Bab 16 Ikut diam-diam

**Jumpa lagi dengan Randhi dan Rhiana.

Happy reading guys ❤️❤️**

****

Randhi dan teman-temannya kembali ketempat acara, sedangkan Rhiana masih mematung memandang kearah Regan.

Pandangan matanya, menatap wajah Regan dengan tatapan mata yang tajam.

"Boss, anak itu melihat boss. Sepertinya ada yang ingin dikatakannya ," kata Manuel kepada Regan.

Regan melihat kearah Rhiana dan berjalan menghampirinya, dan kemudian jongkok untuk mensejajarkan badannya dengan badannya Rhiana.

"Ada apa, apa ada yang sakit dibuat Tante tadi ?" tanya Regan.

Rhiana tidak menanggapinya, dan Dia berjalan meninggalkan Regan yang masih dalam posisi berjongkok.

"'Ada apa dengannya ?" tanya Regan kepada Manuel, seraya bangkit dari posisi jongkoknya.

"Mungkin Dia masih kesal dengan Sofia boss, karena Sofia karyawan sini ," jawab Manuel.

Regan dan Manuel berjalan menuju tempat perlombaan, karena Regan salah satu juri dalam perlombaan tersebut.

Dalam perjalanan menuju tempat acara, sesekali Rhiana menoleh kearah Regan yang berjalan di belakangnya.

Regan tidak mengetahui bahwa Rhiana melihat kearahnya, tetapi Manuel melihat tatapan mata Rhiana yang menatap kearah Regan dengan tatapan yang terlihat aneh.

Randhi dan Simon duduk dibarisan peserta, sedangkan Rhiana duduk dibarisan penonton bersama dengan guru pendamping.

"Rhiana, ayo duduk sini," kata Bu Evi.

"Rhiana disini saja Bu ." Rhiana memilih duduk dibelakang Bu Evi.

"Oke ," jawab Bu Evi, yang mengetahui bahwa anak muridnya yang satu ini. Sangat tidak suka berbaur dengan temannya, berbeda dengan Randhi yang sangat suka bergaul.

Ketika acara perlombaan dimulai, satu persatu peserta dipanggil untuk menyanyikan lagu yang sudah dipilih oleh para peserta.

Rhiana duduk santai mendengar para peserta membawakan lagu, sampai duduknya terganggu dengan kedatangan pria dan langsung duduk didekatnya.

"Hai.." sapa Manuel kepada Rhiana.

Rhiana menoleh tetapi tidak menjawab sapaan Manuel.

"Yang ikut lomba itu saudaramu ?" tanya Manuel.

"Ya ," jawab Rhiana.

"Kenapa tidak ikut lomba ?" tanya Manuel.

"Aku tidak suka menyanyi ," jawab Rhiana.

"Yang mana saudaramu, yang gemuk atau yang imut itu ?" tanya Manuel lagi.

"Yang mirip dengan ku, kami kembar ," jawab Rhiana.

"Pantes, kalian mirip sekali," ujar Manuel.

"Kita sudah lama berbincang-bincang, tapi Om tidak tahu namamu ?" tanya Manuel.

"Rhiana Putri B ." beritahu Rhiana.

"Nama yang bagus, B itu kepanjangan dari apa ?" tanya Manuel penasaran.

"Tidak tahu, mama tidak pernah mengatakannya. Di absensi sekolah juga begitu ," jawab Rhiana.

"Kalian tinggal dimana ?" tanya Manuel lagi.

Rhiana menatap Manuel, dan berkata.

"Kenapa Om bertanya, apa Om seorang wartawan ?" tanya Rhiana, dengan pandangan mata yang penuh selidik.

"Om tidak wartawan, Om ingin tahu saja. Kita kan teman ," kata Manuel.

"Rhiana tidak boleh berteman dengan orang yang tidak Rhiana kenal ." kemudian Rhiana menggeser duduknya, menjauh dari Manuel.

"Matanya, mirip mata boss. Kalau sedang marah ." monolog dalam benaknya Manuel.

Melihat Rhiana bergeser dari dekatnya, Manuel mengurungkan niatnya untuk bertanya kembali.

Pembawa acara memanggil nama Randhi untuk maju kedepan.

