Bab 19 Masih Flashback

Masih bersama dengan Randhi dan Rhiana.

Happy reading guys ❤️

***

Masih lanjutan 🌟 Flashback🌟

Regan melirik ke arah Clara yang masih berada di bawah selimut, kemudian Regan keluar dari dalam kamarnya.

Ditengah tangga, Regan bertemu dengan Jelita yang ingin naik keatas.

"Antarkan sarapan untuknya keatas, dan jangan izinkan Dia untuk keluar dari dalam rumah ini. Ingat itu !" titah Regan sebelum pergi meninggalkan rumah.

"Apa yang terjadi, kenapa Den Regan melarang Nona Clara untuk keluar rumah ?" kata Jelita.

Jelita menuju dapur, untuk mengambil sarapan. Seperti yang diperintahkan oleh Regan.

Tok..tok..

Jelita tidak mendengar suara sahutan dari dalam.

"Mungkin Non Clara sedang mandi" Jelita membuka pintu kamar, dan memasukkan kepalanya sedikit untuk melihat kedalam kamar. Walaupun ia tahu Regan tidak ada didalam kamar, Jelita masih ragu untuk masuk kedalam kamar majikannya tersebut.

"Masih tidur." gumam Jelita.

Jelita masuk kedalam dengan membawa sarapan pagi untuk Clara.

"Apa ini ?" mata Jelita melihat baju tidur yang koyak di atas lantai.

Jelita dengan cepat meletakkan nampan yang dibawanya keatas meja kecil didekat sofa.

Jelita memunguti baju tidur yang koyak tersebut.

"Apa yang terjadi ?" Jelita menghampiri Clara yang tidur membelakanginya, ia memutar untuk melihat Clara dari samping.

"Non..Non Clara !" Jelita berjongkok disamping tempat tidur dan menepuk-nepuk lengan Clara.

Selimut menutupi hampir sekujur tubuh Clara.

Hanya terlihat ujung rambutnya saja.

"Non, bangun !" ulang Jelita untuk membangunkan Clara.

Mbak Jelita " suara parau Clara karena menyahut panggilan Jelita.

Clara menurunkan selimut yang menutupi badannya.

Terlihat wajah Clara yang sembab habis menangis.

"Non ! kenapa ? apa yang terjadi ?" kaget Jelita melihat wajah Clara yang sembab.

Clara bangkit dan terlihat badannya yang tidak memakai selembar benang menutupi badannya.

Jelita cukup kaget, melihat badan Clara yang merah kebiru-biruan.

"Apa Den Regan yang melakukan ini semua ?" tanya Jelita.

Dengan menangis, Clara menganggukkan kepalanya.

Jelita menarik Clara kedalam pelukannya, dan perempuan yang belum berusia 20 tahun tersebut menangis dalam dekapannya.

"Kenapa Den Regan melakukan ini semua ?" tanya Jelita.

"Sepertinya, kak Regan tahu bahwa Clara ada hubungan dengan kecelakaan yang membuat calon istri kak Regan meninggal !" Clara bercerita sembari tersedu-sedu.

"Aaa... siapa yang beritahukan ?" tanya Jelita.

Clara hanya menggelengkan kepalanya.

"Ayo Non, bersihkan badan Non Clara. Nanti Den Regan akan marah Jika melihat Non masih berada ditempat tidur," ujar Jelita.

Clara menurunkan kakinya, ia meringis. Karena merasa tidak nyaman diarea sensitifnya.

"Tunggu dulu Non " Jelita berlari untuk mengambil jubah mandi, karena melihat. Dibawah selimut, badan Clara dalam keadaan polos.

Jelita membawa jubah mandi dan memakaikannya ketubuh Clara, Jelita sempat melihat. Sekujur tubuh Clara banyak terdapat bekas kecupan yang ditinggal oleh Regan.

"Ini mbak bantu ,"ujar Jelita, dengan dituntun oleh Jelita. Clara masuk kedalam kamar mandi.

Jelita menyuruh Clara untuk berendam, untuk menghilangkan rasa sakit pada sekujur tubuhnya.

"Mbak keluar dulu ya, sudah selesai nanti. Panggil mbak ya ." kemudian Jelita meninggalkan Clara yang berendam.

"Makasih mbak ," ujar Clara dengan mata terpejam.

Jelita keluar dan menutup pintu kamar mandi, tapi tidak menutupnya dengan rapat. Karena ia takut Clara memanggil ia tidak mendengarkannya.

