Bab 2 Randhi n Rhiana

Ini kisah maju mundur cantik ya, akan ada flashback didalam cerita ini .

***

Randhi berjalan menuju ketempat tukang baso dengan sangat bergembira, berbeda dengan Rhiana yang jalan dengan santai dan sedikit cuek. Ketika orang yang dikenalnya menyapa mereka, Rhiana hanya menampilkan senyum tipisnya.

Sedangkan Randhi, senyumnya terus mengembang dibibirnya.

"Om, kenapa ramai sekali ?" tanya Rhiana yang tidak suka dengan keramaian, Dia lebih suka berada dalam kamarnya. Bermain dengan mainan Lego. Berbeda dengan Randhi yang suka dengan keramaian, dan lebih suka berada di bengkel Poltak. Melihat Poltak memperetelin onderdil sepeda motor yang diperbaikinya.

Begitu tiba di tukang baso langganan mereka, Randhi langsung memesan baso ceker favoritnya.

"Bang, baso ceker dua . Es teh satu ," ujar Randhi dengan bersemangat.

"Kak, mama melarang kita minum es," kata Rhiana.

"Mama tidak ada ," jawab Randhi.

"Oh ya, kalian tidak boleh minum es." Poltak mengingat, keduanya dilarang minum es oleh mamanya Diana.

"Om, Randhi ingin minum es ." rengek Randhi.

"Tidak boleh Randhi, nanti Mamamu dan Bunda Jelita marah kepada Om," kata Poltak.

"Baiklah ." bibir Randhi ngerucut, membayangkan es teh terbang menjauhinya.

***

Ditempat yang berbeda, dan diwaktu yang sama. Seorang pria sedang melampiaskan kemarahannya kepada bawahannya.

Brakk...

Barang-barang yang ada diatas meja, beterbangan akibat kemarahan yang sudah tidak bisa dikontrolnya.

"Apa kerja kalian, untuk mencari seorang wanita saja kalian tidak mampu!" telunjuknya mengarah kepada dua orang laki-laki yang berada dihadapannya.

"Maafkan kami Tuan Regan, sepertinya Nyonya Clara sudah tidak ada di negara ini lagi " ucap anak buahnya.

"Aku tidak mau tahu, kalian harus mencarinya. Walaupun ke ujung dunia, kalian harus mencari Clara, Keluar !" teriaknya kepada kedua pria tersebut.

Sepeninggal kedua pria tersebut, Regan menghempaskan tubuhnya ke sofa. Dia berbaring dan meletakkan tangannya menjadi bantalan kepalanya.

"Wow.. wow...apa yang terjadi, apa ada bencana alam didalam ruangan ini ?" Joseph berdiri didepan meja kerja Regan, matanya melihat barang-barang berserakan dilantai.

"Diam!" ucap Regan, dengan mata yang masih terpejam.

"Sabar Bro, jangan marah-marah." Joseph berjingkat-jingkat melewati barang-barang yang berserakan di lantai.

"Belum ada kabar ?" tanya Joseph sembari dia meletakkan bokongnya kekursi.

"Belum ."

"Apa kau tidak mencari kerumahnya ?" tanya Joseph.

"Sejak Dia pergi dari rumah, Dia tidak kembali pulang kerumahnya," kata Regan.

"Kemana Dia ?" heran Joseph, karena sudah tujuh tahun. Clara pergi dari rumah Regan.

"Aku tidak tahu, orang-orangku juga tidak bisa menemukan dirinya. Sepertinya Dia hilang seperti angin, tidak berbekas ."

"Apakah Dia tidak ada lagi di dunia ini ?" Perkataan Joseph membuat Regan membuka matanya dan duduk.

"Jaga ucapan mu, Dia masih hidup. Dia tidak bisa mati, Dia belum membayar kesalahannya kepadaku dan Amara ." Regan bangkit dan dan menghubungi seseorang.

Tok..tok...

"Masuk ."

Seorang petugas kebersihan masuk, dan terlihat dari wajahnya kaget begitu melihat keadaan ruangan boss besarnya berantakan seperti baru saja mengalami kena gempa.

"Bersihkan semua ." Regan menunjuk kearah lantai.

"Baik Tuan ." petugas kebersihan mulai melakukan pembersihan.

