MAS BEJO PULANG

Kenaikan kelas empat sudah tiba. Tanpa terasa sudah tiga tahun mas Bejo pergi meninggalkan laras, sedihnya hati Laras tak dapat di lukis.

Seperti aktivitas keseharian Laras, sepulang sekolah ia akan menghabiskan waktunya pergi ke hutan mencari makanan, bergelayut dari pohon satu ke pohon yang lain.

Bernyanyi sendiri menghafal Iqro' dan banyak hal, selepas ia melepas laparnya Laras kembali untuk menunggu jam mengaji mulai, menyimak di balik jendela. Dan pergi sebelum mereka keluar, menyusuri jalan pulang berlari-lari kecil.

Laras sudah besar, sudah kelas empat sekolah dasar, tidak terasa waktu membuatnya menjadi gadis kecil yang mandiri

Saat sedang asyik berjalan laras akan mengambil plastik yang Ia temui di jalanan. Yang akan ia pakai untuk wadah apapun yang ia temui, semua yang memiliki manfaat akan ia bawa pulang, pakis, kangkung, genjer ( tumbuhan air) keong dan semua bahan makanan, ia sangat segar untuk pulang tanpa buah tangan. Sepatu usang nya ia simpan dalam tas, kadang sesekali sepatu nya ia peluk dengan rindu, tentu sepatu itu milik masnya saat sekolah di bangku sekolah dasar.

Memakai sepatu yang pernah di pakai Bejo membuat Laras seperti berjalan bersama masnya.

Saat Melewati sungai Laras akan mengambil apa yang ada di sungai yang dapat di olah ibunya, saat melewati sawah begitu juga, Laras tak menyia-nyiakan momen saat jalan pulang, apapun yang ia temui daun pakis/paku, kacang liar, akan ia bawa pulang, karena perjalanan menuju rumah lumayan jauh.

Terkadang jalanan ramai orang-orang pulang pergi ke kebun, terkadang jalanan sepi.

Tapi Laras lebih menyukai saat sepi, karena sepi bisa membuat Laras sendiri dan terhindar dari tatapan sinis mata orang-orang, semakin hari Laras semakin tumbuh besar, mulai memahami tatapan dan perlakuan orang-orang yang tak menyukainya.

Sesampainya di rumah Laras kaget mas Bejo berdiri di ambang pintu, melihat itu kakinya berlari, rasa sakit sudah tak terasa lagi, satu-satunya hal yang ingin dia lakukan adalah memeluk Bejo.

Laras langsung berhambur memeluk masnya. Laras tersenyum sampai terisak menangis, menahan gejolak rindu yang tumpah, rasanya seperti mimpi. Laras tak tahan ingin menanyakan banyak hal.

"Adikku sudah besar rupanya"

Dengan sayang Bejo memeluk erat Laras, di Elus kepala adiknya, di cium ujung kepalanya, Laras kecil yang terakhir dia lihat sekarang sudah bertambah besar.

Laras memeluk erat pinggang kakaknya seolah takut kehilangan lagi.

Bejo melepas pelukan Laras, mengusap air mata adiknya dengan kedua tangannya, terasa sekali kerinduan Laras padanya. Laras mengusap pipinya dengan punggung tangannya membuat wajah kumalnya tambah belepotan bercampur air mata dan tangannya yang kotor, membuat Bejo tersenyum

"Mas pergi nggak bilang, Laras sendirian"

Kembali Laras memeluk Bejo

"Iya maafin mas ya?"

"Mas...?"

Suara Laras berhenti karena bapak datang menghampiri mereka

" Kono (Sana) makan dulu bapak mau kerja lagi" perintah bapak pada kami

Kami mengangguk pelan, Laras berjalan mengikuti langkah Bejo, Mereka menuju dapur, terdapat nasi tiwul yang di masak di campur dengan beras ( Nasi yang berasal dari singkong ), di temani sambal dan semangkuk kecil sayur tersedia di atas meja.

