Masih bersama dengan Randhi dan Rhiana.
Happy reading guys ❤️
***
Masih lanjutan 🌟 Flashback🌟
Regan melirik ke arah Clara yang masih berada di bawah selimut, kemudian Regan keluar dari dalam kamarnya.
Ditengah tangga, Regan bertemu dengan Jelita yang ingin naik keatas.
"Antarkan sarapan untuknya keatas, dan jangan izinkan Dia untuk keluar dari dalam rumah ini. Ingat itu !" titah Regan sebelum pergi meninggalkan rumah.
"Apa yang terjadi, kenapa Den Regan melarang Nona Clara untuk keluar rumah ?" kata Jelita.
Jelita menuju dapur, untuk mengambil sarapan. Seperti yang diperintahkan oleh Regan.
Tok..tok..
Jelita tidak mendengar suara sahutan dari dalam.
"Mungkin Non Clara sedang mandi" Jelita membuka pintu kamar, dan memasukkan kepalanya sedikit untuk melihat kedalam kamar. Walaupun ia tahu Regan tidak ada didalam kamar, Jelita masih ragu untuk masuk kedalam kamar majikannya tersebut.
"Masih tidur." gumam Jelita.
Jelita masuk kedalam dengan membawa sarapan pagi untuk Clara.
"Apa ini ?" mata Jelita melihat baju tidur yang koyak di atas lantai.
Jelita dengan cepat meletakkan nampan yang dibawanya keatas meja kecil didekat sofa.
Jelita memunguti baju tidur yang koyak tersebut.
"Apa yang terjadi ?" Jelita menghampiri Clara yang tidur membelakanginya, ia memutar untuk melihat Clara dari samping.
"Non..Non Clara !" Jelita berjongkok disamping tempat tidur dan menepuk-nepuk lengan Clara.
Selimut menutupi hampir sekujur tubuh Clara.
Hanya terlihat ujung rambutnya saja.
"Non, bangun !" ulang Jelita untuk membangunkan Clara.
Mbak Jelita " suara parau Clara karena menyahut panggilan Jelita.
Clara menurunkan selimut yang menutupi badannya.
Terlihat wajah Clara yang sembab habis menangis.
"Non ! kenapa ? apa yang terjadi ?" kaget Jelita melihat wajah Clara yang sembab.
Clara bangkit dan terlihat badannya yang tidak memakai selembar benang menutupi badannya.
Jelita cukup kaget, melihat badan Clara yang merah kebiru-biruan.
"Apa Den Regan yang melakukan ini semua ?" tanya Jelita.
Dengan menangis, Clara menganggukkan kepalanya.
Jelita menarik Clara kedalam pelukannya, dan perempuan yang belum berusia 20 tahun tersebut menangis dalam dekapannya.
"Kenapa Den Regan melakukan ini semua ?" tanya Jelita.
"Sepertinya, kak Regan tahu bahwa Clara ada hubungan dengan kecelakaan yang membuat calon istri kak Regan meninggal !" Clara bercerita sembari tersedu-sedu.
"Aaa... siapa yang beritahukan ?" tanya Jelita.
Clara hanya menggelengkan kepalanya.
"Ayo Non, bersihkan badan Non Clara. Nanti Den Regan akan marah Jika melihat Non masih berada ditempat tidur," ujar Jelita.
Clara menurunkan kakinya, ia meringis. Karena merasa tidak nyaman diarea sensitifnya.
"Tunggu dulu Non " Jelita berlari untuk mengambil jubah mandi, karena melihat. Dibawah selimut, badan Clara dalam keadaan polos.
Jelita membawa jubah mandi dan memakaikannya ketubuh Clara, Jelita sempat melihat. Sekujur tubuh Clara banyak terdapat bekas kecupan yang ditinggal oleh Regan.
"Ini mbak bantu ,"ujar Jelita, dengan dituntun oleh Jelita. Clara masuk kedalam kamar mandi.
Jelita menyuruh Clara untuk berendam, untuk menghilangkan rasa sakit pada sekujur tubuhnya.
"Mbak keluar dulu ya, sudah selesai nanti. Panggil mbak ya ." kemudian Jelita meninggalkan Clara yang berendam.
"Makasih mbak ," ujar Clara dengan mata terpejam.
Jelita keluar dan menutup pintu kamar mandi, tapi tidak menutupnya dengan rapat. Karena ia takut Clara memanggil ia tidak mendengarkannya.
Jelita menuju kearah tempat tidur, dan melihat ada bercak-bercak darah di sprei.
"Den Regan, melakukannya dalam keadaan marah. Kasihan Non Clara.
Sejak pertama berjumpa dirumah besar orang tua Regan, Jelita sudah suka dengan Clara. Yang menurut Jelita, Clara adalah gadis yang baik. Karena mau mengorbankan kebebasannya,. untuk meminta maaf atas kesalahan yang dilakukannya bersama dengan kakak kembarnya.
Saat Clara menikah dengan Regan, Jelita mengajukan dirinya untuk menjadi maid dirumah Regan.