"Ini Tuan ." petugas kebersihan menyerahkan ponsel Regan yang pecah.

Regan menerimanya dan melihat layar ponselnya yang pecah.

"Ponsel yang keberapa rusak dalam waktu sebulan ini ?" ledek Joseph.

Regan tidak menjawab, hanya tatapan matanya yang garang menatap wajah Joseph.

"Sorry.. sorry Bro ." ngekeh Joseph mendapatkan tatapan mata Regan.

"Ada apa kau kesini, Apa tidak ada kerjaan dikantor mu. Sehingga kau bisa santai disini ?" tanya Regan kepada Joseph.

"Aku ini Dosen Bro, tidak setiap hari memberikan mata kuliah," kata Joseph.

"Kau mau menjadi Dosen, agar bisa memandangi mahasiswa-mahasiswi mu kan ?"

"Hidup ini harus di nikmati, jangan dibawa susah Bro. Memandang wajah-wajah yang bening, membuat jiwaku muda kembali. Kau juga harus menikmati hidup Bro, jangan nanti kau bertemu dengan Clara kembali. Dia tidak bisa mengenali dirimu. Karena keriput di wajah mu " kata Joseph.

"Re, bagaimana hubungan mu dengan Sofia. Apa kau akan menikahinya ?" tanya Joseph.

"Aku sudah menikah, hubungan ku dengannya hanya setahap pertemanan saja ," kata Regan.

"Hanya berteman ? kalian kemana-mana bersama, kalian berdua itu tidak bisa dipisahkan. Apa Sofia juga menganggap dirimu juga hanya teman ?" tanya Joseph.

"Itu terserah Dia, dari mula kami bersama. Aku sudah mengatakan, aku tidak bisa lebih dari teman,."

"Tidak bisa kau mencobanya, untuk memberikan cintamu kepada Sofia. Lupakan Clara, mungkin Dia juga sudah bahagia ." Ucapan Joseph membuat wajah Regan memerah dan rahangnya mengeras.

"Sampai sekarang Dia masih istriku, Dia masih ada utang nyawa dengan ku !"

"Re, itu sudah takdir. Jangan kau lampiaskan kekesalan mu Kepada Clara saja."

"Cukup, aku tidak ingin mendengarkannya lagi." Regan keluar dari ruang kerjanya.

"Hei Broo..!" Joseph berjalan cepat mengikuti Regan yang berjalan dengan langkah panjang.

****

Di jalanan yang sepi, puluhan motor terparkir. Mereka menatap ujung jalan, puluhan pasang mata menunggu sepeda motor siapa yang akan muncul di garis finish terlebih dahulu.

Motor yang dikendarai Diana atau motor yang dikendarai Sandro.

Dari kejauhan sudah terlihat dua cahaya dari dua motor yang berlari diatas rata-rata.

Begitu tiba di garis finish, terlihat motor yang dikendarai Diana terlebih dahulu tiba di garis finish.

"Diana..Diana !" sorak-sorai terdengar dari mulut-mulut yang melihat aksi balap liar tersebut.

Diana menghentikan motornya, dan turun. Diana menghampiri Sandro yang baru saja tiba.

"Sorry, aku menang lagi ." Diana mengulurkan tangannya.

"Kau terlalu hebat untuk dikalahkan," ujar Sandro, sambil menerima uluran tangan Diana.

"Di, ini uangnya. Sepuluh juta. Apa kau tidak ingin mentraktir kami ?" tanya Steven.

"Sorry friend, ada dua mulut yang menunggu uang ini ," kata Diana dan menghidupkan motornya, kemudian motor yang dikendarai Diana melesat meninggalkan area balap liar.

"Di, besok kita balap lagi !" seru Sandro, tetapi tidak ada jawaban dari mulut Diana. Karena motornya sudah melesat jauh.

"Sandro, apa kau tidak malu. Kalah terus dengan Diana ?" tanya Steven.

"Diam mulutmu ." mata Sandro menatap arah motor Diana menghilang.

"Carlo, aku akan melindungi saudara kembarmu. Clara ."

Ingatan Sandro teringat Delapan tahun yang lalu, didepan peti mati temannya. Dia berjanji akan selalu melindungi Clara, walaupun dia tidak bisa mencegah niat Clara untuk menebus kesalahan abangnya yang menyebab satu nyawa melayang dan satu nyawa lagi menjadi cacat.

