Bab 12 Berkelahi

**Jangan ditiru Randhi ya guys 🙅🙅

*****

Randhi masih dalam posisi ingin meninju anak yang mengejeknya, Rhiana menahan lengan Randhi.

"Lepas Rhi, kakak ingin meninjunya kembali !" seru Randhi.

"kak Randhi, untuk apa kakak melawan mereka itu. Mereka itu anak-anak nakal !" kata Rhiana.

"Mereka mengejek kita, mereka bilang kita tidak punya papa !" seru Randhi.

Mendengar perkataan Randhi, Rhiana menghampiri anak yang babak belur dipukuli Randhi. Mata Rhiana melotot memandangi Faisal.

"Jangan dekat-dekat kau, ku laporkan kau ke papaku !" seru Faisal kepada Rhiana.

"Apa benar, apa yang dikatakan Randhi ? kau mengatakan kami tidak punya papa ?" tanya Rhiana dengan tatapan matanya yang dingin dan cukup mengerikan, membuat anak yang mengejeknya tadi mundur kebelakang.

"Iya ! kalian memang tidak punya papa !" ejek Faisal kembali.

Ejekan Faisal, membuat Rhiana emosi dan ingin melayangkan tangannya kepada Faisal.

"Kau ...!" tangan Rhiana ingin menonjok anak tersebut, tetapi tidak terjadi. Karena terdengar suara guru.

Faisal terselamatkan dengan kehadiran guru, yang dipanggil salah seorang murid.

"Apa yang kalian lakukan ?" tanya Bu guru Marini kepada anak-anak yang berkerumun.

" Itu Bu, Randhi dan Faisal berkelahi !" adu anak yang melihat perkelahian Randhi dan Faisal.

"Kenapa kalian berkelahi ?" Bu Marini melihat wajah Faisal yang sobek bibirnya, akibat pukulan tangan Randhi.

"Bu, Dia memukuliku Bu ." adu Faisal dengan menunjukkan wajahnya yang lembam.

"Randhi, apa yang kau lakukan. Apa kau ingin jadi anak nakal ?" tanya Bu Marini.

Randhi diam saja, matanya masih terlihat emosi menatap wajah Faisal.

"Bu, Randhi tidak bersalah. Faisal mengejek Randhi Bu ," ucap salah seorang murid yang melihat perkelahian antara Randhi dan Faisal.

"Ikut kalian kekantor !"

Bu guru Marini membawa ketiganya kekantor.

Dalam kantor, Bu Marini menghubungi wali murid untuk datang.

Jelita yang mendapatkan panggilan dari sekolah merasa cemas, dan bergegas pergi ke sekolah.

"Randhi, Rhiana. Apa yang terjadi, kalian tidak apa-apa ?" tanya Jelita.

"Mereka berkelahi Bu ." lapor Bu Marini kepada Jelita.

"Randhi ! kenapa berkelahi ?" tanya Jelita.

"Lihat anak saya, bonyok dibuat oleh anak anda. Apa anda tidak mengajarkan kebaikan kepada anak anda !" kata mama Faisal kepada Jelita.

"Ibu jangan main tuduh begitu, kita tanya dulu. Apa penyebabnya mereka berkelahi, tidak akan ada perkelahian jika tidak ada yang memulai !" balas Jelita, yang tidak menerima dengan perkataan orang tua Faisal.

"Begini ibu-ibu, kedua anak ini berkelahi tidak dibenarkan," kata Bu Marini.

"Dia mengejek kami Bunda, Dia mengatakan bahwa kami tidak punya papa !" seru Rhiana dengan menunjuk kearah Faisal.

"Itu memang kenyataan, kenapa marah !" kata mama Faisal.

"Apa ada yang salah, jika mereka tidak mempunyai papa sekarang ini? ingat ! karma itu bisa terjadi, bisa-bisa papa kalian meninggal seperti papa kedua anak ini !" seru Jelita.

Perkataan Jelita membuat mama Faisal tertegun dan wajahnya pucat pasi.

Melihat wajah mama Faisal yang pucat, membuat Jelita senang.

"Memang, Randhi memukul putra ibu salah. Tapi putra ibu juga salah, apa ibu tidak pernah mengajari putra ibu agar tidak menghina orang yang tidak mempunyai orang tua ?" tanya Jelita.

