Bab 17 Mencari

Jumpa lagi dengan Randhi dan Rhiana, happy reading guys.

****

Setelah mendapatkan perintah dari Regan, Manuel segera melaksanakan tugas yang diberikan tersebut.

Manuel menghubungi seseorang dan memerintahkan untuk membawa sepeda berwarna biru dan hitam.

""Warna hitam ? warna hitam sulit boss ," jawab orang diseberang telepon.

"Sepeda ini untuk anak kembar sepasang ," kata Manuel.

"Kenapa tidak warna pink untuk anak yang cewek boss ," jawab dari lawan bicara Manuel.

"Jangan pink, menurut pengamatan ku. Yang cewek ini tidak feminim, anaknya sangat sulit untuk didekati. Sangat keras, Dia cocok dengan warna hitam ," kata Manuel sambil mengamati Rhiana dari kejauhan.

"Ok boss, saya akan cari yang warna hitam. Walaupun sangat sulit untuk mencari sepeda untuk anak kecil yang berwarna hitam, karena biasanya. Anak kecil itu sangat menyukai warna yang cerah ," kata lawan bicaranya Manuel.

"Kalau tidak ada, kau cat ulang sepedanya menjadi warna hitam ." selesai berbicara, Manuel menutup teleponnya tanpa menunggu jawaban dari lawannya berbicara.

Ketika ingin kembali ketempat Dia duduk tadi, langkah Manuel terhenti. Karena menabrak orang yang datang dari dalam menuju keluar.

"Aw...!" wanita yang ditabrak Manuel terjatuh kelantai.

"Maaf..maaf !" ucap Manuel kepada orang yang ditabraknya.

Rambut palsu yang dikenakan wanita tersebut jatuh.

"Rambutku !" teriak Jelita.

Ketika Jelita ingin mengambil rambut palsunya, tangannya sudah didahului oleh tangan Manuel.

"Minta rambutku !" seru Jelita dan melihat wajah orang yang mengambil rambut palsunya.

"Asisten Den Regan !" monolog dalam benaknya Jelita.

"Ini ." Manuel menyerahkan rambut palsu Jelita dan melihat wajah Jelita.

"Aku sepertinya pernah melihat wajah ini, tapi dimana ?" dalam benaknya Manuel.

Jelita langsung menyambar rambut palsunya, dan mengambil kacamata hitamnya yang terjatuh juga. Kemudian bergegas bangkit dan berlari dari hadapan Manuel.

Jelita langsung berlari keluar dari dalam gedung, rencananya dari toilet kembali lagi ketempatnya bersama dengan Diana tadi batal.

Manuel yang sibuk untuk mengingat wajah yang ada dihadapannya, tidak menyadari bahwa Jelita sudah tidak ada didekatnya.

"Pembantu Boss !" seru Manuel, dan melihat kedepannya. Dan wanita yang ditabraknya tadi sudah tidak ada.

"Mana orang itu !" Manuel berlari menuju ke tempat sekuriti, dan memberikan tugas para sekuriti untuk mencari orang dengan ciri-ciri yang ada pada Jelita tadi.

Para sekuriti mencari kesegala tempat, dan orang yang mereka cari sudah tidak ada dalam gedung.

"Pak Manuel, orang yang kita cari tidak ada didalam gedung ini. Sepertinya berhasil meloloskan diri." lapor kepala sekuriti kepada Manuel.

"Ayo kita lihat cctv ." Manuel bergegas menuju ruang kontrol keamanan.

Petugas kontrol keamanan memutar rekaman cctv dan Manuel melihat Jelita berjalan keluar dari dalam gedung dan berada diparkir luar menunggu seseorang.

"Ini Dia !" seru Manuel, dan tidak lama setelah Jelita menelpon. Datang seorang wanita, kemudian wanita tersebut membuka rambut palsunya dan kaca matanya.

"Nyonya Clara !" guman Manuel, dengan ekspresi wajah yang tidak dapat dikatakan senang atau khawatir.

Senang, karena Nyonya Clara masih berada di Indonesia. Khawatir karena ia tidak berhasil menahannya, agar tidak kabur.

"Berikan rekaman video yang berisi wanita ini, dan cari dimana saja keduanya saat berada dalam gedung ini. Setelah ketemu, kirimkan rekamannya ." kemudian Manuel keluar dari dalam ruang kontrol.

