KEJAM

Laras terlihat lebih bahagia dengan kehadiran mas Bejo kembali, tapi mas Bejo sudah besar tangung jawabnya semakin besar, jarang menghabiskan waktu bersama Laras seperti saat kecil.

Laras tak mempermasalahkan banyak hal, melihat Bejo sudah pulang itu adalah hal yang sangat membahagiakan baginya. Baginya selalu dekat dan bertemu dengan Bejo setiap hari sudah cukup, setidaknya dia akan bercerita dengan kakaknya saat mereka bersama.

Laras memiliki teman baru namanya mayang yang selalu setia menemani Laras, di saat Laras kesepian.

Bahkan bila Laras tidak datang ke hutan kecil itu, Mayang akan menyusulnya dan mengantarnya pulang.

Cara Bejo mengurus adiknya tidak sama seperti saat dia kecil dulu, sekarang Bejo sudah mulai dewasa. Pagi-pagi Bejo menyiapkan sarapan buat si Laras kecil dan langsung sekolah

"Tempat mas sekolah jauh ras, mas harus berangkat pagi, kalo terlambat nanti mas di jemur sama pak guru, Laras mau mas di jemur ?"

Bejo menjelaskan pada adik kecilnya dan membuatnya mengerti

Laras hanya menggeleng dengan penuh pengertian, untuk menjawab penjelasan kakaknya

"Nggak papa mas aku udah punya temen baik, mbak Mayang"

"Siapa itu?"

"Ada mas, mbak Mayang selalu Anter jemput aku tiap hari"

"Mosok kok mas nggak tau,"

"Kata mbak Mayang sssssuuuttttt..,nggak boleh bilang-bilang"

"Oooo gitu"

Bejo tersenyum menanggapi adiknya yang lugu, tapi hati kecilnya bertanya-tanya siapa yang di maksud laras.

Dengan mencium rambut adiknya, mereka bergegas pergi ke sekolah, sebelum Bejo berangkat ke sekolah yang lebih jauh, Terkadang Bejo menemani adiknya menuju sekolahnya lalu melanjutkan perjalanannya.

Bejo masuk SMA, karena kami miskin mas Bejo harus bekerja membanting tulang untuk biaya sekolahnya. Bejo bekerja apa saja, nguli sayur, nguli kayu dan banyak lagi.

Sepulang sekolah terkadang Laras menemani masnya bekerja, duduk di tepian lahan melihat masnya lalung lalang mengangkut sayuran. Dan pulang bersama-sama

Semua pekerjaan yang menghasilkan uang Bejo kerjakan, waktunya habis untuk bekerja, tak sempat bermain-main dengan Laras. Tapi sepertinya Laras terlihat bahagia akhir-akhir ini Bejo lega.

Ibu dan bapak tinggal di umbul kami menempati kebun kopi, selain kami punya tempat tinggal ibu pun akan mendapat upah dari menjaga dan merawat kopi dengan hitungan bagi hasil.

Kebahagian ibu tak terkira memiliki hasil tahunan yang bisa di tunggu sebagai tabungan.

Dengan makan apa adanya, ibu berharap bisa membeli beberapa petak tanah.

Saat itu Ibu hamil lagi, kehamilan anak yang ke lima, setelah kedua adik Laras yang tidak panjang umurnya.

Dengan perutnya yang membesar, ibu tetap bekerja keras menuruni tebing membersihkan kebun, wajahnya yang cantik kulitnya yang putih dengan rambutnya yang panjang menjadi lusuh demi meninggikan sepetak tanah untuk tempat tinggal agar kami tak perlu menumpang lagi, bapak setiap hari pergi upahan, Bejo dan Laras pulang sekolah sudah sore, itu potret keseharian keluarga kecil kami

Laras Naik kelas lima. Tak terasa waktu terus berjalan, tak mengenal kompromi meski perut kelaparan, rasa sakit mendalam waktu tak mau mengerti, hari yang di tunggu ibu akhirnya datang buah kopi tumbuh lebat, merona merah siap untuk di panen

"Pak besok nggak usah kerja, kita manen kopi, sayang kalo ngupah ayo di guyur bersama saja, ajak Bejo juga "

" Gak bisa Mak, besok lusanya saja, aku sudah janji mau bantuin temen ngangkut kopi dari kebun ke kampung"

"Ya udah besok tak guyur sendiri aja"

"Iya hati-hati tempatnya lereng"

Hati ibu sangat senang, terlihat dari ibu yang sudah menyiapkan peralatan sejak malam.

*******

Pagi-pagi buta ada suara ramai di halaman gubuk tempat kami tinggal, riuh suara ibu-ibu berbincang-bincang senang, ibu terbangun melihat keluar dari sela dinding

"Loh pak "

Ibu kaget memanggil bapak yang langsung bangun menghampiri ibu. Ada tiga orang perempuan dengan asik memanen buah Kopi kami

"Sopo pak?"

"Aku tanya dulu Bu,"

Bapak menemui mereka berbincang-bincang sebentar, lalu bapak membawa ibu masuk ke rumah

"Sudahlah Bu nggak usah di pikirkan itu bukan nasib kita"

"Kok bisa-bisanya pak, aku yang capek, sudah hasil tinggal panen, kok orang yang manen."

