...🍃🍃 Happy Reading 🍃🍃...
...♡ UANG BISA DICARI...
...ILMU BISA DIGALI...
...Tapi kesempatan untuk mengasihi orang tua...
...Takkan terulang kembali ♡...
Sesampainya di rumah sakit, Mirna langsung dibawa ke ruang IGD, dan segera ditangani oleh Dokter terbaik, karena rumah sakit itu milik keluarga Anderson.
Raras mondar mandir memikirkan apa yang harus dia lakukan saat ini, pikirannya kalut memikirkan kalau bu Mirna kenapa - kenapa, apalagi kejadian itu terjadi saat bersamannya.
" Aduuh.. gimana ini? jangan - jangan gara - gara gue tolak permintaannya tadi nih, kalau dia anfal gimana dong, haduwh.. mampus gue hidup penuh dengan bayangan bu Mirna."
Raras jalan mondar - mandir di depan ruang IGD.
" Aah.. telpon Big Boss? tapi aku nggak punya nomornya ini, gimana dong? Ra.. mikir Ra buruan!"
" Keluarga Bu Mirna?"
Panggil salah seorang perawat.
" Ya sus? ada apa? apa bu Mirna baik - baik saja?"
Tanya Raras panik.
" Anda putrinya? "
Tanya suster itu.
" Aah.. bukan, e.. saya sekertaris putranya."
Jawab Raras jujur.
" Kalau begitu silahkan hubungi putranya, dan suruh dia segera datang kemari."
Ucap Suster itu undur diri.
" Hais.. masak gue harus balik ke kantor sih? aah sopir tadi mana sopirr.. pirrr..!"
Teriak Raras mencari sopir yang mengantarnya tadi.
" Pak.. pak..!"
" Eh.. iya Non? ada apa?"
Si sopir malah terlihat santai tiduran didalam mobil.
" Tau nomornya Bos Simon kagak?"
" Kagak Non? saya masih baru soalnya."
Jawab Sopir itu jujur, dia memang masih baru, tapi dia tau sandiwara ini, jadi sopir itu santai aja di dalam mobil dengerin uyon - uyon lagu jawa.
Kalau sampai Raras tau habis itu sopir dibuat rujak bhebek sama si Raras.
" Haaah.. yawda, anterin ke perusahaan sekarang, ngebut ya?"
Ucap Raras sambil masuk ke salam mobil.
" Siap Non."
" Ngebut pak, kasian bu Mirna nyariin anaknya."
" Lho Non kan sekertarisnya, kok bisa nggak punya nomor bos?"
Tanya sopir itu kepo.
" Aku juga baru pak, lagi juga aku mana tahu kalau ada kejadian kek gini?"
" Bos Simon kan ganteng non? Tajir mlintir lagi?masak non nggak mau cari tahu nomornya, buat pedekate gitu non, hehe.."
" Ciihh.. pacar aku nih pak, Tajir semua, ganteng juga baik, ngapain cari yang kayak dia?
IMPOTEN owh no.. no..!
" Apa? Semua non?"
tanya Sopir itu terkejut, emang pacarnya ada berapa pikirnya.
" Buruan deh pak, jangan kepo mulu, bikin seret rejeki tauk!"
ucap Raras asal.
" Siap Non, maaf hehe.."
Sesampainya di Kantor Raras berlari sekencang - kencangnya menuju ruangan bosnya.
" Pak.. pak.. pak buruan ayo kita ke Rumah sakit."
Ucap Raras sambil ngos - ngosan.
" Ada apa? emang siapa yang sakit?"
Tanya Simon terheran.
" Bu.. bu Mirna pingsan!"
Ucap Raras sambil mengatur nafasnya.
" Bu Mirna..?"
Simon masih belom sinkron pikirannya.
" Bu Mirna nyokap bapak lah, masih mikir lagi, buruan dia nyariin bapak?"
Ucap Raras emosi.
" Mamah?"
Teriak Simon.
" Yoi.."
Ucap Raras kesal.
Simon langsung berlari sambil menyambar kunci mobil dan tangan Raras.
" Eehh.. tangan ini tangan, kondisikan Pak mon?"
Teriak Raras yang tidak digubris dan terus dipegang dengan erat dan diajaknya berlari."
" Ra.. woii.. Ra..ada apa?"
Shanum yang melihat Raras berlari ikut mengejar.
" Ntar gue ceritain! bye.."
Ucap Raras sambil berlari.
" Tapi itu.. Ra.. hei..? ngapain pakai pegang - pegangan tangan itu, woiii..?"
Ucap Shanum heran.
Seluruh orang yang berada di loby perusahaan menoleh ke arah mereka berdua sambil berbisik - bisik mengosip, pasalnya baru kali ini melihat seorang presiden direktur berlari sambil pegangan tangan seperti di film - film India.
" Di Rumah sakit mana?"
Ucap Simon sambil membukakan pintu untuk Raras.
" Di Rumah sakit Pelita Harapan."
Masak iya sih dia IMPOTEN? dan nggak berminat sama wanita? dalam keadaan panik seperti ini saja dia masih sempat - sempatnya bukain pintu buat gue?
" Kenapa mamah bisa pingsan?"
Tanya Simon membuyarkan lamunan Raras.
" Tadi sepulang dari arisan didalam mobil mamahmu tiba - tiba sesek dadanya trus pingsan."
Raras belum berani berkata jujur tentang alasan sebenarnya.
" Kenapa ngak telpon dari tadi? jadi nunggu lama mamah, kalau kamu harus ke kantor dulu?"
Tanya Simon heran.
" Aku nggak punya nomor anda pak?"
ucap Raras jujur.
" Really..? kau tidak punya nomorku?"