Laras mengambil nasi di piring, tangan kecilnya dengan telaten memisahkan antara nasi tiwul dan nasi putih yang sudah menjadi satu, ia tau Bejo tidak suka nasi tiwul, jadi setelah ia memilahnya ia akan menukarkan nasi yang sudah dia pilih satu persatu itu untuk masnya

******

Sore itu Bejo, Laras dan ibu tidur bersama melepas Rindu sedangkan bapak pergi merantau lagi.

"Mas Bejo sudah tinggi," tangan Laras mengapai kepala Bejo

" Laras juga" kata Bejo dengan senyuman

Dalam pelukan Bejo Laras menyentuh ujung kepala mama'snya dengan ujung tangan kecilnya.

Dengan senyum Bejo menatap wajah kusam adiknya lalu di peluknya erat.

Kehidupan berat apa yang sudah di lewati adiknya selama ia tinggal pergi?, bagaimana adik kecilnya menjalani hidupnya selama ini?.

Ditatapnya wajah lusuh Laras yang telah tertidur dalam dekapannya. Masih terasa pelukan pertama adiknya yang menghambur berderai air mata. Terasa sangat berat hatinya menjalani hari-hari sendirian

******

Pagi itu sengaja Bejo menyusul Laras ke sekolahnya menunggu dengan sabar, tapi Bejo heran Laras duduk sendirian, bahkan saat istirahat Bejo tak melihat Laras bersama temannya.

"Kenapa Laras tidak bermain? "

Bisik Bejo yang melihat Laras dari kejauhan. Laras hanya duduk di depan kelas melihat teman-temannya bermain, sesekali laras melihat temannya mengunyah makanan, ia hanya menelan ludah dalam diamnya.

Sesekali teman-temannya berlari menyenggol pundak Laras, membuat Laras hampir jatuh, melihat itu rasanya Bejo ingin menghampiri adik kecilnya, tapi ia urungkan, karena itu tempat adiknya sekolah, Bejo tak ingin adiknya mendapat masalah di sekolah.

Bejo baru sadar Laras tak punya uang jajan. Sedih rasanya melihat itu, Laras yang tidak menyadari kakaknya datang, seperti biasa menjalani hari-hari yang sering ia lakukan, Laras enggan merubah kebiasaan, takut akan menimbulkan masalah dan membuat ibunya menderita.

Sepulang sekolah ia ke pinggir hutan bermain dan mencari makan, menghabiskan waktu, sampai waktu mengaji tiba, di tandai dengan suara Azan ashar.

Laras lompat turun dari pohon jambu kesayangannya dan berlari-lari menyusuri menuju mushola.

Bejo sedari jauh mengikuti langkah kecil adiknya tanpa sepengetahuan Laras. Bejo heran kenapa adiknya ini bersembunyi saat ada teman-temannya mengaji.

Saat waktu mengaji di mulai Laras keluar mushola dan duduk di tepi jendela, sesekali Laras mengintip aktifitas di dalam dari sisi jendela

Bejo menyadari jika adik kesayangannya sudah berbohong, pura-pura pergi mengaji padahal adiknya hanya belajar sendiri dari balik jendela.

Bejo terus mengikuti Laras dari kejauhan, tampak Laras berlari meninggalkan musholla itu sebelum kelas berakhir, ia langsung pulang.

Dalam perjalanan kembali Laras mencari kantung bekas dan mengumpulkan entah apa saja yang ia temui, jika ia menemukan makanan liar, Laras memakannya tanpa di cuci terlebih dahulu, jika menemukan bahan makan ia bawa pulang untuk ibunya, talas mantang atau apapun yang tergeletak ia akan pungut dengan riangnya.

Dari kejauhan, tetes air mata Bejo tak terbendung, Bejo terus memperhatikan punggung kecil adiknya yang terkadang berlari-lari kecil, hatinya terasa pilu

"Jadi inilah hari-hari yang di jalani Laras selama aku tinggalkan, sendirian, tak di terima teman-temannya, tak di terima di tempat mengaji "

Bejo teringat saat malam pertama dia pulang, Laras begitu semangat beceloteh memamerkan apa yang bisa ia lakukan saat kakaknya pergi, hingga Laras menunjukkan kepada Bejo bahwa ia rajin mengaji dan bisa membaca surat Al-fatihah.

