Bab 5 Kemarahan

Slow update ya..

Ini masih flashback guys, ceritanya ini maju mundur cantik ya.

Clara menunggu kedatangan Papanya, selagi menunggu. Clara membantu bersih-bersih di dapur.

"Non, sudah tidak usah bantu-bantu disini. Nanti badannya bau minyak dan bumbu dapur ." seorang karyawan yang sudah lama bekerja di restoran menegur Clara.

"Nggak apa-apa mbak! kalau bau ya tinggal mandi saja, kalau masih bau. Masih banyak parfum dirumah ," ujar Clara.

"ya sudahlah, mbak balik ke depan ya. Didepan agak repot, karena ada dua orang karyawan tidak masuk ," mbak Maria kepada Clara .

"Silakan mbak, biar urusan panci dan piring kotor ini. Serahkan pada ahlinya ," ucap Clara seperti sedang mengiklankan produk pembersih piring.

"Ah..Non Clara ." Mbak Maria kembali ke depan.

Selesai membersihkan sisa-sisa makanan dan piring kotor, Clara kembali keruangan mamanya.

"Maa, Papa belum kembali ?"

"Belum, mungkin papa cari ikan ketengah laut ." gurau mamanya, karena hari ini. Papa Clara hanya mencari ikan segar.

"Mama !" Clara ikut tertawa.

"Ada apa perlu dengan papa ?" tanya mamanya, karena nggak biasanya Clara betah menunggu kedatangan Papanya.

"Iya, tapi nanti dirumah saja. Clara pulang dulu maa, banyak tugas kampus ."

Clara salah satu mahasiswa yang berprestasi di kampusnya, tapi Clara mengambil jurusan mesin. Jurusan yang tidak lazim dipilih oleh seorang wanita, itu dikarenakan kakak kembarnya memilih teknik mesin. Clara jadi ikut-ikutan.

Setelah kakak kembarnya tiada, Clara kekampus ogah-ogahan. Senin - Kamis saja Clara ke kampus , seperti puasa Senin-Kamis saja. Yang sering dikatakan temannya jika bertemu dengan Clara.

"Clara balik ya maa !"

"Bawa sayur, dirumah tidak ada makanan !" kata mamanya.

"Bosan maa, biar nanti Clara seduh mie instan saja.

**Rumah keluarga Barata.

Brakk...

Pecahan gelas yang dilemparkan Regan mengenai kaki salah satu maid yang melayani Regan.

"Kau pembantu bodo! keluar..!" teriak Regan dengan suara yang keras dan sorot mata yang tajam.

"Maaf Den.." maid tersebut jongkok memunguti pecahan gelas.

"Re, apa yang terjadi ?" mamanya datang, begitu mendengar suara ribut dari dalam kamar putranya Regan.

"Jauhkan Dia dari hadapan Regan, kalau tidak Re bisa-bisa membunuhnya !" ucapan yang pedas keluar dari mulut Regan, dibarengi dengan tatapan mata yang dingin dan datar.

"Nak, jangan begitu. Kamu harus jaga emosimu Re !" mamanya mengelus punggung Regan.

"Jangan ada yang masuk kedalam kamar Regan, tanpa Regan minta .! Regan memutar kursi rodanya dan mengayuhnya menuju ruangan yang disukainya selama Regan mengalami kelumpuhan, akibat kecelakaan yang dialaminya.

"Kamu keluar, untuk apa kamu masuk kedalam kamar Regan ?" tanya mamanya, dan menatap maid baru yang direkrut kepala pelayan. Untuk membantu mengurus Regan, tetapi ternyata Regan tidak suka dengan maid tersebut.

"Kenapa kau berdandan seperti ini ? seperti ingin pergi ngelenong saja ?" tanya mama Regan, setelah mengamati dandanan maid tersebut yang terlalu wow untuk ukuran sedang bekerja menjadi pembantu.

Maid tersebut menundukkan kepalanya.

"Kau ini ingin bekerja, atau ingin menggoda putra saya ?" tanya mama Regan dengan sinis.

"Mala ! apa yang kau lakukan dikamar Den Regan ?" kepala pelayan datang dengan tergopoh-gopoh, setelah mendapatkan laporan dari maid yang mendengar suara keributan di kamar anak majikan mereka.

Maid yang dipanggil dengan nama Mala tertunduk, tidak berani mengangkat wajahnya.