"Kau ini, kenapa nakal sekali. Membuat mama di ceramahi !" mama Faisal mencubit Faisal dan menjewer telinganya.

"Ibu, sudah ! jangan melakukan itu. Apa yang ibu lakukan, akan membuat putra ibu makin tidak bisa diatur ," kata Bu Marini.

"Maaf ," ujar mama Faisal.

"Permisi Bu, saya ingin membawa anak saya pulang !" Faisal diseret mamanya untuk pulang.

Sepeninggal Faisal dan ibunya, Jelita berbicara dengan Randhi dan Rhiana.

"Sekali lagi, jika ada yang mengejek kalian. Jangan dilawan, tinggalkan saja. Mengerti ?" tanya Jelita kepada keduanya.

"Mengerti bunda," sahut Randhi dan Rhiana dengan menundukkan kepalanya.

"Apa mereka saya bawa pulang Bu ?" tanya Jelita.

"Tidak usah Bu, mereka tidak ada yang luka ," jawab Bu Marini.

"Ingat, belajar yang rajin. Jangan berkelahi lagi ," ucap Jelita sebelum meninggalkan ruangan guru.

"Randhi, Rhiana. Ingat ya. Jangan gunakan kekerasan dalam menyelesaikan permasalahan, kalau ada yang menganggu kalian. Laporkan kepada guru ya ," kata Bu Marini.

"Baik Bu ," jawab Randhi dan Rhiana.

"Sudah, kembali kekelas ." perintah Bu Marini.

"Kenapa Bu ?" tanya Bu guru yang baru masuk kedalam ruangan guru.

"Faisal, mengejek Randhi dan Rhiana," kata Bu Marini.

"Faisal anak kelas dua ?"

"Iya ," jawab Bu Marini.

"Anak itu memang nakal."

"Dibuat babak belur dipukuli Randhi ," kata Bu Marini.

"Faisal yang gede begitu, kalah melawan Randhi anak kelas satu. Randhi kecil begitu !"

"Kecil-kecil cabe rawit, kalau sudah tersinggung. Langsung ganas, walaupun anaknya kecil ," ujar Bu Marini.

****

Perkelahian yang dilakukan Randhi sampai ke telinga Diana, saat berada dibengkel. Seorang orang tua teman sekolah Randhi yang mengatakannya kepada Diana.

"Diana..Diana !" panggil seorang kepada Diana dengan suara yang nyaring.

"Oalahh...! kenapa suaramu nyaring sekali Susan, makan apa kau pagi tadi. Atau ada toa dalam mulutmu itu ?" tanya Poltak yang sedang ngaso, dan merasa terganggu dengan suara nyaring Susan.

"Bang mana Diana ?" tanya Susan, matanya celingukan mencari keberadaan yang dicarinya.

"Keluar, cari makan. Kenapa kau datang? apa kau mau cari kawan ghibah !" ujar Poltak.

"Ihhh Abang, mana pernah aku ngibahin orang bang. Aku cuma ngibahin artis-artisnya bang ," ujar Susan.

"Artis itu bukan orang ya ?" tanya Poltak.

"Oranglah bang, tapi orang yang tidak kita kenal . Lama sekali Diana bang, kemana Diana cari makan ?"

"Ada apa kau cari Diana, apa kau mau menjodohkannya lagi ?" tanya Poltak.

"Hihh..Abang, nggak lah bang. capek aku cari laki untuknya bang, Diana nggak mau. Itu bang, Randhi tadi disekolah berkelahi..!" beritahu Susan.

"Apa...!" teriakan terkejut keluar dari dua mulut, satu dari mulut Poltak dan satu lagi dari mulut Diana yang berdiri didepan bengkel.

"Apa Randhi luka ?" tanya Diana sembari berjalan mendekati Susan duduk.

"Lawannya yang bonyok..!" kata Susan.

"Bagus !" seru Poltak bangga.

"Abang !" melotot Diana menatap Poltak.

"Pasti Randhi di ganggu, kalau tidak diganggu. Dia tidak mungkin marah ," kata Poltak.

"Benar bang, lawannya itu Faisal. Anak kelas dua yang terkenal dengan kenakalannya ," kata Susan.

"Siapa pun lawannya, tidak seharusnya Randhi berkelahi ," kata Diana.

