Slow update ya..
Ini masih flashback guys, ceritanya ini maju mundur cantik ya.
Clara menunggu kedatangan Papanya, selagi menunggu. Clara membantu bersih-bersih di dapur.
"Non, sudah tidak usah bantu-bantu disini. Nanti badannya bau minyak dan bumbu dapur ." seorang karyawan yang sudah lama bekerja di restoran menegur Clara.
"Nggak apa-apa mbak! kalau bau ya tinggal mandi saja, kalau masih bau. Masih banyak parfum dirumah ," ujar Clara.
"ya sudahlah, mbak balik ke depan ya. Didepan agak repot, karena ada dua orang karyawan tidak masuk ," mbak Maria kepada Clara .
"Silakan mbak, biar urusan panci dan piring kotor ini. Serahkan pada ahlinya ," ucap Clara seperti sedang mengiklankan produk pembersih piring.
"Ah..Non Clara ." Mbak Maria kembali ke depan.
Selesai membersihkan sisa-sisa makanan dan piring kotor, Clara kembali keruangan mamanya.
"Maa, Papa belum kembali ?"
"Belum, mungkin papa cari ikan ketengah laut ." gurau mamanya, karena hari ini. Papa Clara hanya mencari ikan segar.
"Mama !" Clara ikut tertawa.
"Ada apa perlu dengan papa ?" tanya mamanya, karena nggak biasanya Clara betah menunggu kedatangan Papanya.
"Iya, tapi nanti dirumah saja. Clara pulang dulu maa, banyak tugas kampus ."
Clara salah satu mahasiswa yang berprestasi di kampusnya, tapi Clara mengambil jurusan mesin. Jurusan yang tidak lazim dipilih oleh seorang wanita, itu dikarenakan kakak kembarnya memilih teknik mesin. Clara jadi ikut-ikutan.
Setelah kakak kembarnya tiada, Clara kekampus ogah-ogahan. Senin - Kamis saja Clara ke kampus , seperti puasa Senin-Kamis saja. Yang sering dikatakan temannya jika bertemu dengan Clara.
"Clara balik ya maa !"
"Bawa sayur, dirumah tidak ada makanan !" kata mamanya.
"Bosan maa, biar nanti Clara seduh mie instan saja.
**Rumah keluarga Barata.
Brakk...
Pecahan gelas yang dilemparkan Regan mengenai kaki salah satu maid yang melayani Regan.
"Kau pembantu bodo! keluar..!" teriak Regan dengan suara yang keras dan sorot mata yang tajam.
"Maaf Den.." maid tersebut jongkok memunguti pecahan gelas.
"Re, apa yang terjadi ?" mamanya datang, begitu mendengar suara ribut dari dalam kamar putranya Regan.
"Jauhkan Dia dari hadapan Regan, kalau tidak Re bisa-bisa membunuhnya !" ucapan yang pedas keluar dari mulut Regan, dibarengi dengan tatapan mata yang dingin dan datar.
"Nak, jangan begitu. Kamu harus jaga emosimu Re !" mamanya mengelus punggung Regan.
"Jangan ada yang masuk kedalam kamar Regan, tanpa Regan minta .! Regan memutar kursi rodanya dan mengayuhnya menuju ruangan yang disukainya selama Regan mengalami kelumpuhan, akibat kecelakaan yang dialaminya.
"Kamu keluar, untuk apa kamu masuk kedalam kamar Regan ?" tanya mamanya, dan menatap maid baru yang direkrut kepala pelayan. Untuk membantu mengurus Regan, tetapi ternyata Regan tidak suka dengan maid tersebut.
"Kenapa kau berdandan seperti ini ? seperti ingin pergi ngelenong saja ?" tanya mama Regan, setelah mengamati dandanan maid tersebut yang terlalu wow untuk ukuran sedang bekerja menjadi pembantu.
Maid tersebut menundukkan kepalanya.
"Kau ini ingin bekerja, atau ingin menggoda putra saya ?" tanya mama Regan dengan sinis.
"Mala ! apa yang kau lakukan dikamar Den Regan ?" kepala pelayan datang dengan tergopoh-gopoh, setelah mendapatkan laporan dari maid yang mendengar suara keributan di kamar anak majikan mereka.
Maid yang dipanggil dengan nama Mala tertunduk, tidak berani mengangkat wajahnya.
"Ah..sial ! batal menjadi menantu orang kaya. Anaknya juga, sudah lumpuh masih saja arogan juga ." umpatan didalam batin Mala.
"Bawa dia pergi, Regan tidak mengizinkan sesiapapun masuk kedalam kamarnya. Ingat itu Pak Yusuf ." titah Nyonya Barata kepada kepala pelayan.
Kepala pelayan pak Yusuf menarik tangan Mala, dan membawanya langsung ke dapur.
Pak Yusuf memanggil semua maid, dan memerintahkan mereka semua untuk berdiri.
"Mulai hari ini, jangan ada yang berani masuk kedalam kamar Den Regan. Dan kau Mala, silakan angkat kaki dari rumah ini. Saya tahu, kau ingin menggoda Den Regan kan !" seru Pak Yusuf.
