...Happy Reading...
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
..." Terkadang kamu harus melupakan apa yang kamu rasakan dan mengingat apa yang pantas kamu dapatkan "...
Didalam ruangan kamar Raras yang berwarna serba hijau dengan semua peralatan dan kelengkapan kamar yang dicat serba hijau, karena itu memang warna kesukaannya, terlihat adem aja kalau dilihat.
Raras benar - benar terkejut saat membalikkan badannya, ternyata orang yang membantunya adalah Simon.
" Kamuuuu..!"
Ucap Raras terkejut bukan maen.
" Singa kulkas?"
Ucap Simon mengeluarkan tanduknya sambil menekankan kata - katanya.
" Hehe.. aku hanya bercanda! itu panggilan kesayangan terbaru lho? hehe.."
Ucap Raras cengar - cengir.
" Ciihh.. apa nggak ada panggilan yang lebih ekstream lagi?"
" Ada..!"
" Apa?"
" Singa galak, ahehehe..."
Raras berniat kabur keluar kamar, tapi tangan Simon lebih dulu menarik lengan Raras hingga dia jatuh dipelukan Simon.
Deg..
Jantung mereka sama - sama berpacu lebih cepat ketika mata mereka saling beradu.
" Panggil apa tadi?"
" Hehe.. Sing.. eh.. kakak Singa, hehe.."
" Jangan pake Singa!"
Ucap Simon sambil menegakkan tubuh Raras.
" Siap kakak..!"
Raras geli - geli gimana gitu, tapi usia mereka memang terpaut jauh, sekitar delapan tahunan.
" Ayo buruan turun, kita berangkat! aku pamit dulu dengan ibuk!"
Ucap Simon bergegas.
" Ciee.. yang udah panggil ibuk!"
Ledek Raras.
Simon tidak menjawab tapi matanya yang bagai burung elang itu yang menakutkan, seakan siap menerkam mangsanya yang berbicara.
" Okey.. okey.. aku menyerah! hehe.."
Raras mengangkat kedua tangannya.
Dalam perjalanan mereka hanya terdiam, Simon fokus menyetir dan Raras pun hanya diam memperhatikan jalan.
Sesampainya di Gedung resepsi Simon sudah disambut oleh relasi dan rekan - rekan dari berbagai perusahaan terkemuka.
" Haiiss.. buat apa dia mengajakku kalau dicuekin gini? sungguh membosankan..! aah.. mending aku liat - liat kesana aja lah, siapa tahu dapet info dekor dan Rias yang wow!"
Raras berjalan melihat - lihat suasana pernikahan yang mewah dan megah itu.
Tiba - tiba tangan Raras ditarik oleh seseorang.
" Awww.. lepas.. lepas.. kamu siapa?"
Ucap Raras.
" Sssstt.. diamlah!"
Ucap Pria itu berbisik.
Simon yang menyadari Raras tidak ada disampingnya segera mencari Raras di antara kerumunan orang.
" Raras.. sayang? ini aku David!"
Ucap Pria tampan itu yang ternyata adalah Mantan Raras yang entah keberapa dia sendiripun lupa.
" Da.. David? kamu.. kamu mempelai prianya?"
Tanya Raras ketika menyadari pakaian yang digunakan David adalah pakaian adat untuk pernikahan.
" Ra.. kenapa kamu baru datang sekarang? aku menghubungimu bahkan ribuan kali, tapi kenapa nomormu tidak aktif?"
Tanya David sambil mengengam kedua tangan Raras.
" Hehe.. aku ganti nomor Vid."
Ucap Raras tersenyum kecut.
" Ra.. dengarkan aku, aku masih sayang banget sama kamu Ra, kita balikan ya?"
Pinta David.
" Heii.. kamu udah mau nikah Vid, sebentar lagi Akadnya dimulai, bisa - bisanya kamu ngajak balikan? kamu sehat?"
Ucap Raras benar - benar kaget.
" Kalau kamu mau balikan sama aku Ra, aku bisa batalin pesta ini, aku sayangnya cuma sama kamu seorang Ra, calonku ini hanya anak dari rekan bisnis ayah yang dijodohkan denganku untuk memperkuat bisnis mereka, kamu mau kan Ra?"
David memohon dengan sangat.
" Kamu gila ya Vid, kita ini sudah putus lama, dan maaf aku nggak bisa, aku sudah tidak ada rasa lagi denganmu, maaf.."
Ucap Raras tidak enak hati.
" Aku gila karenamu Ra, dulu kamu sendiri yang bilang kalau aku ini bintangmu dan kamu adalah bulanku kan Ra? kita akan selalu bersama kan Ra? apa kamu lupa?"
Ucap David mempererat genggaman tangannya.
" Aah.. itu.. itu kan dulu Vid, tolong jangan seperti ini? tolong lepas, tanganku sakit."
Pinta Raras bingung sendiri harus jawab apa.
" Lepaskan dia, penghulu sudah menunggumu!"
Suara berat muncul dari arah belakang, mereka berdua serentak menoleh.
" Kamu? kamu tuan Simon kan?"
Ucap David, pengusaha mana yang tidak kenal sosok Simon, pengusaha muda kaya tersukses saat ini.
" Pergilah.. semua orang menunggumu!"
Simon berucap tegas dan lugas.
" Ra..? bagaimana? apa kamu bersedia?"
David masih berusaha keras di titik terakhir.
" Maaf Vid, aku tidak bisa, hubungan kita sudah berakhir, kita berteman saja!"
Ucap Raras sambil tersenyum canggung.