"Apa Randhi dihukum mbak Susan ?" tanya Diana.

"Nggak tuh, Faisal diseret maknya pulang ," ucap Susan.

"Kenapa Di nggak dihubungi pihak sekolah ?"

"Jelita yang datang, sudah beres ," kata Susan.

"Di, jangan marahi Randhi dirumah ya ," kata Poltak.

"Kalau tidak di marahi, nanti keterusan Randhi bang. Buat onar Dianya !" kata Diana.

"Di, Faisal mengejek Randhi karena tidak punya ayah. Makanya Randhi marah, kalau aku tadi menjadi Randhi. Aku akan melakukan hal yang sama."

"Jangan marah Di, bicara baik-baik. Dia baru 6 tahun ," kata Poltak.

"Iya bang ," sahut Diana.

*

*

*

Bersambung...

Terpopuler

Comments

susi 2020

susi 2020

😂😂😂

2023-05-03

0

susi 2020

susi 2020

🤣🤣🤣🤣

2023-05-03

0

Mimi Jamileh

Mimi Jamileh

pahami anak2mu di

2021-10-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Randhi and Rhiana
2 Bab 2 Randhi n Rhiana
3 Bab 3 Minta maaf
4 Bab 4 Pertemuan pertama
5 Bab 5 Kemarahan
6 Bab 6 Perang saudara kembar
7 Bab 7 Berita gosip
8 Bab 8 Masih mencari
9 Bab 9 Minta kado papa
10 Bab 10 Ingin foto papa
11 Bab 11 Ejekan
12 Bab 12 Berkelahi
13 Bab 13 Jangan berkelahi.
14 Bab 14 Ketakutan Diana
15 Bab 15 Bertemu
16 Bab 16 Ikut diam-diam
17 Bab 17 Mencari
18 Bab 18 Tragedi
19 Bab 19 Masih Flashback
20 Bab 20 Bahagia dan duka
21 Bab 21 Takut
22 Bab 22 Melacak
23 Bab 23 Kesekolah
24 Bab 24 Kesekolah
25 Bab 25 Bertemu
26 Bab 26 Aku tahu
27 Bab 27 Bertemu
28 Bab 28 Ada senang, ada tidak
29 Bab 29 Terpaksa kembali.
30 Bab 30 Biar nyaman
31 Bab 31 Bahagia anak-anak
32 Bab 32 Haru
33 Bab 33 Bertemu
34 Bab 34 Gembira
35 Bab 35 Kenangan
36 Bab 36 Kenangan
37 Bab 37 Bersama
38 Bab 38 RnR
39 Bab 39 Bersama.
40 Bab 40 Jangan lupa
41 Bab 41 Jangan lupa suami
42 Bab 42 Kantor
43 Bab 43 Tersingkir
44 Bab 44 Papa Randhi dan Rhiana.
45 Bab 45 Tidak ada perpisahan
46 Bab 46 Damai itu indah
47 Bab 47 Gosip
48 Bab 48 Mantan vs mantan
49 Bab 49 Tidak malu lagi
50 Bab 50 Curiga
51 Bab 51 Pengintai
52 Bab 52 Hampir celaka
53 Bab 53 Tante vs bocah
54 Bab 54 Sabotase
55 Bab 55 Obsesi
56 Bab 56 Dendam
57 Bab 57 Bukan gadis baik
58 Bab 58 Jejak Rio
59 Bab 59 Curiga Mario
60 Bab 60 Penculikan
61 Bab 61 Mencari
62 Bab 62 Lari
63 Bab 63 Bertemu
64 Bab 64 Akhirnya
65 Bab 65 Kau !!"
66 Bab 66 Marah
67 Bab 67 Cemburu
68 Bab 68 Mencari bukti
69 Bab 69 Titik terang
70 Bab 70 Damai
71 Bab 71 Berita gembira
72 Bab 72 Cerita Ronald
73 Bab 73 Masih cerita Ronald
74 Bab 74 Bertemu
75 Bab 75 Maaf
76 Bab 76 Kabar gembira
77 Bab 77 Bertemu
78 Bab 78 Akhir hidup
79 Bab 79 Belanja
80 Bab 80 Happy
81 Extra bab 81 Siapa?
82 Extra bab 82 Siapa dalang?
83 Extra bab 83 Curiga
