**Jumpa lagi dengan author receh nih 🥰
Happy reading guys..
***
Diana pulang dengan membawa baso yang dibelinya tadi.
Begitu tiba didepan pagar rumah, Diana sudah disambut oleh kedua anak kembarnya.
"Mama ! mama kemana sih ?" tanya Randhi dan Rhiana berbarengan, dan langsung mengandeng tangan Diana kiri dan kanan.
"Hati-hati panas ini ." ingatkan Diana dengan bungkusan yang dibawanya.
"Apa maa, harum sekali ." Randhi mengendus bawaan mamanya.
"Hahahaha..Kak Randhi mirip puppy !" ledek Rhiana.
"Guk..guk.guk..!" Randhi menirukan suara puppy, membuat Rhiana tertawa.
"Sudah balik Di, pantas sudah terdengar suara ribut," kata Jelita, melihat Randhi dan Rhiana mengandeng tangan Diana.
"Mbak ini ada baso ." Diana menyerahkan bungkusan yang dibawanya.
"Sana ikut bunda, mama mau bersihkan badan dulu. Banyak debu ." Diana masuk kedalam kamar, dan si kembar Randhi dan Rhiana mengikuti Jelita kedapur.
Begitu selesai mandi, Diana keluar dari dalam kamar. Randhi dan Rhiana sedang menikmati baso yang dibawa oleh mamanya Diana.
"Enak ?" tanya Diana.
"Enak maa, nanti belikan lagi ya maa ," kata Randhi yang sangat hobby makan, khususnya baso.
"Rhiana, kenapa tidak dihabiskan ?" tanya Diana, yang melihat baso Rhiana masih ada.
"Untuk mama ." Rhiana membawa baso nya untuk Diana.
"Anak mama baik sekali, tadi mama sudah makan baso ditempatnya. Mama tadi kelaparan, ini untuk Rhiana makan ya ." Diana kembali memberikan baso kepada Rhiana.
"Ini untuk Rhiana sendiri ?" tanya Rhiana lagi .
"Iya, makan. Habiskan ."
"Mbak Je, tadi Di ada lihat rumah toko dikontrakkan. Bagaimana nanti agak sorean kita kesana ?" tanya Diana kepada Jelita.
"Boleh ," sahut Jelita.
"Daerah mana ?" tanya Jelita.
"Di dekat bengkel bang Poltak, dekat persimpangan ," kata Diana.
"Lokasinya bagus tuh Di, tapi apa tidak mengandung resiko. Itu pinggir jalan raya Di, apa nanti..." Jelita menghentikan ucapannya, matanya melirik sikembar yang lagi asik dengan baso nya.
"Mbak, kita ini tinggal dipinggiran. Kecil kemungkinannya kita berjumpa dengannya ," kata Diana.
Diana mendekati Jelita dan berbicara dengan pelan.
"Lagipula Dia pasti tidak akan mencari kita Mbak ."
"Bagaimana jika Dia mencari-cari mu Di, tapi karena kau Mengganti identitas mu. Maka tidak bertemu ."
"Sudahlah Mbak, tidak usah kita ingat-ingat lagi. Sudah tujuh tahun yang lalu.
"Oh ya anak-anak, ingin kado apa ulang tahun kali ini ?" tanya Diana kepada Randhi dan Rhiana.
"Kami ingin papa !" kompak keduanya dalam berkata.
"Aaa...!" kaget Diana, dan matanya langsung menatap wajah Jelita.
"Bukan mbak Di, mbak nggak ngajarin mereka ," ujar Jelita seraya menggelengkan kepalanya.
"Siapa yang ngajarin kalian minta papa ?" tanya Diana kepada Randhi dan Rhiana.
Randhi dan Rhiana menggelengkan kepalanya.
"Om Poltak !" tebak Diana .
"Tidak ada maa, itu keinginan kami sendiri ," ujar Randhi dengan menundukkan wajahnya yang sedih.
"Kami ingin seperti teman-teman yang lain maa, pergi dan pulang sekolah diantar oleh papa mereka. Anak kelas satu itu maa, semua diantar oleh papa atau mamanya. Kami pergi sendirian, tidak ada yang menemani ." wajah Rhiana juga terlihat sedih, saat mengungkapkan isi hatinya.
"Permintaan kalian ini, tidak mungkin mama kabulkan. Papa tidak bisa jadi kado ulang tahun ," kata mamanya .
"Bisa maa, kami akan cari papa. Dan mama harus menerima papa yang sudah kami cari ," kata Randhi.
"Kalian ingin mencari papa di mana ?" tanya Jelita.
"Di koran, laki-laki yang yang Randhi baca tadi sebenarnya cocok jadi papa kita. Tapi sepertinya Dia punya banyak pacar, Dia tidak cocok menjadi papa kita ," kata Randhi .
"Aku ingin pak Steven sebagai papa kita ," kata Rhiana.