"Sekarang kita panggilkan peserta atas nama Randhi Putra B, hei.. ternyata hari ini teman kita ini sedang berulang tahun !" seru host, setelah membaca data-data pribadi Randhi.

"Ayo kita ucapkan selamat ulang tahun kepada Randhi !"

Penonton secara serentak mengucapkan selamat ulang tahun kepada Randhi.

"Ulang tahun keberapa Randhi ?" tanya host tersebut.

"Tujuh tahun, saudara ku juga ulang tahun ," kata Randhi.

"Saudara, kalian kembar ?" tanya host.

"Iya, itu saudara ku !" Randhi menunjuk kearah Rhiana, dengan terpaksa Rhiana berdiri. Setelah hist memintanya untuk berdiri.

"Gadis kecil yang sangat cantik, baru tujuh tahun, saya kira tadi 17 tahun. Maaf adek-adek semua tidak boleh ada yang naksir ya ," goda host, yang melihat Randhi gugup.

Para penonton tertawa mendengar gurauan host, begitu juga dengan Randhi .

"Sekarang Randhi, panggung ini milikmu. Keluarkan suaramu " titah Host.

Mata Randhi menatap kearah Rhiana, dan Rhiana memberikan semangat kepada kakak kembarnya.

Tidak disadari oleh Randhi, ada dua pasang mata yang menatapnya. Dan menunggunya untuk bernyanyi.

Randhi mulai bernyanyi dengan membawakan lagu Rayuan pulau kelapa.

🎶 Tanah airku Indonesia

Negeri Elok Amat ku cinta.

Tanah Tumpah Darahku Yang

Mulia.

Yang ku Puja Sepanjang Masa.

Tanah Airku Aman dan Makmur.

Pulau Ket Yang Amat Subur.

Pulau Melati Pujaan Bangsa

Sejak Dulu kala.

🎶 Melambai Lambai

Nyiur Di Pantai.

Berbisik-bisik

Raja kelana

Memuja Pulau

Nan Indah Permai

Tanah airku

Indonesia.

Mata Diana dan Jelita berembun, saat melihat Randhi bernyanyi didepan Papa.

"Di, mbak sedih melihat Den Regan. Dia tidak mengetahui anak yang bernyanyi didepannya adalah darah dagingnya," kata Jelita, yang mengenakan kacamata dan rambut palsu. Begitu juga dengan Diana, memakai makeup yang tebal dan kaca mata bertengger di hidungnya. Dan rambut palsu menutupi rambut panjangnya.

"Mbak Rhiana mana ?" mata Diana mencari-cari Rhiana, dan Diana dan Jelita kaget. Begitu melihat Rhiana duduk bersama dengan Manuel, yang Diana kenal sebagai tangan kanan Regan.

"Kenapa Dia duduk dekat Manuel !"

"Mungkin, tidak ada kursi lagi Di. Lihatlah penonton begitu membludak," kata Jelita.

Randhi menyelesaikan lagunya, tepuk tangan dari penonton bergema. Randhi tersenyum puas karena telah berhasil menyelesaikan tugasnya.

Rhiana berdiri sembari bertepuk tangan.

"Suara saudara mu sangat merdu, suara mu pasti sangat merdu juga ?" tanya Manuel lagi.

"Suaraku sangat jelek ," jawab Rhiana.

"Oh ya, mungkin suaramu sama dengan suara papamu. Dan suara saudara mu itu sama dengan suara mamamu ," kata Manuel.

"Aku dan saudara ku tidak pernah mendengar suara papaku, Dia tidak ada. Papaku sudah meninggal ," kata Rhiana.

"Maaf ." Manuel meminta maaf kepada Rhiana, karena telah mengungkit-ungkit mengenai papanya.

"Om pergi dulu, boss om memanggil Om." Manuel bangkit, karena Regan melambaikan tangannya kepadanya.

Manuel mendekati Regan.

"Kau belikan sepeda untuk kedua anak yang berulang tahun tersebut, dan berikan kepadanya," kata Regan kepada Manuel.

"Baik pak " Manuel bergegas menjalankan tugas yang diberikan oleh Regan.

Ditempat Diana dan Jelita berada, yaitu dikursi paling pojok. Mata Diana terus menatap kearah Regan, yang sampai saat ini Dia tidak tahu. Apakah statusnya saat ini masih sebagai istri, atau sebagai mantan istri Regan.

