Bab 15 Bertemu

**Jumpa lagi dengan Randhi dan Rhiana guys ❤️

Happy reading guys ❤️**

*****

Dalam perjalanan menuju ketempat perlombaan, Randhi duduk diam. Tidak seperti biasanya, Randhi yang ribut dan banyak bicara. Sekarang menjadi anak pendiam.

Berbeda dengan Rhiana, yang biasanya pendiam. Kini banyak berbicara.

"Kak Randhi, kenapa diam. Apa kakak takut ?" tanya Rhiana.

"Bukan takut, kakak menghapal lagu yang akan dibawakan nanti. Takut lupa ," sahut Randhi.

"Ooohh ." Rhiana melihat keluar jendela, dan melihat kearah gedung-gedung yang tinggi.

"Ternyata, dikota gedungnya tinggi-tinggi ya. Didekat rumah kita yang paling tinggi hanya tiga lantai ." Rhiana berbicara sendiri.

Randhi melihat kearah yang dilihat Rhiana.

"Bagus ya, kakak kalau sudah besar. Akan belikan gedung itu untuk mama dan Rhiana ," kata Randhi.

" Bunda ?" tanya Rhiana, karena Randhi tidak menyebutkan Bunda Jelita.

"Ya, Bunda juga ," jawab Randhi.

"Rhiana tidak suka tinggal di gedung bertingkat kak Randhi ," kata Rhiana.

"Kenapa ?" Randhi.

"Bagaimana jika ada gempa, lihat di tv. Jika ada gempa sulit keluar !" kata Rhiana yang sangat suka melihat berita, berbeda dengan Randhi yang tidak menyukai menonton berita. Randhi sangat menyukai dunia balap seperti Diana.

"Benar juga, sudah. Kakak tidak jadi membeli gedung tinggi itu !" ujar Randhi.

Mobil memasuki gedung yang sangat tinggi dan berhenti dilapangkan parkir yang cukup luas.

"Ayo kita turun !" seru ibu Evi, guru yang mendampingi Randhi dan teman-temannya.

Randhi dan Rhiana turun, begitu tiba diluar. Randhi dan Rhiana mendongak untuk melihat Keatas gedung.

"Tinggi sekali ." bisik Rhiana kepada Randhi.

"Ya ." terlihat wajah Randhi yang gugup.

"Ayo kita masuk ," ujar ibu Evi.

"Bu, apakah kita akan naik keatas ?" tanya Rhiana khawatir.

"Ibu juga tidak tahu, kita masuk dulu. Ayo ." Bu Evi berjalan didepan, bersama dengan guru pendamping yang lain. Yaitu Bu Sarah.

"Randhi, aku gugup ," ujar Simon yang mengikuti lomba menyanyi bersama dengan Randhi.

"Sama ," sahut Randhi.

"Kau Rhiana ?" tanya Simon kepada Rhiana yang berjalan dengan memegang tangan Randhi.

"Tidak ," sahut Rhiana.

"Rhiana tidak ikut lomba menyanyi, untuk apa Dia gugup " kata Randhi.

"Kau ikut hanya untuk menyemangati Randhi ?" tanya Sonia kepada Rhiana.

"Iya ," jawab Rhiana singkat.

Begitu memasuki lobby, mereka sudah disambut oleh panitia. Dan mereka diarahkan untuk naik ke tingkat lima .

****

Regan sedang mengamati layar yang ada didinding diruang kerjanya.

Manuel asistennya masuk dengan membawa berkas-berkas yang harus ditandatangani Regan.

"Apa sudah ada perkembangan, dari penyelidik yang baru ?" tanya Regan sembari menandatangani berkas yang diberikan oleh Manuel kepadanya.

"Ada pak, mereka curiga. Nyonya Clara telah Menganti identitas, dengan menggunakan nama palsu !" kata Manuel.

Regan mengangkat kepalanya dan melihat kearah Manuel.

"Karena mereka menyelidiki, tidak ada nama Nyonya Clara menuju luar negeri. Dan Nyonya Clara masih berada di Indonesia, bisa juga Nyonya Clara mengganti namanya dan tinggal diluar pulau." lanjut Manuel.

"Shit..! Pantas, kita tidak menemukan jejaknya. Coba kau selidiki maid yang bernama Jelita, saat Clara pergi. Maid ini juga mengundurkan diri, katanya ia pulang kampung !" titah Regan.

"Baik Pak ." Manuel kemudian keluar dari dalam ruang kerja Regan.

