Bab 13 Jangan berkelahi.

**Randhi dan Rhiana menyapa, happy reading guys ❤️

***

Pulang dari sekolah, Randhi dan Rhiana terus berada dalam kamarnya. karena Randhi dan Rhiana mendapatkan hukuman dari bunda Jelita tidak boleh keluar kamar kecuali untuk kekamar mandi dan makan.

Itu hukuman karena berani membuat apa yang selama ini dilarang oleh bunda dan mamanya.

Cklek..

pintu kamar terbuka dan muncul wajah Diana .

Randhi dan Rhiana langsung bangkit dari ranjang masing-masing dan berdiri sambil menundukkan kepalanya.

Diana tahu, bahwa keduanya takut di marahi.

Diana meraih tangan keduanya dan membawanya duduk diranjang.

"Kenapa berkelahi ?" tanya Diana dengan lembut.

"Maaf maa ," ujar Randhi dan diikuti oleh Rhiana.

"Maaf maa " ucap Rhiana.

Diana memeluk keduanya.

"Kak, apapun kata orang. Kakak jangan marah, serahkan semua pada Tuhan. Biar tangan Tuhan yang membalas semua ," kata Diana kepada Randhi.

"Dia mengejek kami maa, apa salah kami tidak punya papa ?" tanya Randhi, dan matanya sudah berembun.

"Siapa bilang Randhi dan Rhiana tidak punya papa, kalian berdua punya papa. Tapi Dia tidak bersama kita !" seru Diana.

" Apa papa tidak akan kembali maa ?" tanya Rhiana.

"Doa kan saja ya ," ucap Diana.

Jika Diana berkata Doakan saja, Randhi dan Rhiana sudah tidak berani bertanya kembali. ucapan itu yang selalu keluar dari mulut Diana jika ingin mengakhiri pertanyaan kedua anaknya.

****

Setelah keduanya tidur, Diana berbincang-bincang dengan Jelita .

"Di, apa tidak ada niatmu untuk menemui papa si kembar ?" tanya sikembar.

"Mereka membutuhkan papanya Di ," kata Jelita.

"Di takut mbak, Dia tidak mau menerima anak yang saudara ibunya. Telah membuat Dia kehilangan calon istri ," kata Jelita.

"Itu kan kecelakaan Di, siapa yang mau mengalami itu semua. Bukan hanya Den Regan saja yang kehilangan, kau juga Di, kau kehilangan kakak Di ," kata Jelita.

"Aku belum yakin, kalau Dia mau menerima aku mbak ." Diana bangkit dan masuk kedalam kamarnya.

"Dasar keras kepala !" seru Jelita.

Diana masuk kedalam kamarnya, dan merebahkan badannya. Matanya menerawang menatap jauh kedepan, mengingat kehidupannya sebelum pergi dari kehidupan Regan suaminya.

🌟 Flashback 🌟

Sudah dua bulan kehidupan rumah tangga yang dijalani Clara dan Regan.

Dan Regan membawa Clara untuk tinggal dirumahnya, yaitu rumah yang sudah dipersiapkannya untuk tinggal bersama dengan Amara. Calon istrinya dahulu.

Kehidupan rumah tangganya tidak seburuk yang dibayangkannya sebelum Dia menikah dengan Regan.

Walaupun Regan tidak ramah, tapi dia tidak melakukan kekerasan terhadap Clara.

"Ini sarapan kak Regan ." Clara meletakkan nampan yang dibawanya.

"Kasihan hidupmu, harus melayani orang cacat seperti diriku ini ,"kata Regan.

Ucapan ini selalu keluar dari mulut Regan, setiap Clara membantunya.

Clara tidak menanggapi perkataan Regan, dia sudah biasa mendengar perkataan Regan selama dua bulan ini.

Setiap hari Clara selalu membantu Regan untuk membantunya untuk menggerakkan kakinya.

Seperti pagi ini, Clara membawa handuk panas dan untuk membalut kaki Regan.

"Aw...!" teriak Regan, yang kaget. Karena tiba-tiba kakinya terasa panas.

"Apa yang kau lakukan, kau ingin membakar kakiku yang lumpuh ini !" teriak Regan kepada Clara.

"Maaf kak, ini untuk memanaskan otot-otot kakak !" Clara berdiri disisi tempat tidur dan wajahnya menunduk.