"Mau gimana lagu Bu..apa iya kita mau marah-marah, itu Kan bukan kebun kita"

"Kan mereka udah janji, bagi hasil pak, Kok orang itu tega sama kita pak, salah kita apa?"

"Sudahlah buk" bapak memeluk ibu yang kalap karena marah.

Ibu terduduk lemas, menangis sesenggukan, suara tangisnya membangunkan kami, mas Bejo menghampiri ibu dan memeluknya, aku juga turun dari tempat tidur menghampiri ibu.

Hari itu aku dan mas Bejo tetap sekolah, terbayang wajah ibu yang menangis sesenggukan tak berdaya, begitu menyayat hati, aku sudah besar dan aku merasakan hatiku yang sangat sakit, ini yang pertama aku merasakannya

" Hatiku sakit, benar-benar sakit, sakit.... sakit....sakit....sakit...!!!" seperti di tusuk-tusuk dengan pisau.

Kepalaku berputar-putar, rasa sakit seperti jarum menghujam menusuk-nusuk jantungku, berlahan ku tekan perutku menahan rasa sakit itu yang tak tertahan, aku terduduk tak berdaya.

Sepasang mata menatapku dengan benci, aku melawannya kali ini mataku benar-benar seperti sebilah pisau, ingin ku bunuh mereka semua, ingin ku hancurkan mereka semua, inginku bakar habis mereka, bahkan rasanya tempat itu ingin ku jadikan hutan belantara, agar mereka habis di makan Babi hutan

*******

"Pagi anak-anak, hari ini pelajaran agama kita hapalan ya"

Bu Eka menyambut anak-anak hangat, buk Eka adalah guru yang paling baik di sekolahku guru yang lain mereka sama

"jahat".

Apa bagusnya belajar agama, Laras mengemasi bukunya di masukan ke dalam tas melangkah meninggalkan kelas itu. Berlari menjauh

"Apa bagusnya belajar agama"

Laras terus lari menjauh meninggalkan gedung sekolah menemui pohon Jambu ajaib.

Pelajaran itu selalu mengajarkan etika moral dan sopan santun, menghargai sesama, mengasihi orang yang lebih rendah, sangat bertolak belakang dengan yang Laras dan keluarganya terima.

Yang dia tau orang-orang yang begitu jahat dan kejam padanya dan ibunya, adalah orang yang fasih dalam mengaji, pandai dalam berceramah, termasuk guru ngajinya yang tampan itu.

Dengan kesal Laras membanting tubuhnya dengan keras merebahkan diri dan tertidur pulas di bawah pohon Jambu itu.

Tanpa terasa, hari sudah adzan ashar, seperti biasa Laras merasa ada yang membangunkan, lalu Laras mengangkat tubuhnya, berjalan pulang.

********

Ibu menagis tak henti-hentinya, matanya bengkak, tetapi ibu terus menangis

"Mungkin ibu menumpahkan semua rasa sakitnya yang sudah lama ia pendam"

Bisa-bisanya mereka tertawa riang memanen kopi yang sudah di rawat ibuku dengan susah payah.

Aku melihat mereka, menatap dengan benciku, rasanya aku ingin membunuh mereka semua.

Ku perhatikan mereka yang tertawa, ku lihat mereka yang menegurku dan ibu tanpa ada dosa.

Ku perhatikan saat mereka beribadah

"Apa bagusnya ibadah, aku benci mereka"

(JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR 😊🙏)

Terpopuler

Comments

Ika Reno

Ika Reno

Kok ada y orang tau agama pinter rajin sholat tpi kelakuan dan perilaku serta hatinya busuk jahat sama orang tak mampu kaya laras dan keluarga

2022-06-07

0

Pangeran Matahari

Pangeran Matahari

gak bisa diandelin...

