Aku mandi tengah malam karena badanku berbau amis berada di dunia lain berhari-hari membuatku seperti bagian dari mereka,
Orang sekampung menghebohkan aku yang di makan Wewe
"Suka pergi ke kali menyan, itu hasilnya"
Esok harinya aku kembali sekolah, mas Bejo belum keluar dari penjara
"Eh, kamu pulang Ras?!"
Suara Supri menghampiriku, hari itu aku menaiki angkutan umum karena kelelahan
"Kenapa?, kamu kecewa aku tidak mati! aku tidak akan mati! apapun usaha kalian! aku tidak akan mati! sebelum aku bisa mematikan kalian semua!"
Suara sinis Laras menggema di dalam angkutan itu membuat Moko dan kawan-kawan, melihat ke arahnya dengan wajah tak suka.
Aku hanya diam memperhatikan tanganku baru ku sadari ada benang Antam merah putih melingkar di tanganku, spontan tanganku meraba leher kalung masih ada anting juga
"Apa artinya ini?"
Bertanya tanya dalam hati sendiri tak menghiraukan pandangan orang-orang bodoh itu.
Di sambut teman-temanya. Laras melangkah. Kali ini ada yang berubah dalam pikiran dan pandangannya. Ia bisa melihat mahluk halus ada di sekitarnya, yang memiliki banyak wajah ada yang bagus ada pula yang buruk
"Gleeek"
Ku telan ludahku, alangkah banyak mahluk yang hidup di sekitarnya berinteraksi sama seperti mereka hidup dan bekerja. Laras hidup di dua dunia.
Peni berlari menghampiri Laras khawatir
"Ooooo Laras, kamu ke mana saja? kamu pasti ada masalah cerita dong!"
"Nggak ada kok biasa saja"
Matanya sempat melirik Moko tajam ancaman yang mematikan
"Aku akan menghancurkan mereka semuanya"
*****
Hari Jumat, Laras mengawali hidup barunya di dua dunia ,menjalankan puasa tirakatnya, seseorang sesepuh dunia lain mengatakan seringlah kamu melalukan tirakat maka kamu bisa melakukan banyak hal
Ini sudah hampir 1 bulan kasus Bejo belum menunjukkan titik terang, Laras menunggu di ruang tunggu polres untuk bertemu Mama'snya, menunggu jam besuk di buka
Seorang mempersilahkan laras masuk, menemui Bejo. Ia terkejut melihat pelipis Bejo memar, dengan lembut Laras menyentuhnya, Bejo meringis
"Ini baru!"
Tapi seperti biasanya mas Bejo selalu menunjuk bibirnya
" Mas aku ingin ikut mas ke penjara biar aku tau rasanya di penjara, besok hari Minggu"
Jam besuk sangatlah singkat
"Pak polisi bisa tidak kalo aku gantikan mas Bejo di penjara, mas ku mau ujian "
Aku memohon pada penjaga mengemis
"Bisa tapi urus nya di sana"
Seorang polisi penjaga menunjuk suatu tempat, tanpa pikir aku berlari menghampiri tempat itu, dengan memohon dan memelas aku berusaha, memberi argumen bahwa aku libur,
"Baik bawa orang tuamu ke sini untuk mengurus berkasnya"
"Bisa rahasia nggak? kasihan ibuku, dia akan menangis jika tau,"
"Tidak bisa begitu aturannya, jika kamu mau menjadi penjamin kakakmu harus ada persetujuan orang tua, kalian masih anak-anak!"
Aku melangkah pulang menyusuri jalan memikirkan cara yang bisa membuat aku masuk ke dalam buih tempat yang mengurung mama'sku
Waktu berjalan meski sempat terjadi kekacauan akhirnya aku berakhir mengantikan Bejo, mas Bejo menangisi aku yang tidak mau mundur bersikeras menggantikannya.
*****
Bersama 5 orang bertampang seram. Laras hanya diam duduk di sudut
"Hei bocah, kamu penganti mas mu?"
"Iya"jawab Laras lantang lantang memandang mereka. "Aku juga penasaran kenapa mas ku memar- memar kalian sudah menyiksanya!"
"Kalau iya kenapa?"
"Aku nggak akan tinggal diam, kalian bakal ku mampusin"
"Hahahaha! anak ingusan mau mampusin kita, mimpinya terlalu jauh, kamu tau siapa kami?"
"Aku tau kalian, siapa yang sudah memukul masku?"
"Aku!"