Dengan riangnya Laras bercerita hari-harinya begitu menyenangkan, sampai Laras tertidur di pelukannya.

Mengingat itu air mata Bejo mengalir semakin deras. ingin rasanya Bejo menghampiri adiknya saat itu, tapi di urungkan, dia akan berpura-pura tidak tau, dan menganggap Laras bahagia seperti yang ia ceritakan.

Pikiran Bejo melayang jauh, teringat bagaimana saat pertama kali dia meninggalkan Laras, saat itu Laras masih sangat kecil, tubuh mungilnya pasti menghadapi hidup di bully sendirian tanpa ada dia di sampingnya. Pasti adiknya sangat kesepian dan menderita, saat itu tak ada yang bisa di lakukan oleh Bejo selain menurut perintah ayahnya.

Jika dia tidak melanjutkan sekolah, dia tidak akan mencapai apa yang di cita-citakan untuk memperbaiki kehidupan mereka, saat itu terpaksa Bejo meninggalkan Laras adik kecilnya hidup sendiri

Hati kecil Bejo berjanji, ia akan terus menemani dan melindungi adiknya, dan Bejo akan terus menggenggam tangan adiknya tak akan membiarkan larasnya sendirian seperti yang ia jalani selama ia tinggalkan

( JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR 😊🙏)

Terpopuler

Comments

Halimah Aja

Halimah Aja

😢😢😢😢😢

2024-01-02

0

Novitasari

Novitasari

aku nangis langsung baca cerita ini sumpah

2023-08-26

0

Sriyanti Dewi

Sriyanti Dewi

bagus

2023-08-12

0

lihat semua
Episodes
1 ADIK KECILKU
2 KEMATIAN ADIK
3 IBU KEGUGURAN
4 MAS BEJO PERGI
5 POHON JAMBU AJAIB
6 MAS BEJO PULANG
7 KEJAM
8 MAYANG ADALAH SOSOK PUTRI DARI KERAJAAN MAKHLUK HALUS
9 PERTOLONGAN TUHAN
10 CITA-CITA TAK PERNAH SALAH
11 PEMENANG
12 KENAPA ORANG BEGITU KEJAM
13 ADA YANG GANJIl
14 RENCANA JAHAT
15 UANG PERTAMAKU
16 MULAI MANDIRI
17 TEMAN-TEMAN YANG BEBAS
18 BIBIT DENDAM YANG SEMAKIN MEMBARA
19 TERSESAT DI DUNIA LAIN
20 KEBERANIAN SEORANG LARAS
21 PECUNDANG
22 KUNCI MOTOR PEMUDA TAMPAN
23 CINTA PERTAMAKU
24 SERBA SERBI CINTA PERTAMA
25 AROGANSI ANAK REMAJA
26 MENYENANGKAN BUKAN
27 SIAPA YANG TELAH MEMULAI ?
28 STRATEGI MENYUSUN KEKUATAN
29 TRAGEDI
30 TERLIHAT BAIK-BAIK SAJA
31 JANGAN USIK KELUARGA KU LAGI
32 HIJRAH
33 TRAGEDI KESURUPAN MASAL
34 SELALU BERAKHIR BEGITU
35 SEPERTI SEBILAH PISAU YANG SEMAKIN TAJAM
36 SANG PUJANGGA USANG
37 SEPENGGAL KISAH CINTA DIUJUNG PUTIH ABU-ABU
38 BELENGGU CINTA SANG PEMBURU
39 AKU BUKAN WANITA LEMAH
40 PONOLAKAN YANG MERESAHKAN
41 MENAKLUKKAN SINGA TAMPAN
42 HILANGNYA TARINGKU DI DEPAN MU
43 SANDIWARA YANG MANIS
44 GADIS YANG TERAMAT LUGU
45 GADIS ISTIMEWA
46 KETIKA SEORANG JATUH CINTA
47 PERJALANAN MENUJU MASA LALU GADIS KU
48 SANDIWARA UNTUK SEBUAH KEBENARAN
49 HADIRNYA SI KECIL
50 HARI YANG BEGITU SINGKAT
51 AROMA TUBUH YANG KURINDUKAN
52 SAYONARA MBAK MAYANG
53 KARENA KAMU IBU DARI ANAKKU
54 SEPASANG MERPATI PUTIH
55 SURGA KECIL UNTUK ISTRI KU
56 JUNIOR PUN HARUS MENGALAH
57 BATLE
58 PERTUNJUKAN UNTUK ISTRIKU
59 MEMORY
60 ORANG-ORANG PICISAN
61 AGAR DUNIA TAU KAMU MILIKKU
62 PERJALANAN KEMBALI DI KAMPUNG HALAMAN
Episodes

