Kita lanjutt ya gaes...
...👾👾 HAPPY READING 👾👾...
..." Saat semua pekerjaan terasa makin tidak menyenangkan, ingatlah CICILAN "...
Itulah pedoman hidup, agar kita tetap semangat bekerja.
***
Sesampainya di perusahaan itu mereka sudah mengantri untuk tes interview dan orang pertama yang dipanggil adalah Shanum.
"Shanum Berliana." Teriak pihak staf memanggil urutan selanjutnya.
"Duh.. deg - degan gue nih." Ucap Shanum berdiri sambil meremas ujung rok pendeknya.
"Semangat Num - Num lu pasti bisa," Teriak Raras yang langsung memberikan semangat.
"Cayo Num! kalau nggak diterima kasih satu hadiah bogeman tuh HRD, hihi." Mala malah tertawa cekikikan membayangkan Shanum beraksi.
"Gilak lu Pe ak! bisa diseret dia sama security nanti." Raras berbisik, sedangkan Shanum sudah masuk diruangan HRD.
Setelah lima belas menit berlalu, pintu ruangan terbuka, Shanum berjalan lemas menuju mereka bertiga.
"Gimana Num? kok lesu gitu? nggak diterima ya? jangan sedih lah, nanti kita cari tempat lain." Ucap Raras dan segera memeluk sahabatnya itu.
"Taraaaaa..!" Shanum menunjukkan kertas bahwa dia diterima.
"Kyaaaa.. kita udah duga, loe pasti diterima!" Mereka bertiga langsung berpelukan tidak mempedulikan orang disekitar yang memandangnya.
"Mala Alexander." Teriak staf memberitahukan orang selanjutnya.
"Semangat Mala, lu pasti berhasil juga kayak gue!" Ucap Shanum yang kembali memberikan semangat kepada sahabatnya.
"Doain gue ya, biar lulus, dan cowok gue bisa bangga sama gue, dia udah janji-in tas branded keluaran terbaru kalau gue diterima hihi," Ucap Mala sambil berbisik sambil melangkah masuk ke ruangan.
"Dasar cewek matre lu." Raras langsung mulai meledek.
Lima belas menit kemudian pintu terbuka kembali.
Mala berjalan melenggak - melenggok mengoyangkan pinggulnya sambil menebar senyuman kepada kedua sahabatnya.
"Kalau dari gelagatnya sih pasti diterima tu bocah!" Ucap Shanum paham betul teman mereka yang satu ini.
"Aroma - aromanya sih gitu Num." Raras ikut menimpali.
"Yeaaayy.. tas branded on the way, haha". Seketika Mala langsung menghambur kepelukan dua sahabatnya.
"Dasar otak lu mah isinya cuma barang branded semua!" Ucap Shanum yang sebenarnya ikut bahagia.
"Raras Puteri Bhanuwati." Kini sekarang giliran Raras yang terakhir diantara mereka.
"Kalau Lu sih gue yakin, pasti Lu diterima deh!" Ucap Shanum yakin, seyakin - yakinnya.
"So pastilah, siapa sih yang berani nolak pesona gue!" Ucap Raras sambil melenggang masuk ruangan HRD dengan percaya diri dan tetap bergaya elegan.
Namun lima menit kemudian ternyata pintu sudah terbuka, Shanum dan Mala terkejut melihatnya.
"E buset dah.. cepet banget dia keluar, baru juga lima menit?" tanya Shanum sambil melihat jam di pergelangan tangannya.
"Paling dia kedipin doang langsung termehek - mehek tu HRD." Ucap Mala sambil menduga.
"Hiks.. hiks..hiks.. maaf gaes gue di tolak!" Raras mulai menangis walau tanpa air mata.
"HAH..? DI TOLAK..? kenapa bisa?" Tanya mereka berdua dengan serentak.
"Hey.. ratu drama, Lu ngerjain kita ya, mana mungkin Elu di tolak? nilai tes kemarin aja punya Lu paling tinggi diantara kita, sedangkan tes interview tadi mudah aja ya kan La? masak gitu aja kamu nggak lulus?" Shanum merasa tidak percaya.
"Hiks.. hiks.. jangankan diinterview, tadi saat pintu terbuka nih dan saat kedua matanya baru melihat ke arahku, belum ada kata - kata sedikitpun, dia langsung memberikan kertas bertuliskan KAMU DITOLAK MENTAH - MENTAH." Jelas Raras sambil memeluk mereka.
"Wuaah.. kenapa bisa gitu? ini tidak adil, harus dikasih pelajaran tuh pihak HRD." Shanum sudah menyingsingkan gulungan kemeja dilengannya.
"Shanum STOP." Cegah Raras sambil menarik tangan Shanum yang sudah terlihat gatal.
"Biarin aja sih Ra, toh kita juga nggak akan kerja disini kalau Lu nggak diterima!" Ujar Mala yang langsung ikut emosi.
"HRD itu mantan gue, yang gue tinggal pas lagi sayang - sayangnya dulu." Ucap Raras sambil menunduk lesu.
"Ya elah.. Elu sih, jadi orang kagak tobat - tobat juga maenin hati cowok, kena karma kan Lu." Ucap Shanum menoyor kepala Raras.
"Gue mau tobat sekarang Num, hiks.. hiks.. padahal ini kan perusahaan gede, sayang sekali, kenapa mesti dia yang jadi HRD sih?" Raras hanya bisa memeluk mereka kembali.
