...Happy Reading...
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
...♡ Hidup segan mati tak mau, bayangan MANTAN datang, Hati merindu selalu ♡...
Seperti itulah suasana hati Raras saat memandang sesosok Simon, dibalik sikapnya yang dingin dan dibalik beredarnya rumor dirinya seorang pria impoten, tetapi Dia sangat perhatian sekali padanya.
Bahkan saat dia pura - pura mengaduh kesakitan saja, dia percaya, khawatirnya pun luar biasa.
Dibawanya kaki Raras kepangkuannya, dipijitnya pelan - pelan sampai tubuh Raras merasa rileks.
Alamak.. kalau gini caranya hatiku bisa terus - terusan cenat - cenut ini, bisa bahaya kalau dengan mudahnya jatuh cinta dengan pria ini, apa kabar cita - citaku punya baby kembar imut, lucu dan menggemaskan ini, owh Tuhan.. kuatkan iman dan imin hambamu yang lemah ini.
Jeritan hati seorang play girl sedang meronta - ronta melanda jiwa.
Dibalik sikap cuek dan terkesan urakan seorang Raras, hatinya sangat lembut dan mudah tersentuh, dia orangnya kagak tegaan, itu kenapa dia tidak tega menolak setiap cowok yang ingin jadi kekasihnya, entah itu kebaikan atau justru keburukan yang melanda dirinya, yang jelas dia jalani saja.
" Bagian mana lagi yang sakit?"
Tanya Simon saat tangannya sudah beralih memijit pelan kepala Raras.
" Sini..!"
Raras menunjuk dadanya yang dari tadi terus berdegub kencang dengan perlakuan Simon.
" Hah.. dasar mesum! masak iya aku harus pijit itu kamu!"
Ucap Simon kesal tidak habis pikir dengan wanita nyablak didepannya ini.
" Yee.. yang suruh mijit juga siapa? pikiran kamu tuh yang harusnya dikasih deterjen pemutih! tadi kamu kan tanya bagian mana yang sakit? bukan bagian mana yang mau dipijit? otak kamu yang ngeres aku yang disalahin!"
Umpat Raras sambil berbalik tidur kesamping.
Baru kali ini Simon yang otaknya Top Cerr, tiba - tiba menjadi down dan ambyar seketika, apalagi didepan seorang cewek.
" Bagaimana keadaan Raras nak?"
Ucap Mirna dari arah pintu bersama seorang Dokter.
" Aah.. dia sudah sadar mah!"
Ucap Simon tersadar dari lamunannya.
" Sayang.. biar Dokter periksa kamu dulu ya?"
Ucap Mirna lembut pada Raras yang sudah berbalik kembali.
Raras hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
" Apa kamu sering terlambat makan?"
Tanya Dokter setelah memeriksa keadaan Raras.
" Biasanya sih tidak Dokter, tapi memang dari kemarin aku lupa belum makan sampai sekarang."
Ucap Raras jujur.
Sedari kemarin Raras tidak selera makan dengan kejadian beruntun yang mengobrak - abrik jiwa dan perasaannya hingga dia sampai di Pulau Bali ini.
" Astaga? kamu manusia apa robot sih!"
Ucap Simon kemudian berlalu pergi dari kamar Raras.
" Lain kali, sesibuk apapun kegiatan anda, jangan lupakan makan, asam lambung kamu naik, dan badan kamu lemah karena tidak ada asupan energi."
" Apa dia perlu dibawa ke rumah sakit Dokter?"
Tanya Mirna khawatir.
" Tidak perlu, Dia hanya cukup beristirahat, jangan lupa makan, nanti saya resepkan obat dan juga nanti saya akan memberikan dia infus, habiskan satu kantong infus, sesudahnya boleh dilepas."
Ucap Dokter itu sambil tersenyum.
" Tapi Dok, saya mau Akad nikah sebentar lagi, masak harus pake selang infus, kayak orang penyakitan parah aja deh!"
Ucap Raras yang malas disuntik.
" Habiskan dulu satu kantung ini saja, setelahnya kamu boleh melangsungkan Akad Nikah kembali."
Ucap Dokter itu tersenyum sambil memasangkan infus ditangan Raras.
" Tapi..."
Ucapan Raras terputus.
" Nurut aja kenapa sih? jadi orang bandel banget dibilangin!"
Sahut Simon dari arah pintu sambil membawakan sepiring makanan dan segelas air untuk Raras.
Swett banget deh babang impo yang satu ini, tanpa diminta pun dia sudah membawakan sarapan, gimana kagak klepek - klepek hati adek ini bang..
" Kamu temenin Raras sarapan mon, mamah mau bicara sama Dokter dulu di luar!"
Ucap Mirna bahagia melihat putranya semata wayangnya begitu perhatian dengan calon istrinya.
" Raras.. nurut ya, sama calon imammu?"
Ucap Mirna sambil mengedipkan satu matanya.
Raras hanya tersenyum malu - malu tanpa menjawabnya.
" Mau aku suapin, apa makan sendiri?"
