Bab 9 Minta kado papa

**Jumpa lagi dengan author receh nih 🥰

Happy reading guys..

***

Diana pulang dengan membawa baso yang dibelinya tadi.

Begitu tiba didepan pagar rumah, Diana sudah disambut oleh kedua anak kembarnya.

"Mama ! mama kemana sih ?" tanya Randhi dan Rhiana berbarengan, dan langsung mengandeng tangan Diana kiri dan kanan.

"Hati-hati panas ini ." ingatkan Diana dengan bungkusan yang dibawanya.

"Apa maa, harum sekali ." Randhi mengendus bawaan mamanya.

"Hahahaha..Kak Randhi mirip puppy !" ledek Rhiana.

"Guk..guk.guk..!" Randhi menirukan suara puppy, membuat Rhiana tertawa.

"Sudah balik Di, pantas sudah terdengar suara ribut," kata Jelita, melihat Randhi dan Rhiana mengandeng tangan Diana.

"Mbak ini ada baso ." Diana menyerahkan bungkusan yang dibawanya.

"Sana ikut bunda, mama mau bersihkan badan dulu. Banyak debu ." Diana masuk kedalam kamar, dan si kembar Randhi dan Rhiana mengikuti Jelita kedapur.

Begitu selesai mandi, Diana keluar dari dalam kamar. Randhi dan Rhiana sedang menikmati baso yang dibawa oleh mamanya Diana.

"Enak ?" tanya Diana.

"Enak maa, nanti belikan lagi ya maa ," kata Randhi yang sangat hobby makan, khususnya baso.

"Rhiana, kenapa tidak dihabiskan ?" tanya Diana, yang melihat baso Rhiana masih ada.

"Untuk mama ." Rhiana membawa baso nya untuk Diana.

"Anak mama baik sekali, tadi mama sudah makan baso ditempatnya. Mama tadi kelaparan, ini untuk Rhiana makan ya ." Diana kembali memberikan baso kepada Rhiana.

"Ini untuk Rhiana sendiri ?" tanya Rhiana lagi .

"Iya, makan. Habiskan ."

"Mbak Je, tadi Di ada lihat rumah toko dikontrakkan. Bagaimana nanti agak sorean kita kesana ?" tanya Diana kepada Jelita.

"Boleh ," sahut Jelita.

"Daerah mana ?" tanya Jelita.

"Di dekat bengkel bang Poltak, dekat persimpangan ," kata Diana.

"Lokasinya bagus tuh Di, tapi apa tidak mengandung resiko. Itu pinggir jalan raya Di, apa nanti..." Jelita menghentikan ucapannya, matanya melirik sikembar yang lagi asik dengan baso nya.

"Mbak, kita ini tinggal dipinggiran. Kecil kemungkinannya kita berjumpa dengannya ," kata Diana.

Diana mendekati Jelita dan berbicara dengan pelan.

"Lagipula Dia pasti tidak akan mencari kita Mbak ."

"Bagaimana jika Dia mencari-cari mu Di, tapi karena kau Mengganti identitas mu. Maka tidak bertemu ."

"Sudahlah Mbak, tidak usah kita ingat-ingat lagi. Sudah tujuh tahun yang lalu.

"Oh ya anak-anak, ingin kado apa ulang tahun kali ini ?" tanya Diana kepada Randhi dan Rhiana.

"Kami ingin papa !" kompak keduanya dalam berkata.

"Aaa...!" kaget Diana, dan matanya langsung menatap wajah Jelita.

"Bukan mbak Di, mbak nggak ngajarin mereka ," ujar Jelita seraya menggelengkan kepalanya.

"Siapa yang ngajarin kalian minta papa ?" tanya Diana kepada Randhi dan Rhiana.

Randhi dan Rhiana menggelengkan kepalanya.

"Om Poltak !" tebak Diana .

"Tidak ada maa, itu keinginan kami sendiri ," ujar Randhi dengan menundukkan wajahnya yang sedih.

"Kami ingin seperti teman-teman yang lain maa, pergi dan pulang sekolah diantar oleh papa mereka. Anak kelas satu itu maa, semua diantar oleh papa atau mamanya. Kami pergi sendirian, tidak ada yang menemani ." wajah Rhiana juga terlihat sedih, saat mengungkapkan isi hatinya.

"Permintaan kalian ini, tidak mungkin mama kabulkan. Papa tidak bisa jadi kado ulang tahun ," kata mamanya .

