Suamiku Bukan Pria Impoten
Hai gaes.. jumpa lagi dengan karya terbaru author, siap - siap ngakak So Hard yaa 🎉
Jangan lupa tetap dukung author yaa gaes 😘
...💚🤍 HAPPY READING 🤍💚...
Seorang CEO tampan, muda dan sukses yang bernama Simon Anderson, menjadi pengusaha muda berbakat yang terkenal di seluruh dunia perbisnisan, tetapi beredar rumor yang sudah menjadi rahasia umum bahwa pengusaha tampan itu impoten.
Bukan tanpa alasan rumor itu beredar, karena Simon sama sekali tidak tertarik dengan wanita manapun sampai umurnya menginjak tiga puluh tahun.
Ibunya sudah berusaha keras, mencarikan gadis - gadis dari anak relasi bisnisnya, sudah puluhan gadis dari yang paling seksi, bahenol sampai yang alim dan lemah lembutpun masih saja tidak ada yang berhasil memikat hati putra semata wayangnya.
Sudah berbagai cara dia lakukan, bahkan memanggil Dokter dari berbagai negara untuk memeriksa keadaan putranya, tapi semua Dokter mengatakan semua Normal, tidak ada yang perlu di khawatirkan.
Bahkan pernah sampai ibu Simon membawa Simon pergi ke dukun abal - abal, yang ternyata berjenis kelamin perempuan, alhasil bukan kesembuhan yang dia dapatkan, tapi malah dukun itu menggilai putra semata wayangnya, sampai setiap hari mengirimkan kembang tujuh rupa dan bakaran kemenyan didepan rumahnya.
Akhirnya Ibu Simon memutuskan untuk pindah rumah, dan kapok pergi ke dunia perdukunan.
Ibu Simon sudah tak tahan lagi, malu lebih tepatnya, karena diantara teman - teman arisan sosialitanya, hanya dia yang belum punya cucu, bagaimana punya cucu, pacarpun anaknya belum punya.
Mirna adalah single parent, suaminya telah lama meninggal, tetapi dia lebih memilih membesarkan Simon putra semata wayangnya sendiri, karena dia tidak mau Simon merasa tersisih kalau dia menikah lagi.
Dulu Mirna lah yang menggantikan posisi suaminya sebagai CEO diperusahaan raksasanya, namun karena umurnya sudah tidak muda lagi, dia menyuruh anak semata wayangnya menggantikannya dan dia ingin fokus mencarikan pasangan untuk anaknya.
Walau beredar rumor anaknya impoten, tapi dia sama sekali tidak percaya, karena semua Dokter yang memeriksanya mengatakan bahwa Simon pria normal, mungkin memang dia hanya belum menemukan hidayahnya sampai saat ini.
Itulah mengapa, Mirna berusaha keras mencarikan jodoh untuk putranya.
Di belahan kota lain, ada tiga gadis cantik yang selalu mendapat sorotan publik karena kecantikan wajah dan postur tubuhnya bak model kelas atas, sejak bangku kuliah mereka sudah banyak yang mengagumi, bahkan disalah satu kampus ternama itu, ketiga gadis itu punya fans club sendiri.
Ketiga gadis itu bernama Raras, Shanum, dan Mala, mereka baru saja menyelesaikan studynya di kampus ternama itu, Ip mereka pun tinggi semua, walaupun mereka sangat konyol dan terkesan lebih urakan, tetapi prestasi tetap mereka utamakan, karena mereka juga dari kalangan keluarga yang sederhana, kecuali Mala.
Pentolan tiga serangkai itu adalah Raras, nama lengkapnya adalah Raras Puteri Bhanuwati, dia masih keturunan dari Keluarga Ningrat tapi sejak kecil dia sudah hidup sederhana di perkotaan yang terkenal dengan hiruk pikuk keramaian.
Dia juga merupakan anak tunggal, ayahnya sudah lama pensiun, dan ibunya juga hanya seorang ibu rumah tangga biasa.
