...🦋🦋 Happy Reading 🦋🦋...
..." Jangan meremehkan pentingnya memiliki seseorang dalam hidupmu, yang selalu dapat membuatmu tersenyum "...
Pagi sebelum berangkat bekerja, group calon menantu elit pasti rame.
Shanum:
Gile gaes.. capek juga ya kerja?
Raras:
Iya nie.. harusnya kita masuk awal tahun, biar nggak ikutan tutup buku, capek lembur mulu dari kemarin.
Mala:
Masak sih.. gue tinggal nyuruh aja sih? haha...
Shanum:
Enak banget lu La? tukaran yuk?
Raras:
Jangan percaya, kemarin dia juga ikut lembur kok, bahkan duluan aku pulangnya.
Mala:
Gue mah pencintraan doang Ra? masa kepala divisi pulang duluan!
Raras:
Ya sama ajalah ikut lembur, hahaha..
Shanum:
Kangen deh pulang bareng lagi, nongkrong lagi 🥺
Mala:
Kangen kencan juga 😪
Raras:
Apalagi gue, ampe lupa wajah pacar gue kayak apa? 😔
Shanum:
Lu mah emang sering lupa, terlalu banyak pacar sama mantan loe gilak?
Mala:
Tobat loe ra? karma itu nyata lho?
Raras:
Yaelah serius amat, kagak gue apa - apain juga mereka? masih pada virgin semua tau!
Shanum:
Dasar Oneng, yang ada juga lu yang harusnya virgin, kenapa jadi mereka?"
Raras:
Haha.. jadi rindu mereka, weekend masih lama lagi?"
Mala:
Bangett.. rindu Shoping jugak 🤤
Shanum:
Btw loe udah pada denger gosip belum sih tentang bos lu Ra?
Mala:
Apaan tuh?
Raras:
Gosip apaan? sejauh ini cuma kerja, kerja dan kerja yang ada diotaknya?
Shanum:
Kemarinkan aku lagi ngobrol dengan staf lain, trus kagak sengaja deh ada yang keceplosan, katanya Bos kita, eh.. lebih tepatnya bos lu itu IMPOTEN 😱😱😱
Mala:
Hah? Really? pantesan udah berumur belom nikah juga?🙊
Raras:
Sumpeh loe? Aaah.. pantesan waktu itu dia bilang tidak tertarik dengan wanita?
Shanum:
Wuaaah... brati emang bukan gosip dong, itu fakta 😱
Mala:
Gile bener ya, padahal ganteng - ganteng tapi kagak bisa bangun 🤣🤣🤣
Shanum:
Kagak bisa dipake ya kan?
Mala:
Kiloin aja kali ya?
Shanum:
Entah laku apa kagak sih 😅😅
Raras:
Gile lu pada, kalau ngomong asal njeplak aja, kasian kan?
Shanum:
Ciee.. dibelain bosnya?
Mala:
Kenapa? Lu penasaran liat yang impoten ya Ra? 🤣🤣
Shanum:
Kayak peuyem Bandung kayaknya deh?
Mala:
Lembek 🤣🤣🤣
Raras:
Mesum aja kalian lah.
Shanum:
Loe naksir juga kah Ra, sama bos impoten itu?
Mala:
Diih.. kalau gue mah ogah, mau kaya juga ogah, kagak bisa bayangin malam pertama dianggurin 😅😅
Raras:
Gile aja loe ya, gue juga pengen pisang super kali🤪
Shanum:
Alhamdulilahh😆
Mala: Gue berangkat deh ya, kepala divisi masak telat, kita sambung lagi peuyem Bandungnya nanti malam ya🤣🤣
Akhirnya mereka bertiga berangkat sendiri - sendiri, karena jadwal mereka berbeda - beda sekarang.