"Apa yang dilakukan Nyonya Clara, apa nyonya ingin bertemu boss. Kalau ingin bertemu boss, tidak mungkin Nyonya lari. Dan pembantu Boss yang resign, ternyata ikut dengan Nyonya Clara ." Manuel berbicara sendiri, sambil berjalan untuk bertemu dengan Regan.

Manuel ingin melaporkan kepada Regan mengenai penemuannya tentang Clara, begitu sampai ketempat acara. Manuel melihat Regan sedang melakukan pertemuan dengan juri-juri yang lain.

"Kalau sekarang kukatakan, pasti boss langsung meninggalkan tempat acara. Jika nanti kukatakan, boss akan marah. Ahh..!" Manuel mengajak-acak rambutnya, yang tadinya rapi. Kini berantakan seperti baru tertiup angin.

Manuel memutuskan untuk menunda mengatakan kepada Regan mengenai Clara.

"Moga tidak marah ." guman Manuel.

Diluar, Diana dan Jelita sudah berhasil keluar dari sekitar gedung. Mereka sudah berada di halte, yang sangat jauh dari perusahaan Regan.

"Di, berhenti ! aku nggak sanggup lagi ," ujar Jelita dengan napas yang tersengal-sengal, begitu juga dengan Diana. Wajahnya terlihat pucat dan keringat mengalir deras.

Jelita duduk dikursi halte, tangan mengipas-ngipas wajahnya yang berkeringat.

"Mbak, apa asisten Kak Regan mengenali mbak Jelita ?" tanya Diana.

"Aku tidak tahu Di, mbak gugup. Mbak kabur saja, begitu banyak orang. Kenapa harus bertabrakan dengan asistennya Den Regan ," ujar Jelita .

"Lihat ini, jantung mbak masih berdebar-debar. Untung mbak masih sanggup untuk bangkit tadi ," ujar Jelita.

"Bagaimana dengan anak-anak mbak, bagaimana jika kak Regan mengambil Randhi dan Rhiana ?" panik Diana.

"Di, jangan panik dulu. Nanti dikira orang-orang kita kena rampok, kita pulang dulu. Kita ketempat bang Poltak, mungkin bang Poltak bisa pergi untuk melihat keadaan Randhi dan Rhiana " kata Jelita.

"Ayo mbak Jelita," kata Diana.

"Kita naik taxi saja Di " Jelita menyetop taksi kosong yang melintas didepan mereka.

Begitu tiba didepan bengkel, Diana langsung keluar. Berlari menuju bengkel.

"Bang !" seru Diana.

"Ada apa ?" tanya Poltak.

"Kami ketemu dengan asistennya kak Regan !" kata Diana.

"Sepertinya, asisten Den Regan mengenaliku bang " kata Jelita.

"Terus !"

"Randhi dan Rhiana masih berada disana bang! bagaimana jika kak Regan mengetahui bahwa Randhi dan Rhiana adalah anak-anaknya !" Diana sudah menangis.

"Baguslah, sudah seharusnya Papa nya ikut bertanggungjawab ," kata Poltak dengan santainya.

"Bang !" seru Jelita, karena perkataan Poltak makin membuat Diana menangis.

"Apa yang harus Abang bantu ?" tanya Poltak.

"Tolong Abang pergi ke stasiun TV, tempat Randhi lomba bang. Lihat, apa Randhi dan Rhiana baik-baik saja ," kata Jelita.

"Bang, cepat Abang kesana," ujar Diana .

"Iya, Abang ganti baju dulu. Badan penuh oli begini, nanti Abang tidak boleh masuk juga " Poltak masuk kedalam, tidak lama kemudian. Poltak keluar sudah dalam keadaan bersih.

Kemudian Poltak pergi dengan naik sepeda motor.

"Semoga mereka tidak mengenali Randhi dan Rhiana ," kata Diana.

"Kalau asisten Den Regan mengenali mbak, dan tidak tahu bahwa mbak ada hubungan dengan Randhi dan Rhiana. Kita tidak perlu khawatir Di ," kata Jelita.

"Kak Regan bukan orang yang bodo mbak, Dia pasti mencari tahu. Kenapa mbak ada di perusahaannya, mungkin saja Dia melihat cctv ," kata Diana.