****

Diana tiba di rumahnya, dan kedua anak kembarnya sudah dalam keadaan tidur. Seperti ini selalu yang ditemuinya, keduanya sudah tidur jika dia pulang kerja.

Diana kerja di bengkel Poltak, dan sesekali melakukan balap liar bersama dengan gangs motor Abang kembarnya dahulu.

Sebenarnya, Poltak sudah mencegah Diana untuk melakukan balap liar. Tapi Diana mengatakan bahwa Dia membutuhkan biaya untuk uang sekolah sikembar. Dan Dia tidak ingin menerima uang cuma-cuma dari Poltak, diluar gajinya.

**Bersambung...

Update seminggu sekali ya, update terus saat Om Richard tamat**.

Terpopuler

Comments

Defi

Defi

Mamah si kembar pembalap ya keren 👍

2023-01-01

0

Khusnul Khotimah

Khusnul Khotimah

masih nyimak alurnya

2022-03-29

0

Angel of Love

Angel of Love

.mulai menangkap alur critanya

2021-10-27

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Randhi and Rhiana
2 Bab 2 Randhi n Rhiana
3 Bab 3 Minta maaf
4 Bab 4 Pertemuan pertama
5 Bab 5 Kemarahan
6 Bab 6 Perang saudara kembar
7 Bab 7 Berita gosip
8 Bab 8 Masih mencari
9 Bab 9 Minta kado papa
10 Bab 10 Ingin foto papa
11 Bab 11 Ejekan
12 Bab 12 Berkelahi
13 Bab 13 Jangan berkelahi.
14 Bab 14 Ketakutan Diana
15 Bab 15 Bertemu
16 Bab 16 Ikut diam-diam
17 Bab 17 Mencari
18 Bab 18 Tragedi
19 Bab 19 Masih Flashback
20 Bab 20 Bahagia dan duka
21 Bab 21 Takut
22 Bab 22 Melacak
23 Bab 23 Kesekolah
24 Bab 24 Kesekolah
25 Bab 25 Bertemu
26 Bab 26 Aku tahu
27 Bab 27 Bertemu
28 Bab 28 Ada senang, ada tidak
29 Bab 29 Terpaksa kembali.
30 Bab 30 Biar nyaman
31 Bab 31 Bahagia anak-anak
32 Bab 32 Haru
33 Bab 33 Bertemu
34 Bab 34 Gembira
35 Bab 35 Kenangan
36 Bab 36 Kenangan
37 Bab 37 Bersama
38 Bab 38 RnR
39 Bab 39 Bersama.
40 Bab 40 Jangan lupa
41 Bab 41 Jangan lupa suami
42 Bab 42 Kantor
43 Bab 43 Tersingkir
44 Bab 44 Papa Randhi dan Rhiana.
45 Bab 45 Tidak ada perpisahan
46 Bab 46 Damai itu indah
47 Bab 47 Gosip
48 Bab 48 Mantan vs mantan
49 Bab 49 Tidak malu lagi
50 Bab 50 Curiga
51 Bab 51 Pengintai
52 Bab 52 Hampir celaka
53 Bab 53 Tante vs bocah
54 Bab 54 Sabotase
55 Bab 55 Obsesi
56 Bab 56 Dendam
57 Bab 57 Bukan gadis baik
58 Bab 58 Jejak Rio
59 Bab 59 Curiga Mario
60 Bab 60 Penculikan
61 Bab 61 Mencari
62 Bab 62 Lari
63 Bab 63 Bertemu
64 Bab 64 Akhirnya
65 Bab 65 Kau !!"
66 Bab 66 Marah
67 Bab 67 Cemburu
68 Bab 68 Mencari bukti
69 Bab 69 Titik terang
70 Bab 70 Damai
71 Bab 71 Berita gembira
72 Bab 72 Cerita Ronald
73 Bab 73 Masih cerita Ronald
74 Bab 74 Bertemu
75 Bab 75 Maaf
76 Bab 76 Kabar gembira
77 Bab 77 Bertemu
78 Bab 78 Akhir hidup
79 Bab 79 Belanja
80 Bab 80 Happy
81 Extra bab 81 Siapa?
82 Extra bab 82 Siapa dalang?
