Bab 3 Minta maaf

Perpisahan sudah pasti akan meninggalkan luka, tapi lebih baik berpisah. Jika bersama membawa duka.

****

Diana memasukkan motornya ke bengkel Poltak, Dia tidak pernah membawa motornya pulang kerumahnya. Sehingga kedua anak kembarnya tidak ada yang mengetahui apa yang dilakukan mamanya saat mereka sudah tertidur lelap.

"Kau balap lagi ?" suara itu membuat Diana kaget, karena Dia mengira tidak ada lagi orang yang berada di bengkel.

"Bang ! kau membuat jantung ini mau lepas dari tempatnya." Diana memegang dadanya.

"Sampai kapan kau melakukan balapan ?" mata Poltak tajam menatap Diana.

"Aku butuh uang bang ," jawab Diana.

"kalau butuh uang, pulanglah. Semarah-marahnya orang tua, jika mereka melihat cucunya sudah tumbuh besar. Kemarahan mereka pasti akan hilang," kata Poltak.

"Tidak bang, aku tidak akan pulang. Permisi bang ." Diana dengan cepat pergi dari bengkel, sebelum Poltak bertanya panjang lebar lagi. Membuat dia mengingat kedua orang tuanya.

"Dasar keras kepala, jika Carlo masih ada. Dia pasti sudah menjewer telingamu. Tetapi jika Carlo masih ada tidak mungkin kau mengalami ini semua, sampai menghilangkan identitas aslimu ." Poltak berbicara sendiri dan memadamkan penerangan dalam bengkelnya dan kembali melanjutkan tidurnya yang terganggu saat Diana memasukkan sepeda motornya tadi.

Diana kembali kerumahnya, yang tidak begitu jauh jaraknya dari bengkel. Begitu tiba didepan rumah ia melihat lampu dikamar anak kembar sudah padam. Yang menandakan yang punya kamar sudah pulas masuk kedalam mimpinya.

Dengan pelan-pelan Diana membuka pintu, dan ruang tamu juga dalam keadaan gelap.

Clik...

Tiba-tiba ruangan yang tadinya gelap, kini terang benderang. Dan terlihat sosok wanita yang berdiri didekat sakelar, menatapnya.

"Mbak Jelita !" Diana kaget melihat Mbak Jelita yang berdiri dalam gelap tadi, menunggu kedatangannya.

"Kenapa malam pulang Di ?" tanya Mbak Jelita.

"Banyak kerjaan di bengkel mbak," jawab Diana sembari berjalan menuju dapur.

"Bengkel Poltak kecil begitu, apa sampai larut mengurus pembukuan ," kata Mbak Jelita mengikuti Diana berjalan ke dapur.

"Kau pasti balapan lagi kan?" tanya Mbak Jelita.

"Iya Mbak," jawab Diana dengan jujur, tidak ada yang bisa disembunyikan dari orang yang telah membantunya. Dalam mengurus kedua putra-putrinya.

"Duduklah, kau pasti belum makan kan ?" Mbak Jelita menghangatkan sayur yang sudah dingin kembali.

Diana menarik kursi dan duduk, menunggu mbak Jelita menghangatkan sayur.

"Di, tadi mbak melintas didepan rumah. Sepertinya Tuan Regan sudah lama tidak kembali kerumah ," ucapan Mbak Jelita, membuat Diana melihatnya.

"Untuk apa mbak ke sana ?" tanya Diana.

"Mbak penasaran saja Di, mbak rindu dengan mbok Darmi ." mbok Darmi orang yang membesarkan Jelita, dan sudah dianggap Jelita sebagai keluarga. Karena masih kecil Jelita mulai bekerja di keluarga Barata.

"Mbak, kalau mbak rindu dengan mbok Darmi. Kembalilah, Di tidak apa-apa. Di sudah dewasa mbak, Randhi dan Rhiana juga sudah mandiri ," ucap Diana.

"Tidak Di, mbak tidak akan kembali. Jika mbak kembali, pasti Tuan Regan akan menanyai mbak. Dimana Di tinggal, apa Di mau kembali kepada Tuan Regan ?" tanya Mbak Jelita.

"Tidak Mbak, Di sudah berjanji dengan Tuan Barata dan Nyonya Barata. Bahwa Di hanya menjadi istri Regan, sampai Regan sembuh. Dan Regan sudah sembuh mbak, sudah saatnya Di menghilang." setitik air mata mengalir.

