**Randhi dan Rhiana menyapa, happy reading guys ❤️
***
Pulang dari sekolah, Randhi dan Rhiana terus berada dalam kamarnya. karena Randhi dan Rhiana mendapatkan hukuman dari bunda Jelita tidak boleh keluar kamar kecuali untuk kekamar mandi dan makan.
Itu hukuman karena berani membuat apa yang selama ini dilarang oleh bunda dan mamanya.
Cklek..
pintu kamar terbuka dan muncul wajah Diana .
Randhi dan Rhiana langsung bangkit dari ranjang masing-masing dan berdiri sambil menundukkan kepalanya.
Diana tahu, bahwa keduanya takut di marahi.
Diana meraih tangan keduanya dan membawanya duduk diranjang.
"Kenapa berkelahi ?" tanya Diana dengan lembut.
"Maaf maa ," ujar Randhi dan diikuti oleh Rhiana.
"Maaf maa " ucap Rhiana.
Diana memeluk keduanya.
"Kak, apapun kata orang. Kakak jangan marah, serahkan semua pada Tuhan. Biar tangan Tuhan yang membalas semua ," kata Diana kepada Randhi.
"Dia mengejek kami maa, apa salah kami tidak punya papa ?" tanya Randhi, dan matanya sudah berembun.
"Siapa bilang Randhi dan Rhiana tidak punya papa, kalian berdua punya papa. Tapi Dia tidak bersama kita !" seru Diana.
" Apa papa tidak akan kembali maa ?" tanya Rhiana.
"Doa kan saja ya ," ucap Diana.
Jika Diana berkata Doakan saja, Randhi dan Rhiana sudah tidak berani bertanya kembali. ucapan itu yang selalu keluar dari mulut Diana jika ingin mengakhiri pertanyaan kedua anaknya.
****
Setelah keduanya tidur, Diana berbincang-bincang dengan Jelita .
"Di, apa tidak ada niatmu untuk menemui papa si kembar ?" tanya sikembar.
"Mereka membutuhkan papanya Di ," kata Jelita.
"Di takut mbak, Dia tidak mau menerima anak yang saudara ibunya. Telah membuat Dia kehilangan calon istri ," kata Jelita.
"Itu kan kecelakaan Di, siapa yang mau mengalami itu semua. Bukan hanya Den Regan saja yang kehilangan, kau juga Di, kau kehilangan kakak Di ," kata Jelita.
"Aku belum yakin, kalau Dia mau menerima aku mbak ." Diana bangkit dan masuk kedalam kamarnya.
"Dasar keras kepala !" seru Jelita.
Diana masuk kedalam kamarnya, dan merebahkan badannya. Matanya menerawang menatap jauh kedepan, mengingat kehidupannya sebelum pergi dari kehidupan Regan suaminya.
🌟 Flashback 🌟
Sudah dua bulan kehidupan rumah tangga yang dijalani Clara dan Regan.
Dan Regan membawa Clara untuk tinggal dirumahnya, yaitu rumah yang sudah dipersiapkannya untuk tinggal bersama dengan Amara. Calon istrinya dahulu.
Kehidupan rumah tangganya tidak seburuk yang dibayangkannya sebelum Dia menikah dengan Regan.
Walaupun Regan tidak ramah, tapi dia tidak melakukan kekerasan terhadap Clara.
"Ini sarapan kak Regan ." Clara meletakkan nampan yang dibawanya.
"Kasihan hidupmu, harus melayani orang cacat seperti diriku ini ,"kata Regan.
Ucapan ini selalu keluar dari mulut Regan, setiap Clara membantunya.
Clara tidak menanggapi perkataan Regan, dia sudah biasa mendengar perkataan Regan selama dua bulan ini.
Setiap hari Clara selalu membantu Regan untuk membantunya untuk menggerakkan kakinya.
Seperti pagi ini, Clara membawa handuk panas dan untuk membalut kaki Regan.
"Aw...!" teriak Regan, yang kaget. Karena tiba-tiba kakinya terasa panas.
"Apa yang kau lakukan, kau ingin membakar kakiku yang lumpuh ini !" teriak Regan kepada Clara.
"Maaf kak, ini untuk memanaskan otot-otot kakak !" Clara berdiri disisi tempat tidur dan wajahnya menunduk.
"Apa kau pakar, sehingga air panas itu bisa membuat diriku berjalan ?" tanya Regan dengan mata mendelik sempurna.
"Ada Clara baca kak ," kata Clara.
"Orang bodo mana, yang mengatakannya? Singkirkan handuk panas itu !" dan tanpa sengaja kaki Regan menghentakkan handuk tersebut, membuat Regan dan Clara kaget melihat gerakan kaki Regan.
"Kak ! kakak lihat, kaki kakak bergerak !" seru Clara dengan perasaan gembira.
