**Jumpa lagi dengan author, happy reading guys.
****
Kegundahan hati Diana, mengetahui bahwa Randhi akan mengikuti lomba menyanyi. Membuat Diana tidak bisa memejamkan matanya, ketakutannya jika keduanya bertemu dengan Regan. Apa Regan mengetahui bahwa keduanya putra yang tidak diketahuinya keberadaannya, Diana teringat kembali . Kenapa ia meninggalkan Regan.
🌟 Flashback🌟
Karena kondisi kaki Regan yang mengalami peningkatan yang signifikan, dan atas keinginan orang tuanya Regan diterbangkan keluar negeri.
Sejak dulu, kedua orangtuanya ingin membawa Regan berobat keluar. Tetapi Regan selalu menolak, karena Regan merasa bahwa dia tidak ada harapan untuk pulih seperti sedia kala.
Setelah ada perkembangan yang bagus belakangan ini, Regan mau untuk berobat keluar.
Setelah sebulan berada di luar negeri, akhirnya Regan sudah bisa bergerak dengan mengguna tongkat Walker.
Walaupun belum begitu lancar, tapi perkembangan itu membuat kedua orangtuanya sangat gembira. Begitu juga dengan Clara yang selalu berada disamping Regan.
Hari ini Regan kembali ke Indonesia, setelah hampir dua bulan berada di luar negeri.
Dalam perjalanan menuju rumah, mata Clara menatap keluar jendela mobil.
"Akhirnya, aku tiba di negara ku ." monolog dalam benaknya Clara.
"Apa yang kau lihat, apa kau sudah rindu dengan kedua orangtuamu ? Atau kekasihmu ," kata Regan.
Selama menikah dengan Regan, Regan tidak pernah main tangan. Tetapi ucapannya yang sering membuat Clara tidak nyaman dan sering membuat Clara mengingat bahwa ia dan kakak kembarnya yang membuat Regan harus mengalami ini semua.
"Kenapa diam ?" tanya Regan, karena tidak mendengar Clara membantah.
"Clara rindu dengan mama dan papa" jawab Clara.
"Pacar ?" tanya Regan.
"Kan sudah Clara bilang berulang kali, Clara tidak punya kekasih !" kata Clara.
"Aku tidak percaya !" kata Regan.
"**Aku akan mencari tahu, kenapa kau mau menikah dengan ku ." batin Regan, matanya melirik Clara yang kembali menatap keluar jendela mobil.
Mobil tiba dikediaman Regan, dan mereka disambut oleh mama dan papa Regan.
"Welcome back boy !" seru papa Regan, begitu Regan keluar dan berjalan menggunakan tongkat Walker.
Mama Regan memeluk Regan, dan kemudian memeluk Clara.
"Terimakasih Clara, kau telah menjaga Regan ." bisik mama Regan, saat ia memeluk Clara.
"Itu sudah kewajiban Clara mama ," jawab Clara.
"Ayo masuk ," ucap papa Regan.
Mereka mengikuti Regan yang berjalan pelan dengan menggunakan tongkat Walker .
"Hati-hati Re ," ujar mamanya.
"Iya maa " jawab Regan.
"Langsung istirahat saja kak, biar kak Re kembangkan dulu badan kak Regan," kata Clara.
"Ya Re, istirahat saja. Pasti letih, menempuh perjalanan jauh ," kata mama Regan.
Regan berjalan pelan-pelan menuju kamarnya dilantai bawah.
Begitu sampai didalam kamar, Regan langsung merebahkan tubuhnya.
Clara menuju walk in closet, untuk mengambil baju ganti. Agar Regan nyaman.
"Kak Re, ganti dulu bajunya," kata Clara dan menyerahkan baju tidur.
"Tolong gantikan ." titah Regan.
"Kak Re sudah bisa ganti sendiri kan." karena selama kaki Regan sudah bisa berjalan, Regan selalu ganti dan memakai baju sendiri. Saat tidak bisa apa-apa, selalu pak Andi yang membantu. Tidak pernah Clara yang menggantikannya.
" Clara panggilkan pak Andi ya," ucap Clara.
"Tidak usah, Ara saja yang gantikan ," ujar Regan kepada Clara.
"Tapi kak..!" Clara bingung, bagaimana ia dapat menggantikan celana jeans yang dikenakan Regan. Dia tidak pernah melakukannya.
"Ayo cepat, aku ingin beristirahat ." senyum licik terlihat dibibirnya.
Clara maju dan dengan ragu-ragu, membuka kemeja yang dikenakan Regan.
Kemudian Clara memakaikan baju kaos yang nyaman untuk dibawa tidur.
Saat ingin membuka bagian bawah yang dikenakan Regan, Clara membukanya dengan mata tertutup. karena ia tidak pernah melihat pria telanjang dihadapannya.
Dengan penuh kesulitan, Clara membuka resleting cel*ana yang dikenakan Regan. Apalagi Clara membukanya dengan mata terpejam.
"Kenapa matamu terpejam, apa kau jijik melihat badanku ?" tanya Regan.
