Bab 12

Suasana di meja itu seketika hening. Sikap cuek Nicho membuat Mila yang sempat kagum, kini berubah kesal menatapnya. Dia tidak lagi seheboh tadi, tidak juga memandangi wajah Nicho lagi dan fokus menghabiskan bakso miliknya. Begitu juga dengan Sisil, suara cerewetnya yang khas tidak lagi terdengar. Ekspresi Nicho sudah seperti singa yang siap menerkamnya jika dia kembali berbicara.

Tapi anehnya rasa kagum itu tak berkurang sedikitpun. Nicho tetap saja terlihat mengagumkan seperti idolanya.

"Sil, gue balik duluan ya. Angker banget hawanya, lama - lama bikin merinding,,," Bisik Mila. Sisil melirik mangkok bakso di depan Mila yang sudah kosong, ludes beserta kuah - kuahnya. Juga jus mangga yang ikut tak tersisa.

Cara makan Mila sudah sepeti maraton. Habis dalam hitungan detik, sedangkan bakso milik Sisil baru habis setengahnya.

"Ganteng doang tapi galak,,," Tambahnya lagi.

"Sampai ketemu besok,,,"

Mila beranjak dari duduknya, lalu melambaikan tangan pada Sisil.

"Hati - hati di jalan Mil,,," Seru Sisil. Mila hanya mengatakan oke tanpa bersuara. Rupanya dia juga takut mengganggu singa yang sedang serius itu.

Sisil melirik Nicho, dia masih saja menatap layar laptop dengan sorot mata tajam.

"Kakak masih ada kelas.?" Tanya Sisil hati - hati.

"Kenapa.?!" Tanpa di duga, Nicho langsung balik bertanya.

"Kamu mau ikut pulang.? Aku bukan supir taksi.!" Tambahnya lagi dengan suara ketus. Nicho mengingat kejadian waktu itu saat mengajak Sisil masuk ke mobilnya. Dan dengan entengnya Sisil menyebutnya sedang naik taksi.

Sisil menyengir kuda, dia menggeleng ragu.

"Aku cuma tanya saja,,," Kilahnya. Sejujurnya dia memang ingin ikut pulang bersama Nicho. Hari ini dia tidak membawa mobil karna bangun kesiangan, jadi berangkat dengan memesan ojek online agar bisa sampai tepat waktu.

Nicho hanya berdecak kesal menanggapinya, kemudian kembali fokus pada laptopnya.

"Oppa,," Gumam Sisil setelah mengingat ucapan Mila yang katanya melihat Nathan di parkiran.

Sisil langsung merogoh ponsel dari dalam tasnya, dia mencari kontak Nathan kemudian menghubunginya.

"Hallo oppa,,,"

"Anterin aku pulang, oppa masih di kampus.?"

Sisil langsung menyerocos begitu panggilannya terhubung dengan Nathan.

"Yahh,,, kenapa nggak makan di kantin saja.? Bilang saja sama kak Fely ada aku disini, pasti kak Fely mau,,"

Nicho langsung beralih menatap Sisil begitu mendengar nama Fely di sebut. Kini sorot matanya semakin tajam, ada kekesalan dan kebencian yang mendalam setelah mendengar namanya.

"Oke,,, aku tunggu. Nggak pake lama oppa,,," Sisil mematikan sambungan telfonnya. Dia tersentak saat melihat Nicho yang sedang melotot ke arahnya.

Sisil memandangi dirinya sendiri, memastikan jika tidak ada yang salah dengan penampilannya.

"Kenapa kak.? Apa ada yang aneh.?" Tanya Sisil heran.

Nicho menghembuskan nafas kasar tanpa bicara apapun, dadanya masih saja sesak mendengar namanya.

Rasa kecewa membuat semuanya hancur. Kekecewaan terbesarnya terhadap Fely adalah karna wanita itu seakan tidak menghargainya yang sejak dulu berusaha untuk melindunginya. Tapi justru memberikan peluang pada orang lain untuk merusaknya.