"Ah..sial ! batal menjadi menantu orang kaya. Anaknya juga, sudah lumpuh masih saja arogan juga ." umpatan didalam batin Mala.

"Bawa dia pergi, Regan tidak mengizinkan sesiapapun masuk kedalam kamarnya. Ingat itu Pak Yusuf ." titah Nyonya Barata kepada kepala pelayan.

Kepala pelayan pak Yusuf menarik tangan Mala, dan membawanya langsung ke dapur.

Pak Yusuf memanggil semua maid, dan memerintahkan mereka semua untuk berdiri.

"Mulai hari ini, jangan ada yang berani masuk kedalam kamar Den Regan. Dan kau Mala, silakan angkat kaki dari rumah ini. Saya tahu, kau ingin menggoda Den Regan kan !" seru Pak Yusuf.

Mendengar ucapan kepala pelayan, maid-maid yang lain melirik Mala dengan sebelah mata. Dan ada mencemooh dalam hati, karena melihat keberanian Mala. Sebagai maid baru berani menggoda anak semata wayang majikannya.

"Huh..sudah duduk di kursi roda saja masih sombong ," ujar Mala sebelum pergi menuju kamarnya, untuk meninggalkan rumah majikannya yang baru seminggu ditinggalinya untuk bekerja.

"Jaga mulutmu, Den Regan lumpuh. Tapi masih berkuasa, jangan nanti kau tidak ada tempat untuk tinggal dimuka bumi ini !!" seru kepala pelayan yang tidak suka mendengar ucapan Mala.

"Pembantu bertingkah ." gerutu maid yang lain .

"Hei..ada apa ? aku ketinggalan !" Jelita berlari masuk kedalam dapur, dengan napas yang tersengal-sengal.

"Sudah selesai Jel, kau dari mana ?" tanya mbok Darmi.

"Disuruh Nyonya kepasar, nih daging kambing. Nyonya mau masakan Den Regan nasi goreng kambing ." ujar Jelita.

Nyonya Barata masuk kedalam dapur.

"Sudah ada daging kambingnya?" tanya Nyonya Barata kepada Jelita.

" Sudah Nyah ini ." Jelita menunjukkan plastik tentengannya yang berisi daging kambing.

"Cuci bersih, setelah itu potong kecil-kecil ya." titah Nyonya Barata kepada Jelita.

"Baik Nyah ." Jelita mengikuti semua perintah Nyonya Barata.

Setelah selesai memasak nasi goreng kambing, mama Regan sendiri yang membawa nasi goreng kambing tersebut masuk kedalam kamar Regan. Dia takut jika maid yang membawanya, akan berakhir dilantai kamar.

**Flashback end...

****

Diana beranjak keluar dari dalam kamar kedua anak kembarnya, sebelum benar-benar keluar. Diana berdiri didepan pintu dan menatap kedua buah hatinya.

"Jika Dia mengetahui keberadaan kalian, apa Dia akan menyukainya ?" ucap Diana sebelum menutup pintu kamar anaknya rapat.

***

Seorang pemuda duduk dengan tatapan mata yang seakan ingin menghabisi musuh.

Regan, duduk dengan mulut terkatup. Dan garis rahangnya terlihat mengetat, Dia tidak nyaman berada dalam ruangan yang penuh dengan pengusaha-pengusaha yang berbicara bisnis. Kalau tidak ada paksaan dari papanya, ingin rasanya Regan meninggalkan ruangan pesta tersebut dengan segera.

"Re, kenapa duduk disini sendiri ?" tanya seorang gadis yang datang menghampirinya, setelah mengamati sedari tadi. Melihat Regan duduk tanpa ada yang menemaninya.

Tangan gadis tersebut, membelai lengan dan sampai ke pundak Regan dengan gemulai. Godaan dilakukannya kepada putra satu-satunya keturunan Barata.

"Singkirkan tanganmu dari jas ku Nona !" ujar Regan dengan suara pelan, tetapi terdengar dingin dan datar.

"Ayolah Re, aku akan menemani mu malam ini !" wanita itu seakan tidak gentar mendengar suara Regan yang super-super dingin, dia sudah lama menaruh hati kepada Tuan muda Barata.

Tangan wanita tersebut terus melekat dipundak Regan, bermain-main dengan lemah gemulai untuk menahlukkan si punya badan.

Tap...

Tangan Regan mengambil tangan gadis tersebut, dan memelintirkannya . Sehingga gadis tersebut terkejut dan menahan sakit.

