelah Lily tertidur, wanita itu keluar dari pondok dan memberi instruksi kepada dua penjaga untuk mengumpulkan orang-orang.
Nyonya Rose. Wanita berusia 55 tahun itu bernama Rose Marlena. Dia adalah isteri Komandan Zeno yang telah menemukan Lily di pinggiran sungai.
Wanita cantik nan anggun dengan rambut sebahu berwarna cokelat yang sudah sedikit beruban, tinggi semampai, tapi bisa terlihat bahwa dia wanita yang tangguh.
Orang-orang telah berkumpul di lapangan. Nyonya Rose mulai berbicara dalam bahasa Mandarin.
"Terima kasih kepada semua warga yang sudah berkumpul di sini. Langsung saja. Maksud dan tujuan saya mengumpulkan kalian semua untuk menginformasikan. Bahwa gadis yang ditemukan beberapa hari lalu adalah anak saya. Dia bernama Lily dan saya ingin hal ini hanya orang-orang di camp ini saja yang tahu. Kalian mengerti?!" tegas Nyonya Rose menjelaskan tanpa basa basi.
Orang-orang terkejut dan kebingungan mendengar penjelasan Nyonya Rose. Namun, mereka tidak dapat membantah ataupun mengoreksi ucapan Nyonya Rose. Mereka hanya bisa menyetujui perintahnya.
"Kami mengerti Nyonya Rose," jawab orang-orang serempak.
"Bagus. Mulai sekarang, setiap kalian melihatnya panggil dia dengan sebutan Nona Lily. Kalian harus bersikap wajar dan jangan bocorkan hal ini kepada siapapun, termasuk gadis itu. Atau kalian akan menerima akibatnya," tegas Nyonya Rose seraya pergi meninggalkan kumpulan orang-orang itu.
"Apa maksudnya? Jelas-jelas gadis itu bukan Nona Lily," ucap seorang warga yang masih bingung dengan tindakan Nyonya Rose.
"Tidak bisakah kau hanya menuruti perintah Nyonya? Mungkin Nyonya hanya merasa bahwa gadis itu mirip dengan anaknya," jawab seorang warga yang lain dengan sedikit iba kepada Nyonya Rose.
Terlihat seorang anak lelaki berumur sekitar 8 tahun ikut mendengarkan ucapan Nyonya Rose. Anak lelaki itu bernama Liu.
Namun, dia merasa bahwa tindakan Nyonya Rose sudah keterlaluan. Akhirnya, dia pergi ke tempat Komandan Zeno dimana dia melatih para prajurit yang sedang adu tarung.
Lokasi latihan adu tarung Komandan Zeno tak jauh dari kawasan padepokan. Terlihat beberapa prajurit sedang adu tarung 1 lawan 1.
Dari judo, bela diri, kung fu hingga karate semua diajarkan disini. Para prajurit wanita pun ikut latihan adu tarung. Tak ada pilih kasih antara pria dan wanita, semua dianggap sama.
"Ready?"
PRITT!!
Bunyi tiupan peluit yang nyaring tanda adu tarung 1 lawan 1 telah dimulai.
Terlihat 2 orang lelaki dengan jenis ras yang berbeda memulai pertarungan. Lelaki pertama berkulit gelap, tinggi diatas 180cm, berbadan kekar, berambut cepak dengan wajah garang dan sedikit brewok namun tetap tampan. Dia dikenal dengan sebutan Drake, The Destroyer.
Dia menjaga jarak dengan petarung lawannya seorang lelaki berumur sekitar 21 tahun, berambut pirang gondrong sebahu yang dibiarkan tergerai.
Badan yang lebih ramping, tapi tetap memiliki otot perut yang menawan. Pria itu dikenal dengan nama James. Tinggi James dengan Drake hampir sama.
Dari kejauhan tampak Komandan Zeno memperhatikan pertarungan mereka dengan seksama.
Dia sengaja mengadu Drake dengan James untuk mengetahui bagaimana Drake mengatasi James yang begitu lincah dan gesit yang terkenal dengan gerakan sabetan tangan.
Gerakan yang mampu melumpuhkan lawan dengan menyerang bagian-bagian vital lawan yang bisa mengakibatkan lumpuh sementara seperti jurus totok kungfu China.
Drake memulai serangannya. Dia berusaha untuk menangkap James yang begitu lincah. Namun, James dengan mudah mengelak setiap tangkapan Drake.
Terlihat Drake masih dengan tenang melakukan serangan-serangan tangkas bertubi-tubi kepada James.