Percuma saja selama bertahun - tahun menasehati dan memperingatkannya, kalau pada akhirnya akan di langgar.

Dan setelah apa yang sudah terjadi pada dirinya, dengan mudahnya meminta maaf dan berusaha menjelaskan jika tidak terjadi sesuatu lebih dari itu.

Dia merasa seperti orang bodoh saat itu. Bagaimana mungkin bisa dipercaya sedangkan banyak tanda kepemilikan di sana.

Sakit hati terbesar adalah di kecewakan.!

Sisil kembali menyiapkan makanan kedalam mulut, namun matanya tak beralih dari wajah Nicho yang memerah. Laki - laki itu terlihat menyimpan amarah.

Sisil hanya bisa menggelengkan kepalanya, sikap Nicho memang aneh dan sangat berbeda dari kebanyakan laki - laki di luar sana.

"Oppa,,, disini,,," Sisil melambaikan tangan pada Nathan yang tampak kebingungan mencari Sisil.

Lambaian tangan Sisil membuat Nathan mengangguk pelan. Dia melirik Fely yang berdiri di sampingnya dengan raut wajah yang datar.

"Kamu mau makan apa,? biar aku yang pesan." Tanya Nathan.

"Kamu tunggu dulu sama Sisil,,,"

"Apa saja,,," Hanya jawaban singkat dan datar yang keluar dari mulut Fely, dia berlalu dari sana tanpa menatap Nathan sedikitpun.

Nathan hanya menghela nafas pelan, lalu pergi untuk memesan makanan.

Dari kejauhan Nicho menatap keduanya sejak Sisil melambaikan tangan. Kini bukan wajahnya yang memerah, matanya juga memerah dengan sorot mata tajam yang terlihat sangat menakutkan.

Dia tersenyum kecut saat melihat Fely berjalan ke arahnya, sepertinya wanita itu belum melihat keberadaannya. Fely sempat melihat ke meja yang dia tempati, tapi hanya menatap ke arah Sisil.

"Aku mau pulang.! Kamu mau ikut tau tidak.?" Seru Nicho pada Sisil. Wanita itu dibuat melongo oleh tawaran Nicho. Tadi dia menolaknya mentah - mentah sebelum meminta untuk pulang bersama, tapi sekarang justru Nicho yang menawarinya untuk pulang bersama.

"Tapi kak,,,,

"Aku hitung sampai 3,," Ujar Nicho. Dia sudah memasukkan laptop kedalam tasnya, kemudian beranjak dari duduknya.

"Satu.!! Dua..!! Tiga..!" Nicho berlalu dari hadapan Sisil, sedangkan Sisil masih diam di tempat karna kebingungan. Dia sudah terlanjur meminta Nathan untuk mengantarnya pulang, bahkan Nathan sampai mau datang ke kantin untuk makan disana sekaligus menunggunya selesai makan.

"Tunggu kak,,," Seru Sisil. Dia menyeruput jus miliknya sebelum beranjak dari sana.

Nicho menajamkan mata saat jaraknya dan Fely semakin dekat. Saat itu pula Fely menyadari keberadaan Nicho di hadapannya. Keduanya saling pandang dengan sorot mata yang berbeda.

Fely yang menatap Nicho dengan tatapan penuh penyesalan, sedangkan Nicho menatapnya dengan penuh kemarahan.

"Nicho,,," Fely meraih tangan Nicho saat jarak keduanya sangat dekat.

"Aku,,," Belum sempat meneruskan ucapannya, Nicho sudah menarik kasar tangannya dari genggaman Fely.

Saat akan kembali bicara, Sisil datang menghampiri mereka.

"Kak Fely, maaf aku duluan. Aku nggak jadi pulang bareng kalian. Tolong bilangin oppa yah,,," Seru Sisil ramah.