Ucap Simon heran, biasanya sekertaris - sekertaris terdahulu tanpa disuruh pun sudah mencari tahu nomornya, dan suka kirim - kirim pesan perhatian dan bla.. bla.. lha ini? udah seminggu lebih nggak tahu nomornya?
" Iyalah.. ngapain nyimpen - nyimpen nomor anda, tiap hari juga ketemu, dari pagi nyampe sore juga dalam satu ruangan, cuma terhalang pintu doang pake telpon - telponan, teriak juga denger, habisin kuota aja sih."
Raras yang memang omongannya nyablak dari dulu.
" Ciihh.."
Simon tidak bisa berkata apa - apa mendengar ocehan sekertarisnya, baru kali ini ada orang mempertimbangkan kuota untuk menghubungi orang seperti dirinya.
Sesampainya di Rumah sakit, Simon segera berlari menuju ruangan tempat ibunya dirawat.
" Sus mana mamah saya?"
Tanya Simon saat tidak menjumpai mamahnya di ruangan IGD.
" Ibu anda sudah kami pindahkan di ruangan VVIP tuan Simon, dia sudah sadar dan sedang menunggu anda dan nona."
Ucap suster yang merawat ibunya tadi.
" Suster itu kenapa langsung mengetahui nama mu pak? padahal tadi belum kenalan?"
Tanya Raras penasaran.
" Haaaiiss.. ini rumah sakit keluargaku, pasti mereka kenalah dengan pemiliknya."
Ucap Simon sambil berjalan cepat.
" Wuaaahh.. trus kenapa dia tadi nyuruh aku yang menelponmu, kenapa nggak telpon sendiri? masak kagak punya nomor pemilik rumah sakit, gile aja!"
Raras ngedumel sendirian.
" Berisiklah.. kenapa ngak tanya sendiri sana!"
Bentak Simon yang juga ikut kesal sendiri.
Saat memasuki ruang rawat, terlihat Mirna sudah duduk bersandar di bahu ranjang pasien.
" Mamah? mamah kenapa? are you okey mom?"
Tanya Simon langsung mendekati dan memeluk mamahnya.
" Mamah.. ngak papa nak."
Ucap Mirna dibuat lesu dan lemah.
" Tapi wajah mamah pucat lho?"
Uap Simon khawatir.
Jelas pucatlah, the power of make up ini mah, haha
Mirna tertawa dalam hati.
" Sayang.. Raras mendekatlah."
Pinta Mirna.
" Iya bu."
Jawab Raras.
" Mamah.. panggil mamah, berapa kali aku harus bilang ke kamu panggil mamah!"
" Hehe.. iya mah."
" Nak, mamah sudah tua, dan mamah juga nggak tahu sampai umur berapa mamah bisa lihat kamu lagi."
" Mah, jangan ngomong kek gitu? mamah pasti akan baik - baik saja, aku akan panggilkan dokter terbaik dari seluruh negri untuk memeriksa mamah ya?"
" Nak mamah punya satu keinginan, maukah kamu mengabulkan permintaan mamah?"
" Tentu mah, selagi Simon mampu, pasti Simon kabulin semua permintaan mamah?"
Mirna tersenyum dan segera menarik tangan Simon dan tangan Raras.
" Menikahlah dengan Raras, hanya itu keinginan mamah."
" Tapi mah?"
Simon belum melanjutkan ucapannya.
" Aaakhhhh... aakkhh.. dada mamah sesak lagi.. aakhh!"
ucap Mirna akting kembali.
" Dokter.. Dokter..!"
Simon berlari keluar memanggil Dokter yang sudah stand by didepan pintu.
Dua Dokter langsung pura - pura menaruh selang oksigen di hidung mirna.
" Bisa kita bicara sebentar diluar?"
Ucap Dokter yang bernama Thomy itu.
" Mamahku sebenarnya kenapa Thom? bukannya dia selalu medical chek up? dan hasilnya semua baik?"
Tanya Simon khawatir.
" Mungkin akhir - akhir ini, dia terlalu capek dan kurang istirahat, jadi imun tubuhnya melemah, dia terkena serangan jantung."
Ucap Dokter Thomas itu sambil menyilangkan jarinya dibelakang.
" Haaah..mamah!"
" Jadi tolong, jangan membuat dia terbebani atau memikirkan apapun yang membuat kondisi tubuhnya drop kembali."
Ujar Thomas.
Kalau kata orang jaman dulu itu jari disilangkan dibelakang, tanda kalau dia sedang berbohong.
Raras memejamkan matanya, bingung harus berbuat apa? disisi lain dia ingin menolak perjodohan itu, tapi disisi lain dia tidak tega melihat keadaan bu Mirna karena putra impotennya ini.
" Kalau begitu saya tinggal dulu, ingat jaga baik - baik mamahmu, jangan melawan beliau terus! kalau disuruh nikah ya nikah, jangan bandel mulu jadi anak!"
Ucap Thomas menyindir dan dibalas dengan tatapan tajam dari Simon.
" Aku mau bicara sebentar, tapi tidak disini..!"
Ucap Raras.
Mau ngomong apa neng?
Jangan lupa Vote dan jempollllnya ya gaess??
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 257 Episodes
Comments
💜 OT7 💜
ya allah Thor aku bis baca novel sebelah nangis bombay di sini ngakak parah.... 😂😂.. cape hati🤣
2024-07-06
1
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
wkwkwk terkejut dia🤣🤣🤣
2023-12-23
0
MustikaDyahSukmawati[BundaIke]
Perhaps Sang CEO , Si Simon Melamar \ Meminta / Memohon | Menyuruh Si Raras Sang Play Girl , untuk menjadi : Marry ➡️ His Wife 🌹
🤵🏻💐👰🏻
2022-02-10
0