"Iya, kenapa mbak bodo. Itu perusahaan besar, mungkin saja cctv berada di mana-mana. Mungkin dilapangan parkir juga ada !" seru Jelita.

"Mereka pasti melihat kita mbak !" Diana bertambah khawatir.

"Kenapa aku bodo sekali, seharusnya tadi. Aku tidak menunggumu dilapangan parkir ," kata Jelita.

"Semoga saja, dilapangan parkir tidak ada cctv-nya. Kalau ada, semoga saja cctv-nya rusak " Doa Diana.

*

*

*

Bersambung..

Terpopuler

Comments

susi 2020

susi 2020

🙄🙄🙄

2023-05-03

0

susi 2020

susi 2020

😘😘

2023-05-03

0

@. mm03

@. mm03

horre...,sdh mau ketemu papa ya sikembar,..ternyata kado yg diminta dikabulkan sama kak author

2021-10-10

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Randhi and Rhiana
2 Bab 2 Randhi n Rhiana
3 Bab 3 Minta maaf
4 Bab 4 Pertemuan pertama
5 Bab 5 Kemarahan
6 Bab 6 Perang saudara kembar
7 Bab 7 Berita gosip
8 Bab 8 Masih mencari
9 Bab 9 Minta kado papa
10 Bab 10 Ingin foto papa
11 Bab 11 Ejekan
12 Bab 12 Berkelahi
13 Bab 13 Jangan berkelahi.
14 Bab 14 Ketakutan Diana
15 Bab 15 Bertemu
16 Bab 16 Ikut diam-diam
17 Bab 17 Mencari
18 Bab 18 Tragedi
19 Bab 19 Masih Flashback
20 Bab 20 Bahagia dan duka
21 Bab 21 Takut
22 Bab 22 Melacak
23 Bab 23 Kesekolah
24 Bab 24 Kesekolah
25 Bab 25 Bertemu
26 Bab 26 Aku tahu
27 Bab 27 Bertemu
28 Bab 28 Ada senang, ada tidak
29 Bab 29 Terpaksa kembali.
30 Bab 30 Biar nyaman
31 Bab 31 Bahagia anak-anak
32 Bab 32 Haru
33 Bab 33 Bertemu
34 Bab 34 Gembira
35 Bab 35 Kenangan
36 Bab 36 Kenangan
37 Bab 37 Bersama
38 Bab 38 RnR
39 Bab 39 Bersama.
40 Bab 40 Jangan lupa
41 Bab 41 Jangan lupa suami
42 Bab 42 Kantor
43 Bab 43 Tersingkir
44 Bab 44 Papa Randhi dan Rhiana.
45 Bab 45 Tidak ada perpisahan
46 Bab 46 Damai itu indah
47 Bab 47 Gosip
48 Bab 48 Mantan vs mantan
49 Bab 49 Tidak malu lagi
50 Bab 50 Curiga
51 Bab 51 Pengintai
52 Bab 52 Hampir celaka
53 Bab 53 Tante vs bocah
54 Bab 54 Sabotase
55 Bab 55 Obsesi
56 Bab 56 Dendam
57 Bab 57 Bukan gadis baik
58 Bab 58 Jejak Rio
59 Bab 59 Curiga Mario
60 Bab 60 Penculikan
61 Bab 61 Mencari
62 Bab 62 Lari
63 Bab 63 Bertemu
64 Bab 64 Akhirnya
65 Bab 65 Kau !!"
66 Bab 66 Marah
67 Bab 67 Cemburu
68 Bab 68 Mencari bukti
69 Bab 69 Titik terang
70 Bab 70 Damai
71 Bab 71 Berita gembira
72 Bab 72 Cerita Ronald
73 Bab 73 Masih cerita Ronald
74 Bab 74 Bertemu
75 Bab 75 Maaf
76 Bab 76 Kabar gembira
77 Bab 77 Bertemu
78 Bab 78 Akhir hidup
79 Bab 79 Belanja
80 Bab 80 Happy
81 Extra bab 81 Siapa?
82 Extra bab 82 Siapa dalang?
83 Extra bab 83 Curiga
84 Extra bab 84 Ada apa dengan Regan