"Bisa maa, kami akan cari papa. Dan mama harus menerima papa yang sudah kami cari ," kata Randhi.

"Kalian ingin mencari papa di mana ?" tanya Jelita.

"Di koran, laki-laki yang yang Randhi baca tadi sebenarnya cocok jadi papa kita. Tapi sepertinya Dia punya banyak pacar, Dia tidak cocok menjadi papa kita ," kata Randhi .

"Aku ingin pak Steven sebagai papa kita ," kata Rhiana.

"Siapa pak Steven ?" tanya Diana.

"Guru sekolah Rhiana maa, orangnya baik pada Rhiana maa ," kata Rhiana.

"Nggak boleh, Pak Steven terlalu gendut !" seru Randhi, yang menolak pilihan Rhiana.

"Cukup..cukup..! jangan cari papa lagi ya !" seru Diana.

Jelita tertawa melihat Diana pusing menghadapi si kembar, yang memiliki keinginan yang tidak mungkin disanggupi oleh Diana.

"Maa..! kami mau papa !" seru Randhi dan Rhiana, mengikuti Diana yang masuk kedalam kamar.

"Begini saja, kalian cari sosok papa yang ideal menurun kalian berdua. Biar mama seleksi, oke !" kata Diana, agar Randhi dan Rhiana tenang. Tidak meributkan keinginannya untuk memiliki Papa.

"Janji maa ?" tanya Randhi.

"Ya janji ," sahut Diana.

"Tidak boleh ingkar ya maa ," kata Rhiana.

"Iya, dan sekarang biarkan mama istirahat dulu ya. Sebentar sore kita mau pergi ," kata Diana kepada Randhi dan Rhiana.

"Oke maa ." kemudian keduanya keluar.

"Akhirnya terbebas dari keinginan konyol mereka ." Diana merebahkan tubuhnya dan berusaha untuk memejamkan matanya.

***

Regan hari ini tidak kembali ke Apartemennya, Dia menuju rumah. Di mana Dia hampir setahun tinggal bersama dengan Clara dirumah tersebut.

Pintu gerbang terbuka, mobil Regan masuk dan Dia langsung disambut oleh petugas keamanan rumah nya.

"Selamat datang Den ?" ucap pak Sarif.

"Apa tidak ada yang datang pak ?" tanya Regan, yang mengharapkan Diana kembali.

"Tidak ada Den ," kata pak Sarif.

"Ya sudah pak, saya masuk dulu."

Regan masuk kedalam rumah, dan melihat keadaan rumah masih tetap sama seperti saat Dia masih tinggal disini bersama dengan Clara.

"Selamat datang Den Regan ." terdengar suara dari belakang Regan.

Regan menoleh dan melihat mbok Darmi, maid yang sudah lama ikut dengannya.

"Mbok, jika tidak sanggup membersihkan rumah ini sendiri. Ambil lagi teman untuk membantu bersih-bersih ," kata Regan.

"Apa Jelita mau kembali lagi ?" tanya Regan kepada mbok Darmi, yang tidak mengetahui bahwa Jelita sebenarnya tidak pulang kampung. Tetapi ikut bersama dengan Clara.

"Tidak usah Den, mbok bisa membersihkan rumah ini sendiri. Pak Sarif juga sering bantu-bantu " tolak mbok Darmi untuk menambah maid di rumah Regan.

"Jelita bagaimana mbok ?" tanya Regan.

"Mbok sudah lama tidak berkomunikasi dengan Jelita, sejak Dia resign dari sini ," kata mbok Darmi.

"Kalau mbok nggak sanggup, mbok ambil saja satu untuk bantu."

"Baik Den "

Regan naik keatas, menuju kamarnya.

Cklek...

Begitu pintu terbuka, pandangan Regan langsung terfokus dengan gambar diatas kepala ranjang.

Gambar dirinya dan Clara masih tergantung disana.

Regan menuju walk in closet dan membukanya, dan terlihat baju yang dikenakan Clara masih tersusun rapi disana. Sepertinya baju tersebut menunggu sang pemilik untuk memakainya kembali.

" Tunggu, Dia pasti kembali ." Regan menutup kembali walk in closet, setelah mengambil bajunya.

Setelah berganti baju, Regan merebahkan tubuhnya. Regan melihat kesamping, Dia mengharapkan Clara masih ada disana tidur disisinya.

