Jumpa lagi dengan cerita Randhi dan Rhiana.
Happy reading guys ❤️😘
***
Diana tidak ada bisa duduk diam, Diana terus menerus berjalan hilir-mudik. Sehingga mendapatkan teguran dari Jelita.
"Di, duduk. Jangan mondar-mandir begitu. Kau membuat aku gugup saja " kata Jelita.
"Mbak, kalau kita tidak kesana tadi. Mungkin kita tidak akan menjadi takut begini ," kata Diana.
"Mungkin sudah saatnya, kau bertemu dengannya Di ," kata Jelita.
"Aku tidak kuat menerima tatapan matanya dan kemarahannya mbak " kata Diana.
Diana jadi mengingat malam kelam yang menimpa dirinya, sehingga ia memutuskan untuk pergi dari kehidupan Regan.
🌟Flashback 🌟
Hubungan Antara Regan dan Clara, semakin membaik. Semenjak Regan sudah bisa mengunakan kakinya kembali, walau masih dibantu dengan tongkat Walker.
Malam ini, Regan pulang larut dari kantornya. Sejak mulai bisa berjalan, Regan mulai masuk kantor, tidak seperti biasanya yang menghandel semua urusan kantor dari rumah.
Sebelum tidur, Clara selalu menuliskan apa yang dialaminya setiap hari dalam buku hariannya.
Seperti hari ini, Clara menulis mengenai perkembangan kondisi Regan yang sudah bisa mengunakan kakinya.
Ketika menulis, tanpa disadarinya. Clara tertidur dan buku hariannya berada diatas dadanya.
Cklek...
Suara tongkat Walker Regan terdengar, tetapi Clara tidak mendengarnya. Dunia mimpinya telah membuatnya semakin tertidur dengan pulas.
Regan melihat Clara dan tersenyum, melihat Clara tidur dengan mulut terbuka.
Regan melihat baju tidurnya sudah disiapkan oleh Clara, Regan mengambilnya dan langsung membawanya kedalam kamar mandi.
Setelah selesai membersihkan diri, Regan keluar dari dalam kamar mandi. Dan mengambil minum sebelum merebahkan tubuhnya.
Kemudian Regan, naik keatas tempat tidurnya dan duduk.
Regan mengambil buku yang ada diatas dada Clara, dan tertawa kecil. Begitu melihat buku itu, adalah buku harian Clara.
"Seperti anak kecil saja, menulis buku harian. Apa yang ditulisnya." ada perasaan penasaran didiri Regan, dan ingin membaca apa yang ditulis Clara.
"Ah..tidak boleh, ini privasi Clara ," kata Regan dan ingin meletakkan buku harian Clara keatas nakas.
Tetapi tiba-tiba, selembar gambar terjatuh dari dalam buku harian. Membuat perasaan Regan menjadi penasaran. Niatnya ingin meletakkan buku itu, menjadi batal.
Regan melihat gambar Clara bersama dengan Carlo diatas sepeda motor.
"Siapa orang ini, apa kekasihnya. Kenapa wajahnya terlihat mirip ?" pertanyaan yang ada didalam benaknya Regan.
Regan membalikkan gambar tersebut, dan melihat tulisan.
"My twin brother " Regan membaca tulisan tersebut.
"Clara kembar ?" gumam Regan.
"kenapa waktu pernikahan orang ini tidak ada, apa Dia tidak tinggal disini ?" Regan bicara sendiri.
Rasa penasaran Regan membuat nya membuka dan membaca buku harian Clara.
Halaman pertama Clara menceritakan tentang hobby nya bersama dengan saudara kembarnya, yaitu dunia balap.
Clara menceritakan, kegiatan diam-diam yang dilakukannya diwaktu malam bersama dengan saudara kembarnya.
Sampai satu halaman, dimana Clara menceritakan kronologis kecelakaan yang melibatkan saudara kembarnya dan calon istri Regan. Dan dalam kecelakaan tersebut kakak kembarnya dan calon istri Regan kehilangan nyawanya.
Rahang Regan mengetat dan matanya merah, membaca buku harian Clara.
Regan mencampakkan buku harian Clara, tangan Regan mengambil tongkat Walker dan berjalan keluar dari dalam kamar menuju ruang kerjanya.
"Ternyata... ternyata Dia dan saudara kembarnya yang menyebabkan Amara meninggal !" seru Regan dengan suara yang tertahan.
"Carlo..Carlo..adikmu harus membayar perbuatanmu, Karena kau sudah tidak ada di dunia ini lagi. Adikmu yang harus membayar semua !"
Regan mengambil ponselnya dan menghubungi Manuel, tak lama kemudian Manuel tiba.
Ditengah malam, Regan pergi meninggalkan rumahnya menuju satu tempat yang hanya Manuel yang tahu.
