Lily bergegas pergi ke tempat Komandan Zeno menggunakan celana loreng berwarna hijau khas militer, kaos hitam lengan panjang, dan masker wajah untuk menutup bekas luka di kepalanya.
Menurut info yang diberikan Liu, Komandan orang yang sangat disiplin waktu, tegas, dan tidak pilih kasih.
Meskipun Lily anak Komandan Zeno, tapi tak ada toleransi jika Lily melakukan kesalahan selama latihan.
Pagi buta sekitar pukul 5, Lily sudah bangun dan sarapan apel. Apel pemberian Liu sangat bermanfaat untuk Lily memulai hari yang berat ini.
Beberapa waktu lalu Komandan Zeno mengatakan jika luka dikepala Lily sudah pulih, dia harus segera menemuinya untuk membalas budi.
Setiap hari Lily menebak-nebak apa yang harus dia lakukan untuk membalas budi Komandan Zeno.
Dan semalam saat Lily akan pergi tidur, Lily melihat Komandan Zeno melintas di depan pondoknya.
Tanpa ragu Lily menemuinya dan mengatakan bahwa lukanya sudah membaik dan tidak merasakan sakit lagi.
Dengan tegas Komandan mengatakan bahwa Lily harus sudah berada di lokasi latihan Zona E untuk memulai latihan sebagai prajurit.
Inilah cara membalas budi atas transfusi darah yang dilakukan Komandan Zeno tempo hari.
Lily juga sempat kaget ketika dia menyadari bahwa Komandan Zeno adalah ayahnya. Jika bukan karena Liu yang menceritakannya Lily mungkin tidak pernah tahu.
Pantas saja Komandan Zeno dengan rela mentransfusikan darahnya.
"Mungkin jiwa kebapakannya tergerak karena melihat anaknya sakit", begitu pikir Lily.
Namun, sikap Komandan Zeno yang dingin kepada Lily tak membuat Lily membencinya karena Lily tahu, Komandan Zeno pastilah orang yang sangat bijaksana.
Dia tahu kapan harus bersikap menjadi seorang ayah dan kapan menjadi seorang Komandan Pasukan.
Lily tampak kelelahan setelah berlari cukup jauh dari pondok ke Zona E yang diberitahukan Liu.
Di sana ternyata banyak prajurit wanita yang sudah berkumpul. Mereka melihat kedatangan Lily dengan sikap acuh.
Lily sadar bahwa hari ini akan menjadi hari paling berat selama di camp. Lily ikut bergabung bersama pasukan.
Tak terlihat Komandan Zeno di lokasi tersebut. Lily berfikir pasti instrukturnya seorang wanita juga.
Betapa terkejutnya ternyata yang datang adalah Han. Seketika mental Lily langsung goyah. Antara sebal dan sungkan kepada Han karena selama ini dia tidak pernah menyapanya.
"Matilah aku," batin Lily menyumpahi dirinya sendiri.
Latihan pun dimulai. Ternyata latihan awal hanya melakukan pemanasan ringan. Senam dikomandoi oleh Lopez.
Ya, wanita berambut pirang yang dikuncir ekor kuda yang pernah memukul Lily sampai terkapar. Lily tidak mengalami kesulitan selama latihan senam ini.
Latihan berikutnya dilanjutkan dengan lari sejauh 5 km. Sontak Lily kaget setengah mati. Itu hampir sama dengan mengelilingi hutan selama setengah hari penuh tanpa istirahat.
Sedangkan medan yang harus dilalui adalah jalan berbukit melewati hutan. Jika sampai tertinggal dalam hutan bisa gawat. Seperti kasus penyerangan **** beberapa waktu lalu.
Namun, Lily tidak mau menyerah. Dia tidak mau mempermalukan ayahnya karena bagaimanapun Lily membawa nama Komandan Zeno selama pelatihan ini.
Semua pelari sudah dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. 1 kelompok terdiri dari 7 orang anggota dan 1 ketua regu.
Beruntungnya Lily karena Lopez yang menjadi ketua regunya. Regu Lily ternyata kloter terakhir. Setelah tanda peluit dibunyikan regu Lily segera berangkat.
Mereka berlari santai namun dengan ritme yang teratur. Ternyata latihan lari ini tak begitu menyulitkan Lily. Lily berada dibarisan nomor 2 dari belakang.
Tiba-tiba, pelari di belakang Lily ambruk. Ternyata dia memiliki penyakit asthma dan sedang kambuh.
Selama ini dia tidak mengatakan kepada Komandan Zeno karena takut dipulangkan. Ketika Lily sedang menolong teman satu regunya ini, dia menyadari bahwa dia sudah tertinggal jauh dengan yang lainya.
Bahkan ketika Lily berteriak minta tolong, suaranya pun tidak sampai kepada Lopez. Lily melihat wanita ini sudah sangat kesulitan bernafas dan tidak mungkin untuk berlari lagi. Lily memutuskan untuk menggendongnya.
Sejauh 2 km Lily bersusah payah sekuat tenaga menggendong teman satu regunya yang sudah tak berdaya ini.
Saat melewati menara pengawas ternyata penjaga di sana melihat Lily sedang berjalan cepat menggendong seorang wanita.
Segera penjaga tersebut menghubungi Komandan Zeno. Lily sudah mulai tidak kuat. Dia juga merasa pusing dan mual. Kakinya terasa lemas dan rasanya ingin pingsan.
Wanita yang digendongnya pun merasa tak enak hati atas perlakuan Lily terhadapnya.