Seorang berbadan kurus mengangkat tangannya melangkah menghampiri laras, namun Laras menyambut nya dengan senyum sinis. Laras melihat mereka dengan aura magisnya. Tentu saja, ia bisa melihat mahluk halus penghuni penjara dengan jelas memberi. Mereka memberikan petunjuk siapa yang sudah memukul kakaknya. "Apa yang sudah mereka lakukan pada mas bejo. Kasihan mas ku. Ke dua Tangan ku mengepal menahan marah ku raih anting pemberian mbak Mayang yang berubah menjadi pemukul, ku terjang orang itu dengan gerakan memutar yang tak di sangka mereka, ku ayunkan pemukul ku dengan keras.
"Tes"seolah memukul air, ku hantam kan lutut ku tepat pada wajahnya yang mencoba menghindari pukulan ku pemukul ku.
Satu hantaman keras Dari siku ku kembali mendarat di punggungnya, mematahkan tulang rusuknya.
Melihat temanya kewalahan menghadapi ku seorang teman hendak membantu namun aku dengan cepat membuat gerakan memutar menghantam wajahnya membuat ia mundur dan terjungkal, seorang teman gaib ku membantu dengan membuat mereka tak bisa bergerak.
"Kalian ini sudah tua kalah sama anak-anak malu sama kumisnya"
Seorang berwajah seram santai menghampiriku mencoba menjambak rambutku yang tergerai panjang
Aku berkelit menghindar, mundur sesaat, lalu dengan kekuatan penuh, ku terjang penuh waspada menghantam wajahnya, ia menghindar ke kanan namun lutut ku mengambil kesempatan mendarat di perut ulu hati menjadi sasaran ku, Ia tertelungkup memegangi perutnya tubuhku yang kecil membanting kan diri menimpanya bersama teman gaib ku yang membantu, menjadikan tubuh mungilku seberat batu yang beratnya berpuluh-puluh ton. Dia tersungkur tak berkutik memohon ampun di ikuti temannya yang lain
"Baik aku mau berhenti tapi kalian harus jadi orang ku dan setia padaku, jika tidak aku akan menghabisi mu, seperti tadi!"
"Iya iya, kamu bos kami di sini!"
"jaga kan mas ku selama dia si sini! dia terjebak oleh permainan seseorang yang memfitnahnya menuduh nya menjual narkoba"
"Aku bisa membantumu"
"Caranya?"
"Aku kenal dengan semua pengedar, jadi aku bisa tanya siapa yang menjebak ya"
"Aku sudah tau"
"Lantas"
"Aku hanya ingin menghabisi mereka secara berlahan, menyiksa mereka, menikmati penderitaan mereka, itu akan membuat ku hidup lebih lama"
"Kamu anak-anak, bisakah kamu melakukan?"
"Aku punya kalian, jika kalian menolak ku, aku akan membuat kalian hancur, aku akan mencabuti kuku-kukumu, rambutmu dan membunuh semua orang yg ada hubungannya denganmu!"
Senyum kemenangan Laras mengembang membuat ke 5 orang itu merinding
*****
Menikmati hidup di penjara mengalahkan para penjahat satu persatu membuat Laras menjadi seorang yang di takuti, namun sifat diam yang ia miliki takkan bisa membuat orang menebak sifat jahatnya, bahkan orang tua Bejo dan orang di kampungnya tak ada yang tau Laras yang mampu membuat seisi penjara kalah dan mengakui nya sebagai seorang teman.
5 hari di penjara Laras belajar betapa kejam hidup di buih bila kita lemah. Namun dengan demikian Laras sudah mulai belajar betapa dunia ini kejam...
Bewok adalah salah satu orang yang di takuti, selain ia pengedar dia juga termasuk seorang mafia, melihat lihainya Laras menghajar banyak orang ia menginginkannya Laras untuk berada di bawah naungannya.
"Apa yang bisa ku dapatkan dari hubungan yang kamu tawarkan"
"Aku bisa menyelamatkan kakak mu"
"Aku tak ingin kakakku terselamatkan"
"Kenapa? bukankah kamu masuk ke sini ingin menyelamatkan kakakmu?" Laras menggeleng
"Aku ingin merasakan hidup di sini, jadi aku bisa tau betapa sakitnya kakakku, berada di sini dan bisa menentukan hukuman apa yang pantas di terima orang-orang yang sudah membuat kakakku berada di sini"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Sahril Banon
bgus si bejo itu dpat penjgaan dri mahluk gaib juga yg menaungi dirinya biar dia nga trllu lemah mgadapin musuh
2022-09-04
0
👑✧ಡkumaqiಡ✧
orang jahat adalah orang baik yg tersakiti,, Laras udah kayak Joker aja
2021-11-26
2
Rahimah Dilla
👏👏👏👏👏👏
waw Thor mantap
saya salut sesakit salutnya
saya belajar banyak utk ini
negri bunian memang ada
saya yakin itu
terima kasih Thor utk ini
sukses selalu
2021-08-11
1