"Apa kau pakar, sehingga air panas itu bisa membuat diriku berjalan ?" tanya Regan dengan mata mendelik sempurna.

"Ada Clara baca kak ," kata Clara.

"Orang bodo mana, yang mengatakannya? Singkirkan handuk panas itu !" dan tanpa sengaja kaki Regan menghentakkan handuk tersebut, membuat Regan dan Clara kaget melihat gerakan kaki Regan.

"Kak ! kakak lihat, kaki kakak bergerak !" seru Clara dengan perasaan gembira.

"Kau juga melihatnya kan ?" tanya Regan, yang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya tadi.

"Ya kak, Clara lihat juga. Ini kaki kak Regan juga sudah bergeser ," kata Clara.

"Kakak akan bisa berjalan lagi !" seru Clara dan saking gembiranya Clara, Dia memeluk Regan yang terbaring.

Regan menyambut pelukan Clara, begitu tersadar. Clara langsung melepaskan pelukannya dan pipinya merona merah.

"Tolong telepon Dokter Samuel ." titah Regan.

Dengan cepat Clara menghubungi Dokter Samuel.

Tidak begitu lama Dokter Samuel tiba dan langsung memeriksa kondisi kaki Regan.

"Re, kakimu ini tidak mengalami kerusakan apapun juga. Jika kau rajin berlatih, kau pasti bisa berjalan kembali ," kata Dokter Samuel.

"Aku sarankan, kembalilah terapi kembali ," kata Dokter Samuel.

"Kakak ipar, tolong nasehati suamimu ini. Jangan pasrah, Kalau bisa kakak ipar seret aja dia untuk terapi" kata Dokter Samuel.

"Baik Dokter " jawab Clara sembari tersenyum.

Sedangkan Regan menatap Dokter Samuel dengan tatapan mata yang tajam.

"Re, satu lagi. Kau kurangi marah-marah mu , biar otot-otot mu itu tidak tegang ," ujar Dokter Samuel.

"Sudah pergi kau !" Regan mengambil guling dan menutup wajahnya.

"Iya. iya aku pergi. Ingat Re, aku tunggu di rumah sakit. Untuk melanjutkan terapi mu kembali ." kemudian Dokter Samuel keluar dari dalam kamar Regan diikuti oleh Clara.

"Kakak ipar, tolong bujuk Regan untuk melanjutkan terapinya kembali. Dia bisa berjalan normal kembali ," kata Dokter Samuel.

"Baik Dokter ," jawab Clara.

"Apakah Dia masih sering marah-marah ?" tanya Dokter Samuel.

"Tidak Dokter, kak Regan tidak pernah kasar kepada Clara ," kata Clara.

"Sungguh, kamu tidak berbohong. Dia tidak pernah memukulmu ?" tanya Dokter Samuel.

"Tidak Dokter, kak Regan tidak pernah memukul ," jawab Clara.

"Baguslah, Regan. Dasarnya anak yang baik dan tidak pernah kasar. Tapi keadaannya sekarang ini yang membuat dirinya sering marah-marah," kata Dokter Samuel.

"Bujuk Dia kakak ipar ," ucap Dokter Samuel sebelum pergi untuk kembali kerumah sakit.

🌟 Flashback end🌟

****

Sepulang dari sekolah, Randhi dan Rhiana sangat gembira. Karena pada hari Minggu mereka akan pergi ke stasiun televisi untuk lomba menyanyi, dan Randhi salah satu murid yang terpilih untuk mewakili sekolah mereka.

"Kak, Rhiana boleh ikut kan ?" tanya Rhiana dalam perjalanan pulang dari sekolah.

"Boleh, Rhiana kan penyemangat kak Randhi ," kata Randhi kepada Rhiana.

"Terimakasih kakak !" Rhiana memegang lengan Randhi.

"Rhi, kenapa kau tidak ikut saja," kata Randhi.

"Hahaha..!" Rhiana tertawa sampai terpingkal-pingkal.

Randhi heran menatapnya, karena tidak pernah melihat Rhiana seperti itu.

"Kenapa kau tertawa ?" tanya Randhi.

"Kak, suara Rhiana itu seperti apa ya namanya ? yang pasti suara Rhiana sangat menakutkan ," kata Rhiana.

