Akhirnya waktu yang dijanjikan telah tiba. Semua orang sudah berkumpul di Dojo. Nyonya Rose, Lopez, Drake, Sasha, James, Bibi Mei, beberapa penjaga kastil dan ada Eiji juga yang masih berbalut perban duduk bersimpuh menyaksikan duel ini. Mereka memakai kimono dan yukata.
Terlihat Han sudah bersiap memulai duel 1 lawan 1 dengan Lily. Dengan tenang Lily memasuki area tanding.
"Seperti biasa Han terlihat tampan", batin Lily.
Han dan Lily saling menatap. Tuan Ho yang menjadi wasitnya. Ketika pertarungan akan dimulai, Komandan Zeno menyela. Semua berbicara dalam bahasa Mandarin.
"Tunggu. Ganti tongkat mereka dengan katana yang sesungguhnya." ucap Komandan Zeno tegas.
Semua orang disana tersentak, termasuk Han dan Lily.
"Komandan Zeno. Saya tidak pernah melatih Lily dengan pedang sungguhan. Bagaimana jika dia terluka?" James membela.
"Jika hanya menggunakan tongkat, ini hanya akan menjadi pertunjukan yang sia-sia. Jika takut sebaiknya menyerah saja." tegas Komandan Zeno dengan sinis.
Lily pun dengan tenang jalan perlahan ke tempat katana disimpan. Dia mengambil sebuah katana dan diserahkan kepada Han dengan hormat. Han terkejut dengan sikap Lily. Diterimanya katana tersebut. Lily tak gentar sedikitpun. Dia pun segera mengambil katana untuknya.
Lily memandangi katana itu, ditariknya pedang yang sangat tajam itu dari sarungnya. Entah apa yang dipikirkannya Lily memandangi pedang itu tanpa ekspresi. Segera Lily menyarungkannya kembali. Dia memberi hormat kepada Han tanda dia sudah bersiap.
"Han. Jika kau sampai mengalah kepada Lily. Aku tak sudi menganggapmu sebagai keponakanku lagi." ucap Komandan Zeno dengan serius.
Han hanya mengangguk sembari melirik Lily. Lily hanya diam saja tertunduk.
"Dan kau Lily. Kau berani menantang Han. Kau harus menang. Jangan mempermalukan aku." tegas Komandan Zeno.
Han dan Lily berada di posisi yang sulit. Han tidak ingin melukai Lily. Tapi Lily, entah apa yang dipikirkannya.
Semua orang sangat gelisah dengan duel ini terlebih Nyonya Rose. Terlihat sangat khawatir jika Lily terluka. Para penonton pun hanya saling memandang. Bisa dibilang semua menjagokan Lily. Tuan Ho pun bersiap memberi tanda dan "Yak!" duel dimulai.
Terlihat Lily dan Han masih menyarungkan pedangnya. Mereka mulai memasang kuda-kuda. Diam-diam James merekam duel mereka dengan handphone nya.
Han dan Lily mencengkram gagang pedangnya dengan kuat, menggerakkan kakinya dan bergeser mencari posisi untuk menyerang dan tiba-tiba Lily menarik pedangnya dengan cepat, menghunuskan ke arah perut Han. Segera Han menangkis ujung pedang Lily, berputar dan menyabetnya dari atas. Lily menangkis pedang Han yang hampir mengenai kepalanya dengan berlutut. Diangkatnya sekuat tenaga pedang Han.
Han melangkah mundur, Lily bergulung ke belakang dan segera berlari merunduk kearah Han dengan menggenggam erat pedangnya dengan kedua tangan di sebelah kanan. Han menggerakkan pedangnya dengan tangan kanan kearah wajah Lily dengan cepat, Lily berputar kesamping dengan tangan kiri sebagai tumpuannya. Han tak menduga gerakan itu. Lily ada disamping Han dan Lily menendang kaki kanan Han sambil meluncur cepat memanfaatkan lantai Dojo yang licin. Han jatuh dengan satu kaki masih menumpu.
Para pendukung Lily bersorak. Komandan Zeno menatap mereka dengan dingin. Suasana kembali tenang.
Lily menang 1 angka. Han terlihat bersemangat. Lily masih waspada dan bersiap dengan kuda-kudanya. Han segera menyabetkan pedanganya kearah Lily bertubi-tubi dengan satu tangan. Lily menangkis semua serangan Han yang tanpa ampun itu dengan kedua tangan mencengkram gagang pedang dengan kuat.
Lily bisa merasakan Han begitu serius dengan serangannya. Lily terpojok, Lily menangkis pedang Han dan mendorong pedangnya ke samping. Lily berbalik dan berlari keluar Dojo sambil menyarungkan pedangnya. Han mengejarnya. Mereka bertarung sampai ke hutan bambu.
Para penonton pun ikut keluar untuk melihat duel yang sangat mendebarkan ini.
Lily melompat dengan lincah menggapai batang bambu yang melengkung, dia berputar dan menendang Han tepat mengenai dadanya. Han terdorong mundur. Dia tak menyangka Lily selincah itu. Lily mendarat sempurna dengan berjongkok, dia mengincar kaki Han. Disabetnya kaki Han dengan pedang miliknya, Han melompat dengan kedua kakinya seketika.