Updated 62 Episodes

1
ADIK KECILKU
2
KEMATIAN ADIK
3
IBU KEGUGURAN
4
MAS BEJO PERGI
5
POHON JAMBU AJAIB
6
MAS BEJO PULANG
7
KEJAM
8
MAYANG ADALAH SOSOK PUTRI DARI KERAJAAN MAKHLUK HALUS
9
PERTOLONGAN TUHAN
10
CITA-CITA TAK PERNAH SALAH
11
PEMENANG
12
KENAPA ORANG BEGITU KEJAM
13
ADA YANG GANJIl
14
RENCANA JAHAT
15
UANG PERTAMAKU
16
MULAI MANDIRI
17
TEMAN-TEMAN YANG BEBAS
18
BIBIT DENDAM YANG SEMAKIN MEMBARA
19
TERSESAT DI DUNIA LAIN
20
KEBERANIAN SEORANG LARAS
21
PECUNDANG
22
KUNCI MOTOR PEMUDA TAMPAN
23
CINTA PERTAMAKU
24
SERBA SERBI CINTA PERTAMA
25
AROGANSI ANAK REMAJA
26
MENYENANGKAN BUKAN
27
SIAPA YANG TELAH MEMULAI ?
28
STRATEGI MENYUSUN KEKUATAN
29
TRAGEDI
30
TERLIHAT BAIK-BAIK SAJA
31
JANGAN USIK KELUARGA KU LAGI
32
HIJRAH
33
TRAGEDI KESURUPAN MASAL
34
SELALU BERAKHIR BEGITU
35
SEPERTI SEBILAH PISAU YANG SEMAKIN TAJAM
36
SANG PUJANGGA USANG
37
SEPENGGAL KISAH CINTA DIUJUNG PUTIH ABU-ABU
38
BELENGGU CINTA SANG PEMBURU
39
AKU BUKAN WANITA LEMAH
40
PONOLAKAN YANG MERESAHKAN
41
MENAKLUKKAN SINGA TAMPAN
42
HILANGNYA TARINGKU DI DEPAN MU
43
SANDIWARA YANG MANIS
44
GADIS YANG TERAMAT LUGU
45
GADIS ISTIMEWA
46
KETIKA SEORANG JATUH CINTA
47
PERJALANAN MENUJU MASA LALU GADIS KU
48
SANDIWARA UNTUK SEBUAH KEBENARAN
49
HADIRNYA SI KECIL
50
HARI YANG BEGITU SINGKAT
51
AROMA TUBUH YANG KURINDUKAN
52
SAYONARA MBAK MAYANG
53
KARENA KAMU IBU DARI ANAKKU
54
SEPASANG MERPATI PUTIH
55
SURGA KECIL UNTUK ISTRI KU
56
JUNIOR PUN HARUS MENGALAH
57
BATLE
58
PERTUNJUKAN UNTUK ISTRIKU
59
MEMORY
60
ORANG-ORANG PICISAN
61
AGAR DUNIA TAU KAMU MILIKKU
62
PERJALANAN KEMBALI DI KAMPUNG HALAMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!