Walau sederhana, namun Raras bahagia, karena hidupnya selalu tidak kekurangan suatu apapun, apalagi kasih sayang, orang tua mereka sangat menyayanginya melebihi apapun.
Sore ini mereka bertiga kumpul dirumah Raras si cantik yang terkenal sebagai play girl, tapi walaupun sering gonta - ganti pasangan, dia bukan perempuan yang mengenal free seks, dia dari keluarga baik - baik, pacaran hanya sekedar jalan - jalan makan biasa saja, dia orangnya supel, ramah, sehingga orang yang didekatnya merasa nyaman dan bahagia.
Tok.. tok..
Shanum dan Mala mengetuk pintu kamar Raras, setelah ibu mereka mengatakan kalau Raras masih tidur, Melati ibu Raras sudah menggangap mereka seperti putri mereka sendiri, karena saking akrabnya tiga serangkai itu, kemana - mana selalu saja bertiga, bahkan saat kuliah, ketika salah satu dari mereka ada yang sakit, yang dua pun ikut bolos menemani.
"Ra..? Rara.. bangun woii, udah sore nie, molor mulu kerjaanmu selama jadi pengangguran deh!" Teriak Shanum yang paling bawel diantara mereka.
"Jangan gitu bangunin si Raras mah, nie.. aku kasih contoh," ucap Si Mala gadis paling Centil diantara mereka.
"Rara.. tetangga loe baru ya? ganteng banget deh, badannya kekar, berotot maskulin gitu, siapa sih Ra?" teriak Mala.
Ceklek
Pintu kamar Raras langsung terbuka, dibaliknya menyembul si Rara penakluk pria idaman semua wanita.
"Cowok ganteng mana sih? perasaan gue kagak punya tetangga cowok ganteng, palingan si Udin juragan somay?" Raras mengucek matanya yang masih ngantuk.
"Yee.. kalau denger cowok ganteng aja loe langsung bangun!"
Ucap Shanum menoyor kepala Raras.
"Gue bilang juga apa, haha". Mala langsung menerobos mereka ke arah kasur dan mengulingkan tubuhnya di kasur empuk Raras.
"Besok kita interview lagi nie?" Tanya Shanum yang juga ikut masuk kedalam kamar itu.
"Iya.. kali ini lu jangan sampai telat lagi ya La, ntar loe di diskualifikasi lagi, gagal mulu ntar kita dapet duit," ucap Raras sekedar mengingatkan.
Memang ada - ada saja kisah konyol diantara mereka, yang kekunci dikamar mandilah, yang telat lah, hingga salah satu dari mereka tidak diterima diperusahaan yang mereka incar.
Pedoman hidup mereka, satu kerja semua kerja, kalau nganggur ya nganggur semua, dan tempat kerja mereka juga harus sama, entah menikah nanti mereka harus sama juga atau tidak, hanya Tuhan dan merekalah yang tahu.
♡♡♡
Keesokan harinya Shanum dan Mala sudah sampai dirumah Raras untuk berangkat interview bersama.
"Ayok kalian buruan sarapan, jangan sampai telat lagi, mau sampai kapan kalian jadi penganguran gini," ucap Melati, ia adalah ibu Raras yang paling baik hati dan sabar menghadapi tiga serangkai itu.
"Doain kita ya bu, biar kita diterima," ujar Raras sambil memakan roti bakar untuk sarapannya.
"Kali ini kita janji deh Bu, kita akan bekerja keras, merayu pihak HRD agar menerima kita bertiga," Ujar si Centil Mala yang langsung ikut menimpali.
"Ya kalau cowok, kalau cewek, lu mau berubah haluan jadi Lesb*an?" Shanum ikut bicara ngasal.
"Gile lu ndro, gue masih normal kali, masih doyan pisang tauk!" Mala seolah merasa tidak terima.
"Kayak tau aja apa itu pisang, lihat aja belum pernah kok, hahaha." Sahut Raras si penakluk pria langsung ikut berkomentar.