Dari kejauhan nampak mobil Jeep yang dikendarai Komandan Zeno, Lopez dan Han menuju ke arah mereka.
Lily terlihat senang karena bantuan datang. Saat Lily membaringkan kawannya yang mulai sekarat Han malah membuat Lily kesal.
"Lily! Do you know what you have done?" tegas Han.
"You leave the group without notice!" Han kesal atas sikap Lily yang seenaknya sendiri.
Lily yang sedang kelelahan tidak mau berdebat dengan Han. Lily mendekati Jeep dan ingin ikut berkendara bersama yang lain, tapi Han menariknya. Dia tidak mengizinkan Lily ikut kedalam mobil.
Han meninggalkan Lily begitu saja dipinggiran hutan. Lily benar-benar kesal setengah mati.
Namun, akhirnya Lily menyadari tidak ada yang bisa dia perbuat. Lily melanjutkan sendiri larinya.
Lily yang belum tahu medan dikawasan tersebut tergelincir pada sebuah jalanan yang berlumut.
Lily jatuh bergulung-gulung tersangkut disemak-semak dan menabrak batang pohon pinus.
Lily mengerang kesakitan. Ia mengalami luka lecet lagi dibadan tangan dan kaki tapi untungnya kepala Lily baik-baik saja. Lily lebih menghawatirkan luka dikepala ketimbang dibadannya.
Saat Lily mencoba bangun ternyata kaki kanannya terkilir. Lily menahan nyeri yang teramat sangat, tapi Lily sadar bahwa tidak akan ada yang datang menolongnya di tempat terpencil ini.
Lily menguatkan mentalnya. Dia mencari batang pohon yang kuat untuk dijadikan tongkat membantunya berjalan.
Tinggal 300 meter lagi Lily sampai ditujuan. Dengan tergopoh-gopoh Lily menyemangati dirinya untuk bisa segera sampai di lokasi.
Didalam kawasan latihan Zona E tampak Komandan Zeno cemas dengan keadaan Lily. Han yang merasa bersalah berniat untuk kembali lagi mencari Lily.
Seharusnya Lily sudah sampi 15 menit yang lalu, tapi sudah 30 menit Lily belum muncul.
Tampak beberapa prajurit wanita di sana ikut kawatir dengan kondisi Lily terutama Lopez. Lopez merasa bertanggung jawab sebagai ketua regu.
Saat semua mulai panik, Lily muncul dari dalam hutan. Pakaiannya compang-camping, rambutnya berantakan dan Lily terlihat menyeret kaki kanannya.
Mereka berspekulasi bahwa Lily terluka. Lily sengaja membuang batang pohon yang dipakainya untuk mengintimidasi Han agar Han merasa bersalah karena sudah meninggalkan Lily dan itu berhasil.
Namun, Lily tak menghiraukan Han. Dia meminta tolong kepada Lopez untuk diantarkan ke petugas medis.
Han melihat bahwa sikapnya ke Lily malah memperburuk keadaan. Han merasa bahwa yang dia lakukan tadi sudah keterlaluan. Secara tak sadar Han menyesali perbuatanya ini.
Lily ditemani Lopez sedang mengobati luka-luka di badan dan kakinya yang terkilir di pusat medis. Tiba-tiba, terdengar suara orang berlari.
"Lily, apa kau tidak apa-apa?" tanya Nyonya Rose dengan khawatir.
"Aku hanya terkilir saja Bu," jawab Lily lirih.
"Nona Lily, kenapa kau bisa terluka?" tanya Liu yang ikut mencemaskan keadaan Lily.
"Siapa yang bertanggungjawab atas kecelakaan seperti ini?!" ucap Nyonya Rose dengan emosi.
Tiba-tiba, Komandan Zeno dan Han masuk ke ruangan.
"Tidak ada yang disalahkan. Lily mengalami luka atas tindakanya sendiri yang ceroboh. Ini hanya luka ringan. Tak usah dipermasalahkan?" jawab Komandan Zeno dengan dingin.
Rupanya Nyonya Rose sakit hati dengan ucapan suaminya itu.
"Keputusanku sudah bulat! Lily. Kita kembali saja ke rumah. Selama disini kau terus-terusan terluka. Tidak ada yang peduli padamu. Kita pulang saja!" Nyonya Rose marah besar.
"Rumah? Memang rumah kita bukan disini?" tanya Lily bingung.
"Bukan sayang. Ini hanya tempat untuk latihan militer saja. Bagaimana. Kita pulang saja ya. Disini tidak aman untukmu," seraya membelai kepala Lily dengan lembut.
Lily hanya termenung mencoba untuk berfikir.
"Ya. Baik. Aku mau pulang," jawab Lily senang.
Mendengar hal ini Liu langsung beranjak pergi. Lily yang melihat rona wajah Liu berubah menyadari, bahwa dia dan Liu akan segera berpisah.
------
ILUSTRASI LOPEZ
ACTRESS : RONDA ROUSEY
SOURCE : PINTEREST
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 502 Episodes
Comments
clover
I mean, gue tau mungkin susah bagi mereka untuk nerima kepergian lily asli dan menolak secara tidak langsung kehadiran lily baru, tapi c'mon lily yang ini gatau apa apa she doesn't even know her name bruhh ..
2023-07-15
0
clover
sebenernya ga enak jadi lily dia di benci with no reason gitu loh, padahal dia gatau apa apa tentang lily asli tapi masih aja ada orang yang belum bisa nerima dia
2023-07-15
0
Adryan Eko
kerennn.. makin menarik.. maaf baru nyadar ada novel bagus bosku
2022-07-03
1