Raras sudah sampai di meja sekertarisnya, dan mulai menyusun jadwal bosnya sambil membayangkan apa benar bos nya impoten, tapi kalau dia ingat - ingat saat dia memakai baju seksi hari itu, Simon memang sama sekali tidak tergiur dan tidak terpengaruh sama sekali, aah.. bodo amat pikirnya, bagus malah dia tidak perlu takut lagi kalau harus meeting di luar bersama Bosnya.
" Katanya melamun memperpendek usiamu!"
Ucap Simon saat melintasi meja sekertarisnya sambil melempar sebatang coklat ke arah Raras.
" Astaga..! ehh ini, kok coklat?"
Raras gelagapan sendiri sambil menangkap coklat itu.
" Makanlah, biar kagak kesambet melamun dipagi hari."
Ucap Simon berlalu masuk ruangannya.
Saat jam makan siang, Mirna semangat mendatangi kantor putranya, dia jadi punya semangat hidup yang lebih membara lagi saat melihat foto hasil jepretan sopir anaknya.
" Hei.. Ra? kenapa meja kamu diluar?"
Tanya Mirna terkejut.
" Eh.. selamat pagi buk, eh iya, saya gantiin mbak Nila, dia masih cuti."
Ucap Raras.
" Harusnya kan bisa didalam aja?"
" Disini enak kok, saya lebih suka disini buk, bisa fokus, hehe.."
Ucap Raras tidak enak hati, padahal bebas diluar daripada didalam terus diawasi bosnya.
" Em.. yawda deh, tapi besok pindah di dalam aja, kan lebih nyaman di dalam?"
" Disini juga nyaman kok buk, beneran deh, hehe.."
" Ra.. temenin arisan yuk?"
Ucap Mirna punya ide.
" Hah? tapi saya masih banyak pekerjaan buk?"
" Tinggalkan saja, banyak karyawan disini."
Ucap Mirna langsung menggandeng tangan Raras.
" Tapi saya belom ijin sama bos?"
" Aku mamahnya, biar aku yang bilang nanti."
Raras hanya bisa pasrah saja, seneng sih bisa bebas dari tugas kantor, tapi kalau numpuk dia juga yang harus beresin besok.
Sebelum berangkat arisan, Mirna mengajak Raras ke butik langgananya dulu.
" Mbak carikan gaun terbagus buat nona ini."
Pinta Mirna pada pelayan butik itu.
" Tapi buk?"
" Panggil mamah mulai sekarang!"
" Hah? kok mamah?"
" Kenapa? apa kamu tidak sudi memanggil saya dengan sebutan mamah?"
Mirna memasang tampang sedihnya.
" Aah.. bukan seperti itu bu? tapi..?"
" MAMAH."
Ucapan Mirna tidak terbantahkan.
" Baik mah."
Raras terlihat cantik sekali menggunakan gaun berwarna soft pink dengan lengan terbuka dan panjang selutut.
" Kamu cantik sekali sayang?"
" Aah.. ya, terima kasih mah."
Ucap Raras tersenyum malu.
Aku memang cantik dari dulu buk, itu kenapa pacarku bahkan rela aku duain?
Raras berjalan digandeng oleh Mirna dan diajak berkenalan dengan temen - temen sosialitanya, dari dulu dia ingin sekali seperti ini, dan menghilangkan rumor impoten pada diri anaknya.
" Wuahh..siapa ini jeng, cantik sekali? calon mantu ya?"
Ucap salah satu teman Mirna.
" Hehe.. iya, perkenalkan namanya Raras."
Ucap Mirna dengan bangganya.
" Haah? kok aku?"
Raras kaget bukan kepalang, calon mantu? yang benar saja? calon menantu IMPOTEN? aaah TIDAAAKKK..!
" Waah.. ternyata anakmu sudah kembali sehat ya?"
Ucap bibir netizen maha benar.
" Emangnya anakku sakit apa? dia normal tau jeng? ini buktinya, calon istrinya sudah ada? kalian tinggal tunggu undangannya saja!"