"Tidak kak !" seru Clara dan matanya spontan terbuka.
"Buka, jangan tutup mata !" titah Regan.
"Iya !" lirih suara Clara .
"Terkena setan mana kak Regan, biasanya Dia bisa sendiri memakai baju dan cel*ananya" batin Clara.
"Cepat Ara !" seru Regan, yang manggil Clara dengan Ara.
Clara membuka dengan pelan celana jeans yang dipakai Regan, sehingga Regan tinggal memakai dalaman saja.
"ini juga buka ." titah Regan, agar Clara membuka pakaian dalam yang dikenakannya.
"Apa ?" kaget Clara.
"Aku tidak suka tidur memakai pakaian dalam, cepat bukakan Ara ," jawab Regan dengan santainya.
"Tapi..tapi..!" gugup Clara.
"Tapi..tapi apa? cepatlah. Pinggang ku sudah sangat letih ingin berbaring !" seru Regan.
"**Sial ." gerutu Clara dalam benaknya.
"Nggak apa-apa, anggap saja kak Regan anak kecil," ucap Clara dalam benaknya**.
Clara membuka pakaian yang tersisa dibagian bawah Regan, sehingga benda keramat Regan terpampang nyata didepan matanya Clara.
Clara dengan cepat dan gugup, dan juga gemetaran memakaikan ce*lana pendek.
Setelah selesai, Clara memakaikan selimut ke badan Regan.
Ketika selesai, Clara ingin keluar dari dalam kamar. Tetapi suara Regan mencegahnya untuk keluar .
"Mau kemana ?" tanya Regan.
"Mau keluar kak ," jawab Clara.
"Sini temani aku tidur ," kata Regan, dan menepuk-nepuk tempat tidur disisinya.
"Mama dan papa masih berada diluar ," kata Clara.
"Tidak apa-apa, Papa dan mama pasti maklum. Jika kita tidak keluar dari dalam kamar, ayo sini !" titah Regan, sehingga Clara tidak dapat menolaknya dan ikut berbaring disamping Regan.
🌟 Flashback end 🌟
Mengingat semua kebersamaannya dengan Regan, membuat kepala Clara menjadi pusing.
Tangannya memijat-mijat keningnya, pijatannya terhenti. Ketika pintu kamarnya terbuka dan muncul kedua wajah buah hatinya.
"Mama !" panggil Randhi dan Rhiana, berjalan mendekat kearahnya.
"Kenapa belum tidur ?" tanya Diana sembari bangkit dari ranjang, dan duduk ditepi tempat tidurnya.
"Bolehkah, malam ini kami tidur bersama dengan mama ?" tanya Rhiana.
"Kenapa ?" tanya Diana.
"Randhi tidak bisa tidur maa ," jawab Rhiana.
"Kenapa, sini ." Diana membawa keduanya untuk duduk didekatnya.
"Randhi gugup maa ," kata Randhi.
"Gugup kenapa ?" tanya Diana .
"Saat perlombaan nanti, mama dan bunda tidak bisa datang ," kata Randhi .
"Maafkan mama ya, saat Randhi lomba. Mama dan bunda ingin melihat rumah baru kita, kalau kita tidak lihat. Nanti rumah itu sudah disewa orang ." alasan Diana, agar Randhi dan Rhiana tidak memaksakan agar ia dan Jelita ikut.
"Mama Doakan agar Randhi bisa jadi juara, walaupun mama dan bunda tidak ikut." sambung Diana lagi .
"Baiklah ," sahut Randhi.
"Sekarang, mau tidur dengan mama ?" tanya Diana.
Keduanya menganggukkan kepalanya.
"Ayo naik ," ujar Diana.
Diana tidur ditengah, dan disisi kiri dan kanan. Randhi dan Rhiana.
"Nanti pulang lomba, kita rayakan ulang tahun. Dan semoga Randhi juara ," kata Diana.
"Hore..!" seru Randhi dan Rhiana.
***
Diana dan Jelita mengantar Randhi dan Rhiana kesekolah.
"Mama antar sampai sini saja ya, semangat ya. Jangan takut, dan jika tidak dapat juara jangan nangis ya ," kata Diana kepada Randhi.
"Tunjukkan suara emasmu Randhi !" seru Jelita.
"Iya Bunda ," sahut Randhi.
"Bu, titip Randhi dan Rhiana ya. Kami tidak bisa ikut mengantarkannya ," kata Diana kepada guru yang ikut mengantar Randhi.
"Iya Bu ."
"Bye..bye !" seru Diana dan Jelita, saat mobil yang membawa Randhi dan Rhiana meninggalkan halaman sekolah.
"Semoga tidak terjadi apa-apa ya Mbak," kata Diana kepada Jelita.
*
*
*
Bersambung...
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
susi 2020
😘😘🤔
2023-05-03
0
susi 2020
🤔🤔🤔
2023-05-03
0
Mata Air
semoga Otor langsung mempertemukan si kembar dg papa Regan.
2021-08-01
0