Tanya Simon.
" Tangan kananku di kasih selang infus nie, masak makan pake tangan kiri!"
Ucap Raras cemberut.
" Yawda.. buka mulutmu!"
Ucap Simon dengan telatennya menyuapi Raras.
" Sory ya? aku menggagalkan acara Akad Nikah kita, seharusnya kan ini sudah mulai."
Ucap Raras merasa bersalah, sedikit tapi yaa lainnya bahagia banget dia mah.
" Bukan membatalkan, tapi menunda!"
Ucap Simon membetulkan.
" Tapi kalau sampai sore nanti aku masih lemes gimana?"
Ucap Raras masih berharap batal acara.
" Ya ditunda lagi acaranya, malam juga nggak papa."
Ucap Simon masih dengan aktifitasnya menyuapi Raras.
" Brati kalau masih lemes lagi, bisa ditunda besok - besoknya lagi kan ya?"
Ucap Raras bahagia.
" Ngelunjaak..! kagak bisa, nanti sore kita Akad Nikah!"
Ucap Simon yang merasa dikerjain.
" Ciee.. yang udah ngebet nikah sama gue?"
Raras malah meledek Simon.
" Haiiss... habiskan makananmu sendiri!"
Ucap Simon kesal dan menyerahkan piring makanan itu kepangkuan Raras dan ingin beranjak pergi.
" Okey.. tapi setelah kamu jawab tebakanku yang satu ini!"
Ide jahil seorang play girl mendarat dengan sempurna di otak gesreknya.
" Apaan?"
Tanya Simon terheran, orang sakit kok masih bisa mikir tebak - tebakan.
" Ketika hatiKU dan hatiMU bertemu dijalan, apa yang akan terjadi?
Ucap Raras dengan fasihnya.
" Tabrakan kali..!"
Jawab Simon asal.
" Jawab yang bener, atau aku kabur nanti di acara Akad!"
Ancam Raras, padahal itu tidak mungkin terjadi, dia tidak membawa persiapan banyak kemari, uang pun cuma bawa seadanya di dompet, gajian juga belum, mana teman - teman nya tidak ada disini, pokoknya mustahillah dia bisa kabur seperti ucapannya.
" Cih dasar wanita licik!"
Umpat Simon.
" Apaan cepat!"
Ucap Raras tidak sabar.
" Em.. ber.. bersatu mungkin?"
Ucap Simon Ragu.
" Cieee... yang udah pengen segera bersatu dipelaminan? kayak udah bisa iya - iya ajah malamnya..!"
Ledek Raras dengan gilanya.
" Haiisss.. jadi apaan? aku buru - buru nie, mau ngumumin pengunduran Akad Nikah kita!"
Simon main naik darah dibuatnya.
" Ketika hatiKu dan hatiMu bertemu dijalan, maka disana terdapat dua hati, yaitu hati - hati dijalan, hahaha..."
Ucap Raras sambil memegang perutnya yang sakit karena tertawa.
" Dasar cewek gila..!"
Umpat Simon makin kesal, seorang CEO perusahaan ternama dipermainkan cewek seperti dia.
" Ciee.. ngarep digombalin pasti tadi ya..?"
Tawa Raras makin pecah, pulih sudah tenaganya kalau sudah menjahili orang.
" Kurang kerjaan aja!"
Ucap Simon langsung berbalik dan terbitlah senyum indah yang menghiasi wajah tampannya sepanjang perjalanan turun tangga.
" Hahahah.. kena deh jebakan batman!"
Raras kembali tertawa, bahagia sekali dia bisa menjahili manusia polos tentang cinta itu.
Lain kali akan aku gombalin dan jahilin dia sepanjang hari, daripada mikirin pernikahan yang entah jadi kontrak apa enggak ini nanti, entah sah atau tidak kalau bukan ayahnya yang menjadi wali.
Dia tidak mau memikirkan itu sekarang, biarkan Bu Mirna aja yang memikirkan hal berat itu, biar dia juga yang menangung dosanya, Raras niatnya hanya membantu membuktikan benar apa tidak nya rumor yang beredar dari CEO tampan dan mapan sepertinya.
GUSTI tolong ampuni hambamu yang lemah ini, bantu hambamu menerima semua cobaan ini, semoga semua berjalan seperti semestinya.
Sabar ya, Akad Nikahnya kita tunda dulu..
Author juga kagak nangung dosanya ya, biar Bu Mirna aja, inget ini cuma Novel yang tidak mungkinpun bisa jadi mungkin disini 😂😂
Jangan lupa dukungan buat Author lho ya?
Bantuin Vote.. Vote.. Vote..😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 257 Episodes
Comments
Juragan Jengqol
hahaha.... othor dah cari jalan aman dari pertanyaan tentang akad 🤣🤣🤣🤣
2024-01-17
0
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
hadeh ketemu cewek seperti ini yang bikin pusing
2023-12-23
0
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
wkwkwk iya juga, hadeeh Raras pinter ngeles
2023-12-23
0