Lily tahu Han akan melompat. Dengan cepat Lily meletakkan kedua tangannya ke tanah sebagai tumpuan dan kakinya melayang di udara menendang Han tepat di kedua kakinya. "Duakkk!!" Han jatuh terpental. Lily segera berdiri, mengambil pedangnya dan menyarungkannya kembali.
Komandan Zeno mengamati gerakan Lily. "Kombinasi gerakan Lily sangat tidak biasa. Darimana dia mempelajarinya?" tanya Komandan Zeno dalam hatinya dengan penasaran.
Han yang jatuh tengkurap segera bangun. Dia terlihat marah. Lily berdiri tegap dengan tangan kanan yang sigap digagang pedang. Han berlari ke arah Lily sambil berteriak dan menghunuskan pedang ke arahnya. Tiba-tiba kaki kanan Lily menyepak ke depan wajah Han.
Ternyata Lily sengaja memanfaatkan daun-daun bambu kering yang berjatuhan untuk mengaburkan pandangan Han, Han terkejut. Lily merunduk dan bersembunyi diantara daun-daun yang berhamburan di udara, dengan cepat Lily memegang tangan Han yang memegang pedang, kemudian melempar tubuh Han ke depan. Han jatuh terlentang. Dengan kilat Lily sudah berada di dada Han. Kaki kiri di bahu kanan Han dan satu kaki menginjak pergelangan tangan kanannya. Kedua tangan Lily sudah memegang pedang Han dan meletakkan ujung pedang di dahi Han.
Sontak semua orang terkejut dengan apa yang terjadi. Terlebih James. Dia merasa tidak pernah mengajarkan gerakan-gerakan yang mirip akrobat kepada Lily. Tapi dengan menangnya Lily, James terlihat sangat gembira. Han masih tidak mengira akan kalah dari Lily dengan cara seperti ini. Tapi Han menyadari bahwa janji adalah janji. Han harus pergi dari The Grey House.
Han bangun dan membersihkan dirinya. Dilihatnya Lily dalam-dalam dengan tersenyum untuk pertama kalinya. Han memberi hormat dengan membungkuk kepada Lily sebagai salam perpisahan dan pengakuan atas kemampuannya yang mengejutkan. Han juga memberi hormat kepada semuanya dengan membungkuk. Saat Han akan pergi Lily menahannya. Lily memegang bahu Han. Lily berbicara dalam bahasa Mandarin.
"Kak Han. Bagaimanapun kita adalah saudara. Sebagai saudara kita tidak boleh saling membenci. Tetaplah tinggal disini. Bukankah keluarga harus selalu bersama?" ucap Lily seraya tersenyum.
Han tak menyangka Lily akan berkata seperti itu padanya. Han menatap Lily dengan penuh perasaan. Lily berjalan ke arah Dojo. Dia berhenti di depan James. Lily tahu James merekam duel tadi. James jadi tidak enak hati.
Tapi Lily hanya tersenyum saja seraya menyerahkan katana miliknya dan milik Han kepada James. Lily pun berbalik kembali ke arah Han. Tiba-tiba Lily menggandengnya.
"Ayo kak Han, kita pulang." ucap Lily dengan bahasa Indonesia dan senyuman merekah di wajahnya.
Nyonya Rose terlihat senang karena semua berakhir dengan baik. James merasa bangga dengan dirinya karena telah berhasil menjadi seorang instruktur dan dia berencana menyebarkan video itu di camp nanti.
"Pasti akan banyak gadis-gadis yang akan mengerubutiku untuk minta diajarkan ilmu pedang seperti Lily" batin James dalam khayalan.
Semua orang di kastil dan The Grey House merasa kagum dengan kemampuan Lily. Mereka sudah tidak meremehkan Lily lagi. Meskipun badan Lily ramping dan terlihat lemah tapi itulah yang menjadi kelebihannya dan Lily bisa memanfaatkannya dengan baik.
Komandan Zeno masih terdiam melihat hasil yang tak disangkanya itu. Dia terfokus hanya pada Lily. Masih banyak pertanyaan mengenai gadis itu dikepalanya. Tuan Ho mendekatinya.
"Bagaimana menurutmu Komandan?" tanya Tuan Ho dengan serius menggunakan bahasa Mandarin.
"Esok aku akan melibatkan Lily dalam bisnis kita." jawab Komandan Zeno dengan dingin.
Tuan Ho nampak terkejut.
"Apakah Anda yakin? Apa tidak terlalu gegabah?" jawab Tuan Ho yang sedikit khawatir.
Komandan Zeno hanya melirik Tuan Ho dengan sinis. Tuan Ho tak berani bertanya lagi.
"Baik. Saya mengerti Komandan. Esok akan saya persiapkan." jawab Tuan Ho seraya pergi kembali ke The Grey House.
Nyonya Rose menyadari ada hal yang dibicarakan antara Tuan Ho dan suaminya. Nyonya Rose menaruh curiga.
---------
ILUSTRASI LILY
SOURCE : PINTEREST
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 502 Episodes
Comments
~Daf r r
mukanya gak keliatan semuanya tor, tp keknya cantik
2023-10-16
1
clover
lily pas di indo bisa bela diri kali ya
2023-07-15
0
clover
gamau lily besar kepala karena banyak yang dukung
2023-07-15
0