**Kisah ini maju mundur cantik ya, banyak flashback. Untuk menceritakan tentang mereka berpisah.
Happy reading guys ❤️❤️
****
Melihat Jelita membuang surat kabar tersebut, Randhi bertanya.
"Bun, kenapa dibuang. Kertasnya ini dijual bisa menghasilkan uang bunda !" Randhi berniat untuk mengambilnya kembali.
"Jangan diambil lagi, sudah tercemar ." cegah jelita.
"Tercemar?" heran Randhi.
"Sudah jorok, kena sampah yang lain" kata Jelita.
"Ooh.."
Randhi membatalkan niatnya, untuk mengambil surat kabar itu.
"Bunda, mama mana? ini hari Minggu. Apa mama bekerja ?" tanya Randhi, karena setelah sarapan pagi Diana pergi keluar dan belum kembali.
"Mama kepasar ," kata Jelita, padahal Jelita tahu. kemana Diana pergi jika hari Minggu, sebulan sekali.
Seperti yang Jelita katakan, Diana bersama dengan sepeda motornya. Berhenti dipinggir jalan, matanya menatap kesatu tempat. Yaitu rumah kedua orangtuanya.
"Makan apa neng ?" tanya tukang baso yang mangkal di dekat rumah kedua orangtuanya.
"Baso saja pak, jangan pakai mie ya pak ," kata Diana.
Dua menit kemudian, semangkok baso datang ke mejanya.
"Ini neng ."
"Eneng, nggak orang sini ya ?" tanya tukang baso kepada Diana, karena tidak pernah melihat rupa Clara.
"Dulu tinggal dekat sini pak, terus pindah ," kata Diana.
"Bapak sendiri, sudah lama jualan disini ?"
"Belum neng, dulu bapak jualan keliling. Tapi nggak sanggup lagi keliling, terus bapak minta izin dengan Bapak Samuel. Supaya di izinkan jualan disini, dan di izinkan. Jualan bapak disini, baru sekitar empat bulan."
"Bapak Samuel Samudera ?" tanya Diana.
"Iya neng, tuh rumah pojok. Bapak itu ketua lingkungan sini," kata Bapak tukang baso.
"Papa ." gumamnya.
"Kasihan bapak itu Neng, tinggal berdua dengan istrinya. Apalagi istri pak Samuel lagi sakit ." cerita tukang baso, membuat Diana sedih.
"Sakit apa Pak ?" tanya Clara.
"Katanya sih jatuh di restorannya ."
"Apa parah pak ?" terkejut Clara mendengar Namanya sakit.
"Keseleo kakinya neng, tapi kalau sudah tua keseleo. Kasihan neng," kata tukang baso.
"Maafkan Clara paa, mata ." suara batin Diana .
Diana mengingat saat dirinya mengatakan ingin menikah, Papa dan mamanya cukup kaget. Apalagi calon suaminya seorang yang cacat .
🌟 Flashback🌟
Saat sarapan pagi, sebelum mama dan papa nya berangkat ke restoran. Clara mengutarakan niatnya untuk menikah.
"Paa, maa. Ada orang yang akan datang melamar Clara ."
"Siapa Ara, selama ini kami tidak pernah melihat kau dekat dengan seorang pria ?" tanya mamanya.
"Kami berkenalan sudah lama maa." Clara tidak mengatakan bahwa Dia baru mengenal keluarga Barata.
"Siapa Dia ?" tanya papanya.
"Regan Airlangga Barata."
"Barata..Barata Airlangga ?"
"Pemilik stasiun televisi dan surat kabar Airlangga post ?" sambung Papanya.
"Iya paa ," sahut Clara.
"Ara, mereka orang kaya. Apa pantas kita besanan bersama mereka paa ," ucap Mama, setelah mengetahui siapa calon besan mereka.
"Mereka orang baik paa, maa ," kata Clara.
"Apa kalian saling cinta ?" tanya papanya.
"Iya paa ." Clara berbohong.
"Baiklah, suruh mereka datang ," ujar Papanya.
"Tapi paa, jangan kaget ya ," kata Clara dengan perasaan yang takut.
"Kenapa ? apa pria itu seorang duda ? Kalau duda papa tidak keberatan, asal jangan pria beristri. Papa tidak akan izinkan putri papa menjadi penganggu rumah tangga orang."
"Bukan, Dia belum menikah. Hanya saja Dia cacat paa, maa."
"Apa ?" kaget mamanya.
"Kenapa kau ingin menikahi, apa karena Dia kalangan atas ?" tanya Papa nya.
"Tidak paa, maa. Kami saling cinta."
"Baiklah."
Akhirnya hari pernikahan Clara dan Regan dilaksanakan, Walaupun pernikahan dilakukan meriah. Tapi tertutup untuk khalayak umum.
Hari itu tiba, Clara dengan memakai baju pengantin berjalan menuju altar. Dengan digandeng oleh Papa nya.
Sedangkan Regan duduk dikursi roda, menunggu di depan altar.
Dengan diiringi lagu
🎶 Dia 🎶
🎶 Temukan apa arti di balik cerita.