Jelita menuju kearah tempat tidur, dan melihat ada bercak-bercak darah di sprei.

"Den Regan, melakukannya dalam keadaan marah. Kasihan Non Clara.

Sejak pertama berjumpa dirumah besar orang tua Regan, Jelita sudah suka dengan Clara. Yang menurut Jelita, Clara adalah gadis yang baik. Karena mau mengorbankan kebebasannya,. untuk meminta maaf atas kesalahan yang dilakukannya bersama dengan kakak kembarnya.

Saat Clara menikah dengan Regan, Jelita mengajukan dirinya untuk menjadi maid dirumah Regan.

"Semoga Den Regan tidak terus-menerus melakukan hal ini kepada Clara.

Ternyata apa yang diinginkan Jelita tidak terjadi, dua hari sekali Regan pulang. Dan setiap pulang, Regan menghendaki Clara untuk melayani hasrat seksualnya untuk dipuaskan oleh Clara.

Dengan sambil menangis, Clara melakukan apa yang diinginkan Regan.

Tidak ada lagi tawa yang terlihat dari bibirnya, yang ada hanya kesedihan. Sampai satu ketika, Clara memutuskan untuk pergi dari kediaman Regan.

Setelah melayani hasrat Regan diruang kerjanya, Clara memakai baju yang tadi dilepaskan Regan dengan paksa. Karena terlihat dari sobeknya, Clara tetap memakai baju tersebut. Dari pada dia dalam keadaan polos keluar dari dalam ruang kerja Regan.

"Kenapa kau lama sekali memakai bajumu, cepat keluar ! jangan tunjukkan wajahmu yang kusut itu !" bentak Regan kepada Clara.

Clara yang kaget, langsung berlari keluar dari dalam ruang kerja Regan.

Clara lari menuju kamar Jelita, dibagian belakang rumah induk.

Jelita melihat, bayangan Clara yang berlari menuju kedalam kamarnya.

"Mbok, aku kekamar dulu ya ," kata Jelita kepada mbok Darmi.

"Iya" mbok Darmi tahu, bahwa Jelita ingin melihat Clara. Karena mbok Darmi juga melihat Clara yang berlari masuk kedalam kamar Jelita.

Jelita bergegas keluar dari dalam rumah induk menuju kamarnya.

Jelita membuka pintu dan melihat Clara telungkup diranjang.

"Non ." Jelita mengelus punggung Clara.

"Mbak, Clara nggak tahan lagi. Clara ingin pergi ," ucap Clara.

Jelita kaget mendengar keputusan Clara untuk pergi dari rumah Regan.

"Kemana ?"tanya Jelita.

"Pulang." Clara memutuskan untuk pulang kerumahnya.

"Bagaimana bisa, pasti Den Regan tidak akan mengizinkan ," kata Jelita.

"Kak Regan pergi, aku juga akan pergi mbak. Clara nggak sanggup lagi kak, walaupun kak Regan tidak pernah main tangan. Tapi Clara merasa bahwa Clara ini hanya sebagai budak ditempat tidur mbak" cerita Clara.

"Kalau itu sudah menjadi keputusan Non Clara, mbak tidak bisa berkata apa-apa lagi"

Sejak Clara diusir dari ruang kerjanya Regan, Clara tidak menampakkan dirinya didepan Regan. Dan keesokan harinya, Clara mengetahui bahwa Regan pergi keluar negeri.

Clara mengambil kesempatan untuk kabur, dengan diantar Jelita. Clara pergi kerumah orang tuanya.

Clara mengatakan kepada kedua orang tuanya, bahwa ia ingin berpisah dengan Regan.

Betapa kaget kedua orangtuanya, dan mereka tidak mendukung keputusan Clara.

"Clara, apa yang sudah dipersatukan oleh Tuhan. Tidak bisa dipisahkan oleh tangan manusia, hanya maut yang dapat memisahkan ," ujar papa Clara, yang menentang keras keputusan Clara untuk berpisah.

"Clara tidak tahan Pa, Ma !" seru Clara.

"Kenapa sekarang kau ingin pisah, dulu sudah kami ingatkan !" kata mamanya .

Dengan terpaksa Clara menceritakan semua tentang alasannya untuk menikah dengan Regan.

Plak...

"Papa !' mama Clara kaget, dan langsung memegang tangan suaminya yang ingin kembali mendapatkan pukulan tangannya kembali.