"Semoga Den Regan tidak terus-menerus melakukan hal ini kepada Clara.
Ternyata apa yang diinginkan Jelita tidak terjadi, dua hari sekali Regan pulang. Dan setiap pulang, Regan menghendaki Clara untuk melayani hasrat seksualnya untuk dipuaskan oleh Clara.
Dengan sambil menangis, Clara melakukan apa yang diinginkan Regan.
Tidak ada lagi tawa yang terlihat dari bibirnya, yang ada hanya kesedihan. Sampai satu ketika, Clara memutuskan untuk pergi dari kediaman Regan.
Setelah melayani hasrat Regan diruang kerjanya, Clara memakai baju yang tadi dilepaskan Regan dengan paksa. Karena terlihat dari sobeknya, Clara tetap memakai baju tersebut. Dari pada dia dalam keadaan polos keluar dari dalam ruang kerja Regan.
"Kenapa kau lama sekali memakai bajumu, cepat keluar ! jangan tunjukkan wajahmu yang kusut itu !" bentak Regan kepada Clara.
Clara yang kaget, langsung berlari keluar dari dalam ruang kerja Regan.
Clara lari menuju kamar Jelita, dibagian belakang rumah induk.
Jelita melihat, bayangan Clara yang berlari menuju kedalam kamarnya.
"Mbok, aku kekamar dulu ya ," kata Jelita kepada mbok Darmi.
"Iya" mbok Darmi tahu, bahwa Jelita ingin melihat Clara. Karena mbok Darmi juga melihat Clara yang berlari masuk kedalam kamar Jelita.
Jelita bergegas keluar dari dalam rumah induk menuju kamarnya.
Jelita membuka pintu dan melihat Clara telungkup diranjang.
"Non ." Jelita mengelus punggung Clara.
"Mbak, Clara nggak tahan lagi. Clara ingin pergi ," ucap Clara.
Jelita kaget mendengar keputusan Clara untuk pergi dari rumah Regan.
"Kemana ?"tanya Jelita.
"Pulang." Clara memutuskan untuk pulang kerumahnya.
"Bagaimana bisa, pasti Den Regan tidak akan mengizinkan ," kata Jelita.
"Kak Regan pergi, aku juga akan pergi mbak. Clara nggak sanggup lagi kak, walaupun kak Regan tidak pernah main tangan. Tapi Clara merasa bahwa Clara ini hanya sebagai budak ditempat tidur mbak" cerita Clara.
"Kalau itu sudah menjadi keputusan Non Clara, mbak tidak bisa berkata apa-apa lagi"
Sejak Clara diusir dari ruang kerjanya Regan, Clara tidak menampakkan dirinya didepan Regan. Dan keesokan harinya, Clara mengetahui bahwa Regan pergi keluar negeri.
Clara mengambil kesempatan untuk kabur, dengan diantar Jelita. Clara pergi kerumah orang tuanya.
Clara mengatakan kepada kedua orang tuanya, bahwa ia ingin berpisah dengan Regan.
Betapa kaget kedua orangtuanya, dan mereka tidak mendukung keputusan Clara.
"Clara, apa yang sudah dipersatukan oleh Tuhan. Tidak bisa dipisahkan oleh tangan manusia, hanya maut yang dapat memisahkan ," ujar papa Clara, yang menentang keras keputusan Clara untuk berpisah.
"Clara tidak tahan Pa, Ma !" seru Clara.
"Kenapa sekarang kau ingin pisah, dulu sudah kami ingatkan !" kata mamanya .
Dengan terpaksa Clara menceritakan semua tentang alasannya untuk menikah dengan Regan.
Plak...
"Papa !' mama Clara kaget, dan langsung memegang tangan suaminya yang ingin kembali mendapatkan pukulan tangannya kembali.
Tamparan tangan Papanya mendarat di pipi mulus Clara.
"Papa kecewa dengan mu dan Carlo !" seru papa Clara.
"Maafkan Clara paa, maa ." Clara tidak mengindahkan rasa sakit akibat tamparan tangan Papanya, Clara bersimpuh di kaki papanya.
Jelita yang mendengar keributan didalam, tidak berani masuk. Karena posisinya hanyalah sebagai pembantu.
"Kalian telah mengakibatkan orang kehilangan nyawa, papa kecewa. Anak yang dari kecil papa bangga-banggakan, telah membuat orang kehilangan nyawa. Pergilah, kami tidak ingin melihat wajahmu lagi !" kemudian papa Clara masuk kedalam kamar.
"Paa." panggil mama, tetapi papa Clara tidak menyahut. Dia sudah sangat kecewa, apa yang baru saja diketahuinya.
"Maa." Clara memegang tangan mamanya.
"Pergilah, mama dan papa kecewa ." mama Clara masuk kedalam kamar mengikuti suaminya.
*
*
*
Bersambung guys....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
susi 2020
😘😘😘
2023-05-03
0
susi 2020
😍😍
2023-05-03
0
Ida Ismail
orang rua apaan cam tu
2021-09-12
0