Hati ini terasa berbunga-bunga
Membuat seakan aku melayang
Terbuai asmara.
Adakah satu arti dibalik tatapan
Tersipu malu akan sebuah
senyuman.
Dia
Dia
Seakan ' ku sempurna.
Clara berjalan dengan langkah pelan menuju altar, mendengar lagu yang mengiringi langkah kakinya. Perasaannya sedih. Jika pernikahan ini yang diinginkan , lagu itu pasti membuat dirinya tersenyum menatap calon suami yang menunggunya didepan. Tapi ini, pernikahan ini dilakukannya untuk menebus kesalahan kakak kembarnya.
"Semoga apa yang kulakukan, bisa menebus semua dosa yang kita lakukan kak Carlo" batin Clara, sembari berjalan menuju Regan.
Bisa dikatakan ini adalah pernikahan terpaksa, tapi demi ketenangan batin nya. Agar kakak kembarnya Carlo tenang di alam keabadiannya, apapun akan dilakukan Clara.
Lagu terus berkumandang.
🎶 Tanpa buai kata tercuri hatiku
Dia tunjukkan dengan tulus
Cintanya.
Terasa berbeda.
Saat bersamanya
Aku jatuh cinta
Tatapan mata Regan lembut menatap Clara yang berjalan kearahnya.
Dalam tatapan Regan, bukan Clara yang berjalan kearahnya. Tetapi Regan melihat Amara yang berjalan menuju kearahnya.
"Amara, kau sungguh cantik." dalam benaknya Regan.
Baju yang dikenakan Clara adalah baju yang seharusnya dipakai Amara, tetapi Tuhan berkehendak lain. Amara yang memilih baju tersebut, sedangkan yang memakainya adalah Clara.
"Re." Tangan sepupunya Leon memegang pundaknya.
Leon tahu, bahwa Regan membayangkan Amara yang memakai tersebut dan berjalan kearahnya.
Pegangan dipundaknya, membuat hayalan Regan terputus. Dan bayangan Amara hilang, digantikan oleh wujud Clara berjalan menuju ketempatnya.
Regan mengalihkan tatapannya, Regan menatap kedepan.
"Maaf Amara, Aku terpaksa menikahinya ," ucap Regan, sembari mengelus dadanya. Karena dibalik bajunya, cincin pernikahannya dengan Amara tergantung didadanya.
🌟 Flashback end🌟
Lamunan Diana terputus, ketika suara tukang baso menegurnya.
"Neng..neng, mau tambah baso nya lagi ?" tanya tukang baso, karena Diana mengubek-ubek baso nya yang sudah habis.
"Ya pak !" kaget Diana.
"Baso nya, mau tambah ?" tanya bapak tukang baso.
"Cukup pak, tolong bungkus tiga pak ," ujar Diana.
"Siap neng ."
"Mama dan papa tidak keluar ." mata Diana terus menatap kearah rumah orangtuanya.
"Ini neng ."
"Berapa pak ?"
"Empat puluh lima ribu neng ."
Diana membayar baso dan kemudian pergi, setelah hampir dua jam Dia menunggu. Mama dan papanya tidak muncul.
"Permisi mang .'
"Iya neng, mampir lagi ya neng ."
"Iya mang."
****
Regan dan papa nya membahas acara televisi yang akan tayang di stasiun televisi mereka.
"Apa akan booming acara itu nanti Re, sepertinya itu acara biasa-biasa saja ," kata papanya.
"Booming paa !" kata Regan.
"Tapi sungguh sulit mencari talent anak-anak yang mau ikut kompetisi memasak, Anak-anak itu hanya bisa bermain ," kata Papanya.
"Paa, televisi lain sudah pernah mengadakan acara seperti yang ingin kita buat. Cuma bedanya, kita khususkan pesertanya anak kembar," kata Regan.
"Sulit mencari anak kembar !" kata papanya.
"Kalau sulit, kita ganti saja Abang adik ," kata Regan.
"Terserahlah, kamu atur semua," kata papanya.
"Re, bagaimana dengan pencapaian pencarian Clara ?" tanya papanya.
"Belum ada hasil paa ."
"Kemana Dia ?"
"Masa sulit sekali mencarinya satu orang saja." sambung Papanya.
"Apa kau yang tidak gigih mencarinya ?"
"Paa, semua sudah Re usahakan. penyelidikan terus berganti-ganti, tapi tetap nihil juga !" kata Regan.
"Kita libatkan polisi ?" usul Papa Regan.
"Kalau kita libatkan polisi, kita harus melaporkan orang hilang !"
"Kita minta bantuan, polisi kenalan kita !"
"Tidak pak, Re tidak mau melibatkan orang yang mengenal kita. Re akan usaha sendiri untuk menemukannya."
**Bersambung....
Slow update ya**..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
Shuhairi Nafsir
katanya keluarga Regan keluarga yang kaya kenapa nga minta orang suruhannya menyiasat keberadaan Clara.
2023-06-27
0
susi 2020
😎😎😎
2023-05-02
0
susi 2020
😍😍😍
2023-05-02
0