85 Extra Bab 85 Orang dekat
86 Extra bab 86 Curiga
87 Extra bab 87 Siapa dia
88 Extra bab 88 Curiga
89 Extra bab 89 Beraksi
90 Extra bab 90 Berkorban
91 Extra bab 91 Bunuh diri
92 Extra bab 92 Akhir petualangan
93 Extra bab 93 Ada rasa
94 Extra bab 94 Diam-diam dekat
95 Extra bab 95 akhirnya
96 Extra bab TAMAT
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Bab 1 Randhi and Rhiana
2
Bab 2 Randhi n Rhiana
3
Bab 3 Minta maaf
4
Bab 4 Pertemuan pertama
5
Bab 5 Kemarahan
6
Bab 6 Perang saudara kembar
7
Bab 7 Berita gosip
8
Bab 8 Masih mencari
9
Bab 9 Minta kado papa
10
Bab 10 Ingin foto papa
11
Bab 11 Ejekan
12
Bab 12 Berkelahi
13
Bab 13 Jangan berkelahi.
14
Bab 14 Ketakutan Diana
15
Bab 15 Bertemu
16
Bab 16 Ikut diam-diam
17
Bab 17 Mencari
18
Bab 18 Tragedi
19
Bab 19 Masih Flashback
20
Bab 20 Bahagia dan duka
21
Bab 21 Takut
22
Bab 22 Melacak
23
Bab 23 Kesekolah
24
Bab 24 Kesekolah
25
Bab 25 Bertemu
26
Bab 26 Aku tahu
27
Bab 27 Bertemu
28
Bab 28 Ada senang, ada tidak
29
Bab 29 Terpaksa kembali.
30
Bab 30 Biar nyaman
31
Bab 31 Bahagia anak-anak
32
Bab 32 Haru
33
Bab 33 Bertemu
34
Bab 34 Gembira
35
Bab 35 Kenangan
36
Bab 36 Kenangan
37
Bab 37 Bersama
38
Bab 38 RnR
39
Bab 39 Bersama.
40
Bab 40 Jangan lupa
41
Bab 41 Jangan lupa suami
42
Bab 42 Kantor
43
Bab 43 Tersingkir
44
Bab 44 Papa Randhi dan Rhiana.
45
Bab 45 Tidak ada perpisahan
46
Bab 46 Damai itu indah
47
Bab 47 Gosip
48
Bab 48 Mantan vs mantan
49
Bab 49 Tidak malu lagi
50
Bab 50 Curiga
51
Bab 51 Pengintai
52
Bab 52 Hampir celaka
53
Bab 53 Tante vs bocah
54
Bab 54 Sabotase
55
Bab 55 Obsesi
56
Bab 56 Dendam
57
Bab 57 Bukan gadis baik
58
Bab 58 Jejak Rio
59
Bab 59 Curiga Mario
60
Bab 60 Penculikan
61
Bab 61 Mencari
62
Bab 62 Lari
63
Bab 63 Bertemu
64
Bab 64 Akhirnya
65
Bab 65 Kau !!"
66
Bab 66 Marah
67
Bab 67 Cemburu
68
Bab 68 Mencari bukti
69
Bab 69 Titik terang
70
Bab 70 Damai
71
Bab 71 Berita gembira
72
Bab 72 Cerita Ronald
73
Bab 73 Masih cerita Ronald
74
Bab 74 Bertemu
75
Bab 75 Maaf
76
Bab 76 Kabar gembira
77
Bab 77 Bertemu
78
Bab 78 Akhir hidup
79
Bab 79 Belanja
80
Bab 80 Happy
81
Extra bab 81 Siapa?
82
Extra bab 82 Siapa dalang?
83
Extra bab 83 Curiga
84
Extra bab 84 Ada apa dengan Regan
85
Extra Bab 85 Orang dekat
86
Extra bab 86 Curiga
87
Extra bab 87 Siapa dia
88
Extra bab 88 Curiga
89
Extra bab 89 Beraksi
90
Extra bab 90 Berkorban
91
Extra bab 91 Bunuh diri
92
Extra bab 92 Akhir petualangan
93
Extra bab 93 Ada rasa
94
Extra bab 94 Diam-diam dekat
95
Extra bab 95 akhirnya
96
Extra bab TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!