"Di, Den Regan makin matang ya. Dan sangat berwibawa ," ucap Jelita, sembari menatap wajah Diana.

"Di, kenapa kau menangis ?" kaget Jelita, melihat airmata mengalir dari kedua sudut bola matanya Diana .

"Tidak apa-apa mbak, mataku ini tidak bisa menahan haru. Melihat Randhi bernyanyi tadi mbak, suara Randhi sangat merdu ," kata Diana

"Itu keturunan papanya Di, Papa nya jago main musik dan bernyanyi. Dulu mbak sering dengar Den Regan bermain piano sambil bernyanyi " kata Jelita.

"Iya mbak, kalau Di. Hanya bisa berbuat onar ." sendu suara Diana.

*

*

*

**Bersambung..

Slow update ya**....

Terpopuler

Comments

susi 2020

susi 2020

🙄🙄🙄

2023-05-03

0

susi 2020

susi 2020

🤔🤔

2023-05-03

0

purnama

purnama

huuuuaaaaa terharu thor

2021-06-10

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Randhi and Rhiana
2 Bab 2 Randhi n Rhiana
3 Bab 3 Minta maaf
4 Bab 4 Pertemuan pertama
5 Bab 5 Kemarahan
6 Bab 6 Perang saudara kembar
7 Bab 7 Berita gosip
8 Bab 8 Masih mencari
9 Bab 9 Minta kado papa
10 Bab 10 Ingin foto papa
11 Bab 11 Ejekan
12 Bab 12 Berkelahi
13 Bab 13 Jangan berkelahi.
14 Bab 14 Ketakutan Diana
15 Bab 15 Bertemu
16 Bab 16 Ikut diam-diam
17 Bab 17 Mencari
18 Bab 18 Tragedi
19 Bab 19 Masih Flashback
20 Bab 20 Bahagia dan duka
21 Bab 21 Takut
22 Bab 22 Melacak
23 Bab 23 Kesekolah
24 Bab 24 Kesekolah
25 Bab 25 Bertemu
26 Bab 26 Aku tahu
27 Bab 27 Bertemu
28 Bab 28 Ada senang, ada tidak
29 Bab 29 Terpaksa kembali.
30 Bab 30 Biar nyaman
31 Bab 31 Bahagia anak-anak
32 Bab 32 Haru
33 Bab 33 Bertemu
34 Bab 34 Gembira
35 Bab 35 Kenangan
36 Bab 36 Kenangan
37 Bab 37 Bersama
38 Bab 38 RnR
39 Bab 39 Bersama.
40 Bab 40 Jangan lupa
41 Bab 41 Jangan lupa suami
42 Bab 42 Kantor
43 Bab 43 Tersingkir
44 Bab 44 Papa Randhi dan Rhiana.
45 Bab 45 Tidak ada perpisahan
46 Bab 46 Damai itu indah
47 Bab 47 Gosip
48 Bab 48 Mantan vs mantan
49 Bab 49 Tidak malu lagi
50 Bab 50 Curiga
51 Bab 51 Pengintai
52 Bab 52 Hampir celaka
53 Bab 53 Tante vs bocah
54 Bab 54 Sabotase
55 Bab 55 Obsesi
56 Bab 56 Dendam
57 Bab 57 Bukan gadis baik
58 Bab 58 Jejak Rio
59 Bab 59 Curiga Mario
60 Bab 60 Penculikan
61 Bab 61 Mencari
62 Bab 62 Lari
63 Bab 63 Bertemu
64 Bab 64 Akhirnya
65 Bab 65 Kau !!"
66 Bab 66 Marah
67 Bab 67 Cemburu
68 Bab 68 Mencari bukti
69 Bab 69 Titik terang
70 Bab 70 Damai
71 Bab 71 Berita gembira
72 Bab 72 Cerita Ronald
73 Bab 73 Masih cerita Ronald
74 Bab 74 Bertemu
75 Bab 75 Maaf
76 Bab 76 Kabar gembira
77 Bab 77 Bertemu
78 Bab 78 Akhir hidup
79 Bab 79 Belanja
80 Bab 80 Happy
81 Extra bab 81 Siapa?
82 Extra bab 82 Siapa dalang?
83 Extra bab 83 Curiga