"Kenapa tidak terpikirkan oleh ku,, nama apa yang kau pakai Clara." guman Regan.

Pintu terbuka dari luar, dan Sofia muncul dengan wajah yang cerah. Berbeda pada saat ia keluar terakhir kali dari dalam ruangan Regan.

"Hai Re, mau kah kau makan siang dengan ku ?" tanya Sofia dengan suara yang yang lembut.

Regan menatap kearah jam dinding didalam ruangan kerjanya.

"Kau lihat, jam berapa ini !" tunjuk Regan kearah jam dinding yang dilihatnya tadi.

"Jam 10:35 ," jawab Sofia.

"Kau sudah ingin makan siang jam segitu ?" tanya Regan dengan dingin.

"Ayolah Re, aku tadi tidak sarapan pagi. Lagi pula, ini perusahaan mu. Kau pergi keluar tidak ada yang melarang ," ujar Sofia.

"Aku, dan kau. Apa kau mau makan gaji buta, kalau kau tidak suka lagi bekerja di sini. Silahkan tulis surat pengunduran dirimu, aku tidak suka dengan karyawan yang tidak profesional !" Regan melanjutkan kerja kembali.

Melihat Regan tidak mengiyakan ajakannya, Sofia keluar dari dalam ruangan Regan dengan bergerutu.

Sofia turun kembali kelantai ketempat ia kerja, saat ia keluar dari dalam lift. Jalannya terganggu.

"Kenapa kalian berlarian disini, apa kalian ini taman bermain ?" tegur Sofia kepada Randhi dan teman-temannya, yang baru kembali dari toilet.

"Maaf !" Randhi minta maaf, begitu juga dengan Simon.

"Awas..!" Sofia menyibakkan Randhi dari hadapannya dengan kasar, sehingga Randhi terjatuh.

"Kak Randhi !" Rhiana yang melihat Randhi terjatuh menjadi marah, dan melemparkan jepitan rambutnya yang dipegangnya.

"Kau !" lemparan Rhiana mengenai kepala Sofia, membuat ia berhenti dan memutar badannya.

"Siapa yang melempar ?" Sofia mengambil jepitan tersebut dan berjalan kearah Randhi dan teman-temannya.

"Aku !" Randhi maju kedepan Rhiana.

"Dasar anak nakal !" seru Sofia, dan tangannya terangkat dan ingin melayangkan tamparan kewajah Randhi.

Randhi memejamkan matanya, menunggu tamparan tangan Sofia mendarat di wajahnya.

"Apa yang kau lakukan ?" suara yang keras, beserta cekalan ditangannya. Membuat Sofia kaget dan spontan melihat kearah orang yang memegang tangannya.

"Regan !" seru Sofia kaget.

Regan berada dibelakangnya, dan tangan Manuel memegang erat tangan Sofia. Sehingga Sofia merasakan sakit.

"Kau ingin memukul anak kecil, yang pantas menjadi anakmu !" seru Regan dengan suara yang emosional.

Randhi mendengar ada suara yang marah, membuka matanya. Rhiana meraih tangan Randhi, untuk menariknya mundur.

"Re, mereka anak-anak nakal. Anak-anak yang tidak mendapatkan didikan dari orang tuanya, mereka berlarian seenaknya. Mereka hampir membuat ku jatuh !" adu Sofia.

"Kami tidak berlarian, kami dari toilet. Kami ingin kembali ketempat perlombaan !" seru Randhi yang tidak ingin disalahkan.

"Tante ini, yang jalan sambil ngomel-ngomel !" sambung Simon, yang tadi hanya diam. Sekarang berani bersuara.

"Kalian !" Sofia melotot menatap Randhi dan teman-temannya.

"Anak ini melemparku dengan ini Re !" Sofia menunjukkan jepitan rambut yang berada dalam genggaman tangannya.

"Karena Tante mendorong kakakku, hingga jatuh !" balas Rhiana dengan pandangan mata seperti biasanya, yaitu dingin.

Manuel melihat kearah Randhi dan Rhiana, dan kemudian menatap Regan.

"Duplikat boss masih kecil ." batin Manuel.

"Kau mendorong anak sekecil ini, kau ini sarjana hukum. Kau bekerja dibagian legal di perusahaan ini, sepertinya kami sudah salah menempatkan diri mu di tim legal ." sindir Regan.

"Re !" wajah Sofia bersemu merah, ia malu. Karena Regan meragukan kapasitasnya sebagai anggota tim legal diperusahaannya.