Ingatan Regan kembali, saat hari pertama mereka menjadi suami isteri.

🌟 Flashback🌟

Pintu terbuka, dan Regan melihat Clara masuk bersama dengan mamanya.

"Nah..Clara ini kamar kamu ," kata mama Regan kepada Clara, sedang Regan sibuk dengan laptopnya.

"Mama keluar ya, Re jangan galak-galak dengan Clara ya. Sekarang Dia sudah menjadi istrimu ,"ucap mama sebelum beranjak meninggalkan kamar putranya.

Sebelum keluar, mamanya menepuk-nepuk pundak Clara.

Setelah mamanya keluar, Clara masih berdiri dengan memegang kopernya .

"Untuk apa kau mematung di situ, bawa barang-barang mu kedalam sana ."

...Bersambung guys.....

Terpopuler

Comments

Mimi Jamileh

Mimi Jamileh

lanjut thor

2021-10-24

0

FeBry Rsher

FeBry Rsher

Kpn Regan bertemu dengan Clara dan anak 2nya

2021-09-09

0

Dee Na

Dee Na

ini Regan sebwnwrnya cinta apa gmn y sama Clara?

2021-08-04

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Randhi and Rhiana
2 Bab 2 Randhi n Rhiana
3 Bab 3 Minta maaf
4 Bab 4 Pertemuan pertama
5 Bab 5 Kemarahan
6 Bab 6 Perang saudara kembar
7 Bab 7 Berita gosip
8 Bab 8 Masih mencari
9 Bab 9 Minta kado papa
10 Bab 10 Ingin foto papa
11 Bab 11 Ejekan
12 Bab 12 Berkelahi
13 Bab 13 Jangan berkelahi.
14 Bab 14 Ketakutan Diana
15 Bab 15 Bertemu
16 Bab 16 Ikut diam-diam
17 Bab 17 Mencari
18 Bab 18 Tragedi
19 Bab 19 Masih Flashback
20 Bab 20 Bahagia dan duka
21 Bab 21 Takut
22 Bab 22 Melacak
23 Bab 23 Kesekolah
24 Bab 24 Kesekolah
25 Bab 25 Bertemu
26 Bab 26 Aku tahu
27 Bab 27 Bertemu
28 Bab 28 Ada senang, ada tidak
29 Bab 29 Terpaksa kembali.
30 Bab 30 Biar nyaman
31 Bab 31 Bahagia anak-anak
32 Bab 32 Haru
33 Bab 33 Bertemu
34 Bab 34 Gembira
35 Bab 35 Kenangan
36 Bab 36 Kenangan
37 Bab 37 Bersama
38 Bab 38 RnR
39 Bab 39 Bersama.
40 Bab 40 Jangan lupa
41 Bab 41 Jangan lupa suami
42 Bab 42 Kantor
43 Bab 43 Tersingkir
44 Bab 44 Papa Randhi dan Rhiana.
45 Bab 45 Tidak ada perpisahan
46 Bab 46 Damai itu indah
47 Bab 47 Gosip
48 Bab 48 Mantan vs mantan
49 Bab 49 Tidak malu lagi
50 Bab 50 Curiga
51 Bab 51 Pengintai
52 Bab 52 Hampir celaka
53 Bab 53 Tante vs bocah
54 Bab 54 Sabotase
55 Bab 55 Obsesi
56 Bab 56 Dendam
57 Bab 57 Bukan gadis baik
58 Bab 58 Jejak Rio
59 Bab 59 Curiga Mario
60 Bab 60 Penculikan
61 Bab 61 Mencari
62 Bab 62 Lari
63 Bab 63 Bertemu
64 Bab 64 Akhirnya
65 Bab 65 Kau !!"
66 Bab 66 Marah
67 Bab 67 Cemburu
68 Bab 68 Mencari bukti
69 Bab 69 Titik terang
70 Bab 70 Damai
71 Bab 71 Berita gembira
72 Bab 72 Cerita Ronald
73 Bab 73 Masih cerita Ronald
74 Bab 74 Bertemu
75 Bab 75 Maaf
76 Bab 76 Kabar gembira
77 Bab 77 Bertemu
78 Bab 78 Akhir hidup
79 Bab 79 Belanja
80 Bab 80 Happy
81 Extra bab 81 Siapa?