"Kita itu kembar, suara kita itu sama. Bilang saja kau itu tidak percaya diri ," kata Randhi.

"Iya kak, Rhiana tidak berani ," kata Rhiana.

"Dasar penakut !" seru Randhi.

***

Keikutsertaan Randhi dalam lomba nyanyi tersebut, bukan membuat Clara gembira, tetapi membuat perasaan khawatir menyerangnya.

Apalagi perlombaan itu diselenggarakan di stasiun televisi kepunyaan Regan. Star Hutama tv.

"Mbak, Di takut. Bagaimana jika nanti mereka bertemu ," ujar Diana.

"Di, stasiun televisi itu besar. Kemungkinan untuk mereka bertemu sangat kecil

"Jangan larang Di."

*

*

*

*

Bersambung guys ❤️❤️❤️

Terpopuler

Comments

susi 2020

susi 2020

😘😘😘

2023-05-03

0

susi 2020

susi 2020

😍😍

2023-05-03

0

Miss asthura

Miss asthura

penasaran bgt gmna ceritanya Clara bsa prgi dri Regan,,,

2021-10-26

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Randhi and Rhiana
2 Bab 2 Randhi n Rhiana
3 Bab 3 Minta maaf
4 Bab 4 Pertemuan pertama
5 Bab 5 Kemarahan
6 Bab 6 Perang saudara kembar
7 Bab 7 Berita gosip
8 Bab 8 Masih mencari
9 Bab 9 Minta kado papa
10 Bab 10 Ingin foto papa
11 Bab 11 Ejekan
12 Bab 12 Berkelahi
13 Bab 13 Jangan berkelahi.
14 Bab 14 Ketakutan Diana
15 Bab 15 Bertemu
16 Bab 16 Ikut diam-diam
17 Bab 17 Mencari
18 Bab 18 Tragedi
19 Bab 19 Masih Flashback
20 Bab 20 Bahagia dan duka
21 Bab 21 Takut
22 Bab 22 Melacak
23 Bab 23 Kesekolah
24 Bab 24 Kesekolah
25 Bab 25 Bertemu
26 Bab 26 Aku tahu
27 Bab 27 Bertemu
28 Bab 28 Ada senang, ada tidak
29 Bab 29 Terpaksa kembali.
30 Bab 30 Biar nyaman
31 Bab 31 Bahagia anak-anak
32 Bab 32 Haru
33 Bab 33 Bertemu
34 Bab 34 Gembira
35 Bab 35 Kenangan
36 Bab 36 Kenangan
37 Bab 37 Bersama
38 Bab 38 RnR
39 Bab 39 Bersama.
40 Bab 40 Jangan lupa
41 Bab 41 Jangan lupa suami
42 Bab 42 Kantor
43 Bab 43 Tersingkir
44 Bab 44 Papa Randhi dan Rhiana.
45 Bab 45 Tidak ada perpisahan
46 Bab 46 Damai itu indah
47 Bab 47 Gosip
48 Bab 48 Mantan vs mantan
49 Bab 49 Tidak malu lagi
50 Bab 50 Curiga
51 Bab 51 Pengintai
52 Bab 52 Hampir celaka
53 Bab 53 Tante vs bocah
54 Bab 54 Sabotase
55 Bab 55 Obsesi
56 Bab 56 Dendam
57 Bab 57 Bukan gadis baik
58 Bab 58 Jejak Rio
59 Bab 59 Curiga Mario
60 Bab 60 Penculikan
61 Bab 61 Mencari
62 Bab 62 Lari
63 Bab 63 Bertemu
64 Bab 64 Akhirnya
65 Bab 65 Kau !!"
66 Bab 66 Marah
67 Bab 67 Cemburu
68 Bab 68 Mencari bukti
69 Bab 69 Titik terang
70 Bab 70 Damai
71 Bab 71 Berita gembira
72 Bab 72 Cerita Ronald
73 Bab 73 Masih cerita Ronald
74 Bab 74 Bertemu
75 Bab 75 Maaf
76 Bab 76 Kabar gembira
77 Bab 77 Bertemu
78 Bab 78 Akhir hidup
79 Bab 79 Belanja
80 Bab 80 Happy
81 Extra bab 81 Siapa?
82 Extra bab 82 Siapa dalang?