Drake tak terlihat lelah sedikitpun. Tak satupun keringat menetes di tubuhnya. Drake memang dikenal sebagai orang yang paling tenang dalam bertarung.
Tidak banyak melakukan gerakan, tapi jika tertangkap olehnya badanmu bisa diremukkan seperti kerupuk. Kedua orang ini memang petarung yang mengerikan.
James mulai terlihat kelelahan. Ini kesempatan Drake untuk menggunakan jurus pamungkasnya.
Dia mengeblok lompatan James, menghadangnya dengan 1 tangan dan tangan lainya meraih lengan kiri James. James tertangkap dan dengan segera Drake melakukan gerakan pengunci dari belakang.
James tak bisa berkutik. Rasanya dia seperti dililit ular anaconda yang super besar dan ingin meremukkan tulang-tulangnya.
James menggerang. Drake tak berbelas kasihan, James tak mau menyerah. Dia sentakkan kepalanya kebelakang dengan keras dan mengenai hidung Drake, kuncian Drake sedikit terbuka, James menggunakan kesempatan ini untuk mengeluarkan jurus sabetan tangannya.
Sekejap dia berbalik badan dan menepak kedua telinga Drake dengan keras. Drake tampak linglung.
Gendang telinganya berdengung dengan kencang mengakibatkan pandanganya kabur. Namun, Drake tetap tidak melepaskan kuncian kepada James.
Saat keduanya saling beradu kekuatan Komandan Zeno menghentikan pertarungan.
"Enough. Good fight. I'm impressed. Thank you gentlemen," seraya berdiri dan memberi tepuk tangan.
Para prajurit pun juga bersorak atas pertarungan yang begitu hebat. Mereka begitu bersemangat menyaksikan pertarungan antara Drake dan James. Mereka termotivasi agar bisa menjadi sekuat dan sehebat mereka.
Melihat kesempatan ini, Liu menghampiri Komandan Zeno. Dia memberitahukan tentang apa yang Nyonya Rose lakukan. Sontak Komandan Zeno marah.
Segera dia meninggalkan area adu tarung dan pergi menemui isterinya, Nyonya Rose. Mereka berbicara dalam bahasa Mandarin.
"Rose! Apa maksudmu? Dia bukan anak kita. Kenapa kau mengatakan kepada semua orang dia anak kita?!" tanya Komandan Zeno geram.
Nyonya Rose yang sedang merapikan buku-buku di perpustakaan pondok kecil miliknya hanya terdiam. Tak menghiraukan ucapan Komandan Zeno.
Hal ini membuat Komandan Zeno semakin kesal. Dia menghampiri Nyonya Rose dan menarik tangannya.
"Rose!" teriak Komandan Zeno seraya menarik tangan Nyonya Rose.
"Aku merindukannya Zen. Sudah bertahun-tahun anak kita hilang dan tak pernah kembali. Bahkan kita juga tidak tahu dia masih hidup atau sudah mati. Memangnya kenapa? Dia memanggilku ibu. Dia amnesia," jawab Nyonya Rose dengan menahan air mata.
Melihat Nyonya Rose yang begitu sedih atas kehilangan putri semata wayang yang dikasihnya dan dengan munculnya gadis tak dikenal mampu memberikan sebuah harapan baru, membuat Komandan Zeno tak bisa berbuat banyak. Dia hanya ingin isterinya bahagia.
Selama ini Nyonya Rose sering termenung semenjak kehilangan anaknya. Tak terlihat rona kebahagiaan diwajahnya.
Namun, jika kehadiran gadis itu bisa mengembalikan kebahagiaan isteri yang sangat dicintainya, tak mengapa jika Komandan Zeno juga harus berpura-pura untuk menjadi ayah gadis itu.
Sambil memegang lembut bahu isterinya yang mulai lunglai, perlahan Komandan Zeno mendekap memeluknya.
Nyonya Rose tahu bahwa apa yang mereka lakukan ini salah, tapi ego untuk bisa bahagia lagi sudah membutakan hati mereka untuk mengetahui latar belakang gadis amnesia itu.
Mereka tidak peduli siapa gadis itu sebenarnya, dari mana dia berasal, atau siapa keluarganya.
-------
ILUSTRASI NYONYA ROSE
SOURCE : GOOGLE
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 502 Episodes
Comments
clover
untung aja namanya ga pake bahasa china jadi ga butuh effort untuk ngafalinnya
2023-07-15
0
Faris Maulana
baca lagi nih novel yg ke 2x nya...
2023-01-02
0
Widyawati Naswa
27 september 2022 , balik kesini lagi lah sambil nunggu King D up. Toko lain gak bikin greget soalnya 🤭
2022-09-27
1