"Awww..lepas !" rintih gadis tersebut, terlihat dari raut wajah yang merasakan sakit. Akibat cengkraman tangan Regan.

"Sudah ku ingatkan kau tadi Nona, jangan menyentuh diriku. Kau tidak mendengarkannya, Apa kau ingin kehilangan jemarimu ini. Aku bisa mengabulkannya, jika kau tidak butuh lagi !" bisik Regan sembari memegang tangan gadis tersebut.

"Maaf..maaf..!" ucap gadis tersebut, seraya meringis menahan sakit dan malu.

"Boss!" Manuel menghampiri bosnya yang sedang murka.

"Jauhkan mereka dari ku !" Regan melepaskan cekalan tangannya, pada tangan gadis tersebut.

Dengan cepat gadis tersebut, menghindari Regan.

Sekilas Manuel melihat kearah tangan gadis itu yang merah.

"Ternyata boss tidak main-main" batin Manuel.

"Kita pulang !" seru Regan kepada asistennya, Manuel.

"Ok boss."

Bersambung...

Terpopuler

Comments

susi 2020

susi 2020

😎😎😎

2023-05-02

0

susi 2020

susi 2020

😔😔😔

2023-05-02

0

Erna Masliana

Erna Masliana

ini baru CEO dingin beneran.. ada cewek centil langsung plintir 😁

2021-08-17

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Randhi and Rhiana
2 Bab 2 Randhi n Rhiana
3 Bab 3 Minta maaf
4 Bab 4 Pertemuan pertama
5 Bab 5 Kemarahan
6 Bab 6 Perang saudara kembar
7 Bab 7 Berita gosip
8 Bab 8 Masih mencari
9 Bab 9 Minta kado papa
10 Bab 10 Ingin foto papa
11 Bab 11 Ejekan
12 Bab 12 Berkelahi
13 Bab 13 Jangan berkelahi.
14 Bab 14 Ketakutan Diana
15 Bab 15 Bertemu
16 Bab 16 Ikut diam-diam
17 Bab 17 Mencari
18 Bab 18 Tragedi
19 Bab 19 Masih Flashback
20 Bab 20 Bahagia dan duka
21 Bab 21 Takut
22 Bab 22 Melacak
23 Bab 23 Kesekolah
24 Bab 24 Kesekolah
25 Bab 25 Bertemu
26 Bab 26 Aku tahu
27 Bab 27 Bertemu
28 Bab 28 Ada senang, ada tidak
29 Bab 29 Terpaksa kembali.
30 Bab 30 Biar nyaman
31 Bab 31 Bahagia anak-anak
32 Bab 32 Haru
33 Bab 33 Bertemu
34 Bab 34 Gembira
35 Bab 35 Kenangan
36 Bab 36 Kenangan
37 Bab 37 Bersama
38 Bab 38 RnR
39 Bab 39 Bersama.
40 Bab 40 Jangan lupa
41 Bab 41 Jangan lupa suami
42 Bab 42 Kantor
43 Bab 43 Tersingkir
44 Bab 44 Papa Randhi dan Rhiana.
45 Bab 45 Tidak ada perpisahan
46 Bab 46 Damai itu indah
47 Bab 47 Gosip
48 Bab 48 Mantan vs mantan
49 Bab 49 Tidak malu lagi
50 Bab 50 Curiga
51 Bab 51 Pengintai
52 Bab 52 Hampir celaka
53 Bab 53 Tante vs bocah
54 Bab 54 Sabotase
55 Bab 55 Obsesi
56 Bab 56 Dendam
57 Bab 57 Bukan gadis baik
58 Bab 58 Jejak Rio
59 Bab 59 Curiga Mario
60 Bab 60 Penculikan
61 Bab 61 Mencari
62 Bab 62 Lari
63 Bab 63 Bertemu
64 Bab 64 Akhirnya
65 Bab 65 Kau !!"
66 Bab 66 Marah
67 Bab 67 Cemburu
68 Bab 68 Mencari bukti
69 Bab 69 Titik terang
70 Bab 70 Damai
71 Bab 71 Berita gembira
72 Bab 72 Cerita Ronald
73 Bab 73 Masih cerita Ronald
74 Bab 74 Bertemu
75 Bab 75 Maaf
76 Bab 76 Kabar gembira
77 Bab 77 Bertemu