83 Extra bab 83 Curiga
84 Extra bab 84 Ada apa dengan Regan
85 Extra Bab 85 Orang dekat
86 Extra bab 86 Curiga
87 Extra bab 87 Siapa dia
88 Extra bab 88 Curiga
89 Extra bab 89 Beraksi
90 Extra bab 90 Berkorban
91 Extra bab 91 Bunuh diri
92 Extra bab 92 Akhir petualangan
93 Extra bab 93 Ada rasa
94 Extra bab 94 Diam-diam dekat
95 Extra bab 95 akhirnya
96 Extra bab TAMAT
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Bab 1 Randhi and Rhiana
2
Bab 2 Randhi n Rhiana
3
Bab 3 Minta maaf
4
Bab 4 Pertemuan pertama
5
Bab 5 Kemarahan
6
Bab 6 Perang saudara kembar
7
Bab 7 Berita gosip
8
Bab 8 Masih mencari
9
Bab 9 Minta kado papa
10
Bab 10 Ingin foto papa
11
Bab 11 Ejekan
12
Bab 12 Berkelahi
13
Bab 13 Jangan berkelahi.
14
Bab 14 Ketakutan Diana
15
Bab 15 Bertemu
16
Bab 16 Ikut diam-diam
17
Bab 17 Mencari
18
Bab 18 Tragedi
19
Bab 19 Masih Flashback
20
Bab 20 Bahagia dan duka
21
Bab 21 Takut
22
Bab 22 Melacak
23
Bab 23 Kesekolah
24
Bab 24 Kesekolah
25
Bab 25 Bertemu
26
Bab 26 Aku tahu
27
Bab 27 Bertemu
28
Bab 28 Ada senang, ada tidak
29
Bab 29 Terpaksa kembali.
30
Bab 30 Biar nyaman
31
Bab 31 Bahagia anak-anak
32
Bab 32 Haru
33
Bab 33 Bertemu
34
Bab 34 Gembira
35
Bab 35 Kenangan
36
Bab 36 Kenangan
37
Bab 37 Bersama
38
Bab 38 RnR
39
Bab 39 Bersama.
40
Bab 40 Jangan lupa
41
Bab 41 Jangan lupa suami
42
Bab 42 Kantor
43
Bab 43 Tersingkir
44
Bab 44 Papa Randhi dan Rhiana.
45
Bab 45 Tidak ada perpisahan
46
Bab 46 Damai itu indah
47
Bab 47 Gosip
48
Bab 48 Mantan vs mantan
49
Bab 49 Tidak malu lagi
50
Bab 50 Curiga
51
Bab 51 Pengintai
52
Bab 52 Hampir celaka
53
Bab 53 Tante vs bocah
54
Bab 54 Sabotase
55
Bab 55 Obsesi
56
Bab 56 Dendam
57
Bab 57 Bukan gadis baik
58
Bab 58 Jejak Rio
59
Bab 59 Curiga Mario
60
Bab 60 Penculikan
61
Bab 61 Mencari
62
Bab 62 Lari
63
Bab 63 Bertemu
64
Bab 64 Akhirnya
65
Bab 65 Kau !!"
66
Bab 66 Marah
67
Bab 67 Cemburu
68
Bab 68 Mencari bukti
69
Bab 69 Titik terang
70
Bab 70 Damai
71
Bab 71 Berita gembira
72
Bab 72 Cerita Ronald
73
Bab 73 Masih cerita Ronald
74
Bab 74 Bertemu
75
Bab 75 Maaf
76
Bab 76 Kabar gembira
77
Bab 77 Bertemu
78
Bab 78 Akhir hidup
79
Bab 79 Belanja
80
Bab 80 Happy
81
Extra bab 81 Siapa?
82
Extra bab 82 Siapa dalang?
83
Extra bab 83 Curiga
84
Extra bab 84 Ada apa dengan Regan
85
Extra Bab 85 Orang dekat
86
Extra bab 86 Curiga
87
Extra bab 87 Siapa dia
88
Extra bab 88 Curiga
89
Extra bab 89 Beraksi
90
Extra bab 90 Berkorban
91
Extra bab 91 Bunuh diri
92
Extra bab 92 Akhir petualangan
93
Extra bab 93 Ada rasa
94
Extra bab 94 Diam-diam dekat
95
Extra bab 95 akhirnya
96
Extra bab TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!