"Siapa pak Steven ?" tanya Diana.
"Guru sekolah Rhiana maa, orangnya baik pada Rhiana maa ," kata Rhiana.
"Nggak boleh, Pak Steven terlalu gendut !" seru Randhi, yang menolak pilihan Rhiana.
"Cukup..cukup..! jangan cari papa lagi ya !" seru Diana.
Jelita tertawa melihat Diana pusing menghadapi si kembar, yang memiliki keinginan yang tidak mungkin disanggupi oleh Diana.
"Maa..! kami mau papa !" seru Randhi dan Rhiana, mengikuti Diana yang masuk kedalam kamar.
"Begini saja, kalian cari sosok papa yang ideal menurun kalian berdua. Biar mama seleksi, oke !" kata Diana, agar Randhi dan Rhiana tenang. Tidak meributkan keinginannya untuk memiliki Papa.
"Janji maa ?" tanya Randhi.
"Ya janji ," sahut Diana.
"Tidak boleh ingkar ya maa ," kata Rhiana.
"Iya, dan sekarang biarkan mama istirahat dulu ya. Sebentar sore kita mau pergi ," kata Diana kepada Randhi dan Rhiana.
"Oke maa ." kemudian keduanya keluar.
"Akhirnya terbebas dari keinginan konyol mereka ." Diana merebahkan tubuhnya dan berusaha untuk memejamkan matanya.
***
Regan hari ini tidak kembali ke Apartemennya, Dia menuju rumah. Di mana Dia hampir setahun tinggal bersama dengan Clara dirumah tersebut.
Pintu gerbang terbuka, mobil Regan masuk dan Dia langsung disambut oleh petugas keamanan rumah nya.
"Selamat datang Den ?" ucap pak Sarif.
"Apa tidak ada yang datang pak ?" tanya Regan, yang mengharapkan Diana kembali.
"Tidak ada Den ," kata pak Sarif.
"Ya sudah pak, saya masuk dulu."
Regan masuk kedalam rumah, dan melihat keadaan rumah masih tetap sama seperti saat Dia masih tinggal disini bersama dengan Clara.
"Selamat datang Den Regan ." terdengar suara dari belakang Regan.
Regan menoleh dan melihat mbok Darmi, maid yang sudah lama ikut dengannya.
"Mbok, jika tidak sanggup membersihkan rumah ini sendiri. Ambil lagi teman untuk membantu bersih-bersih ," kata Regan.
"Apa Jelita mau kembali lagi ?" tanya Regan kepada mbok Darmi, yang tidak mengetahui bahwa Jelita sebenarnya tidak pulang kampung. Tetapi ikut bersama dengan Clara.
"Tidak usah Den, mbok bisa membersihkan rumah ini sendiri. Pak Sarif juga sering bantu-bantu " tolak mbok Darmi untuk menambah maid di rumah Regan.
"Jelita bagaimana mbok ?" tanya Regan.
"Mbok sudah lama tidak berkomunikasi dengan Jelita, sejak Dia resign dari sini ," kata mbok Darmi.
"Kalau mbok nggak sanggup, mbok ambil saja satu untuk bantu."
"Baik Den "
Regan naik keatas, menuju kamarnya.
Cklek...
Begitu pintu terbuka, pandangan Regan langsung terfokus dengan gambar diatas kepala ranjang.
Gambar dirinya dan Clara masih tergantung disana.
Regan menuju walk in closet dan membukanya, dan terlihat baju yang dikenakan Clara masih tersusun rapi disana. Sepertinya baju tersebut menunggu sang pemilik untuk memakainya kembali.
" Tunggu, Dia pasti kembali ." Regan menutup kembali walk in closet, setelah mengambil bajunya.
Setelah berganti baju, Regan merebahkan tubuhnya. Regan melihat kesamping, Dia mengharapkan Clara masih ada disana tidur disisinya.
Ingatan Regan kembali, saat hari pertama mereka menjadi suami isteri.
🌟 Flashback🌟
Pintu terbuka, dan Regan melihat Clara masuk bersama dengan mamanya.
"Nah..Clara ini kamar kamu ," kata mama Regan kepada Clara, sedang Regan sibuk dengan laptopnya.
"Mama keluar ya, Re jangan galak-galak dengan Clara ya. Sekarang Dia sudah menjadi istrimu ,"ucap mama sebelum beranjak meninggalkan kamar putranya.
Sebelum keluar, mamanya menepuk-nepuk pundak Clara.
Setelah mamanya keluar, Clara masih berdiri dengan memegang kopernya .
"Untuk apa kau mematung di situ, bawa barang-barang mu kedalam sana ."
...Bersambung guys.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
Mimi Jamileh
lanjut thor
2021-10-24
0
FeBry Rsher
Kpn Regan bertemu dengan Clara dan anak 2nya
2021-09-09
0
Dee Na
ini Regan sebwnwrnya cinta apa gmn y sama Clara?
2021-08-04
0