Banyak mata yang memandang kearah mereka, dengan menundukkan kepalanya. Sofia beranjak meninggalkan Regan.

Sepeninggal Sofia, Regan memandang kearah Randhi dan teman-temannya.

"Kenapa kalian berada disini ?" tanya Regan.

"Mereka ini peserta lomba menyanyi antar sekolah pak ." Manuel yang menjawab.

"Sudah, kembali kalian ketempat. Jangan berlarian disini ya. Disini banyak kabel-kabel, nanti kaki kalian tersangkut kabel dan jatuh ," kata Regan.

"Ayo kita kembali tempat acara ." Randhi dan teman-temannya meninggalkan Regan, tetapi tidak dengan Rhiana. Dia menatap Regan dengan tatapan mata yang tajam.

Membuat Regan dan Manuel heran menatapnya.

"Kenapa tidak ikut dengan teman-temannya ?" tanya Regan.

Tetapi Rhiana tidak menjawabnya, dan pergi meninggalkan Regan.

"Ada apa dengan anak itu ?" guman Regan, dan melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda karena insiden yang dilakukan Sofia.

*

*

*

Bersambung guys ❤️❤️❤️

Terpopuler

Comments

susi 2020

susi 2020

😘😘😍

2023-05-03

0

susi 2020

susi 2020

😎😎😎

2023-05-03

0

Mimi Jamileh

Mimi Jamileh

ga da feeling gitu apa rega?