84 Extra bab 84 Ada apa dengan Regan
85 Extra Bab 85 Orang dekat
86 Extra bab 86 Curiga
87 Extra bab 87 Siapa dia
88 Extra bab 88 Curiga
89 Extra bab 89 Beraksi
90 Extra bab 90 Berkorban
91 Extra bab 91 Bunuh diri
92 Extra bab 92 Akhir petualangan
93 Extra bab 93 Ada rasa
94 Extra bab 94 Diam-diam dekat
95 Extra bab 95 akhirnya
96 Extra bab TAMAT
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Bab 1 Randhi and Rhiana
2
Bab 2 Randhi n Rhiana
3
Bab 3 Minta maaf
4
Bab 4 Pertemuan pertama
5
Bab 5 Kemarahan
6
Bab 6 Perang saudara kembar
7
Bab 7 Berita gosip
8
Bab 8 Masih mencari
9
Bab 9 Minta kado papa
10
Bab 10 Ingin foto papa
11
Bab 11 Ejekan
12
Bab 12 Berkelahi
13
Bab 13 Jangan berkelahi.
14
Bab 14 Ketakutan Diana
15
Bab 15 Bertemu
16
Bab 16 Ikut diam-diam
17
Bab 17 Mencari
18
Bab 18 Tragedi
19
Bab 19 Masih Flashback
20
Bab 20 Bahagia dan duka
21
Bab 21 Takut
22
Bab 22 Melacak
23
Bab 23 Kesekolah
24
Bab 24 Kesekolah
25
Bab 25 Bertemu
26
Bab 26 Aku tahu
27
Bab 27 Bertemu
28
Bab 28 Ada senang, ada tidak
29
Bab 29 Terpaksa kembali.
30
Bab 30 Biar nyaman
31
Bab 31 Bahagia anak-anak
32
Bab 32 Haru
33
Bab 33 Bertemu
34
Bab 34 Gembira
35
Bab 35 Kenangan
36
Bab 36 Kenangan
37
Bab 37 Bersama
38
Bab 38 RnR
39
Bab 39 Bersama.
40
Bab 40 Jangan lupa
41
Bab 41 Jangan lupa suami
42
Bab 42 Kantor
43
Bab 43 Tersingkir
44
Bab 44 Papa Randhi dan Rhiana.
45
Bab 45 Tidak ada perpisahan
46
Bab 46 Damai itu indah
47
Bab 47 Gosip
48
Bab 48 Mantan vs mantan
49
Bab 49 Tidak malu lagi
50
Bab 50 Curiga
51
Bab 51 Pengintai
52
Bab 52 Hampir celaka
53
Bab 53 Tante vs bocah
54
Bab 54 Sabotase
55
Bab 55 Obsesi
56
Bab 56 Dendam
57
Bab 57 Bukan gadis baik
58
Bab 58 Jejak Rio
59
Bab 59 Curiga Mario
60
Bab 60 Penculikan
61
Bab 61 Mencari
62
Bab 62 Lari
63
Bab 63 Bertemu
64
Bab 64 Akhirnya
65
Bab 65 Kau !!"
66
Bab 66 Marah
67
Bab 67 Cemburu
68
Bab 68 Mencari bukti
69
Bab 69 Titik terang
70
Bab 70 Damai
71
Bab 71 Berita gembira
72
Bab 72 Cerita Ronald
73
Bab 73 Masih cerita Ronald
74
Bab 74 Bertemu
75
Bab 75 Maaf
76
Bab 76 Kabar gembira
77
Bab 77 Bertemu
78
Bab 78 Akhir hidup
79
Bab 79 Belanja
80
Bab 80 Happy
81
Extra bab 81 Siapa?
82
Extra bab 82 Siapa dalang?
83
Extra bab 83 Curiga
84
Extra bab 84 Ada apa dengan Regan
85
Extra Bab 85 Orang dekat
86
Extra bab 86 Curiga
87
Extra bab 87 Siapa dia
88
Extra bab 88 Curiga
89
Extra bab 89 Beraksi
90
Extra bab 90 Berkorban
91
Extra bab 91 Bunuh diri
92
Extra bab 92 Akhir petualangan
93
Extra bab 93 Ada rasa
94
Extra bab 94 Diam-diam dekat
95
Extra bab 95 akhirnya
96
Extra bab TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!