**Flashback**

Di sore yang mendung, Clara memberanikan dirinya untuk menemui Regan dirumahnya. Tetapi Clara tidak bertemu dengan Regan, ia hanya bertemu dengan kedua orang tuanya.

"Duduklah ." Tuan Barata dan Nyonya Barata menerima kedatangan Clara dengan ramah, membuat Clara semakin merasa bersalah.

Tiba-tiba Clara bangkit dan berlutut di hadapan kedua orang tua Regan, membuat keduanya merasa kaget.

"Hei Nona muda, apa yang kau lakukan. Jangan begini !" seru papa Regan.

"Ayo bangkit, jangan berlutut begini." Nyonya Barata memegang pundak Clara dan mendirikannya dan membawanya duduklah.

"Apa ada masalah, yang bisa kami bantu ?" tanya Tuan Barata.

Clara menundukkan kepalanya, dan air matanya masih mengalir.

"Ceritakanlah, apa kau ada hubungan dengan putra kami ?" tebak Nyonya Barata.

Clara mengangkat kepalanya, dan menganggukkan kepalanya.

"Apa kau hamil?" tanya Nyonya Barata, karena Dia takut putranya telah menghamili seorang gadis diluaran sana.

"Tidak Nyonya." Clara menggelengkan kepalanya.

"Syukurlah, mama kira putra kita telah mengkhianati amara semasa hidupnya Pa. Walaupun itu mama harapkan. ," kata Nyonya Barata kepada suaminya.

"Tidak mungkin dia menghianati wanita itu, kita saja tidak didengarkannya ," kata Papa Regan.

"Kalau bukan itu, apa masalahnya ?" tanya Tuan Barata.

"Kami yang menyebabkan kecelakaan yang menimpa putra Tuan dan Nyonya ," jawab Clara sembari menundukkan kepalanya.

"Apa !" Nyonya dan Tuan Barata kaget, dan menatap wajah Clara.

"kau mengatakan yang sebenarnya ?" selidik Tuan Barata.

"Iya Tuan, maafkan kami Tuan ," ujar Clara.

"Kami, siapa saja ?"

"Saya dan kakak kembar saya Nyonya."

"Sudah tiga bulan, baru kalian datang minta maaf?"

"Maaf Tuan," ucap Clara.

"kenapa hanya kau yang kesini, kemana kakakmu. Dia tidak orang yang gentleman, tidak mau mengakui kesalahannya." suara Tuan Barata keras.

"Putra kami terbaring, Dia menjadi orang yang cacat dan tidak bisa berjalan. Dan seharusnya Minggu depan Dia menikah dengan kekasihnya, gara-gara kalian yang balapan liar dijalan raya. Putraku dan calon menantu kami meninggal!"

"Maafkan kami Tuan ." Clara mengatupkan kedua tangannya di dada.

"Kalian harus mempertanggungjawabkan perbuatan kalian ini, kakakmu itu harus berani mengakui kesalahannya."

"Kakak saya tidak bisa mengakui kesalahannya Tuan," kata Clara.

"Oh ya, Dia takut. Makanya ia menyuruh adik perempuannya untuk datang meminta maaf. Sedangkan Dia sedang balapan liar diluar sana !" seru Tuan Barata.

"Pa, sabar. Jangan marah-marah dulu." ingatkan istrinya.

"Papi tidak bisa sabar ma lihatlah. Putra kita mengurung dirinya terus, sedang anak-anak ini tidak merasa bersalah sedikitpun. Kalau Dia gentleman dia akan datang untuk meminta maaf!"

"Kakak saya sudah meninggal Tuan " ujar Clara dengan suara yang lirih.

"Dia tidak bisa datang sendiri untuk meminta maaf." sambung Clara.

"Apa ? kapan ? waktu itu korban hanya putra dan calon menantu saya ," kata Nyonya Barata.

"Waktu itu, kakak saya dan motornya. Terjun ke sungai, sehingga tidak ada yang tahu bahwa ada korban lain."

"Tuan, tolong maafkan kakak saya. Biar Dia tenang di sana ." mohon Clara.

"Sekarang pergilah, saat ini. Saya tidak bisa memikirkan apapun juga" ujar Tuan Barata kepada Clara, sebelum beranjak pergi meninggalkan Clara.

"Jelita..Jelita " panggil nyonya Barata.

"Iya Nyah ." seorang gadis yang berpakaian maid warna biru berlari datang.

"Antar Nona ini keluar." titah nyonya Barata kepada pelayan yang bernama Jelita.

"Ayo Nona " kata Jelita.