"Kau juga melihatnya kan ?" tanya Regan, yang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya tadi.
"Ya kak, Clara lihat juga. Ini kaki kak Regan juga sudah bergeser ," kata Clara.
"Kakak akan bisa berjalan lagi !" seru Clara dan saking gembiranya Clara, Dia memeluk Regan yang terbaring.
Regan menyambut pelukan Clara, begitu tersadar. Clara langsung melepaskan pelukannya dan pipinya merona merah.
"Tolong telepon Dokter Samuel ." titah Regan.
Dengan cepat Clara menghubungi Dokter Samuel.
Tidak begitu lama Dokter Samuel tiba dan langsung memeriksa kondisi kaki Regan.
"Re, kakimu ini tidak mengalami kerusakan apapun juga. Jika kau rajin berlatih, kau pasti bisa berjalan kembali ," kata Dokter Samuel.
"Aku sarankan, kembalilah terapi kembali ," kata Dokter Samuel.
"Kakak ipar, tolong nasehati suamimu ini. Jangan pasrah, Kalau bisa kakak ipar seret aja dia untuk terapi" kata Dokter Samuel.
"Baik Dokter " jawab Clara sembari tersenyum.
Sedangkan Regan menatap Dokter Samuel dengan tatapan mata yang tajam.
"Re, satu lagi. Kau kurangi marah-marah mu , biar otot-otot mu itu tidak tegang ," ujar Dokter Samuel.
"Sudah pergi kau !" Regan mengambil guling dan menutup wajahnya.
"Iya. iya aku pergi. Ingat Re, aku tunggu di rumah sakit. Untuk melanjutkan terapi mu kembali ." kemudian Dokter Samuel keluar dari dalam kamar Regan diikuti oleh Clara.
"Kakak ipar, tolong bujuk Regan untuk melanjutkan terapinya kembali. Dia bisa berjalan normal kembali ," kata Dokter Samuel.
"Baik Dokter ," jawab Clara.
"Apakah Dia masih sering marah-marah ?" tanya Dokter Samuel.
"Tidak Dokter, kak Regan tidak pernah kasar kepada Clara ," kata Clara.
"Sungguh, kamu tidak berbohong. Dia tidak pernah memukulmu ?" tanya Dokter Samuel.
"Tidak Dokter, kak Regan tidak pernah memukul ," jawab Clara.
"Baguslah, Regan. Dasarnya anak yang baik dan tidak pernah kasar. Tapi keadaannya sekarang ini yang membuat dirinya sering marah-marah," kata Dokter Samuel.
"Bujuk Dia kakak ipar ," ucap Dokter Samuel sebelum pergi untuk kembali kerumah sakit.
🌟 Flashback end🌟
****
Sepulang dari sekolah, Randhi dan Rhiana sangat gembira. Karena pada hari Minggu mereka akan pergi ke stasiun televisi untuk lomba menyanyi, dan Randhi salah satu murid yang terpilih untuk mewakili sekolah mereka.
"Kak, Rhiana boleh ikut kan ?" tanya Rhiana dalam perjalanan pulang dari sekolah.
"Boleh, Rhiana kan penyemangat kak Randhi ," kata Randhi kepada Rhiana.
"Terimakasih kakak !" Rhiana memegang lengan Randhi.
"Rhi, kenapa kau tidak ikut saja," kata Randhi.
"Hahaha..!" Rhiana tertawa sampai terpingkal-pingkal.
Randhi heran menatapnya, karena tidak pernah melihat Rhiana seperti itu.
"Kenapa kau tertawa ?" tanya Randhi.
"Kak, suara Rhiana itu seperti apa ya namanya ? yang pasti suara Rhiana sangat menakutkan ," kata Rhiana.
"Kita itu kembar, suara kita itu sama. Bilang saja kau itu tidak percaya diri ," kata Randhi.
"Iya kak, Rhiana tidak berani ," kata Rhiana.
"Dasar penakut !" seru Randhi.
***
Keikutsertaan Randhi dalam lomba nyanyi tersebut, bukan membuat Clara gembira, tetapi membuat perasaan khawatir menyerangnya.
Apalagi perlombaan itu diselenggarakan di stasiun televisi kepunyaan Regan. Star Hutama tv.
"Mbak, Di takut. Bagaimana jika nanti mereka bertemu ," ujar Diana.
"Di, stasiun televisi itu besar. Kemungkinan untuk mereka bertemu sangat kecil
"Jangan larang Di."
*
*
*
*
Bersambung guys ❤️❤️❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
susi 2020
😘😘😘
2023-05-03
0
susi 2020
😍😍
2023-05-03
0
Miss asthura
penasaran bgt gmna ceritanya Clara bsa prgi dri Regan,,,
2021-10-26
0