Nicho kembali melanjutkan langkahnya, dia bakan sempat menyenggol kasar bahu Fely.

"Kak,,," Tegur Sisil karna Fely mengalihkan pandangannya pada Nicho.

"Aku duluan ya,,,"

Kali ini Fely menatap Sisil, dia tersenyum tipis sembari menganggukkan kepalanya.

"Kak Nicho tungguin,,,!!" Teriak Sisil sembari berlalu dari hadapan Fely, berjalan cepat untuk menyusul langkah Nicho.

Fely seketika terdiam, dia menatap Sisil dan Nicho dengan tatapan yang sulit di artikan.

"Tungguin kak,,!" Seru Sisil.

"Ngajak pulang bareng atau ngajak kejar - kejaran,,!" Protesnya kesal, tapi Nicho tak kunjung memelankan langkahnya. Sisil harus setengah berlari untuk mengejar langkah Nicho yang lebar.

Laki - laki itu sangat menyebalkan, tapi anehnya tidak membuatnya ilfil sedikitpun seperti yang dirasakan oleh Mila tadi.

Nicho baru memelankan langkahnya begitu sampai di parkiran. Namun tidak dengan Sisil yang masih harus berjalan cepat untuk menyusulnya.

"Kak Nicho ngerjain aku ya.?" Suara Sisil terengah - engah. Nafasnya tersenggal karna harus mengejar Nicho, sedangkan dia baru saja makan.

Nicho hanya menengok dengan tatapan datar. Dia langsung membuka pintu mobil dan masuk kedalam, Sisil langsung menyusulnya.

"Huhhh,," Sisil menghembuskan nafas panjang. Dia menyenderkan tubuhnya.

"Perutnya begah karna baru di isi udah di ajak maraton." Gumamnya sembari mengusap perut. Nicho terlihat cuek sambil menyalakan mesin mobil setelah memakai seatbelt.

"Minum.!" Ujar Nicho sembari menyodorkan air mineral pada Sisil.

"Makasih,," Sisil menerima botol air mineral yang masih utuh itu. Dia meneguknya cepat. Tenggorokannya langsung kering setelah mengejar Nicho.

"Kak,,," Baru saja memanggilnya, Nicho sudah menoleh dengan tatapan tajam.

"Diam kalau nggak mau aku turunin di jalan."

Ujar Nicho datar.

Sisil hanya mencebik kesal dan memilih untuk diam.

...****...

Masih menunggu 140 orang lagi buat vote 😜

Terpopuler

Comments

Vera Wilda

Vera Wilda

sebenar kasihan mereka Nicho dan Felly sama2 tersiksa tp author maunya mereka tidak berjodoh 😁😁😁

2023-10-08

1

Hayati Nifus

Hayati Nifus

pertama baca godaan adik ipar seru g d skip2 pas mesra2nya menantang,jd cenat cenut kalau d deketin suami,malah keterusan cari karyanya clarissa ica😁

2023-08-22

0

coklat 🌼

coklat 🌼

salah mulu sisil dimata niko 🤣🤣🤣

2023-06-04

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Ekstra part
104 Prolog
105 Bab 1
106 Bab 2
107 Bab 3
108 Bab 4
109 Bab 5
110 Bab 6
111 Bab 7
112 Bab 8
113 Bab 9
114 Bab 10
115 Bab 11
116 Bab 12
117 Bab 13
118 Bab 14
119 Bab 15
120 Bab 16
121 Novel othor (Mampir Ya)
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Ekstra part
104
Prolog
105
Bab 1
106
Bab 2
107
Bab 3
108
Bab 4
109
Bab 5
110
Bab 6
111
Bab 7
112
Bab 8
113
Bab 9
114
Bab 10
115
Bab 11
116
Bab 12
117
Bab 13
118
Bab 14
119
Bab 15
120
Bab 16
121
Novel othor (Mampir Ya)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!