David hanya bisa menghela nafas panjang sambil berjalan lunglai meninggalkan mereka berdua.
Raras beralih menatap Simon yang masih berdiri dihadapannya dengan tatapan tajam, seakan penuh tanya, siapa dia?
" Hehe.. dia.. dia mantanku!"
Ucap Raras seolah memberikan penjelasan.
" Yang keberapa?"
" Entahlah.. aku pun lupa, hehe.."
Raras hanya bisa cengar - cengir saja.
" Ciiihhh.. lalu tadi apa? aku bintangmu dan kamu bulanku? hahaha.. sejak kapan bulan dan bintang pisahan?"
Tanya Simon dengan senyum meledek.
" Aaah.. hehe, ternyata kamu mendengarnya ya? tapi itu memang kenyataan kok!"
Raras memberikan pembelaan.
" Haha.. kenyataan yang bagaimana maksudmu? dimana ada bulan disitu pasti ada bintang! berapa nilai ujian IPA mu!"
Ejek Simon.
" Memang sih, tapi bulan kan memang cuma ada satu di dunia ini, tapi bintang kan banyak, nggak cuma satu kan, ratusan bahkan ribuan kalau cuaca tidak mendung? sudah garis alam bahwa bulan dikelilingi banyak bintang? haha.. betul apa betul?"
Raras berucap dengan santainya.
Simon hanya bisa melongo mendengar ocehan Raras, memang ada benarnya.
" Kenapa? apa kamu mau jadi salah satu bintangku? haha.."
Ledek Raras.
" Enggak sudi..!"
Sahut Simon.
" Terus mau jadi apa? meteor mau kagak?"
" Ogaaah.. meteor juga bukan hanya satu!"
" Emm.. kalau yang cuma satu selain bulan, matahari dong? kamu mau jadi matahariku? tapi kan, matahari dan bulan tidak bisa bersama, gimana dong? hehe.."
" Aku bisa jadi langit, karena semua yang kamu sebut tadi ada di langit!"
Ucap Simon dengan santainya.
" Haaah? iya juga, kenapa aku nggak kepikiran daritadi ya?"
Raras merasa telmi sendiri.
" Haaah..? kasian sekalilah nasib mantanmu itu, pengusaha sukses seperti dia mau - maunya kamu bodoh - bodohi dengan gombalan recehmu itu!"
Simon tak habis pikir.
" Hehe.. bukan salahku dia bodoh bukan? sudahlah lupakan, ayok.. kita saksikan acara Akadnya!"
Ajak Raras dengan senyum kemenangan.
" Ciihh.. are you okey? dia mantanmu lho? setidaknya dia pernah ada dihatimu? apa tidak ada rasa gimana gitu?"
Tanya Simon penasaran sendiri.
" Why Not? sudah jalan hidupnya harus begini, kenapa harus ambil pusing, aku bahkan sudah melupakan semua kenangan tentangnya, masih syukur - syukur aku ingat namanya tadi."
Raras melangkah dengan anggunnya bergabung dengan keramaian para tamu undangan.
" Terbuat dari apalah manusia yang satu ini."
Gerutu Simon sambil mengikuti langkah Raras.
Serangkaian acara Akad nikah David dan istrinya pun sudah selesai, dilanjutkan dengan resepsi pernikahan, tapi sepertinya Raras sudah sangat Bosan, Simon yang sudah selesai berbincang - bincang dengan rekan bisnisnya pun mengajak Raras pulang.
" Ayo pulang..!"
Ucap Simon sambil menggandeng tangan Raras yang sedari tadi duduk melamun.
" Eehh.. apa kamu sudah selesai?"
" Udah."
Ucap Simon irit bicara.
Tulilut..
Hp Simon berbunyi, panggilan masuk dari sekertaris Nila.
" Ya Nila, ada apa?"
Tanya Simon dalam sambungan telepon.
" E.. begini pak, pemilik perusahaan DEO group ingin bertemu dengan bapak, apa bapak bisa datang kemari? mereka sudah menunggu anda?"
Ucap Nila.
" Okey, saya sudah dalam perjalanan, suruh mereka menunggu, jamu mereka dengan baik, itu klien penting saya."
Titah Simon.
" Baik tuan muda."
" Apa kita nggak jadi pulang?"
Tanya Raras lesu, dia sudah merasakan lelah yang bertumpuk dari kemarin.
" Kita ke kantor sebentar, ada klien penting."
Ucap Simon mempercepat laju mobilnya.
" Tapi aku sudah lelah, masak udah harus kerja lagi?"
Ucap Raras tidak bersemangat dan memejamkan matanya.
" Emang siapa yang nyuruh kamu kerja!"
" Tapi tadi katanya ke kantor?"
" Tapi kan aku nggak nyuruh kamu kerja? kamu bisa istirahat dikamar ruanganku!"
Ucap Simon kasihan melihat Raras yang memang terlihat kecapekan.
" Asyeeek.. kamu memang tunangan terdebesst deh!"
Raras menaikturunkan kedua alisnya sambil mengacungkan dua jempolnya.
" Ciiiihhhh..."
Ciee.. bermekaran tuh bunga - bunga dihati Simon?
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya gaes 😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 257 Episodes
Comments
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
wkwkwk narsis betul 🤣🤣🤣
2024-01-03
0
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
biasa nya yg cowok banyak mantan nya..
di novel ini yg cewek mantan nya keliaran dan bertaburan dimana²..🤣🤣🤣
2022-02-09
0
Bundanya Naz
🤣🤣🤣🤣
2022-02-05
0