84 Extra bab 84 Ada apa dengan Regan
85 Extra Bab 85 Orang dekat
86 Extra bab 86 Curiga
87 Extra bab 87 Siapa dia
88 Extra bab 88 Curiga
89 Extra bab 89 Beraksi
90 Extra bab 90 Berkorban
91 Extra bab 91 Bunuh diri
92 Extra bab 92 Akhir petualangan
93 Extra bab 93 Ada rasa
94 Extra bab 94 Diam-diam dekat
95 Extra bab 95 akhirnya
96 Extra bab TAMAT
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Bab 1 Randhi and Rhiana
2
Bab 2 Randhi n Rhiana
3
Bab 3 Minta maaf
4
Bab 4 Pertemuan pertama
5
Bab 5 Kemarahan
6
Bab 6 Perang saudara kembar
7
Bab 7 Berita gosip
8
Bab 8 Masih mencari
9
Bab 9 Minta kado papa
10
Bab 10 Ingin foto papa
11
Bab 11 Ejekan
12
Bab 12 Berkelahi
13
Bab 13 Jangan berkelahi.
14
Bab 14 Ketakutan Diana
15
Bab 15 Bertemu
16
Bab 16 Ikut diam-diam
17
Bab 17 Mencari
18
Bab 18 Tragedi
19
Bab 19 Masih Flashback
20
Bab 20 Bahagia dan duka
21
Bab 21 Takut
22
Bab 22 Melacak
23
Bab 23 Kesekolah
24
Bab 24 Kesekolah
25
Bab 25 Bertemu
26
Bab 26 Aku tahu
27
Bab 27 Bertemu
28
Bab 28 Ada senang, ada tidak
29
Bab 29 Terpaksa kembali.
30
Bab 30 Biar nyaman
31
Bab 31 Bahagia anak-anak
32
Bab 32 Haru
33
Bab 33 Bertemu
34
Bab 34 Gembira
35
Bab 35 Kenangan
36
Bab 36 Kenangan
37
Bab 37 Bersama
38
Bab 38 RnR
39
Bab 39 Bersama.
40
Bab 40 Jangan lupa
41
Bab 41 Jangan lupa suami
42
Bab 42 Kantor
43
Bab 43 Tersingkir
44
Bab 44 Papa Randhi dan Rhiana.
45
Bab 45 Tidak ada perpisahan
46
Bab 46 Damai itu indah
47
Bab 47 Gosip
48
Bab 48 Mantan vs mantan
49
Bab 49 Tidak malu lagi
50
Bab 50 Curiga
51
Bab 51 Pengintai
52
Bab 52 Hampir celaka
53
Bab 53 Tante vs bocah
54
Bab 54 Sabotase
55
Bab 55 Obsesi
56
Bab 56 Dendam
57
Bab 57 Bukan gadis baik
58
Bab 58 Jejak Rio
59
Bab 59 Curiga Mario
60
Bab 60 Penculikan
61
Bab 61 Mencari
62
Bab 62 Lari
63
Bab 63 Bertemu
64
Bab 64 Akhirnya
65
Bab 65 Kau !!"
66
Bab 66 Marah
67
Bab 67 Cemburu
68
Bab 68 Mencari bukti
69
Bab 69 Titik terang
70
Bab 70 Damai
71
Bab 71 Berita gembira
72
Bab 72 Cerita Ronald
73
Bab 73 Masih cerita Ronald
74
Bab 74 Bertemu
75
Bab 75 Maaf
76
Bab 76 Kabar gembira
77
Bab 77 Bertemu
78
Bab 78 Akhir hidup
79
Bab 79 Belanja
80
Bab 80 Happy
81
Extra bab 81 Siapa?
82
Extra bab 82 Siapa dalang?
83
Extra bab 83 Curiga
84
Extra bab 84 Ada apa dengan Regan
85
Extra Bab 85 Orang dekat
86
Extra bab 86 Curiga
87
Extra bab 87 Siapa dia
88
Extra bab 88 Curiga
89
Extra bab 89 Beraksi
90
Extra bab 90 Berkorban
91
Extra bab 91 Bunuh diri
92
Extra bab 92 Akhir petualangan
93
Extra bab 93 Ada rasa
94
Extra bab 94 Diam-diam dekat
95
Extra bab 95 akhirnya
96
Extra bab TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!