Tamparan tangan Papanya mendarat di pipi mulus Clara.

"Papa kecewa dengan mu dan Carlo !" seru papa Clara.

"Maafkan Clara paa, maa ." Clara tidak mengindahkan rasa sakit akibat tamparan tangan Papanya, Clara bersimpuh di kaki papanya.

Jelita yang mendengar keributan didalam, tidak berani masuk. Karena posisinya hanyalah sebagai pembantu.

"Kalian telah mengakibatkan orang kehilangan nyawa, papa kecewa. Anak yang dari kecil papa bangga-banggakan, telah membuat orang kehilangan nyawa. Pergilah, kami tidak ingin melihat wajahmu lagi !" kemudian papa Clara masuk kedalam kamar.

"Paa." panggil mama, tetapi papa Clara tidak menyahut. Dia sudah sangat kecewa, apa yang baru saja diketahuinya.

"Maa." Clara memegang tangan mamanya.

"Pergilah, mama dan papa kecewa ." mama Clara masuk kedalam kamar mengikuti suaminya.

*

*

*

Bersambung guys....

Terpopuler

Comments

susi 2020

susi 2020

😘😘😘

2023-05-03

0

susi 2020

susi 2020

😍😍

2023-05-03

0

Ida Ismail

Ida Ismail

orang rua apaan cam tu

2021-09-12

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Randhi and Rhiana
2 Bab 2 Randhi n Rhiana
3 Bab 3 Minta maaf
4 Bab 4 Pertemuan pertama
5 Bab 5 Kemarahan
6 Bab 6 Perang saudara kembar
7 Bab 7 Berita gosip
8 Bab 8 Masih mencari
9 Bab 9 Minta kado papa
10 Bab 10 Ingin foto papa
11 Bab 11 Ejekan
12 Bab 12 Berkelahi
13 Bab 13 Jangan berkelahi.
14 Bab 14 Ketakutan Diana
15 Bab 15 Bertemu
16 Bab 16 Ikut diam-diam
17 Bab 17 Mencari
18 Bab 18 Tragedi
19 Bab 19 Masih Flashback
20 Bab 20 Bahagia dan duka
21 Bab 21 Takut
22 Bab 22 Melacak
23 Bab 23 Kesekolah
24 Bab 24 Kesekolah
25 Bab 25 Bertemu
26 Bab 26 Aku tahu
27 Bab 27 Bertemu
28 Bab 28 Ada senang, ada tidak
29 Bab 29 Terpaksa kembali.
30 Bab 30 Biar nyaman
31 Bab 31 Bahagia anak-anak
32 Bab 32 Haru
33 Bab 33 Bertemu
34 Bab 34 Gembira
35 Bab 35 Kenangan
36 Bab 36 Kenangan
37 Bab 37 Bersama
38 Bab 38 RnR
39 Bab 39 Bersama.
40 Bab 40 Jangan lupa
41 Bab 41 Jangan lupa suami
42 Bab 42 Kantor
43 Bab 43 Tersingkir
44 Bab 44 Papa Randhi dan Rhiana.
45 Bab 45 Tidak ada perpisahan
46 Bab 46 Damai itu indah
47 Bab 47 Gosip
48 Bab 48 Mantan vs mantan
49 Bab 49 Tidak malu lagi
50 Bab 50 Curiga
51 Bab 51 Pengintai
52 Bab 52 Hampir celaka
53 Bab 53 Tante vs bocah
54 Bab 54 Sabotase
55 Bab 55 Obsesi
56 Bab 56 Dendam
57 Bab 57 Bukan gadis baik
58 Bab 58 Jejak Rio
59 Bab 59 Curiga Mario
60 Bab 60 Penculikan
61 Bab 61 Mencari
62 Bab 62 Lari
63 Bab 63 Bertemu
64 Bab 64 Akhirnya
65 Bab 65 Kau !!"
66 Bab 66 Marah
67 Bab 67 Cemburu
68 Bab 68 Mencari bukti
69 Bab 69 Titik terang
70 Bab 70 Damai
71 Bab 71 Berita gembira
72 Bab 72 Cerita Ronald
73 Bab 73 Masih cerita Ronald
74 Bab 74 Bertemu
75 Bab 75 Maaf
76 Bab 76 Kabar gembira
77 Bab 77 Bertemu