82 Extra bab 82 Siapa dalang?
83 Extra bab 83 Curiga
84 Extra bab 84 Ada apa dengan Regan
85 Extra Bab 85 Orang dekat
86 Extra bab 86 Curiga
87 Extra bab 87 Siapa dia
88 Extra bab 88 Curiga
89 Extra bab 89 Beraksi
90 Extra bab 90 Berkorban
91 Extra bab 91 Bunuh diri
92 Extra bab 92 Akhir petualangan
93 Extra bab 93 Ada rasa
94 Extra bab 94 Diam-diam dekat
95 Extra bab 95 akhirnya
96 Extra bab TAMAT
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Bab 1 Randhi and Rhiana
2
Bab 2 Randhi n Rhiana
3
Bab 3 Minta maaf
4
Bab 4 Pertemuan pertama
5
Bab 5 Kemarahan
6
Bab 6 Perang saudara kembar
7
Bab 7 Berita gosip
8
Bab 8 Masih mencari
9
Bab 9 Minta kado papa
10
Bab 10 Ingin foto papa
11
Bab 11 Ejekan
12
Bab 12 Berkelahi
13
Bab 13 Jangan berkelahi.
14
Bab 14 Ketakutan Diana
15
Bab 15 Bertemu
16
Bab 16 Ikut diam-diam
17
Bab 17 Mencari
18
Bab 18 Tragedi
19
Bab 19 Masih Flashback
20
Bab 20 Bahagia dan duka
21
Bab 21 Takut
22
Bab 22 Melacak
23
Bab 23 Kesekolah
24
Bab 24 Kesekolah
25
Bab 25 Bertemu
26
Bab 26 Aku tahu
27
Bab 27 Bertemu
28
Bab 28 Ada senang, ada tidak
29
Bab 29 Terpaksa kembali.
30
Bab 30 Biar nyaman
31
Bab 31 Bahagia anak-anak
32
Bab 32 Haru
33
Bab 33 Bertemu
34
Bab 34 Gembira
35
Bab 35 Kenangan
36
Bab 36 Kenangan
37
Bab 37 Bersama
38
Bab 38 RnR
39
Bab 39 Bersama.
40
Bab 40 Jangan lupa
41
Bab 41 Jangan lupa suami
42
Bab 42 Kantor
43
Bab 43 Tersingkir
44
Bab 44 Papa Randhi dan Rhiana.
45
Bab 45 Tidak ada perpisahan
46
Bab 46 Damai itu indah
47
Bab 47 Gosip
48
Bab 48 Mantan vs mantan
49
Bab 49 Tidak malu lagi
50
Bab 50 Curiga
51
Bab 51 Pengintai
52
Bab 52 Hampir celaka
53
Bab 53 Tante vs bocah
54
Bab 54 Sabotase
55
Bab 55 Obsesi
56
Bab 56 Dendam
57
Bab 57 Bukan gadis baik
58
Bab 58 Jejak Rio
59
Bab 59 Curiga Mario
60
Bab 60 Penculikan
61
Bab 61 Mencari
62
Bab 62 Lari
63
Bab 63 Bertemu
64
Bab 64 Akhirnya
65
Bab 65 Kau !!"
66
Bab 66 Marah
67
Bab 67 Cemburu
68
Bab 68 Mencari bukti
69
Bab 69 Titik terang
70
Bab 70 Damai
71
Bab 71 Berita gembira
72
Bab 72 Cerita Ronald
73
Bab 73 Masih cerita Ronald
74
Bab 74 Bertemu
75
Bab 75 Maaf
76
Bab 76 Kabar gembira
77
Bab 77 Bertemu
78
Bab 78 Akhir hidup
79
Bab 79 Belanja
80
Bab 80 Happy
81
Extra bab 81 Siapa?
82
Extra bab 82 Siapa dalang?
83
Extra bab 83 Curiga
84
Extra bab 84 Ada apa dengan Regan
85
Extra Bab 85 Orang dekat
86
Extra bab 86 Curiga
87
Extra bab 87 Siapa dia
88
Extra bab 88 Curiga
89
Extra bab 89 Beraksi
90
Extra bab 90 Berkorban
91
Extra bab 91 Bunuh diri
92
Extra bab 92 Akhir petualangan
93
Extra bab 93 Ada rasa
94
Extra bab 94 Diam-diam dekat
95
Extra bab 95 akhirnya
96
Extra bab TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!