"Nyonya maafkan kakak saya !" seru Clara.

"Pergilah, suami saya belum bisa memaafkan kakakmu." Nyonya Barata pergi meninggalkan Clara.

"Ayo Nona, Tuan dan Nyonya tidak akan menemui Nona lagi. Datang saja lagi dua kemudian," kata Jelita kepada Clara.

"Apa mereka akan memaafkan kakakku mbak ?" tanya Clara.

"Mungkin, tapi saya juga nggak tahu juga. Ya Nona coba saja, ayo Nona silahkan pergi. Nanti Tuan dan Nyonya marah, sebentar lagi Tuan Regan pulang dari rumah sakit " kata Clara.

"Mbak, ini nomor telepon saya." Clara memberikan secarik kertas yang sudah dituliskan nya namanya.

"Mbak, jika Tuan dan Nyonya ada dirumah. Tolong kabarin saya ya." Clara kemudian pergi, meninggalkan kediaman keluarga Barata.

...Bersambung guys.......

Terpopuler

Comments

Defi

Defi

Clara atau Diana menikah dengan Regan untuk menebus kesalahan kakanya.. kamu tidak tahu Regan kalau telah punya si kembar

2023-01-01

0

fa _azzahra

fa _azzahra

harus konsen ya gaess baca novel ini.alur nya maju mndur cuantik😁

2021-10-24

1

Sulisida 34

Sulisida 34

jadi diana itu si clara

2021-10-03

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Randhi and Rhiana
2 Bab 2 Randhi n Rhiana
3 Bab 3 Minta maaf
4 Bab 4 Pertemuan pertama
5 Bab 5 Kemarahan
6 Bab 6 Perang saudara kembar
7 Bab 7 Berita gosip
8 Bab 8 Masih mencari
9 Bab 9 Minta kado papa
10 Bab 10 Ingin foto papa
11 Bab 11 Ejekan
12 Bab 12 Berkelahi
13 Bab 13 Jangan berkelahi.
14 Bab 14 Ketakutan Diana
15 Bab 15 Bertemu
16 Bab 16 Ikut diam-diam
17 Bab 17 Mencari
18 Bab 18 Tragedi
19 Bab 19 Masih Flashback
20 Bab 20 Bahagia dan duka
21 Bab 21 Takut
22 Bab 22 Melacak
23 Bab 23 Kesekolah
24 Bab 24 Kesekolah
25 Bab 25 Bertemu
26 Bab 26 Aku tahu
27 Bab 27 Bertemu
28 Bab 28 Ada senang, ada tidak
29 Bab 29 Terpaksa kembali.
30 Bab 30 Biar nyaman
31 Bab 31 Bahagia anak-anak
32 Bab 32 Haru
33 Bab 33 Bertemu
34 Bab 34 Gembira
35 Bab 35 Kenangan
36 Bab 36 Kenangan
37 Bab 37 Bersama
38 Bab 38 RnR
39 Bab 39 Bersama.
40 Bab 40 Jangan lupa
41 Bab 41 Jangan lupa suami
42 Bab 42 Kantor
43 Bab 43 Tersingkir
44 Bab 44 Papa Randhi dan Rhiana.
45 Bab 45 Tidak ada perpisahan
46 Bab 46 Damai itu indah
47 Bab 47 Gosip
48 Bab 48 Mantan vs mantan
49 Bab 49 Tidak malu lagi
50 Bab 50 Curiga
51 Bab 51 Pengintai
52 Bab 52 Hampir celaka
53 Bab 53 Tante vs bocah
54 Bab 54 Sabotase
55 Bab 55 Obsesi
56 Bab 56 Dendam
57 Bab 57 Bukan gadis baik
58 Bab 58 Jejak Rio
59 Bab 59 Curiga Mario
60 Bab 60 Penculikan
61 Bab 61 Mencari
62 Bab 62 Lari
63 Bab 63 Bertemu
64 Bab 64 Akhirnya
65 Bab 65 Kau !!"
66 Bab 66 Marah
67 Bab 67 Cemburu
68 Bab 68 Mencari bukti
69 Bab 69 Titik terang
70 Bab 70 Damai
71 Bab 71 Berita gembira
72 Bab 72 Cerita Ronald
73 Bab 73 Masih cerita Ronald
74 Bab 74 Bertemu
75 Bab 75 Maaf