2021-11-11

0

Elen Situmorang

Elen Situmorang

ibu laras kog hamil mulu si thor... kan hidup sdh susah... kog nambah anak terus

2021-08-31

0

lihat semua
Episodes
1 ADIK KECILKU
2 KEMATIAN ADIK
3 IBU KEGUGURAN
4 MAS BEJO PERGI
5 POHON JAMBU AJAIB
6 MAS BEJO PULANG
7 KEJAM
8 MAYANG ADALAH SOSOK PUTRI DARI KERAJAAN MAKHLUK HALUS
9 PERTOLONGAN TUHAN
10 CITA-CITA TAK PERNAH SALAH
11 PEMENANG
12 KENAPA ORANG BEGITU KEJAM
13 ADA YANG GANJIl
14 RENCANA JAHAT
15 UANG PERTAMAKU
16 MULAI MANDIRI
17 TEMAN-TEMAN YANG BEBAS
18 BIBIT DENDAM YANG SEMAKIN MEMBARA
19 TERSESAT DI DUNIA LAIN
20 KEBERANIAN SEORANG LARAS
21 PECUNDANG
22 KUNCI MOTOR PEMUDA TAMPAN
23 CINTA PERTAMAKU
24 SERBA SERBI CINTA PERTAMA
25 AROGANSI ANAK REMAJA
26 MENYENANGKAN BUKAN
27 SIAPA YANG TELAH MEMULAI ?
28 STRATEGI MENYUSUN KEKUATAN
29 TRAGEDI
30 TERLIHAT BAIK-BAIK SAJA
31 JANGAN USIK KELUARGA KU LAGI
32 HIJRAH
33 TRAGEDI KESURUPAN MASAL
34 SELALU BERAKHIR BEGITU
35 SEPERTI SEBILAH PISAU YANG SEMAKIN TAJAM
36 SANG PUJANGGA USANG
37 SEPENGGAL KISAH CINTA DIUJUNG PUTIH ABU-ABU
38 BELENGGU CINTA SANG PEMBURU
39 AKU BUKAN WANITA LEMAH
40 PONOLAKAN YANG MERESAHKAN
41 MENAKLUKKAN SINGA TAMPAN
42 HILANGNYA TARINGKU DI DEPAN MU
43 SANDIWARA YANG MANIS
44 GADIS YANG TERAMAT LUGU
45 GADIS ISTIMEWA
46 KETIKA SEORANG JATUH CINTA
47 PERJALANAN MENUJU MASA LALU GADIS KU
48 SANDIWARA UNTUK SEBUAH KEBENARAN
49 HADIRNYA SI KECIL
50 HARI YANG BEGITU SINGKAT
51 AROMA TUBUH YANG KURINDUKAN
52 SAYONARA MBAK MAYANG
53 KARENA KAMU IBU DARI ANAKKU
54 SEPASANG MERPATI PUTIH
55 SURGA KECIL UNTUK ISTRI KU
56 JUNIOR PUN HARUS MENGALAH
57 BATLE
58 PERTUNJUKAN UNTUK ISTRIKU
59 MEMORY
60 ORANG-ORANG PICISAN
61 AGAR DUNIA TAU KAMU MILIKKU
62 PERJALANAN KEMBALI DI KAMPUNG HALAMAN
Episodes

Updated 62 Episodes

1
ADIK KECILKU
2
KEMATIAN ADIK
3
IBU KEGUGURAN
4
MAS BEJO PERGI
5
POHON JAMBU AJAIB
6
MAS BEJO PULANG
7
KEJAM
8
MAYANG ADALAH SOSOK PUTRI DARI KERAJAAN MAKHLUK HALUS
9
PERTOLONGAN TUHAN
10
CITA-CITA TAK PERNAH SALAH
11
PEMENANG
12
KENAPA ORANG BEGITU KEJAM
13
ADA YANG GANJIl
14
RENCANA JAHAT
15
UANG PERTAMAKU
16
MULAI MANDIRI
17
TEMAN-TEMAN YANG BEBAS
18
BIBIT DENDAM YANG SEMAKIN MEMBARA
19
TERSESAT DI DUNIA LAIN
20
KEBERANIAN SEORANG LARAS
21
PECUNDANG
22
KUNCI MOTOR PEMUDA TAMPAN
23
CINTA PERTAMAKU
24
SERBA SERBI CINTA PERTAMA
25
AROGANSI ANAK REMAJA
26
MENYENANGKAN BUKAN
27
SIAPA YANG TELAH MEMULAI ?
28
STRATEGI MENYUSUN KEKUATAN
29
TRAGEDI
30
TERLIHAT BAIK-BAIK SAJA
31
JANGAN USIK KELUARGA KU LAGI
32
HIJRAH
33
TRAGEDI KESURUPAN MASAL
34
SELALU BERAKHIR BEGITU
35
SEPERTI SEBILAH PISAU YANG SEMAKIN TAJAM
36
SANG PUJANGGA USANG
37
SEPENGGAL KISAH CINTA DIUJUNG PUTIH ABU-ABU
38
BELENGGU CINTA SANG PEMBURU
39
AKU BUKAN WANITA LEMAH
40
PONOLAKAN YANG MERESAHKAN
41
MENAKLUKKAN SINGA TAMPAN
42
HILANGNYA TARINGKU DI DEPAN MU
43
SANDIWARA YANG MANIS
44
GADIS YANG TERAMAT LUGU
45
GADIS ISTIMEWA
46
KETIKA SEORANG JATUH CINTA
47
PERJALANAN MENUJU MASA LALU GADIS KU
48
SANDIWARA UNTUK SEBUAH KEBENARAN
49
HADIRNYA SI KECIL
50
HARI YANG BEGITU SINGKAT
51
AROMA TUBUH YANG KURINDUKAN
52
SAYONARA MBAK MAYANG
53
KARENA KAMU IBU DARI ANAKKU
54
SEPASANG MERPATI PUTIH
55
SURGA KECIL UNTUK ISTRI KU
56
JUNIOR PUN HARUS MENGALAH
57
BATLE
58
PERTUNJUKAN UNTUK ISTRIKU
59
MEMORY
60
ORANG-ORANG PICISAN
61
AGAR DUNIA TAU KAMU MILIKKU
62
PERJALANAN KEMBALI DI KAMPUNG HALAMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!