"Tobat lu bilang sekarang, besok liat cowok yang lebih tampan dan kekar aja lu, lupa langsung ama tobatmu itu!" Mala ikut menimpali.
"Itu gue khilaf La, gue nggak sadar!" Ucap Raras yang sebenarnya juga merasa tidak terima.
"Entah harus dijedotin dulu kepala lu ini di aspal baru sadar!" ucap Shanum kembali.
"Yaudah lah.. nasi udah jadi bubur ini, tinggal tambahin suwiran ayam, sama daun bawang pake kuah santan kuning aja, pulang lah yuk makan Bur-yam!" Mala langsung mengandeng kedua sahabatnya berlalu meninggalkan perusahaan itu.
"Trus kalian gimana dong?" Tanya Raras sambil menyeruput es kelapa muda dipinggir jalan.
"Ya udah sih, nanti kita kirim aja surat pengunduran diri ya kan La?" Ucap Shanum dengan santai.
"Hu um, miris juga ya tuh Perusahaan, belum kerja udah mengundurkan diri karyawannya, haha." Mala malah tertawa terbahak-bahak, seperti tidak ada beban hidup.
"Dasar Pe ak, kita yang miris bukan tuh perusahaan!" Ucap Raras yang langsung terheran sendiri melihat sahabatnya yang satu itu.
"Ya udah sih, kita cari aja Perusahaan lain, gitu aja kok rempong." Mala memang selalu terlihat lebih santai dari mereka bertiga, karena mungkin duit bukan prioritas dia.
Mala berasal dari keluarga kaya raya, tapi dia hidup bersama kakek dan neneknya disini, ayah dan ibunya tinggal di Paris, tanpa dia kerja pun sebenarnya dia punya black card unlimited, tapi karena rasa persahabatannya dan tidak ingin jauh dari mereka, Mala ikut - ikutan kerja, toh sekalian cari pengalaman pikirnya.
***
Tanpa sepengetahuan dari mereka, ada sesosok wanita paruh baya yang masih terlihat cantik, sedang melihat ke arah mereka dan mendengarkan ocehan mereka dari tadi.
Wanita berpakaian mewah dengan tas dan sepatu brand ternama itu berjalan perlahan mendekati ketiga gadis yang tengah menikmati es kelapa muda di pinggir jalan yang tidak terlalu ramai itu.
"Hai.. boleh gabung?" Tanya wanita itu menyapa dengan senyum elegannya sambil membuka kaca mata hitamnya.
Serentak tiga gadis itu menoleh dan terkejut, bukannya menjawab ucapan wanita itu, tapi mereka malah asyik - asyikan berbisik satu sama lain.
"Heh.. apa dia Ratu Elizabeth?" Tanya Shanum melihat sosok wanita bule yang mahir berbahasa indonesia itu.
"Emang Ratu Elizabeth kagak punya kerjaan apa? sampai harus mampir di tukang es kelapa muda pinggir jalan gini?" Jawab Raras ikut melirik wanita didepannya.
"Emang Ratu Elizabet itu siapa sih? gang komplek sebelah mana rumahnya?" Tanya Mala dan mendapat toyoran kedua sahabatnya.
"Diam aja lu, ini urusan orang dewasa!" Ucap Shanum, padahal umur mereka sama, cuma beda bulan kelahiran saja.
"Apa saya menggangu kalian?" Tanya wanita itu tersenyum melihat kekonyolan mereka bertiga.
"Aah.. tidak nyonya, apa Nyonya mau minum es kelapa muda juga?" Raras menawarkan minuman mereka sambil tersenyum.
"Oh.. tidak, kebetulan saya tadi sedang lewat didekat sini, terus tanpa sengaja mendengar bahwa kalian sedang mencari kerja?" Ujar wanita itu sambil terus tersenyum.
"Bukan cari kerja, tapi kita ditolak kerja, em.. lebih tepatnya dia aja sih!" Ucap Mala seperti biasa ceplas ceplos tanpa rem cakram menunjuk muka Raras yang sedang melotot kearahnya.
Kedua sahabatnya langsung membungkam mulut Mala, tapi terlambat, wanita itu sudah mendengarnya, bahkan sebelum mereka mengatakan.
"Em.. kebetulan di Perusahaan putra saya sedang mencari karyawan? putra saya bekerja di salah satu Perusahaan terkemuka di negara ini, apa kalian berminat?" Tanya wanita itu kembali.
"Butuh lowongan berapa? kalau cuma satu aja kita ogah, kalau banyak kita mau lah?" Ucap Mala langsung menimpali.
Kedua sahabatnya hanya bisa geleng kepala sambil menepuk jidat mereka masing - masing mendengar ocehan sahabat oon nya itu.
"Tentu, saya akan merekomendasikan kalian bertiga, ini kartu nama saya, besok datanglah ke kantor."
Tanpa menanyakan mereka lulusan apa dan belajar dimana, Wanita itu tidak mempedulikannya, dia hanya melihat sekilas kepolosan mereka bertiga langsung tertarik.
***
Siapa kah wanita itu hayo, kalian pasti sudah tahu kan?
Jangan lupa dukungan kalian ya?
Jempollll mana jempolll kalian nie🤩
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 257 Episodes
Comments
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
wkwkwk aku kok gak kepikiran kesitu ya🤭
2023-12-23
0
Jasreena
g profesional dong klo gitu HRD nya, urusan kantor n urusan pribadi d campur aduk...
2022-05-21
0
Titin H
mamanya simon ...
2022-02-12
0