"Masak kamu nggak tahu pisang itu seperti apa sih Mala? kasian sekali kamu? besok biar ibu beli di pasar ya, pisang ambon mau? yang panjang dan gede itu?" timpal Ibu Raras dengan polosnya.
"Hahahaha."
Merek bertiga kompak tertawa berjamaah, seolah tak punya beban hidup.
"Bukan pisang yang itu bu, tapi-"
Mala yang suka blong rem nya kalau ngomong itu langsung disumbat oleh roti bakar milik Raras.
"Makan buruan, ntar kita telat lagi, Buk kita berangkat dulu ya?" Pamit Raras sambil menggigit rotinya yang tersisa.
"Baiklah, semangat ya anak - anakku, doa ibu selalu bersama kalian, semoga kalian semua diterima," jawab ibu Raras sambil tersenyum melihat kebersamaan mereka.
"Siap buk."
Akhirnya mereka berangkat menggunakan mobil ayah Raras yang selalu Raras gunakan setiap harinya.
"Lu kalau ngomong bisa di rem kagak sih? bisa jantungan Ibu kalau denger lu jelasin pisang tadi." Raras mulai menggerutu tentang perbincangan mereka tadi.
"Iya lu.. tu mulut remnya rusak mulu, entah dimana servis rem mulut blong deh!" Sahut Shanum ikut menimpali.
"Ya maap deh, keterusan tadi." Mala cuek saja, sama sekali tidak merasa bersalah.
"Kali ini perusahaannya cukup besar lho, kita jangan sampai melakukan kesalahan sekecil apapun!" ucap Raras yang terlihat semangat sekali.
"Yoi.. kita udah prepare bener - bener nih, jangan sampai gagal lagi." Shanum pun sudah mengobarkan semangat empat limah.
"Kalau kita gagal lagi, mau nggak kalau kita pergi ke dukun aja cari pesugihan?" ucap Mala tiba - tiba terlintas ide gilanya setelah menonton film horor tadi malam.
" MALAAA! LU GILA YA..!" teriak Raras dan Shanum dengan serentak.
"Woles aja gaes.. aku bilang kan kalau, enggak juga nggak papa kok!" Ucap Mala dengan santai seperti ditepi Pantai.
"Dasar wong edan kamu mah!" Raras seketika menoyor kepala Mala.
"Beresin dulu deh tu otak, pantesan cowok lu sering ngeluh mulu, lu cantik doang, gilanya kebangetan."
Shanum langsung ikut ceramah dadakan.
"Kayak cowok loe kagak pernah ngeluh aja, sering Lu pukulin kan, KDRT sebelum rumah tangga tau nggak!" Ledek Raras yang langsung disambut gelak tawa Mala.
"Habisnya dia sering bikin gemes deh!"
"Kalau gemes tuh disayang - sayang, bukan diajak adu taekwondo Pe ak!" Ucap Raras dengan tawa renyahnya.
"Habis gatel tanganku ini, lama nggak olah raga!" Pemegang sabuk hitam Taekwondo itu tak mau kalah bersuara.
"Hahaha.. ngenes banget ntar calon laki lu, habis tiap hari buat sasaran tangan gatel!" Mala kembali ikut menimpali.
"Pasti habis juga panci, wajan, piring dan gelas dirumah lu, bangkrut - bangkrut deh laki Loe ntar."
"Hahaha."
Mereka bahkan tertawa sepanjang perjalanan menuju ke Perusahaan tempat mereka akan interview hari ini.
***
Tunggu kegilaan mereka lagi ya..
Jangan lupa tinggalkan LIKE dan KOMENT kalian ya gaes..
Terima kasih😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 257 Episodes
Comments
Aku Mira
asli ga pernah bosennn baca meski di ulang 2
2025-01-23
0
Fatma Wati
sumpah... gua ngak bosan bosan ulang baca nya... min kasih rewor dong... kalau ngak salah ini yg ke 5 kali mau tamat ini
2024-03-26
1
ALIKA🥰🥰CHEN ZHE YUAN.LIN YI
carlos .raras mark.sahnun.caelos mala🥰
2023-10-15
2