78 Bab 78 Akhir hidup
79 Bab 79 Belanja
80 Bab 80 Happy
81 Extra bab 81 Siapa?
82 Extra bab 82 Siapa dalang?
83 Extra bab 83 Curiga
84 Extra bab 84 Ada apa dengan Regan
85 Extra Bab 85 Orang dekat
86 Extra bab 86 Curiga
87 Extra bab 87 Siapa dia
88 Extra bab 88 Curiga
89 Extra bab 89 Beraksi
90 Extra bab 90 Berkorban
91 Extra bab 91 Bunuh diri
92 Extra bab 92 Akhir petualangan
93 Extra bab 93 Ada rasa
94 Extra bab 94 Diam-diam dekat
95 Extra bab 95 akhirnya
96 Extra bab TAMAT
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Bab 1 Randhi and Rhiana
2
Bab 2 Randhi n Rhiana
3
Bab 3 Minta maaf
4
Bab 4 Pertemuan pertama
5
Bab 5 Kemarahan
6
Bab 6 Perang saudara kembar
7
Bab 7 Berita gosip
8
Bab 8 Masih mencari
9
Bab 9 Minta kado papa
10
Bab 10 Ingin foto papa
11
Bab 11 Ejekan
12
Bab 12 Berkelahi
13
Bab 13 Jangan berkelahi.
14
Bab 14 Ketakutan Diana
15
Bab 15 Bertemu
16
Bab 16 Ikut diam-diam
17
Bab 17 Mencari
18
Bab 18 Tragedi
19
Bab 19 Masih Flashback
20
Bab 20 Bahagia dan duka
21
Bab 21 Takut
22
Bab 22 Melacak
23
Bab 23 Kesekolah
24
Bab 24 Kesekolah
25
Bab 25 Bertemu
26
Bab 26 Aku tahu
27
Bab 27 Bertemu
28
Bab 28 Ada senang, ada tidak
29
Bab 29 Terpaksa kembali.
30
Bab 30 Biar nyaman
31
Bab 31 Bahagia anak-anak
32
Bab 32 Haru
33
Bab 33 Bertemu
34
Bab 34 Gembira
35
Bab 35 Kenangan
36
Bab 36 Kenangan
37
Bab 37 Bersama
38
Bab 38 RnR
39
Bab 39 Bersama.
40
Bab 40 Jangan lupa
41
Bab 41 Jangan lupa suami
42
Bab 42 Kantor
43
Bab 43 Tersingkir
44
Bab 44 Papa Randhi dan Rhiana.
45
Bab 45 Tidak ada perpisahan
46
Bab 46 Damai itu indah
47
Bab 47 Gosip
48
Bab 48 Mantan vs mantan
49
Bab 49 Tidak malu lagi
50
Bab 50 Curiga
51
Bab 51 Pengintai
52
Bab 52 Hampir celaka
53
Bab 53 Tante vs bocah
54
Bab 54 Sabotase
55
Bab 55 Obsesi
56
Bab 56 Dendam
57
Bab 57 Bukan gadis baik
58
Bab 58 Jejak Rio
59
Bab 59 Curiga Mario
60
Bab 60 Penculikan
61
Bab 61 Mencari
62
Bab 62 Lari
63
Bab 63 Bertemu
64
Bab 64 Akhirnya
65
Bab 65 Kau !!"
66
Bab 66 Marah
67
Bab 67 Cemburu
68
Bab 68 Mencari bukti
69
Bab 69 Titik terang
70
Bab 70 Damai
71
Bab 71 Berita gembira
72
Bab 72 Cerita Ronald
73
Bab 73 Masih cerita Ronald
74
Bab 74 Bertemu
75
Bab 75 Maaf
76
Bab 76 Kabar gembira
77
Bab 77 Bertemu
78
Bab 78 Akhir hidup
79
Bab 79 Belanja
80
Bab 80 Happy
81
Extra bab 81 Siapa?
82
Extra bab 82 Siapa dalang?
83
Extra bab 83 Curiga
84
Extra bab 84 Ada apa dengan Regan
85
Extra Bab 85 Orang dekat
86
Extra bab 86 Curiga
87
Extra bab 87 Siapa dia
88
Extra bab 88 Curiga
89
Extra bab 89 Beraksi
90
Extra bab 90 Berkorban
91
Extra bab 91 Bunuh diri
92
Extra bab 92 Akhir petualangan
93
Extra bab 93 Ada rasa
94
Extra bab 94 Diam-diam dekat
95
Extra bab 95 akhirnya
96
Extra bab TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!