2021-10-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Randhi and Rhiana
2 Bab 2 Randhi n Rhiana
3 Bab 3 Minta maaf
4 Bab 4 Pertemuan pertama
5 Bab 5 Kemarahan
6 Bab 6 Perang saudara kembar
7 Bab 7 Berita gosip
8 Bab 8 Masih mencari
9 Bab 9 Minta kado papa
10 Bab 10 Ingin foto papa
11 Bab 11 Ejekan
12 Bab 12 Berkelahi
13 Bab 13 Jangan berkelahi.
14 Bab 14 Ketakutan Diana
15 Bab 15 Bertemu
16 Bab 16 Ikut diam-diam
17 Bab 17 Mencari
18 Bab 18 Tragedi
19 Bab 19 Masih Flashback
20 Bab 20 Bahagia dan duka
21 Bab 21 Takut
22 Bab 22 Melacak
23 Bab 23 Kesekolah
24 Bab 24 Kesekolah
25 Bab 25 Bertemu
26 Bab 26 Aku tahu
27 Bab 27 Bertemu
28 Bab 28 Ada senang, ada tidak
29 Bab 29 Terpaksa kembali.
30 Bab 30 Biar nyaman
31 Bab 31 Bahagia anak-anak
32 Bab 32 Haru
33 Bab 33 Bertemu
34 Bab 34 Gembira
35 Bab 35 Kenangan
36 Bab 36 Kenangan
37 Bab 37 Bersama
38 Bab 38 RnR
39 Bab 39 Bersama.
40 Bab 40 Jangan lupa
41 Bab 41 Jangan lupa suami
42 Bab 42 Kantor
43 Bab 43 Tersingkir
44 Bab 44 Papa Randhi dan Rhiana.
45 Bab 45 Tidak ada perpisahan
46 Bab 46 Damai itu indah
47 Bab 47 Gosip
48 Bab 48 Mantan vs mantan
49 Bab 49 Tidak malu lagi
50 Bab 50 Curiga
51 Bab 51 Pengintai
52 Bab 52 Hampir celaka
53 Bab 53 Tante vs bocah
54 Bab 54 Sabotase
55 Bab 55 Obsesi
56 Bab 56 Dendam
57 Bab 57 Bukan gadis baik
58 Bab 58 Jejak Rio
59 Bab 59 Curiga Mario
60 Bab 60 Penculikan
61 Bab 61 Mencari
62 Bab 62 Lari
63 Bab 63 Bertemu
64 Bab 64 Akhirnya
65 Bab 65 Kau !!"
66 Bab 66 Marah
67 Bab 67 Cemburu
68 Bab 68 Mencari bukti
69 Bab 69 Titik terang
70 Bab 70 Damai
71 Bab 71 Berita gembira
72 Bab 72 Cerita Ronald
73 Bab 73 Masih cerita Ronald
74 Bab 74 Bertemu
75 Bab 75 Maaf
76 Bab 76 Kabar gembira
77 Bab 77 Bertemu
78 Bab 78 Akhir hidup
79 Bab 79 Belanja
80 Bab 80 Happy
81 Extra bab 81 Siapa?
82 Extra bab 82 Siapa dalang?
83 Extra bab 83 Curiga
84 Extra bab 84 Ada apa dengan Regan
85 Extra Bab 85 Orang dekat
86 Extra bab 86 Curiga
87 Extra bab 87 Siapa dia
88 Extra bab 88 Curiga
89 Extra bab 89 Beraksi
90 Extra bab 90 Berkorban
91 Extra bab 91 Bunuh diri
92 Extra bab 92 Akhir petualangan
93 Extra bab 93 Ada rasa
94 Extra bab 94 Diam-diam dekat
95 Extra bab 95 akhirnya
96 Extra bab TAMAT
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Bab 1 Randhi and Rhiana
2
Bab 2 Randhi n Rhiana
3
Bab 3 Minta maaf
4
Bab 4 Pertemuan pertama
5
Bab 5 Kemarahan
6
Bab 6 Perang saudara kembar
7
Bab 7 Berita gosip
8
Bab 8 Masih mencari
9
Bab 9 Minta kado papa
10
Bab 10 Ingin foto papa
11
Bab 11 Ejekan
12
Bab 12 Berkelahi
13
Bab 13 Jangan berkelahi.
14
Bab 14 Ketakutan Diana
15
Bab 15 Bertemu
16
Bab 16 Ikut diam-diam
17
Bab 17 Mencari
18
Bab 18 Tragedi
19
Bab 19 Masih Flashback
20
Bab 20 Bahagia dan duka
21
Bab 21 Takut
22
Bab 22 Melacak
23
Bab 23 Kesekolah
24
Bab 24 Kesekolah
25
Bab 25 Bertemu
26
Bab 26 Aku tahu
27
Bab 27 Bertemu
28
Bab 28 Ada senang, ada tidak
29
Bab 29 Terpaksa kembali.
30
Bab 30 Biar nyaman
31
Bab 31 Bahagia anak-anak
32
Bab 32 Haru
33
Bab 33 Bertemu
34
Bab 34 Gembira
35
Bab 35 Kenangan
36
Bab 36 Kenangan
37
Bab 37 Bersama
38
Bab 38 RnR
39
Bab 39 Bersama.
40
Bab 40 Jangan lupa
41
Bab 41 Jangan lupa suami
42
Bab 42 Kantor
43
Bab 43 Tersingkir
44
Bab 44 Papa Randhi dan Rhiana.
45
Bab 45 Tidak ada perpisahan
46
Bab 46 Damai itu indah
47
Bab 47 Gosip
48
Bab 48 Mantan vs mantan
49
Bab 49 Tidak malu lagi
50
Bab 50 Curiga
51
Bab 51 Pengintai
52
Bab 52 Hampir celaka
53
Bab 53 Tante vs bocah
54
Bab 54 Sabotase
55
Bab 55 Obsesi
56
Bab 56 Dendam
57
Bab 57 Bukan gadis baik
58
Bab 58 Jejak Rio
59
Bab 59 Curiga Mario
60
Bab 60 Penculikan
61
Bab 61 Mencari
62
Bab 62 Lari
63
Bab 63 Bertemu
64
Bab 64 Akhirnya
65
Bab 65 Kau !!"
66
Bab 66 Marah
67
Bab 67 Cemburu
68
Bab 68 Mencari bukti
69
Bab 69 Titik terang
70
Bab 70 Damai
71
Bab 71 Berita gembira
72
Bab 72 Cerita Ronald
73
Bab 73 Masih cerita Ronald
74
Bab 74 Bertemu
75
Bab 75 Maaf
76
Bab 76 Kabar gembira
77
Bab 77 Bertemu
78
Bab 78 Akhir hidup
79
Bab 79 Belanja
80
Bab 80 Happy
81
Extra bab 81 Siapa?
82
Extra bab 82 Siapa dalang?
83
Extra bab 83 Curiga
84
Extra bab 84 Ada apa dengan Regan
85
Extra Bab 85 Orang dekat
86
Extra bab 86 Curiga
87
Extra bab 87 Siapa dia
88
Extra bab 88 Curiga
89
Extra bab 89 Beraksi
90
Extra bab 90 Berkorban
91
Extra bab 91 Bunuh diri
92
Extra bab 92 Akhir petualangan
93
Extra bab 93 Ada rasa
94
Extra bab 94 Diam-diam dekat
95
Extra bab 95 akhirnya
96
Extra bab TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!