Mendengar ucapan kepala pelayan, maid-maid yang lain melirik Mala dengan sebelah mata. Dan ada mencemooh dalam hati, karena melihat keberanian Mala. Sebagai maid baru berani menggoda anak semata wayang majikannya.
"Huh..sudah duduk di kursi roda saja masih sombong ," ujar Mala sebelum pergi menuju kamarnya, untuk meninggalkan rumah majikannya yang baru seminggu ditinggalinya untuk bekerja.
"Jaga mulutmu, Den Regan lumpuh. Tapi masih berkuasa, jangan nanti kau tidak ada tempat untuk tinggal dimuka bumi ini !!" seru kepala pelayan yang tidak suka mendengar ucapan Mala.
"Pembantu bertingkah ." gerutu maid yang lain .
"Hei..ada apa ? aku ketinggalan !" Jelita berlari masuk kedalam dapur, dengan napas yang tersengal-sengal.
"Sudah selesai Jel, kau dari mana ?" tanya mbok Darmi.
"Disuruh Nyonya kepasar, nih daging kambing. Nyonya mau masakan Den Regan nasi goreng kambing ." ujar Jelita.
Nyonya Barata masuk kedalam dapur.
"Sudah ada daging kambingnya?" tanya Nyonya Barata kepada Jelita.
" Sudah Nyah ini ." Jelita menunjukkan plastik tentengannya yang berisi daging kambing.
"Cuci bersih, setelah itu potong kecil-kecil ya." titah Nyonya Barata kepada Jelita.
"Baik Nyah ." Jelita mengikuti semua perintah Nyonya Barata.
Setelah selesai memasak nasi goreng kambing, mama Regan sendiri yang membawa nasi goreng kambing tersebut masuk kedalam kamar Regan. Dia takut jika maid yang membawanya, akan berakhir dilantai kamar.
**Flashback end...
****
Diana beranjak keluar dari dalam kamar kedua anak kembarnya, sebelum benar-benar keluar. Diana berdiri didepan pintu dan menatap kedua buah hatinya.
"Jika Dia mengetahui keberadaan kalian, apa Dia akan menyukainya ?" ucap Diana sebelum menutup pintu kamar anaknya rapat.
***
Seorang pemuda duduk dengan tatapan mata yang seakan ingin menghabisi musuh.
Regan, duduk dengan mulut terkatup. Dan garis rahangnya terlihat mengetat, Dia tidak nyaman berada dalam ruangan yang penuh dengan pengusaha-pengusaha yang berbicara bisnis. Kalau tidak ada paksaan dari papanya, ingin rasanya Regan meninggalkan ruangan pesta tersebut dengan segera.
"Re, kenapa duduk disini sendiri ?" tanya seorang gadis yang datang menghampirinya, setelah mengamati sedari tadi. Melihat Regan duduk tanpa ada yang menemaninya.
Tangan gadis tersebut, membelai lengan dan sampai ke pundak Regan dengan gemulai. Godaan dilakukannya kepada putra satu-satunya keturunan Barata.
"Singkirkan tanganmu dari jas ku Nona !" ujar Regan dengan suara pelan, tetapi terdengar dingin dan datar.
"Ayolah Re, aku akan menemani mu malam ini !" wanita itu seakan tidak gentar mendengar suara Regan yang super-super dingin, dia sudah lama menaruh hati kepada Tuan muda Barata.
Tangan wanita tersebut terus melekat dipundak Regan, bermain-main dengan lemah gemulai untuk menahlukkan si punya badan.
Tap...
Tangan Regan mengambil tangan gadis tersebut, dan memelintirkannya . Sehingga gadis tersebut terkejut dan menahan sakit.
"Awww..lepas !" rintih gadis tersebut, terlihat dari raut wajah yang merasakan sakit. Akibat cengkraman tangan Regan.
"Sudah ku ingatkan kau tadi Nona, jangan menyentuh diriku. Kau tidak mendengarkannya, Apa kau ingin kehilangan jemarimu ini. Aku bisa mengabulkannya, jika kau tidak butuh lagi !" bisik Regan sembari memegang tangan gadis tersebut.
"Maaf..maaf..!" ucap gadis tersebut, seraya meringis menahan sakit dan malu.
"Boss!" Manuel menghampiri bosnya yang sedang murka.
"Jauhkan mereka dari ku !" Regan melepaskan cekalan tangannya, pada tangan gadis tersebut.
Dengan cepat gadis tersebut, menghindari Regan.
Sekilas Manuel melihat kearah tangan gadis itu yang merah.
"Ternyata boss tidak main-main" batin Manuel.
"Kita pulang !" seru Regan kepada asistennya, Manuel.
"Ok boss."
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
susi 2020
😎😎😎
2023-05-02
0
susi 2020
😔😔😔
2023-05-02
0
Erna Masliana
ini baru CEO dingin beneran.. ada cewek centil langsung plintir 😁
2021-08-17
0