Sejak malam itu, Regan tidak pulang kerumahnya.
Clara selalu berusaha untuk menghubungi, tetapi ponsel Regan selalu tidak actif.
Hampir sebulan, tidak ada kabar dari diri Regan. Untuk bertanya kepada orang tua Regan, Clara takut.
Hanya Jelita yang menemani Clara dalam kesendiriannya.
Melihat istri majikannya yang kesepian menunggu Regan pulang, Secara diam-diam Jelita mencari tahu keberadaan Regan. Jelita mendapatkan kabar dari sopir Regan bahwa majikannya tersebut berada diluar negeri.
"Kenapa Den Regan pergi tidak mengatakan kepada Nona Clara ?" pertanyaan dalam benaknya Jelita.
Jelita tidak mengatakan apa yang diketahuinya mengenai Regan kepada Clara, karena Jelita takut Clara semakin sedih.
Satu hari, ditengah malam. Hujan turun dengan derasnya, suara petir saling menyambar. Sesosok tubuh turun dari dalam mobil tanpa menggunakan tongkat Walker.
Regan pulang, dengan kedua kakinya dalam keadaan sehat dan kokoh.
"Den Regan !" Jelita kaget melihat Regan kembali tanpa menggunakan tongkat Walker nya.
Regan tidak menghiraukan Jelita, Dia melangkah menuju ketingkat atas dan masuk kedalam kamarnya. Yang hampir sebulan setengah tidak dimasukinya.
Cklek...
Regan membuka pintu kamarnya, dan dilihatnya Clara tidur dengan pulas. Regan mengunci pintu kamarnya.
"Pembunuh !" geram Regan.
Regan melangkah mendekati tempat tidur, sambil berjalan Regan membuka satu demi satu pakaian yang melekat ditubuhnya.
Sampai didekat tempat tidur, tubuh Regan sudah dalam keadaan polos.
Tanpa berkata apapun juga, Regan langsung menerkam Clara.
Mendapatkan serangan mendadak, Clara kaget. Dan berupaya untuk melepaskan diri dari cengkeraman tangan Regan.
"Tolong.. tolong !" teriak Clara, yang tidak mengetahui bahwa orang yang berada diatas badannya adalah Regan.
"Diam !" bentakan yang keras dari mulut Regan, membuat Clara sadar bahwa orang yang berada diatas badannya ada sang suami yang lebih dari sebulan tidak ada kabarnya.
"Kak Regan!" terkejut Clara.
"Kau harus membayar perbuatan kakakmu !"
Regan langsung merobek baju tidur Clara, dan meloloskan pakaian dalam Clara dari tubuhnya yang berontak dibawah badan Regan.
"Jangan kak ! jangan kak !" teriak Clara, tetapi Regan tidak bergeming. tangan dan bibir Regan terus mencari mangsanya tanpa ampun. Sehingga apa yang Clara jaga, akhirnya di regut Regan dengan paksa.
Setelah melampiaskan hasratnya yang dibarengi dengan kebencian, Regan bangkit dan masuk kedalam kamar mandi.
Tinggallah Clara yang menangisi nasibnya.
"Kak Carlo !" dalam tangisnya, Clara mengingat kakak kembarnya.
Keluar dari dalam kamar mandi, Regan memakai jubah mandi. Dan berjalan keluar dari dalam kamarnya, tidak sedikitpun ia melihat kearah Clara yang masih dalam keadaan polos dibawah selimutnya.
Begitu masuk kedalam ruang kerja, Regan duduk di sofa. Dan tangannya meremas rambutnya.
"Ah...Apa yang kulakukan !" tangan Regan terkepal.
"Kenapa aku memperkosanya ." gumam Regan.
"Tidak ! itu bukan perkosaan, dia adalah istriku. Aku harus membalas perbuatan kakaknya "
Regan merebahkan tubuhnya, dan kemudian tertidur.
Hari masih begitu pagi, Regan masuk kedalam kamarnya. Regan melirik Ketempat tidur, Clara masih tertidur dalam keadaan polos. Baju Clara yang sobek akibat perbuatannya masih teronggok dilantai.
Regan masuk kedalam kamar mandi, begitu selesai mandi. Clara masih berada dibawah selimutnya.
Selesai berpakaian, Regan keluar dari dalam kamarnya. Ditengah tangga Regan bertemu dengan Jelita dan memerintahkan agar mengantarkan sarapan pagi ke kamar untuk Clara.
*
*
*
*
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
susi 2020
🙄🙄🙄
2023-05-03
0
susi 2020
😎😎
2023-05-03
0
🍓🍓🍓
dah gitu ntar tau2 nya kematian amara palsu atau ada sabotase pula 😁
2022-11-17
0