83 Extra bab 83 Curiga
84 Extra bab 84 Ada apa dengan Regan
85 Extra Bab 85 Orang dekat
86 Extra bab 86 Curiga
87 Extra bab 87 Siapa dia
88 Extra bab 88 Curiga
89 Extra bab 89 Beraksi
90 Extra bab 90 Berkorban
91 Extra bab 91 Bunuh diri
92 Extra bab 92 Akhir petualangan
93 Extra bab 93 Ada rasa
94 Extra bab 94 Diam-diam dekat
95 Extra bab 95 akhirnya
96 Extra bab TAMAT
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Bab 1 Randhi and Rhiana
2
Bab 2 Randhi n Rhiana
3
Bab 3 Minta maaf
4
Bab 4 Pertemuan pertama
5
Bab 5 Kemarahan
6
Bab 6 Perang saudara kembar
7
Bab 7 Berita gosip
8
Bab 8 Masih mencari
9
Bab 9 Minta kado papa
10
Bab 10 Ingin foto papa
11
Bab 11 Ejekan
12
Bab 12 Berkelahi
13
Bab 13 Jangan berkelahi.
14
Bab 14 Ketakutan Diana
15
Bab 15 Bertemu
16
Bab 16 Ikut diam-diam
17
Bab 17 Mencari
18
Bab 18 Tragedi
19
Bab 19 Masih Flashback
20
Bab 20 Bahagia dan duka
21
Bab 21 Takut
22
Bab 22 Melacak
23
Bab 23 Kesekolah
24
Bab 24 Kesekolah
25
Bab 25 Bertemu
26
Bab 26 Aku tahu
27
Bab 27 Bertemu
28
Bab 28 Ada senang, ada tidak
29
Bab 29 Terpaksa kembali.
30
Bab 30 Biar nyaman
31
Bab 31 Bahagia anak-anak
32
Bab 32 Haru
33
Bab 33 Bertemu
34
Bab 34 Gembira
35
Bab 35 Kenangan
36
Bab 36 Kenangan
37
Bab 37 Bersama
38
Bab 38 RnR
39
Bab 39 Bersama.
40
Bab 40 Jangan lupa
41
Bab 41 Jangan lupa suami
42
Bab 42 Kantor
43
Bab 43 Tersingkir
44
Bab 44 Papa Randhi dan Rhiana.
45
Bab 45 Tidak ada perpisahan
46
Bab 46 Damai itu indah
47
Bab 47 Gosip
48
Bab 48 Mantan vs mantan
49
Bab 49 Tidak malu lagi
50
Bab 50 Curiga
51
Bab 51 Pengintai
52
Bab 52 Hampir celaka
53
Bab 53 Tante vs bocah
54
Bab 54 Sabotase
55
Bab 55 Obsesi
56
Bab 56 Dendam
57
Bab 57 Bukan gadis baik
58
Bab 58 Jejak Rio
59
Bab 59 Curiga Mario
60
Bab 60 Penculikan
61
Bab 61 Mencari
62
Bab 62 Lari
63
Bab 63 Bertemu
64
Bab 64 Akhirnya
65
Bab 65 Kau !!"
66
Bab 66 Marah
67
Bab 67 Cemburu
68
Bab 68 Mencari bukti
69
Bab 69 Titik terang
70
Bab 70 Damai
71
Bab 71 Berita gembira
72
Bab 72 Cerita Ronald
73
Bab 73 Masih cerita Ronald
74
Bab 74 Bertemu
75
Bab 75 Maaf
76
Bab 76 Kabar gembira
77
Bab 77 Bertemu
78
Bab 78 Akhir hidup
79
Bab 79 Belanja
80
Bab 80 Happy
81
Extra bab 81 Siapa?
82
Extra bab 82 Siapa dalang?
83
Extra bab 83 Curiga
84
Extra bab 84 Ada apa dengan Regan
85
Extra Bab 85 Orang dekat
86
Extra bab 86 Curiga
87
Extra bab 87 Siapa dia
88
Extra bab 88 Curiga
89
Extra bab 89 Beraksi
90
Extra bab 90 Berkorban
91
Extra bab 91 Bunuh diri
92
Extra bab 92 Akhir petualangan
93
Extra bab 93 Ada rasa
94
Extra bab 94 Diam-diam dekat
95
Extra bab 95 akhirnya
96
Extra bab TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!