78 Bab 78 Akhir hidup
79 Bab 79 Belanja
80 Bab 80 Happy
81 Extra bab 81 Siapa?
82 Extra bab 82 Siapa dalang?
83 Extra bab 83 Curiga
84 Extra bab 84 Ada apa dengan Regan
85 Extra Bab 85 Orang dekat
86 Extra bab 86 Curiga
87 Extra bab 87 Siapa dia
88 Extra bab 88 Curiga
89 Extra bab 89 Beraksi
90 Extra bab 90 Berkorban
91 Extra bab 91 Bunuh diri
92 Extra bab 92 Akhir petualangan
93 Extra bab 93 Ada rasa
94 Extra bab 94 Diam-diam dekat
95 Extra bab 95 akhirnya
96 Extra bab TAMAT
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Bab 1 Randhi and Rhiana
2
Bab 2 Randhi n Rhiana
3
Bab 3 Minta maaf
4
Bab 4 Pertemuan pertama
5
Bab 5 Kemarahan
6
Bab 6 Perang saudara kembar
7
Bab 7 Berita gosip
8
Bab 8 Masih mencari
9
Bab 9 Minta kado papa
10
Bab 10 Ingin foto papa
11
Bab 11 Ejekan
12
Bab 12 Berkelahi
13
Bab 13 Jangan berkelahi.
14
Bab 14 Ketakutan Diana
15
Bab 15 Bertemu
16
Bab 16 Ikut diam-diam
17
Bab 17 Mencari
18
Bab 18 Tragedi
19
Bab 19 Masih Flashback
20
Bab 20 Bahagia dan duka
21
Bab 21 Takut
22
Bab 22 Melacak
23
Bab 23 Kesekolah
24
Bab 24 Kesekolah
25
Bab 25 Bertemu
26
Bab 26 Aku tahu
27
Bab 27 Bertemu
28
Bab 28 Ada senang, ada tidak
29
Bab 29 Terpaksa kembali.
30
Bab 30 Biar nyaman
31
Bab 31 Bahagia anak-anak
32
Bab 32 Haru
33
Bab 33 Bertemu
34
Bab 34 Gembira
35
Bab 35 Kenangan
36
Bab 36 Kenangan
37
Bab 37 Bersama
38
Bab 38 RnR
39
Bab 39 Bersama.
40
Bab 40 Jangan lupa
41
Bab 41 Jangan lupa suami
42
Bab 42 Kantor
43
Bab 43 Tersingkir
44
Bab 44 Papa Randhi dan Rhiana.
45
Bab 45 Tidak ada perpisahan
46
Bab 46 Damai itu indah
47
Bab 47 Gosip
48
Bab 48 Mantan vs mantan
49
Bab 49 Tidak malu lagi
50
Bab 50 Curiga
51
Bab 51 Pengintai
52
Bab 52 Hampir celaka
53
Bab 53 Tante vs bocah
54
Bab 54 Sabotase
55
Bab 55 Obsesi
56
Bab 56 Dendam
57
Bab 57 Bukan gadis baik
58
Bab 58 Jejak Rio
59
Bab 59 Curiga Mario
60
Bab 60 Penculikan
61
Bab 61 Mencari
62
Bab 62 Lari
63
Bab 63 Bertemu
64
Bab 64 Akhirnya
65
Bab 65 Kau !!"
66
Bab 66 Marah
67
Bab 67 Cemburu
68
Bab 68 Mencari bukti
69
Bab 69 Titik terang
70
Bab 70 Damai
71
Bab 71 Berita gembira
72
Bab 72 Cerita Ronald
73
Bab 73 Masih cerita Ronald
74
Bab 74 Bertemu
75
Bab 75 Maaf
76
Bab 76 Kabar gembira
77
Bab 77 Bertemu
78
Bab 78 Akhir hidup
79
Bab 79 Belanja
80
Bab 80 Happy
81
Extra bab 81 Siapa?
82
Extra bab 82 Siapa dalang?
83
Extra bab 83 Curiga
84
Extra bab 84 Ada apa dengan Regan
85
Extra Bab 85 Orang dekat
86
Extra bab 86 Curiga
87
Extra bab 87 Siapa dia
88
Extra bab 88 Curiga
89
Extra bab 89 Beraksi
90
Extra bab 90 Berkorban
91
Extra bab 91 Bunuh diri
92
Extra bab 92 Akhir petualangan
93
Extra bab 93 Ada rasa
94
Extra bab 94 Diam-diam dekat
95
Extra bab 95 akhirnya
96
Extra bab TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!