Ucap Mirna dengan anggunnya.
Raras ingin sekali menjerit sekuat tenaganya, tapi apalah daya, itu hanya di angan - angannya saja.
Raras sama sekali tidak menikmati acara Arisan itu, makanan lezat yang tersaji didepannya pun terasa hambar, membayangkan omongan Mirna tentang calon menantu Impotennya.
Saat perjalanan pulang, Raras memberanikan diri untuk bertanya pada Mirna tentang semua ucapannya.
" Bu..?"
" MAMAH."
Ucap Mirna tegas.
" Eh iya mah, tadi mamah bercanda kan?"
Tanya Raras perlahan.
" Tadi yang mana?"
Ucap Mirna santai.
" Yang bilang kalau aku calon mantu mamah?"
Jawab Raras sedikit gemeteran.
" Tidak, mamah serius, mamah mau kamu jadi menantu mamah!"
" Tapi maaf mah, Raras nggak bisa."
Ucap Raras memberanikan diri.
" Kenapa?"
" Ra.. Raras sudah punya pacar mah?"
" Baru juga pacar, kagak masalah, yang penting kamu nikahnya sama putra mamah!"
" Lho mah, tapi nggak bisa gitu juga dong mah, kasian pacar Raras mah, plis mah jangan kayak gini?"
Raras memohon.
" Kamu nggak kasian juga sama mamah, mamah itu dari dulu kenyang dengan hinaan orang Ra? mamah punya segalanya tapi mereka selalu saja merendahkan mamah karena punya anak tampan dan mapan tapi im.. impoten katanya, padahal aku sudah cek ke beberapa dokter untuk Simon, tapi mereka bilang semua normal, tapi mereka semua tidak percaya, karena Simon tidak pernah tertarik dengan wanita!"
Mirna sudah menangis sejadi - jadinya sambil menceritakan kisah anaknya.
" Tapi mah.."
" Kamu tahu, Ayah Simon sudah meninggal sejak dia masih kecil, dia selalu kekurangan kasih sayang seorang ayah, itu kenapa aku tidak mau menikah lagi, aku tidak mau Simon hancur dan kekurangan kasih sayang lebih dari dia waktu masih kecil."
" Mah.. tapi kenapa harus Raras mah?"
" Karena hanya denganmu dia mau tersenyum Ra, tolong bantuin mamah Ra? mamah mohon, walaupun kamu tidak mencintainya, cobalah Ra? mamah pengen tahu apa Simon benar - benar Impoten atau tidak, kalau kalian sampai menikah dia tidak menyentuhmu selama tiga bulan, kalian bisa bercerai Ra, dan mamah akan membersihkan namamu, mamah janji, tolongin mamah Ra?"
" Tapi mah Raras nggak bisa mempermainkan pernikahan seperti itu mah, pernikahan hal yang sakral buat Raras mah?"
Ucap Raras tetap menolak.
" Aaakhhhh... jantungku, aakhhh..."
Mirna pura - pura pingsan setelah memegang dadanya.
" Mah? mamah kenapa mah? mah.. astaga? pak tolong cepat ke rumah sakit terdekat."
" Baik nona."
Sopir itu tetap membawa majikannya kerumah sakit milik majikannya, karena itu sudah rencana dari awal, semua sudah Mirna setting dengan baik.
Apakah jawaban dari Raras dan pria tampan yang rumornya impoten?
Hayooo..jempol mana jempol..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 257 Episodes
Comments
Umi Adja
sumpah lucu Thor suka niihhh
2023-11-07
2
rahma dhani
gila thour dini hari kaya gnie gw cengengesan sendiri gara2 baca karya mu yg soak bin somplak nie🤣🤣 ok good job semangat trus buat berkarya💪💪
2022-08-15
1
Ekasari
wah kena prank si raras tuh sm si simonyong kt raras
2022-08-13
0