76 Bab 76 Kabar gembira
77 Bab 77 Bertemu
78 Bab 78 Akhir hidup
79 Bab 79 Belanja
80 Bab 80 Happy
81 Extra bab 81 Siapa?
82 Extra bab 82 Siapa dalang?
83 Extra bab 83 Curiga
84 Extra bab 84 Ada apa dengan Regan
85 Extra Bab 85 Orang dekat
86 Extra bab 86 Curiga
87 Extra bab 87 Siapa dia
88 Extra bab 88 Curiga
89 Extra bab 89 Beraksi
90 Extra bab 90 Berkorban
91 Extra bab 91 Bunuh diri
92 Extra bab 92 Akhir petualangan
93 Extra bab 93 Ada rasa
94 Extra bab 94 Diam-diam dekat
95 Extra bab 95 akhirnya
96 Extra bab TAMAT
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Bab 1 Randhi and Rhiana
2
Bab 2 Randhi n Rhiana
3
Bab 3 Minta maaf
4
Bab 4 Pertemuan pertama
5
Bab 5 Kemarahan
6
Bab 6 Perang saudara kembar
7
Bab 7 Berita gosip
8
Bab 8 Masih mencari
9
Bab 9 Minta kado papa
10
Bab 10 Ingin foto papa
11
Bab 11 Ejekan
12
Bab 12 Berkelahi
13
Bab 13 Jangan berkelahi.
14
Bab 14 Ketakutan Diana
15
Bab 15 Bertemu
16
Bab 16 Ikut diam-diam
17
Bab 17 Mencari
18
Bab 18 Tragedi
19
Bab 19 Masih Flashback
20
Bab 20 Bahagia dan duka
21
Bab 21 Takut
22
Bab 22 Melacak
23
Bab 23 Kesekolah
24
Bab 24 Kesekolah
25
Bab 25 Bertemu
26
Bab 26 Aku tahu
27
Bab 27 Bertemu
28
Bab 28 Ada senang, ada tidak
29
Bab 29 Terpaksa kembali.
30
Bab 30 Biar nyaman
31
Bab 31 Bahagia anak-anak
32
Bab 32 Haru
33
Bab 33 Bertemu
34
Bab 34 Gembira
35
Bab 35 Kenangan
36
Bab 36 Kenangan
37
Bab 37 Bersama
38
Bab 38 RnR
39
Bab 39 Bersama.
40
Bab 40 Jangan lupa
41
Bab 41 Jangan lupa suami
42
Bab 42 Kantor
43
Bab 43 Tersingkir
44
Bab 44 Papa Randhi dan Rhiana.
45
Bab 45 Tidak ada perpisahan
46
Bab 46 Damai itu indah
47
Bab 47 Gosip
48
Bab 48 Mantan vs mantan
49
Bab 49 Tidak malu lagi
50
Bab 50 Curiga
51
Bab 51 Pengintai
52
Bab 52 Hampir celaka
53
Bab 53 Tante vs bocah
54
Bab 54 Sabotase
55
Bab 55 Obsesi
56
Bab 56 Dendam
57
Bab 57 Bukan gadis baik
58
Bab 58 Jejak Rio
59
Bab 59 Curiga Mario
60
Bab 60 Penculikan
61
Bab 61 Mencari
62
Bab 62 Lari
63
Bab 63 Bertemu
64
Bab 64 Akhirnya
65
Bab 65 Kau !!"
66
Bab 66 Marah
67
Bab 67 Cemburu
68
Bab 68 Mencari bukti
69
Bab 69 Titik terang
70
Bab 70 Damai
71
Bab 71 Berita gembira
72
Bab 72 Cerita Ronald
73
Bab 73 Masih cerita Ronald
74
Bab 74 Bertemu
75
Bab 75 Maaf
76
Bab 76 Kabar gembira
77
Bab 77 Bertemu
78
Bab 78 Akhir hidup
79
Bab 79 Belanja
80
Bab 80 Happy
81
Extra bab 81 Siapa?
82
Extra bab 82 Siapa dalang?
83
Extra bab 83 Curiga
84
Extra bab 84 Ada apa dengan Regan
85
Extra Bab 85 Orang dekat
86
Extra bab 86 Curiga
87
Extra bab 87 Siapa dia
88
Extra bab 88 Curiga
89
Extra bab 89 Beraksi
90
Extra bab 90 Berkorban
91
Extra bab 91 Bunuh diri
92
Extra bab 92 Akhir petualangan
93
Extra bab 93 Ada rasa
94
Extra bab 94 Diam-diam dekat
95
Extra bab 95 akhirnya
96
Extra bab TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!